Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Nasional Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Cirebon, pada 22–24 Juni 2025.
Dalam kompetisi tingkat nasional ini, mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi UMM berhasil membawa pulang berbagai penghargaan dari sejumlah kategori lomba, mulai dari public relations campaign, reportase, fotografi, hingga content creation. Beberapa mahasiswa yang berhasil meraih juara antara lain Welly Dwi Fahryan (angkatan 2022) sebagai Juara 1 PR Campaign, Sabrina Rahmadani Sabaruddin (angkatan 2022) Juara 2 PR Campaign, Putra Fahreza Aqila Akhmad (angkatan 2023) Juara 1 Reportase kategori Narasi, Mutiara Pasca Nanasya (angkatan 2022) Juara 1 Reportase kategori Visual, Wahyu Egi Pratama (angkatan 2021) Juara 2 Fotografi kategori Decisive Moment dan Juara 3 Fotografi kategori General, Salsabila Khairunnisa (angkatan 2021) Juara 1 Digital Content Creator dan Juara 1 Content Creator kategori Script Writing, Bagas Sulistyawan (angkatan 2022) Juara 2 Content Creator kategori Sinematografi, serta M. Mustofa Kamal (angkatan 2023) yang menyabet Juara 1 Fotografi kategori Black & White, Juara 2 Foto kategori Portrait, dan Juara 3 Fotografi General.
Salah satu peserta, Sabrina Rahmadani Sabaruddin (angkatan 2022), mengaku tidak menyangka bisa meraih Juara 2 PR Campaign. “Aku super duper senang banget, nggak expect sama sekali. Awalnya cuma gantiin teman yang nggak bisa ikut, tapi ternyata ini pengalaman baru yang sangat berarti. Kami harus kerja bareng mahasiswa dari universitas lain, dan tantangan terbesarnya adalah komunikasi lintas kampus. Tapi dari situ justru aku belajar banyak hal baru,” ungkapnya.
Sabrina Rahmadani Sabaruddin (angkatan 2022), menjelaskan bahwa timnya merancang kampanye kehumasan untuk mengangkat kembali minat publik terhadap Keraton Cirebon. “Kami mencoba mengembalikan suasana Keraton seperti zaman dulu, dengan menghadirkan kegiatan seperti membatik dan jajanan tradisional. Pesannya adalah: jangan sampai budaya hilang karena dianggap tidak menarik,” jelasnya.
Sementara itu, Welly Dwi Fahryan (angkatan 2022) yang meraih Juara 1 di kategori yang sama, menyebut keberhasilannya sebagai bentuk kebanggaan untuk prodi dan kampus. “Sebenarnya ada pressure karena tahun sebelumnya juga dapat juara 1. Tapi berkat arahan dosen yang menekankan agar tetap enjoy, akhirnya kami bisa maksimal. Kami angkat tema batik Trusmi karena batik itu bukan sekadar produk fashion, tapi identitas bangsa. Batik bisa tampil di berbagai media,” jelasnya.
Di kategori fotografi, M. Mustofa Kamal (angkatan 2023) berhasil mencuri perhatian juri dengan karya visualnya. Ia menyebut ajang ini sebagai tantangan untuk mengasah kepekaan visual. “Karena lombanya on the spot, aku mempersiapkan diri dengan latihan street photography. Di lokasi lomba seperti Keraton Kasepuhan dan Batik Trusmi, aku mencoba menangkap momen yang emosional dan bermakna. Sayangnya, lima file foto sempat rusak, jadi aku kirim foto seadanya. Tapi dari situ aku belajar banyak,” tuturnya.
M. Mustofa Kamal (angkatan 2023) juga menambahkan pentingnya mempublikasikan karya secara konsisten di media sosial. “Saya rasa dosen menunjuk saya karena karya-karya saya terlihat di media sosial. Itu penting karena bisa jadi portofolio dan membuka kesempatan di masa depan,” tambahnya.
Prestasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM di ajang SILAT APIK PTMA 2025 ini menjadi bukti komitmen dan kompetensi dalam bidang komunikasi. Ajang ini tidak hanya menjadi sarana unjuk kreativitas, tetapi juga memperkuat jejaring antar kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia. (mzl)