Menjadi mahasiswa tingkat akhir tidak menyurutkan langkah Muhammad Zair Baitil Atiq untuk terus mengeksplorasi dunia pendidikan hingga ke Eropa. Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2022 ini kini tengah menjalani program pertukaran pelajar Erasmus di Universitas Minho, Braga, Portugal.

​Menariknya, sebelum bertolak ke Portugal, pria yang akrab disapa Zair ini telah merampungkan seluruh kewajiban akademiknya di UMM, mulai dari tugas mata kuliah hingga skripsi. Strategi ini membuatnya bisa sepenuhnya fokus menimba ilmu di Universitas Minho sekaligus mengamankan target kelulusan tepat waktu.

​Selama berkuliah di Portugal, Zair menyoroti adanya perbedaan mencolok dalam budaya akademik, terutama terkait tingkat antusiasme mahasiswa. Ia merasakan iklim pembelajaran yang jauh lebih dinamis, di mana mahasiswa sangat proaktif dalam berdiskusi dan berani mengutarakan pendapat.

​Meski demikian, perjalanan Zair tidak lepas dari kendala. Tantangan terbesar yang harus ia taklukkan adalah persoalan bahasa dan aksen. Walaupun kegiatan belajar mengajar menggunakan pengantar bahasa Inggris, ia mengaku sempat kesulitan menangkap materi karena adanya perbedaan dialek saat berkomunikasi.

​”Walaupun dosennya ngomong full bahasa Inggris, tapi kadang aksennya kan kayak menurutku masih ada aksen Portugisnya. Ataupun bahasa Inggrisnya juga bukan bahasa Inggris yang kayak native gitu,” ujarnya.

​Berangkat dari pengalamannya, Zair menitipkan pesan penting bagi para mahasiswa yang bercita-cita mengikuti program student exchange. Ia menekankan bahwa langkah awal harus selalu didasari oleh niat dan tekad yang kuat, bukan sekadar menjadikan program ini sebagai kedok untuk jalan-jalan ke luar negeri tanpa mempedulikan esensi pendidikannya.

​”Makanya menurutku persiapannya itu sih, harus siap secara mental. Secara mental dan juga secara skill. Itu menurutku penting supaya bisa survive gitu di lingkungan akademik di luar negeri. Jadi exchange-nya itu memang betul-betul bisa ada output-nya gitu, nggak cuman jalan-jalannya doang dapatnya. Gitu sih kalau menurutku. Harus well prepared,” ucap Zair. (raz)