
Prodi Hubungan Internasional UMM menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul “Marxisme Dan Fatum Demokrasi” karya alumni mahasiswa Prodi Hubungan Internasional yang bertempat di Laboratorium Hubungan Internasional GKB 4 pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 WIB yang dihadiri oleh mahasiswa Hubungan Internasional UMM.
Kegiatan ini menghadirkan Victory Pradhitama, M.Si dosen prodi hubungan internasional sebagai pemantik, dan Ahmad Juhairi, S.Ip , M.Phil sebagai narasumber yang juga merupakan penulis dari buku “Marxisme Dan Fatum Demokrasi” serta alumni mahasiswa hubungan internasional UMM angkatan tahun 2006 yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep.
Victor sebagai pemantik menyampaikan bahwa pemikiran marx adalah salah satu pemikiran terbesar yang ada di dunia, serta pemikiran marx ini mempengaruhi 1/3 nasib pemikiran manusia. Dalam pemikiran marx, membahas segala nya dalam bentuk mikro hingga makro, marx membahas segala yang ada di dunia ini mulai dari hal kecil hingga hal yang besar.
“Jika kita membahas tentang pemikiran marx, pemikiran ini merupakan salah satu pemikiran yang terbesar dan paling berpengaruh di dunia apalagi dalam hal ilmu sosial. Pemikiran ini mempengaruhi 1/3 manusia di dunia. Dalam pemikiran marx membahasa dari yang paling mikro hingga yang paling makro, marx membahas segalanya seperti ekonomi, seni, agama, dan yang paling sering di bahas adalah tentang pola berpikiran struktural,” jelas dosen Hubungan Internasional ini.
Victor menambahkan penutup dari pemantik yang ia sampaikan “Pemikiran marx tidak memerlukan pemantik untuk dibahas, karena sampai saat ini pemikiran marx tetap menjadi api dalam kehidupan di dunia ini,”
Dalam kegiatan ini, juhairi selaku narasumber mengucapkan terimakasih pada prodi Hubungan Internasional atas diberikan nya ruang untuk acara ini. Alumni mahasiswa hubungan internasional ini menjelaskan bahwa buku “Marxisme Dan Fatum Demokrasi” ini merupakan kelanjutan dari skripsi S1 yang membahas tentang perkembangan demokrasi dari tahap awal hingga tahap global. Karya ini juga berakar dari tesis S2 yang diselesaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada kurun waktu 2012–2014. Ia menggunakan frasa “Patung Demokrasi” sebagai sebuah metafora untuk menggambarkan sistem pemerintahan saat ini.
Menurut Juhairi, demokrasi yang terlihat megah layaknya sebuah patung, sesungguhnya sudah “mati” dan hanya menjadi ilusi. Ruang demokrasi, sebutnya, telah direduksi menjadi sekadar ruang pertarungan antara kelas pemilik modal dan kelas pekerja.