Program Studi Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar ujian proposal tesis, Kamis (21/8), bertempat di Ruang Sidang Gedung Kuliah Bersama 4 lantai 3. Kali ini, ujian diikuti oleh mahasiswa internasional asal Kigali, Rwanda, Benjamin Ifashabayo, yang saat ini telah menyelesaikan dua semester perkuliahan di UMM dan mulai memasuki tahap penyusunan tesis.

Benjamin mengangkat topik bertajuk Gender Transformative Approach to Foster Male Participation in Domestic Work (A Case Study of The Bandebereho Project in Burera District, Rwanda). Penelitian ini berfokus pada partisipasi laki-laki dalam pekerjaan domestik, sebuah isu yang menurut para penguji jarang mendapatkan sorotan karena kajian gender kerap terpusat pada perempuan sebagai subjek utama.

Dalam ujian tersebut, Benjamin didampingi dua dosen pembimbing, yakni Prof. Dr. Wahyudi dan Dr. Joko Susilo, M.Si., serta diuji oleh Prof. Dr. Vina Salviana dan Rachmad K. Dwi Susilo, Ph.D. Prof. Vina menilai riset Benjamin menarik karena membuka ruang diskusi baru mengenai relasi laki-laki dan perempuan dalam konteks rumah tangga. Sementara itu, Prof. Wahyudi mendorong agar hasil penelitian nantinya dipublikasikan pada jurnal internasional, mengingat mahasiswa asing UMM telah memiliki standar kemampuan bahasa akademik global.

“Tema ini sangat relevan secara sosiologis karena menggunakan pendekatan transformatif gender. Penelitian ini menantang norma tradisional seputar pembagian kerja domestik sekaligus mendorong laki-laki untuk lebih aktif dalam pengasuhan dan pekerjaan rumah tangga,” jelas Prof. Wahyudi.

Usai pelaksanaan ujian, Benjamin mengungkapkan rasa syukurnya. “I am grateful that today’s defence of the thesis proposal went smoothly, a milestone for me in my academic life. I highly appreciate the constructive feedback provided along the way that made my work stronger. Special appreciation goes to the Masters of Sociology Department of UMM for encouragement, guidance, and academic excellence,” ucapnya.

Ketua Program Studi Magister Sosiologi, Rachmad K. Dwi Susilo, Ph.D., menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa asing seperti Benjamin semakin menunjukkan kualitas internasional UMM. “UMM sudah terbiasa menerima mahasiswa dari berbagai negara. Sebelum Benjamin, kami juga mendidik mahasiswa dari Iran, Timor Leste, dan sejumlah negara lain. Hal ini menjadi bukti kontribusi UMM dalam percaturan akademik global sekaligus memperkaya kajian sosiologi lintas budaya,” tuturnya.