Mahasiswi HI, Berhasil Raih Prestasi Tingkat Nasional Di akhir Perkuliahan

Prestasi gemilang kembali diraih oleh Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Nina Midiyani yang kerap disapa Nina Mahasiswi Prodi Hubungan Internasional angkatan 2022 berhasil membawa pulang medali silver tingkat nasional dalam ajang 1st Muhammadiyah Games yang diadakan di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta pada tanggal 14 hingga 19 Mei 2026. Turun pada kelas C Fight Dewasa, Nina berhasil harumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan hanya satu bulan persiapan, tiga bagan pertandingan berhasil dijatuhkan dengan sempurna. Mulai dari babak penyisihan awal hingga akhirnya gugur di babak final, mahasiswi tingkat akhir ini mengaku bahwa musuh terbesarnya bukanlah lawan yang akan dihadapi. Melainkan musuh terbesarnya adalah melawan rasa takut dalam dirinya sendiri. Di balik kilau medali yang berhasil dibawa pulang, terdapat perjuangan untuk meraih kemenangan ini. Dalam 1 bulan bukan hanya tanggungan latihan saja yang dihadapi, Nina berhasil menurunkan berat badan sebanyak 3 kilogram semasa satu bulan latihan untuk memenuhi kelas tanding yang dia ikuti yaitu kelas C Putri. Dalam kelas ini berat badan yang harus dipenuhi antara 55 hingga 60 kilogram. “Dalam sebulan, dan aku berusaha untuk nurunin berat badan sampai H- beberapa hari berangkat, aku berusaha kejar target berat badan ku turun 3 kilo. Cara ku turuninnya dengan jalan di lapangan jam 12 sampai jam 1 gitu, kayak sekitar satu jam jalan dengan posisi pakai sauna,” ungkapnya. Nina berencana menjadikan prestasi ini sebagai prestasi terakhir sebelum melaksanakan sidang skripsi. Dengan perjuangan membagi waktu antara latihan dan mempersiapkan skripsi. Nina merasa bangga dapat memberikan yang terbaik untuk UKM Tapak Suci serta Kampus putih yang telah membimbingnya selama perkuliahan. Raihan ini juga berkat dukungan para pelatih, teman- teman, serta orangtua yang telah membersamai Nina selama proses latihan hingga ujung perlombaan. Nina berpesan pada mahasiswa lainnya yang ingin mencetak prestasi agar tetap percaya yang diri sendiri serta harus berani mencoba, karena jika kita takut untuk mencoba maka keberhasilan tidak akan pernah datang dengan sendirinya. “Jangan pernah takut untuk mencoba gitu. Terus jangan mudah menyerah, dan ingat ketika kamu berhasil itu, akan jadi sebuah cerita yang bener-bener nggak kamu lupakan gitu. Jadi selain kamu memang dapat benefit dari kampus, tapi sebenernya yang paling dikenang tuh bukan benefit-nya, tapi cerita di balik itu. Intinya yang paling penting menurut aku, jangan pernah takut untuk mencoba,” tambahnya. (raz)
Naufal Dzaky Sukses Sabet Medali Emas Tapak Suci di Ajang 1st Muhammadiyah Games

