Malang, 12 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti proses akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Proses akreditasi oleh FIBAA melibatkan evaluasi mendalam terhadap berbagai elemen program studi, termasuk kurikulum, kualitas pengajaran, fasilitas, serta pengembangan profesional dosen.

    Dalam pelaksanaannya, FIBAA melibatkan program studi Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, dan Hubungan Internasional, dengan sesi wawancara kepada para dosen juga mahasiswa yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Perwakilan dosen dari berbagai program studi mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka mengenai kualitas pendidikan di UMM. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama tim penguji FIBAA adalah keterlibatan mahasiswa dalam proses evaluasi akademik.

    “Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada saya adalah mengenai apakah mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan evaluasi terhadap universitas,” ujar salah satu mahasiswa yang turut serta dalam sesi wawancara. “Di prodi saya, setiap akhir semester kami selalu mengisi Google Form untuk monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, mahasiswa juga bisa menyampaikan kritik dan saran melalui link yang dibagikan oleh himpunan mahasiswa.”

     Tim penguji FIBAA juga menanyakan bagaimana hasil evaluasi tersebut ditindaklanjuti oleh pihak universitas. Mereka ingin mengetahui apakah mahasiswa mendapatkan umpan balik terkait hasil evaluasi dan tindakan apa yang diambil berdasarkan masukan mereka.

     Selain itu, diskusi juga mencakup pengalaman akademik mahasiswa, termasuk mata kuliah yang paling diminati serta metode pembelajaran yang dianggap unik. Salah satu mata kuliah yang menarik perhatian dalam diskusi adalah Organisasi Internasional (OI), dimana mahasiswa diminta untuk berpartisipasi dalam simulasi Model United Nations (MUN) sebagai bagian dari penilaian akhir semester.

    Tim akreditasi FIBAA juga tertarik pada akses mahasiswa terhadap literatur akademik dan perangkat riset. “Kami ditanya apakah mahasiswa mendapatkan pelatihan untuk mengakses alat riset seperti NVivo dan Scopus,” ucap salah satu mahasiswa Hubungan Internasional. “Di prodi kami, sejak semester awal kami sudah diperkenalkan dengan berbagai aplikasi penelitian seperti Mendeley, NVivo, Harzing Publish or Perish, dan Scopus.”

     Akreditasi internasional dari FIBAA merupakan langkah penting bagi UMM dalam menunjukkan standar akademik yang tinggi dan pengakuan global terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan adanya proses ini, UMM semakin berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pembelajaran dan pengalaman akademik bagi mahasiswanya. (Fra)