Malang, 9 Februari 2026 — Program Studi Hubungan Internasional UMM bekerja sama dengan Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) menyelenggarakan kegiatan Roundtable Discussion bertajuk “Menimbang Posisi Indonesia dalam Board of Peace” di Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi, baik dari internal maupun eksternal kampus.
Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Gonda Yumitro, pakar Dunia Islam, dan Dion Maulana Prasetyo, pakar Politik Luar Negeri Indonesia. Keduanya merupakan dosen Hubungan Internasional UMM yang aktif meneliti isu politik global dan diplomasi Indonesia.
Dalam pemaparannya, Prof. Gonda menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam percaturan politik global, khususnya terkait isu perdamaian dunia Islam. Ia menyatakan, “Indonesia memiliki daya tawar unik sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun, langkah diplomasi harus ditempuh secara hati-hati agar tidak memecah solidaritas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).”
Sementara itu, Dion Maulana Prasetyo menyoroti pentingnya konsistensi Indonesia terhadap prinsip dasar politik luar negeri dan amanat konstitusi. Ia menegaskan, “Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bukan hanya soal diplomasi, tetapi juga soal konsistensi terhadap amanat konstitusi dan komitmen membela kemerdekaan Palestina. Tanpa jaminan yang jelas terkait Two-State Solution dan roadmap perdamaian yang konkret, Indonesia berisiko kehilangan kredibilitas moral dan strategisnya. Karena itu, posisi paling bijak adalah terlibat secara bersyarat, dengan sikap tegas yang tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan nilai kemanusiaan.”
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta, yang menunjukkan tingginya perhatian kalangan akademik terhadap posisi Indonesia dalam dinamika perdamaian global. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus mendorong kontribusi pemikiran kritis dari kampus terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.
Melalui kegiatan ini, HI UMM dan PSIB menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang dialog akademik yang konstruktif dalam membahas isu-isu strategis global, khususnya yang berkaitan dengan peran Indonesia dalam perdamaian dunia.