Mahasiswa Kontributif dan Produktif Menjadi Kunci Sukses di Masa Depan

      Malang, (21 Januari 2024) – Menjadi mahasiswa yang unggul tidak hanya sekedar menjalani rutinitas perkuliahan, tetapi juga harus aktif dalam berbagai kegiatan. Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int. menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki semangat dan tekad tinggi untuk berkontribusi dalam organisasi dan komunitas sesuai dengan minat serta potensinya.    Menurutnya, mahasiswa harus memiliki ambisi dan mimpi besar. “Tidak apa-apa disebut ‘ambis’, yang penting mahasiswa harus memiliki target dan motivasi untuk berkembang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang berbeda, sehingga mereka perlu menggali dan mengembangkannya sesuai dengan minatnya. Misalnya, mahasiswa yang memiliki bakat di bidang tulis-menulis dapat mengasah kemampuannya melalui lomba dan komunitas kepenulisan. Begitu pula bagi mereka yang berbakat di bidang seni, olahraga, atau keagamaan, dapat bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang relevan.      Produktivitas dan kontribusi dinilai sangat penting dalam menunjang pengembangan diri dan akademik mahasiswa. “Dunia kerja tidak hanya melihat IPK, tetapi juga kapasitas diri, keterampilan, dan kompetensi seseorang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang hanya fokus pada akademik tanpa mengasah soft skill dan pengalaman organisasi akan kesulitan menghadapi tantangan dunia kerja.     Selain itu, keterlibatan dalam berbagai aktivitas dapat membantu mahasiswa menjadi lebih tahan banting, kuat terhadap tekanan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja tim. “Banyak sarjana pintar, tetapi ketika menghadapi tantangan di dunia kerja mereka mudah menyerah. Ini karena kurangnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri melalui organisasi dan kegiatan lainnya,” jelasnya.     UMM sebagai institusi pendidikan turut berperan dalam memfasilitasi mahasiswa agar dapat berkembang secara optimal. Kampus menyediakan berbagai UKM, organisasi kemahasiswaan, serta program-program akademik dan non-akademik yang mendukung produktivitas mahasiswa. “Di UMM, tidak ada prestasi yang tidak dihargai. Mahasiswa yang meraih prestasi dapat mengajukan penghargaan kepada kampus, baik berupa insentif uang tunai, konversi nilai mata kuliah, maupun apresiasi dalam bentuk publikasi di media sosial resmi fakultas dan universitas,” ujarnya. Bentuk penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi.      Mengenai keterkaitan antara produktivitas dan kesuksesan, ia menekankan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan. “Jika kita melihat biografi orang-orang sukses, hampir semuanya ditempa melalui organisasi, membangun jaringan, dan aktif dalam berbagai kegiatan. Kesuksesan tidak lahir dari ruang hampa,” jelasnya. Banyak tokoh sukses bahkan tidak memiliki pendidikan tinggi, tetapi berhasil karena memiliki keterampilan, daya juang, dan pengalaman yang diperoleh di luar ruang kelas.     Untuk menjadi mahasiswa yang produktif, ia menekankan pentingnya memiliki mimpi dan ambisi yang jelas agar mahasiswa memiliki target dan motivasi yang kuat dalam menjalani perkuliahan. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengenali potensi diri mereka sendiri agar dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Bergabung dengan komunitas atau organisasi yang sesuai dengan minat juga menjadi faktor penting dalam membangun support system yang dapat membantu mahasiswa tetap termotivasi dan berkembang. Manajemen waktu yang baik juga diperlukan agar mahasiswa dapat menyeimbangkan antara akademik, organisasi, serta waktu untuk diri sendiri.     Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi individu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Life balance itu penting. Akademik harus jalan, organisasi harus jalan, kehidupan spiritual juga harus tetap dijaga. Semua itu akan membentuk pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi dunia luar,” pungkasnya. (Fra)