Dua mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Zair Baitil Atiq dan Aloysius Gonzaga Alnabe, berhasil mengharumkan nama kampus dengan menjuarai kompetisi nasional Alliance Students’ Venture Forum dan meraih tiket untuk melaju ke Korea dalam ajang internasional.

Kami melihat ironi besar ketika makanan berlimpah tapi masih banyak yang kelaparan. Dari situlah ide Pick Me lahir,” ujar salah satu dari mereka saat menjelaskan proyek yang sedang dirancang.

Kemenangan ini diraih berkat inovasi mereka dalam menyusun solusi konkret terhadap persoalan besar yang tengah dihadapi Indonesia: limbah makanan dan ketahanan pangan. Lewat proyek berkelanjutan bertajuk Pick Me, keduanya menawarkan pendekatan strategis untuk mengatasi pemborosan makanan yang berasal dari industri makanan dan minuman (FnB).

Data dari lima provinsi besar di Indonesia menunjukkan bahwa sektor FnB menjadi penyumbang terbesar food waste, yang berdampak pada kerugian ekonomi sekaligus memperparah krisis lingkungan. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketahanan pangan, termasuk tingginya angka stunting pada anak-anak akibat kurangnya asupan gizi.

Solusi Pick Me hadir dengan misi sosial dan pendekatan digital. Melalui aplikasi berbasis teknologi, platform ini menghubungkan pelaku bisnis FnB dengan konsumen. Makanan berlebih dijual kembali dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya menyasar keluarga berpenghasilan menengah ke bawah dan pelajar. Selain itu, Pick Me juga mengedukasi publik melalui media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mengenai pentingnya pengurangan limbah makanan.

Mahasiswa UMM ini merancang aplikasi yang mengedepankan pengalaman pengguna, menjalin kemitraan strategis dengan restoran, hotel, supermarket, driver online, dan lembaga keamanan pangan. Tak hanya mempermudah distribusi makanan berlebih, mereka juga menciptakan peluang kerja melalui kolaborasi dengan pengemudi lokal dan selalu memperbarui layanan berdasarkan feedback pelanggan.

Keberhasilan Muhammad Zair dan Aloysius membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata terhadap isu global melalui inovasi dan aksi nyata. Mereka dijadwalkan mengikuti kegiatan internasional di Korea pada 2–5 April 2025, untuk memperkenalkan Pick Me ke panggung dunia dan menjalin kolaborasi lintas negara. (fra)