
Kegiatan handcrafted berbahan dasar sampah plastik menjadi salah satu aktivitas yang menarik perhatian audiens dalam acara VIBE 2026 kolaborasi antara Komunitas Bab Satu dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kelompok Mindcraft Praktikum Audio Visual 3 pada Jumat (29/5/2026) di Pabrik Keramik Dinoyo, Kota Malang.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Taufiq Shaleh Saguanto dari Museum Daur Ulang Malang. Dalam sesi talkshow, Taufiq menjelaskan bahwa ide pengolahan sampah plastik berangkat dari keresahannya terhadap tingginya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini ide kecil bagaimana ketika saya menjadi motivator dan wirausaha, sering kali bertemu dengan teman-teman bahwa berwirausaha tidak selamanya membutuhkan modal, tetapi jarang yang mampu mewujudkan,” ujarnya.
Menurut Taufiq, plastik telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern. Hampir seluruh aktivitas manusia saat ini bergantung pada penggunaan plastik, mulai dari makanan, minuman, hingga layanan pesan antar.
“Karena plastik adalah hal yang tidak bisa dihindari pada zaman ini. Beli makan dan minuman melalui ojol juga diwadahi plastik, semuanya serba plastik,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai karya yang dibuatnya berasal dari limbah plastik dan kain perca yang dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna. Dalam sesi handcrafted, audiens diajak mempraktikkan langsung pembuatan gantungan kunci dan pot tanaman dari botol plastik bekas.
“Dari satu botol minuman bisa dijadikan gantungan kunci dan juga pot tanaman, sehingga tidak adanya sisa mengenai sampah yang ditinggal,” ujar Taufiq.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir menjadi limbah, melainkan dapat diolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi.
Taufiq berharap para audiens mampu menjadi regenerasi kegiatan pengelolaan sampah plastik di masa mendatang.
“Saya meyakini apa yang dikonsumsi dan digunakan hari ini nantinya akan menjadi sampah. Maka harapan saya teman-teman setidaknya tidak menambahkan sampah,” tutupnya.