Kuliah Pemilu Bareng Eks Jurnalis TV One

Rabu, 13 November 2019 15:04 WIB

Kedua kalinya perkuliahan Marketing Politik di Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Muhammadiyah Malang mengundang pembicara dari luar kampus. Jika sebelumnya mengundang ketua KPUD Kota Malang, hari ini (13/11) mengundang Presiden Jurnalis Berhijab Indonesia, dan mantan Reporter News TV One, Nikmatus Shilolikhah, S.Ikom.
 
Nikmah yang juga alumni Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2010 ini diminta berbagi pengalaman saat meliput berita-berita di masa kampanye pemilu. Juga pengalamannya di Newsroom, sebelum liputannya ditayangkan di layar kaca.
 
"Saya akui, banyak isu-isu di media massa saat pemilu itu akhirnya menguap sebab media harus menghormati nara sumber yg tidak ingin diberitakan," papar Nikmah sambil memberikan beberapa contoh. 
 
Sebuah fakta yang mengejutkan disampaikan oleh Nikmah. Ternyata di Jakarta, media radio masih memiliki power untuk informasi produk politik. Begitu juga di desa pelosok, masyarakat masih menjadikan televisi sebagai salah satu rujukan informasi utama.
 
Di akhir kuliah, Nikmah mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati dengan hoax. Ia mengungkapkan tips agar terhindar dari berita hoax dan tidak menjadi penyebar berita hoax. "Minimal cek atau bandingkan dengan tiga media untuk memastikan keakuratan berita,"ungkap gadis yang saat ini menempuh studi S2 di salah satu kampus di Malang.
 
Pengalaman nyata ini penting dibagikan kepada mahasiswa kuliah Marketing Politik untuk memberi literasi bagaimana proses media massa sebagai channel dalam komunikasi pemasaran. "Dalam bauran promosi itu salah satunya adalah publisitas yaitu melalui pemberitaan seputar produk politik. Oleh karena itu mahasiswa perlu tahu bagaimana fakta dalam proses pemberitaan seputar produk politik," jelas Dr. Frida Kusumastuti, M.Si ,dosen pengampu kuliah Marketing Politik. (wnd/frd)

Shared: