Jadwal dan Tata Tertib Ujian Tengah Semester (UTS) Genap 25/26 FISIP UMM

https://drive.google.com/drive/folders/1838kA6DGhxRj9YQFhSWgHHNj5gkFJ0Ei?usp=sharing
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) SEMESTER GANJIL 2025/2026
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) SEMESTER GANJIL 2025/2026
Jadwal UAS FISIP Semester Genap 2024-2025
Jadwal UAS FISIP Semester Genap 2024-2025
Jadwal UAS FISIP Semester Genap 2024-2025
Jadwal UAS FISIP Semester Genap 2024-2025
UMM Gelar Kuliah Tamu Bahas Isu Keamanan dan Kerja Sama Eropa Kontemporer

Malang, 22 April 2025 — Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (HI FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Contemporary Security and Cooperation Issues in Europe and the European Union”, Selasa (22/4), bertempat di Laboratorium Hubungan Internasional, GKB 4. Kuliah tamu ini menghadirkan Ana Gabriela Pantea, Ph.D., sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Ana Gabriela membagikan pandangan pribadinya terkait tantangan keamanan kontemporer di Eropa, termasuk posisi Uni Eropa terhadap konflik Rusia-Ukraina. Ia menyampaikan bahwa meskipun Uni Eropa cenderung bersikap netral, banyak tekanan eksternal yang mempersulit langkah-langkah langsung dalam penyelesaian konflik tersebut. Kegiatan ini terdiri dari dua sesi, yaitu pemaparan materi dan diskusi interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sesi diskusi. Salah satu peserta, Syafina dari Prodi HI angkatan 2022, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan membuka wawasan baru mengenai tantangan keamanan global. “Awalnya saya tidak tahu ternyata banyak juga permasalahan secure challenge yang perlu kita aware. Miss Ana menjelaskannya dengan sabar, jadi kami mulai paham,” tuturnya. Kepala Laboratorium HI UMM, Bapak Hafid Adim Pradana, M.A., menjelaskan bahwa tema kuliah tamu ini relevan dengan perkembangan hubungan Indonesia dan Uni Eropa, terutama dalam konteks perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah berlangsung selama satu dekade. “Apa yang dipelajari mahasiswa HI sangat berkaitan erat dengan dinamika internasional, termasuk proses negosiasi antara Indonesia dan Uni Eropa. Tema ini penting untuk dipahami oleh mahasiswa karena menyangkut prospek dan tantangan kerja sama kedua pihak ke depan,” jelasnya. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa Hubungan Internasional UMM dalam memahami isu-isu global, serta meningkatkan kepedulian terhadap posisi Indonesia dalam konstelasi internasional. (FRA)
Dua Mahasiswa HI UMM Juara Nasional di Ajang Alliance Students’ Venture Forum dan Melaju ke Korea

Dua mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Zair Baitil Atiq dan Aloysius Gonzaga Alnabe, berhasil mengharumkan nama kampus dengan menjuarai kompetisi nasional Alliance Students’ Venture Forum dan meraih tiket untuk melaju ke Korea dalam ajang internasional. “Kami melihat ironi besar ketika makanan berlimpah tapi masih banyak yang kelaparan. Dari situlah ide Pick Me lahir,” ujar salah satu dari mereka saat menjelaskan proyek yang sedang dirancang. Kemenangan ini diraih berkat inovasi mereka dalam menyusun solusi konkret terhadap persoalan besar yang tengah dihadapi Indonesia: limbah makanan dan ketahanan pangan. Lewat proyek berkelanjutan bertajuk Pick Me, keduanya menawarkan pendekatan strategis untuk mengatasi pemborosan makanan yang berasal dari industri makanan dan minuman (FnB). Data dari lima provinsi besar di Indonesia menunjukkan bahwa sektor FnB menjadi penyumbang terbesar food waste, yang berdampak pada kerugian ekonomi sekaligus memperparah krisis lingkungan. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketahanan pangan, termasuk tingginya angka stunting pada anak-anak akibat kurangnya asupan gizi. Solusi Pick Me hadir dengan misi sosial dan pendekatan digital. Melalui aplikasi berbasis teknologi, platform ini menghubungkan pelaku bisnis FnB dengan konsumen. Makanan berlebih dijual kembali dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya menyasar keluarga berpenghasilan menengah ke bawah dan pelajar. Selain itu, Pick Me juga mengedukasi publik melalui media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mengenai pentingnya pengurangan limbah makanan. Mahasiswa UMM ini merancang aplikasi yang mengedepankan pengalaman pengguna, menjalin kemitraan strategis dengan restoran, hotel, supermarket, driver online, dan lembaga keamanan pangan. Tak hanya mempermudah distribusi makanan berlebih, mereka juga menciptakan peluang kerja melalui kolaborasi dengan pengemudi lokal dan selalu memperbarui layanan berdasarkan feedback pelanggan. Keberhasilan Muhammad Zair dan Aloysius membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata terhadap isu global melalui inovasi dan aksi nyata. Mereka dijadwalkan mengikuti kegiatan internasional di Korea pada 2–5 April 2025, untuk memperkenalkan Pick Me ke panggung dunia dan menjalin kolaborasi lintas negara. (fra)
Mahasiswa Kontributif dan Produktif Menjadi Kunci Sukses di Masa Depan

