Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) menggelar kuliah tamu internasional bertema “Realizing a Global Culture of Peace Through the Costa Rica Experience” pada Kamis (4/12) di Aula Teknik GKB 3 Lantai 6. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional sebagai bagian dari penguatan wawasan global dan pembelajaran berbasis pengalaman internasional.

Kuliah tamu ini menghadirkan H.E. Francisco José Masís Holdridge, Perwakilan Kedutaan Besar Republik Kosta Rika, sebagai narasumber utama, serta Prof. Gonda Yumitro, M.A., Ph.D., dosen Program Studi Hubungan Internasional UMM. Diskusi dipandu oleh Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc., dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FISIP UMM, serta Wakil Dekan I Dr. Joko Susilo, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan II Luluk Dwi Kumalasari, M.Si., dan Wakil Dekan III Jamroji, S.Sos., M.Comms., bersama sivitas akademika FISIP UMM.

Dalam sambutannya, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si selaku Dekan FISIP UMM, menyampaikan bahwa kuliah tamu internasional merupakan ruang akademik yang penting dalam mempertemukan gagasan dan pengalaman global. “Suatu kehormatan bagi saya untuk membuka kuliah tamu internasional sebagai ruang akademik, tempat gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai global dipertukarkan secara terbuka dan reflektif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. “Di era perubahan yang sangat cepat, ketidakpastian, dan meningkatnya ketegangan global, perdamaian tidak lagi cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik. Perdamaian harus dipahami sebagai proses membangun kehidupan bersama yang berlandaskan keadilan, kolaborasi, dan saling menghargai,” jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya damai. “Perguruan tinggi, termasuk FISIP UMM, memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan budaya perdamaian melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tambahnya.

Dekan juga menyoroti pengalaman Kosta Rika sebagai pembelajaran penting. “Pengalaman Kosta Rika menunjukkan bahwa perdamaian bukan sekadar wacana normatif, tetapi pilihan strategis yang dibangun melalui kebijakan publik, budaya politik, pendidikan, dan komitmen jangka panjang,” tegasnya.  Menutup sambutannya, Dekan mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal. “Saya mengajak seluruh peserta untuk menyimak dengan saksama, berpikir kritis, dan menjadikan pertemuan ini sebagai ruang perluasan wawasan sebagai insan akademik dan warga dunia,” pungkasnya.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana Kosta Rika membangun budaya damai melalui kebijakan nasional, diplomasi, dan pendekatan nonmiliter. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa FISIP UMM terhadap isu perdamaian global dan dinamika hubungan internasional. (mzl)