Tim Basket Putri FISIP Sukses Rebut Juara 3 di Rector Cup 2026

Tim Basket Putri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berhasil meraih posisi ketiga pada ajang Rektor Cup UMM 2026 yang di wakili oleh Nur Intan Hanifa prodi Kesejahteraan Sosial, Adhela Maghfira Iswan prodi Ilmu Komunikasi, Nakeisha Abida Zihadi prodi Ilmu Komunikasi, Keysha Ayunda Leoni marsyanda prodi Ilmu Komunikasi, Cahaya Kasih Mulia Syahputri Ilmu Komunikasi, Alya Priska Putri Erwindawanti prodi Ilmu Komunikasi, Nabila Putri Pramitha prodi Ilmu Komunikasi, Irdina Hasyim prodi Ilmu Komunikasi, Indira Maharani Istia Ilmu Komunikasi, Chelsy Fifa Atalia prodi Ilmu Komunikasi, Andi Auliah Shafirah prodi Hubungan Internasional. Prestasi ini sukses diraih pada babak final yang diselenggarakan di DOME UMM tanggal 1 Juli 2026. Berhasil lengserkan banyak fakultas, Andi Auliyah Shafirah yang biasa disapa shasha menyebutkan bahwa persiapan tim sebelum perlombaan sudah sangat matang. Dengan latihan intensif sekitar satu bulan latihan, shasha juga menjelaskan bahwa kunci kekompakan tim juga harus dibentuk dengan membangun chemistry di luar lapangan.  “Biasanya kita setelah latihan pergi makan bareng, nggak langsung pulang. kemudian di lapangan juga kita nggak bedain antara angkatan dan prodi, semuanya saling rangkul. Kita sering ngobrol, bahkan beberapa kali kumpul bareng di luar lapangan,” jelas shasha Selain membangun ikatan emosional, Shasha memaparkan bahwa porsi latihan fisik dan taktik tim dijadwalkan dengan sangat ketat. Tim rutin berlatih dua hingga tiga kali dalam seminggu. Latihan fisik seperti interval biasa dilakukan pada pagi atau subuh, sementara sore hingga malam hari difokuskan pada latih tanding dan pematangan strategi. Menariknya, pada ajang kompetisi kali ini, skuad FISIP tidak menggunakan jasa pelatih eksternal. Tim murni dilatih secara internal oleh para kakak tingkat dan alumni yang pernah membela fakultas pada musim-musim sebelumnya. Perjalanan menuju podium tentu tidak lepas dari berbagai rintangan. Shasha mengungkapkan bahwa perbedaan jadwal kelas antar-angkatan dan program studi membuat pencocokan waktu latihan menjadi kendala utama. Terlebih, jadwal persiapan tim bertepatan dengan masa Ujian Akhir Semester (UAS) di mana beban tugas akhir sedang menumpuk. Namun, komitmen tinggi dan rasa kekeluargaan dari para pemain mampu mengatasi hambatan tersebut. Di atas lapangan, laga melawan Fakultas Teknik diakui sebagai pertandingan yang paling menguras tenaga dan fokus. Perbedaan gaya bermain membuat intensitas pertandingan memanas hingga detik akhir. “Paling sulit itu melawan Teknik karena ada perbedaan di sistem defense. Mereka main man-to-man, sedangkan kita pakai formasi zona seperti 1-2-2, 2-3, atau 3-2. Skor akhirnya juga sangat tipis waktu itu,” ucap shasha Meski persaingan Rektor Cup sangat ketat, keberhasilan membawa pulang trofi Juara 3 ini dinilai sudah memenuhi target dan ekspektasi tim. Mengingat pada tahun sebelumnya FISIP sempat mengalami kekalahan, keberhasilan menembus jajaran finalis tahun ini menjadi sebuah pencapaian penebusan yang patut diapresiasi. Sebagai pemain yang kemungkinan besar baru saja menjalani laga penutupnya, Shasha menaruh harapan besar untuk masa depan tim. Ia menegaskan kesiapannya untuk turun tangan membantu melatih generasi penerus Basket Putri FISIP di kompetisi tahun depan apabila dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di kampus.

Rakerpim FISIP UMM 2026: Menguatkan Diferensiasi Pendidikan Menuju Visi Global yang Berdampak

Malang, 13 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di My Dormy UMM. Forum strategis ini menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pengembangan fakultas sekaligus memastikan program prioritas dapat diterjemahkan ke dalam langkah kerja yang konkret, terukur, dan berdampak. Rakerpim diikuti jajaran Dekanat, pimpinan lima program studi, serta para Kepala Laboratorium di lingkungan FISIP UMM. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah stakeholder dari Dinas Sosial, Wahana Indonesia, SmartID, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan praktisi Bisnis Global. Keterlibatan stakeholder menjadi bagian penting dalam mempertemukan arah pengembangan akademik dengan kebutuhan dunia profesional dan dinamika masyarakat. Berbagai masukan konstruktif diberikan, khususnya terkait penguatan visi global yang berdampak serta kompetensi mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Dekan FISIP UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus mampu mempersiapkan mahasiswa bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menghadapi perubahan masa depan. “FISIP UMM ingin memastikan bahwa pendidikan yang kita hadirkan benar-benar relevan dengan perubahan zaman. Karena itu, suara stakeholder sangat penting agar pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan kompetensi mahasiswa memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dunia profesional,” ungkapnya. Dalam forum tersebut, stakeholder menekankan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa yang memadukan kemampuan akademik dan analitis dengan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, komunikasi global, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kecakapan menghadirkan solusi atas persoalan nyata. Masukan tersebut memperkuat arah pengembangan FISIP UMM yang bertumpu pada diferensiasi pendidikan. Setiap program studi didorong untuk memiliki kekhasan yang jelas dan diwujudkan secara nyata melalui kurikulum, pembelajaran, pengalaman mahasiswa, jejaring profesional, serta kompetensi lulusan. Rakerpim juga membahas penguatan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) FISIP UMM yang diarahkan pada pendidikan unggul dan berkarakter, integrasi riset dalam pembelajaran, inovasi dan kewirausahaan sosial, transformasi digital dan pemanfaatan AI, internasionalisasi, serta internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Melalui Rakerpim 2026, FISIP UMM menegaskan komitmen untuk bergerak dari sekadar pelaksanaan program menuju penciptaan dampak. Sinergi antara fakultas, program studi, laboratorium, dan stakeholder diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang semakin adaptif dan kolaboratif serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, berwawasan global, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Visi global bagi kami bukan sekadar memperluas jejaring internasional, tetapi mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan memberi dampak dalam dunia yang terus berubah,” pungkas Fauzik.