Acara VIBE 2026 sukses digelar pada Jumat (29/5/2026) di Pabrik Keramik Dinoyo Kota Malang dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan bertema lingkungan dihadiri puluhan audiens.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kelompok Mindcraft Praktikum Audio Visual 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Komunitas Bab Satu, dan Museum Daur Ulang Malang dalam mengkampanyekan isu sampah plastik melalui seni dan audio visual.

Acara ini turut dihadiri Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo, perwakilan Museum Daur Ulang Malang Taufiq Shaleh Saguanto, Komunitas Bab Satu, serta sebanyak 76 audiens.

Koordinator acara, Muhammad Ridho Fakhruddin, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya terkait sampah plastik.

“Setelah screen event ini, kami ingin menekankan pada penjagaan lingkungan sekitar mengenai sampah plastik. Kalau bukan kita siapa lagi? Sampah plastik pun juga bisa menjadi hasil karya,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan dua monolog yang mengangkat kritik sosial terhadap pemerintah terkait isu lingkungan. Dalam pertunjukan tersebut, para pemain menyoroti slogan seperti “go green” dan “hijau kotaku” yang dinilai belum sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.

Namun menariknya, monolog tersebut juga menghadirkan bentuk otokritik kepada masyarakat. Pertunjukan menggambarkan bahwa persoalan lingkungan tidak sepenuhnya dapat dilimpahkan kepada pemerintah, melainkan juga dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan plastik sehari-hari.

Perwakilan Komunitas Bab Satu, Mohammad Haidar Baqir, turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Harapan ke depan dari kami, semoga bisa diperbanyak ruang-ruang aktualisasi seperti hari ini,” katanya.

Melalui VIBE 2026, penyelenggara berharap generasi muda dapat melihat isu lingkungan sebagai tanggung jawab bersama sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata dalam pengelolaan sampah plastik.