Diskusi “Respublica” Angkat Isu Krisis Timur Tengah dan Kapasitas Pemerintahan

Malang, 22 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HIMAHI UMM) bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM (HIMAP) sukses menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Respublica” dengan tema “Krisis Timur Tengah: Navigasi Tata Kelola dan Resiliensi Kapasitas Pemerintahan.” Kegiatan ini berlangsung di Aula GKB IV lantai 9 UMM dan terbuka untuk umum. Acara ini secara resmi dibuka oleh Dekan FISIP UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, bersama Ketua Program Studi Hubungan Internasional UMM, Hafid Adim Pradana, M.A. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif mahasiswa yang mampu menghadirkan ruang diskusi kritis dan relevan terhadap isu global kontemporer. Mereka juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mengkaji dinamika internasional, khususnya yang berkaitan dengan krisis geopolitik dan tata kelola pemerintahan. Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang. Ach. Apriyanto Romadhan (Dosen Ilmu Pemerintahan UMM) dan Victory Pradhitama (Dosen Hubungan Internasional UMM) memberikan analisis akademik terkait kompleksitas krisis di kawasan Timur Tengah, termasuk tantangan tata kelola pemerintahan di tengah konflik berkepanjangan. Sementara itu, Hilbra Naufal Demelza (Mahasiswa HI UMM dan Parhesia Collective Academia) turut memberikan perspektif kritis dari sudut pandang generasi muda dan komunitas akademik. Adapun Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P (Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur), yang semula dijadwalkan sebagai pembicara, berhalangan hadir dalam kegiatan ini. Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para pembicara menyoroti pentingnya kapasitas pemerintahan yang adaptif dan resilien dalam merespons krisis, serta perlunya pendekatan kolaboratif antara aktor negara dan non-negara. Selain itu, isu tata kelola yang baik (good governance) juga menjadi fokus utama dalam membangun stabilitas di kawasan konflik. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan kritis dari audiens. Melalui kegiatan Respublica ini, HIMAHI dan HIMAP UMM berharap dapat terus menghadirkan forum diskusi yang mendorong pemikiran kritis, memperkaya wawasan global, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam merespons isu-isu strategis dunia. (mfa)

SIARAN PERS. FISIP UMM Gelar Rapat Koordinasi Bersama Ketua OTK untuk Penguatan Mutu dan Kerjasama Internasional

Malang, 22 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional UMM (HIMAHI) bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM (HIMAP) sukses menyelenggarakan kegiatan diskusi bertajuk “Respublica”dengan tema “Krisis Timur Tengah: Navigasi Tata Kelola dan Resiliensi Kapasitas Pemerintahan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula GKB IV lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan terbuka untuk umum. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan praktisi. Sri Untari Bisowarno memaparkan berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merespons dampak lokal dari krisis Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Ach. Apriyanto Romadhan membahas implikasi krisis terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk potensi tekanan fiskal yang dapat muncul akibat dinamika geopolitik global. Perspektif geopolitik disampaikan oleh Victory Pradhitama yang mengulas posisi strategis kawasan Timur Tengah serta dampaknya terhadap konstelasi politik internasional. Dari sudut pandang generasi muda, Hilbra Naufal Demelza mengangkat refleksi kritis terkait posisi Indonesia yang dinilai masih menghadapi dilema dalam menentukan sikap di tengah kompleksitas krisis tersebut. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UMM, Fauzik Lendriyono, bersama Kaprodi Hubungan Internasional UMM, Hafid Adim Pradana. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan ruang diskusi kritis dan relevan terhadap isu global yang berdampak langsung pada Indonesia. Diskusi “Respublica” diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran strategis dalam merespons dinamika global, khususnya terkait krisis Timur Tengah dan implikasinya terhadap tata kelola pemerintahan di Indonesia. (mfa)