Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Yudisium Periode I Tahun 2026 pada (14/02) di Aula BAU UMM. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa FISIP UMM yang telah dinyatakan lulus pada periode tersebut. Yudisium menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studinya sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan akademik yang telah mereka tempuh di lingkungan FISIP UMM.

Dalam sambutannya, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si selaku Dekan FISIP UMM menyampaikan bahwa momen yudisium merupakan tonggak awal bagi para lulusan untuk menentukan tujuan hidup yang lebih jelas di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Ia menekankan bahwa perkembangan sosial, teknologi, dan gaya hidup terus bergerak dinamis sehingga para lulusan harus mampu mempersiapkan diri dengan baik agar tidak tertinggal oleh perubahan tersebut. Menurutnya, lulusan FISIP UMM perlu memiliki kepercayaan diri, sikap optimis, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan membangun relasi dengan orang lain. “Kepercayaan adalah investasi. Karena itu jadilah pribadi yang dipercaya oleh orang lain dan mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan di lingkungan sekitar,” pesannya kepada para calon sarjana FISIP UMM.

Pada kesempatan tersebut, FISIP UMM juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa terbaik tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Terbaik pertama Danang Betrand Camico dari Program Studi Ilmu Pemerintahan mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan yang diterimanya merupakan hasil dari proses panjang dan usaha yang konsisten selama menjalani perkuliahan. “Yang pasti saya bangga dengan pencapaian ini karena penghargaan ini tidak diraih dalam satu dua malam, tetapi melalui usaha dan pengorbanan yang panjang,” ujarnya. Danang menjelaskan bahwa ia selalu menempatkan kuliah sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan secara maksimal. Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca sebagai pondasi pengetahuan. “Kunci utamanya adalah menempatkan kuliah sebagai tanggung jawab dan banyak membaca. Dari membaca kita mendapatkan banyak pengetahuan yang kemudian bisa diaplikasikan dalam aktivitas perkuliahan,” jelasnya. Selama kuliah, ia juga aktif terlibat dalam kegiatan riset dengan menjadi asisten peneliti dosen dan bergabung dalam kegiatan penelitian di laboratorium.

Mahasiswa terbaik Kedua, Revinda Mauliatiz Zahroh Hakiki dari Program Studi Ilmu Komunikasi, juga mengungkapkan rasa senang dan bangga atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku tidak menyangka dapat terpilih sebagai peserta terbaik di tengah banyaknya mahasiswa berprestasi di program studinya. “Perasaannya tentu senang, bangga, dan juga sedikit kaget karena di Ilmu Komunikasi banyak sekali teman-teman yang berprestasi. Alhamdulillah bisa dipercaya menjadi peserta terbaik di yudisium kali ini,” ujarnya. Revinda menyebut bahwa motivasi terbesarnya selama menempuh pendidikan di FISIP UMM berasal dari dukungan orang tua serta kemauan dari diri sendiri untuk terus belajar. “Kunci utamanya adalah selalu punya kemauan untuk belajar dan tidak pernah merasa diri kita lebih tinggi dari orang lain,” tuturnya. Selain aktif dalam kegiatan akademik, ia juga terlibat dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM). Menurutnya, keseimbangan antara kegiatan akademik dan organisasi dapat dicapai melalui manajemen waktu yang baik serta kemampuan menentukan skala prioritas.

Sementara itu terbaik Ketiga, Ada Senandung Nacita dari Program Studi Sosiologi mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan selama masa kuliah dapat membuahkan hasil. “Rasanya tentu senang dan bangga, karena apa yang saya kerjakan selama kuliah di UMM akhirnya membuahkan hasil hari ini,” ungkapnya. Ia menyebut bahwa dukungan dosen serta lingkungan akademik yang suportif menjadi salah satu motivasi terbesar baginya untuk terus berkembang selama menjalani studi. Menurutnya, kesungguhan dalam belajar menjadi kunci utama dalam meraih prestasi. “Kalau orang lain berusaha satu, kita harus berusaha dua,” katanya. Selain aktif dalam kegiatan akademik, Nacita juga terlibat dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah menjabat sebagai sekretaris umum di salah satu unit kegiatan mahasiswa. Pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika mengikuti program magang CoE di Jakarta yang memberinya kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Melalui kegiatan yudisium ini, FISIP UMM berharap para lulusan dapat terus mengembangkan potensi diri serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan serta membawa nilai-nilai keilmuan, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap langkah pengabdian di masa depan.