
Film pendek berjudul The Presentation untuk pertama kalinya ditayangkan menjadi salah satu sorotan utama dalam acara VIBE 2026 yang digelar pada Jumat (29/5/2026) di Pabrik Keramik Dinoyo, Kota Malang.
Film karya Komunitas Bab Satu tersebut mengangkat isu lingkungan dan kritik sosial mengenai persoalan limbah sampah dan tiang listrik dengan kabel yang berantakan semakin sulit dikendalikan.
Penayangan film yang berkolaborasi dengan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kelompok Mindcraft Praktikum Audio Visual 3 berlangsung setelah penampilan monolog kritik sosial yang membahas persoalan lingkungan.
Setelah screening film, acara dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama sutradara dan para pemeran film The Presentation, yakni Ego Baqir, Dinar, Diva, dan Zidni.
Dalam sesi diskusi, sutradara film Ego Baqir menjelaskan bahwa tantangan produksi film telah dipersiapkan sejak awal sehingga proses pengerjaan berjalan relatif lancar.
“Tantangan dalam produksi film tidak terlalu, karena telah ditangani di awal, seperti perizinan dan lain-lain sudah kita persiapkan dari awal,” ujarnya.
Ego juga menjelaskan alasan penggunaan simbol babi dalam film, khususnya pada karakter dosen. Menurutnya, penggunaan analogi tersebut dipilih karena secara visual tidak memungkinkan menampilkan sosok dosen secara nyata.
Selain itu, Ego memilih Zidni sebagai pemeran utama karena dinilai memiliki karakter yang lantang dalam menyampaikan kritik, sesuai dengan karakter tokoh utama dalam film.
Ia mengungkapkan bahwa ide mengangkat isu sampah plastik berasal dari keresahan pribadinya terhadap kondisi lingkungan saat ini.
“Tujuan film ini sebenarnya untuk menyampaikan pesan bahwa sampah plastik tidak bisa dibiarkan, sekalipun kita sudah sadar bahwa sampah plastik sulit untuk diselesaikan,” katanya.
Ke depan, tim produksi berencana membawa film The Presentation ke festival film luar negeri sebagai langkah awal membangun portofolio dan rasa percaya diri sebelum mengikuti festival di Indonesia.
Menutup sesi talkshow, Ego menyampaikan pesan satir mengenai persoalan sampah yang ditinggalkan manusia.
“Teman-teman tidak perlu repot menjaga kebersihan. Setidaknya sekalipun manusia meninggalkan dunia, masih ada yang menjadi kenangan yaitu sampah manusia,” ujarnya.