Malang, (21 Januari 2024) – Menjadi mahasiswa yang unggul tidak hanya sekedar menjalani rutinitas perkuliahan, tetapi juga harus aktif dalam berbagai kegiatan. Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int. menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki semangat dan tekad tinggi untuk berkontribusi dalam organisasi dan komunitas sesuai dengan minat serta potensinya. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki ambisi dan mimpi besar. “Tidak apa-apa disebut ‘ambis’, yang penting mahasiswa harus memiliki target dan motivasi untuk berkembang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang berbeda, sehingga mereka perlu menggali dan mengembangkannya sesuai dengan minatnya. Misalnya, mahasiswa yang memiliki bakat di bidang tulis-menulis dapat mengasah kemampuannya melalui lomba dan komunitas kepenulisan. Begitu pula bagi mereka yang berbakat di bidang seni, olahraga, atau keagamaan, dapat bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang relevan. Produktivitas dan kontribusi dinilai sangat penting dalam menunjang pengembangan diri dan akademik mahasiswa. “Dunia kerja tidak hanya melihat IPK, tetapi juga kapasitas diri, keterampilan, dan kompetensi seseorang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang hanya fokus pada akademik tanpa mengasah soft skill dan pengalaman organisasi akan kesulitan menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, keterlibatan dalam berbagai aktivitas dapat membantu mahasiswa menjadi lebih tahan banting, kuat terhadap tekanan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja tim. “Banyak sarjana pintar, tetapi ketika menghadapi tantangan di dunia kerja mereka mudah menyerah. Ini karena kurangnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri melalui organisasi dan kegiatan lainnya,” jelasnya. UMM sebagai institusi pendidikan turut berperan dalam memfasilitasi mahasiswa agar dapat berkembang secara optimal. Kampus menyediakan berbagai UKM, organisasi kemahasiswaan, serta program-program akademik dan non-akademik yang mendukung produktivitas mahasiswa. “Di UMM, tidak ada prestasi yang tidak dihargai. Mahasiswa yang meraih prestasi dapat mengajukan penghargaan kepada kampus, baik berupa insentif uang tunai, konversi nilai mata kuliah, maupun apresiasi dalam bentuk publikasi di media sosial resmi fakultas dan universitas,” ujarnya. Bentuk penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi. Mengenai keterkaitan antara produktivitas dan kesuksesan, ia menekankan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan. “Jika kita melihat biografi orang-orang sukses, hampir semuanya ditempa melalui organisasi, membangun jaringan, dan aktif dalam berbagai kegiatan. Kesuksesan tidak lahir dari ruang hampa,” jelasnya. Banyak tokoh sukses bahkan tidak memiliki pendidikan tinggi, tetapi berhasil karena memiliki keterampilan, daya juang, dan pengalaman yang diperoleh di luar ruang kelas. Untuk menjadi mahasiswa yang produktif, ia menekankan pentingnya memiliki mimpi dan ambisi yang jelas agar mahasiswa memiliki target dan motivasi yang kuat dalam menjalani perkuliahan. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengenali potensi diri mereka sendiri agar dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Bergabung dengan komunitas atau organisasi yang sesuai dengan minat juga menjadi faktor penting dalam membangun support system yang dapat membantu mahasiswa tetap termotivasi dan berkembang. Manajemen waktu yang baik juga diperlukan agar mahasiswa dapat menyeimbangkan antara akademik, organisasi, serta waktu untuk diri sendiri. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi individu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Life balance itu penting. Akademik harus jalan, organisasi harus jalan, kehidupan spiritual juga harus tetap dijaga. Semua itu akan membentuk pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi dunia luar,” pungkasnya. (Fra)
UMM Berpartisipasi dalam Proses Akreditasi Internasional FIBAA

Malang, 12 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti proses akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Proses akreditasi oleh FIBAA melibatkan evaluasi mendalam terhadap berbagai elemen program studi, termasuk kurikulum, kualitas pengajaran, fasilitas, serta pengembangan profesional dosen. Dalam pelaksanaannya, FIBAA melibatkan program studi Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, dan Hubungan Internasional, dengan sesi wawancara kepada para dosen juga mahasiswa yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Perwakilan dosen dari berbagai program studi mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka mengenai kualitas pendidikan di UMM. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama tim penguji FIBAA adalah keterlibatan mahasiswa dalam proses evaluasi akademik. “Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada saya adalah mengenai apakah mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan evaluasi terhadap universitas,” ujar salah satu mahasiswa yang turut serta dalam sesi wawancara. “Di prodi saya, setiap akhir semester kami selalu mengisi Google Form untuk monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, mahasiswa juga bisa menyampaikan kritik dan saran melalui link yang dibagikan oleh himpunan mahasiswa.” Tim penguji FIBAA juga menanyakan bagaimana hasil evaluasi tersebut ditindaklanjuti oleh pihak universitas. Mereka ingin mengetahui apakah mahasiswa mendapatkan umpan balik terkait hasil evaluasi dan tindakan apa yang diambil berdasarkan masukan mereka. Selain itu, diskusi juga mencakup pengalaman akademik mahasiswa, termasuk mata kuliah yang paling diminati serta metode pembelajaran yang dianggap unik. Salah satu mata kuliah yang menarik perhatian dalam diskusi adalah Organisasi Internasional (OI), dimana mahasiswa diminta untuk berpartisipasi dalam simulasi Model United Nations (MUN) sebagai bagian dari penilaian akhir semester. Tim akreditasi FIBAA juga tertarik pada akses mahasiswa terhadap literatur akademik dan perangkat riset. “Kami ditanya apakah mahasiswa mendapatkan pelatihan untuk mengakses alat riset seperti NVivo dan Scopus,” ucap salah satu mahasiswa Hubungan Internasional. “Di prodi kami, sejak semester awal kami sudah diperkenalkan dengan berbagai aplikasi penelitian seperti Mendeley, NVivo, Harzing Publish or Perish, dan Scopus.” Akreditasi internasional dari FIBAA merupakan langkah penting bagi UMM dalam menunjukkan standar akademik yang tinggi dan pengakuan global terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan adanya proses ini, UMM semakin berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pembelajaran dan pengalaman akademik bagi mahasiswanya. (Fra)