Dunia akademik Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kiprah dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM), Tonny Dian Effendi, M.Si., M.Soc.Sc., dalam forum internasional bergengsi bertajuk “Connectivity Choices: The Key to Sovereignty in the Twenty-First Century”, yang diselenggarakan di Budapest, Hungaria, pada 16–18 Juni 2025. Keterlibatannya dalam forum tersebut menjadi simbol kontribusi aktif akademisi Indonesia dalam membentuk arah kebijakan dan wacana global.
Forum yang dihadiri oleh para pakar, peneliti, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara ini membahas isu strategis mengenai konektivitas sebagai kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara di abad ke-21. Dalam forum tersebut, Tonny Dian Effendi hadir membawa perspektif dari Asia Tenggara, dengan penekanan pada posisi strategis Indonesia dalam peta konektivitas global.
Dalam presentasinya, Tonny menyoroti bahwa konektivitas global dewasa ini membawa dampak ganda. Di satu sisi, ia membuka banyak peluang kolaborasi, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. “Tetapi di sisi lain, konektivitas juga bisa menjadi ancaman bagi kedaulatan negara dan memperbesar potensi kerentanan akibat dinamika geopolitik yang tidak menentu,” ungkapnya di hadapan para panelis dan peserta forum.
Keterlibatan Tonny Dian Effendi dalam forum ini menegaskan eksistensi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai institusi yang mampu mendorong akademisinya tampil di panggung internasional. Capaian ini sekaligus mencerminkan komitmen UMM dalam mendukung pengembangan pemikiran strategis dan partisipasi aktif dalam isu-isu global yang relevan.
Partisipasi tersebut juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa program studi Hubungan Internasional, untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan dan keberanian tampil dalam forum-forum global. Dengan pengalaman dan kontribusi yang diakui dunia internasional, Tonny Dian Effendi menunjukkan bahwa akademisi Indonesia mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global abad ini. (FRA)