Naufal Dzaky, kembali harumkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci serta “Kampus Putih” dalam ajang 1st Muhammadiyah Games yang diselenggarakan di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta pada tanggal 14-19 Mei 2026. Pria yang kerap disapa Naufal mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2024 berhasil membawa pulang medali emas kategori kelas bebas beregu tingkat dewasa. Prestasi yang membanggakan oleh Naufal tentu saja tidak lepas dari kerja keras serta dedikasi tingginya. Dengan latihan intensif dua kali dalam sehari, Naufal mengungkapkan bahwa latihan dilaksanakan pagi serta malam hari setiap harinya. Program latihan tersebut berfokus pada peningkatan skill, performa, dan juga yang paling penting penguatan fisik dan power demi menaklukan lawan dari berbagai daerah. Berbekalkan pengalaman yang sudah ia lewati sebelumnya, Naufal berhasil menuntaskan 2 babak pertandingan yang berhadapan dengan lawan kelas berat. Naufal mengaku kunci utamanya untuk mencapai kemenangan pada ajang ini adalah percaya diri pada kemampuannya serta rasa optimis untuk menang. “Saya sudah mengikuti empat pertandingan Nasional, jadi untuk event kemarin strategi yang saya pakai hanya percaya diri aja sama kemampuan saya,” ungkapnya. Capaian medali emas ini juga mendorong semangat membara Naufal untuk melanjutkan karir nya dalam bidang pencak silat. Naufal akan terus mengasah kemampuan bertandingnya hingga mencapai target yang diharapkan. Dalam waktu dekat ini, Mahasiswa Semester 4 ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Rektor Cup yang akan diselenggarakan di bulan Juni mendatang. Dengan berbekal evaluasi serta latihan yang lebih, Naufal berharap dapat memberikan performa yang lebih baik untuk membanggakan nama UKM Tapak Suci. “Mungkin kita kemarin kurang maksimal di bagian ini yaudah kita maksimalin pas buat kedepannya lagi. Evaluasi tentang tanding yang kemarin, walaupun ada beberapa yang salah, yang kurang maksimal,” jelasnya. Sebagai penutup, Naufal berpesan pada atlet lain yang ingin mencetak prestasi nya untuk tidak melupakan kewajibannya dalam belajar di perkuliahan. Karena niat awal masuk universitas adalah untuk menimba ilmu. “Tetap semangat jalanin atletnya, tapi jangan sampai lupa kalau kamu tuh tujuannya pertama masuk unif ini buat kuliah. Boleh fokus sama atlet tapi kuliah kamu jangan sampai dilupakan,” jelas Naufal. (raz)
Ilmu Komunikasi UMM Gelar Kuliah Tamu yang Membahas Tentang Budaya Digital dan Krisis Identitas Pada Gen-Z

Prodi Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang( Ikom UMM ), menyelenggarakan kuliah tamu bertemakan “Budaya Digital dan Krisis Identitas Gen-Z di Era Media Sosial” pada Rabu (20/5) di Lab Mini Teater UMM. Kegiatan ini mulai pada jam 13.00 WIB dengan diikuti oleh mahasiswa Program Studi ilmu komunikasi UMM dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNAS sebagai bentuk sinergi antar universitas serta membuka sense tentang isu sosial yang sedang berkembang di masyarakat. Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Nurudin, M.Si, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai narasumber I. Serta Dr. Dwi Kartikawati, M.Si, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nasional Jakarta dan sekaligus Narasumber II, Kegiatan kuliah tamu ini membahas tentang standarisasi kehidupan anak zaman sekarang yang selalu berketergantungan dengan media sosial sehingga dalam kehidupan sosial mereka cenderung individual serta efek samping seperti susah fokus dalam pembelajaran, mudah terdistraksi dengan gadget, serta otak yang terbiasa dengan konten konten pendek. Dalam fakta realitasnya Gen-Z rata rata menggunakan media sosial mencapai 4-7 jam perhari, hal ini juga ditegaskan oleh Dr. Nurudin, M.Si sebagai narasumber I “Penggunaan media sosial pada Gen-Z mencapai 4-7 jam perhari yang membentuk hustle culture pada anak muda, dan konsumsi konten yang cepat menjadi salah satu penyebab dari dampak buruk penggunaan media sosial. Dalam hal ini juga terbentuknya standarisasi baru pada Gen-Z, yang dimana konten kreator memperlihatkan konten yang 70% sudah di framing dan di edit dengan baik dan ketika dilihat oleh Gen-Z hal itu dijadikan standarisasi baru” Pola konsumsi media sosial yang berlebihan ini menyebabkan generasi sekarang lebih memilih jalur instan untuk mencapai kesuksesan dibanding harus memulai dari kerja keras, sehingga dari seluruh itu terciptanya krisis identitas pada generasi sekarang,yang menggeser komunikasi interpersonal menjadi komunikasi digital. Dalam hal ini orang lebih mementingkan kesan baik di media sosial untuk mencari kepuasan sementara sehingga menciptakan hyper mobile yang efeknya membentuk krisis identitas pada Gen-Z. Hal ini diperkuat oleh penyampaian narasumber II Dr. Dwi Kartikawati, M.Si. yang menyorot tentang aktivitas Gen-Z di media sosial “Generasi Sekarang sangat bergantung pada media sosial hal ini dapat dilihat dari perubahan pola komunikasi dan juga pola pikir Gen-Z yang lebih mudah percaya apa yang mereka lihat di media sosial dibanding mereka harus mencari fakta realitasnya. Gen-Z itu sebenarnya ramai namun ‘Alone together’ mereka bersama secara digital namun tersendiri secara emosional, sehingga sering ditemukan kasus gangguan mental pada generasi sekarang” Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana isu sosial terlebih pada ketergantungan media sosial yang memberikan banyak dampak buruk dalam kehidupan sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dan Ilmu komunikasi UNAS terhadap isu-isu sosial.