Kolaborasi Internasional: Prodi Kesejahteraan Sosial UMM dan Universitas Kebangsaan Malaysia Bedah Dampak “Paradox Digital” terhadap Kesehatan Mental.

Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah internasional bersama Universitas Kebangsaan Malaysia dengan tema “Paradox Digital causes of Mental illness” Prodi kesejahteraan sosial menyelenggarakan kuliah internasional yang bekerja sama dengan universitas kebangsaan malaysia yang di wakilkan Prof. Madya Dr. Mohd Suhaimi bin Mohamad. pada perkuliahan ini beliau menegaskan kepada mahasiswa kesejahteraan sosial untuk pentingnya memahami tupoksi dari pekerja sosial yang peka terhadap isu sosial.   Salah satu pemicu utama gangguan mental dalam paradoks digital adalah budaya perbandingan sosial (social comparison) yang toxic. Media sosial tidak lagi menjadi tempat berbagi momen, melainkan galeri kurasi hidup yang sempurna.  menurut beliau “Krisis kesehatan mental pada generasi Z merupakan konsekuensi langsung dari paradigma digital yang menggeser esensi interaksi sosial. Hilangnya kedalaman dalam hubungan interpersonal yang digantikan oleh validasi semu di dunia maya menciptakan beban kognitif yang konstan. Akibatnya, terjadilah kelelahan mental kronis yang menjadi pintu gerbang bagi berbagai bentuk mental illness di era modern.” Melalui perkuliahan internasional ini, para mahasiswa memperoleh wawasan baru dan perspektif yang lebih luas mengenai peran krusial pekerja sosial serta berbagai isu kesehatan mental yang berkembang di tengah masyarakat.  Adapun Kesan dari diwa selaku perwakilan mahasiswa kesejahteraan sosial Angkatan 25 “melalui perkuliahan ini saya dan teman teman saya mendapat banyak wawasan baru dan diskusi diskusi yang asik dan menarik selama perkuliahan walaupun banyak  Bahasa dari beliau masih harus kami terjemahkan dahulu ” Program studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perkuliahan internasional sebagai inisiatif strategis untuk memperluas cakrawala mahasiswa terhadap isu-isu pekerjaan sosial kontemporer. Selain pengayaan akademik, program ini dirancang untuk membuka pintu bagi mahasiswa dalam merambah jejaring serta peluang karier di kancah global.

Sukses Manajemen Waktu, Mahasiswi UMM Raih Prestasi di GOR Lembah UGM

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Jesica Indra Fauzi, mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial angkatan 2025, sukses menyabet medali perunggu pada ajang Paku Bumi Open Championship 2026 yang digelar di GOR Lembah UGM, Yogyakarta. Turun di kategori Fight Dewasa Putri Kelas A, keberhasilan mahasiswi yang akrab disapa Jesica ini turut mengharumkan nama UKM Tapak Suci UMM. Di balik pencapaian membanggakan tersebut, terdapat dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Jesica mengungkapkan bahwa ia menjalani porsi latihan intensif sebanyak dua kali sehari sebagai persiapan kompetisi. Latihan ini ditujukan untuk mematangkan kesiapan fisik, menjaga stamina, mengasah teknik, serta memperkuat mental agar siap menghadapi deretan lawan dari berbagai daerah. Tantangan terbesar yang dirasakan oleh perempuan yang juga dipanggil Jeje ini adalah manajemen waktu. Ia dituntut untuk menyeimbangkan jadwal latihan yang padat dengan kewajiban akademiknya. Ia harus pintar-pintar memanfaatkan waktu luang di sela-sela jadwal kuliah untuk menyelesaikan tugas agar keduanya tetap berjalan beriringan tanpa hambatan. Ia mengaku mengorbankan waktu bermainnya demi mencapai target yang dia inginkan. Raihan medali perunggu pada kompetisi ini tidak membuat semangatnya semakin surut, justru meningkatkan motivasi serta menjadikan kompetisi ini sebagai batu loncatan untuk karirnya kedepan. Bermodalkan pengalaman bertarung melawan musuh dari berbagai daerah, Jesica kini mempersiapkan dengan matang untuk pertandingan yang akan datang. Dengan meningkatkan teknik bermain hingga kekuatan fisik, dia berharap dapat meraih posisi yang diharapkan. Sebagai penutup, Jesica memberikan pesan inspiratif kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin meraih prestasi serupa. Ia menekankan pentingnya sikap konsisten dan keseriusan dalam menekuni bidang yang diminati, dengan catatan tidak mengorbankan kewajiban utama sebagai seorang mahasiswa.