Bidang Sosial Politik (Sospol) berkolaborasi dengan Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menginisiasi sebuah forum diskusi yang interaktif. Acara ini dirancang khusus sebagai wadah bagi seluruh mahasiswa FISIP untuk menumbuhkan kembali daya pikir kritis mahasiswa terhadap kondisi sosial di lingkup perguruan tinggi, khususnya pada ranah fakultas.

Mengusung tema “Demokrasi Kampus dan Kebebasan Berpendapat Mahasiswa”, forum ini menjadi ruang terbuka yang mempertemukan berbagai elemen mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, panitia pelaksana mengundang langsung para Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari lima program studi yang ada di bawah naungan FISIP UMM. Kehadiran para pimpinan himpunan ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif dinamika serta tantangan yang dihadapi mahasiswa di tiap prodi.

Forum ini berjalan dengan dinamis dan transparan. Sepanjang sesi diskusi, para peserta membedah bagaimana implementasi demokrasi kampus berjalan saat ini. Berbagai tantangan riil yang kerap dihadapi mahasiswa dalam dunia perkuliahan sehari-hari menjadi sorotan utama. Mulai dari birokrasi kampus, fasilitas penunjang akademik, hingga restriksi-restriksi kecil yang berpotensi membatasi ruang gerak serta kebebasan berpendapat mahasiswa di dalam institusi.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah bagaimana mahasiswa seringkali merasa ragu atau takut dalam menyuarakan aspirasinya. Melalui forum ini, keresahan-keresahan yang selama ini hanya mengendap di ruang-ruang kelas berhasil diangkat ke permukaan untuk dicarikan formulasi solusinya bersama.

Organisasi Mahasiswa sebagai Sambung Tangan Aspirasi

Tidak hanya sekadar menjadi wadah berkeluh kesah, forum diskusi ini juga merefleksikan kembali peran dan fungsi organisasi mahasiswa, baik BEM maupun HMJ. Forum ini menegaskan bahwa organisasi intra kampus harus mampu menjadi “sambung tangan” yang efektif bagi permasalahan yang dirasakan mahasiswa di tingkat program studi.

“Organisasi bukan sekadar lambang atau tempat berkumpul, melainkan jembatan hidup yang harus kuat menyalurkan suara mahasiswa dari akar rumput langsung ke jajaran birokrasi fakultas,” ujar salah satu perwakilan bidang dalam rilisnya.

Dengan adanya sinergi antara lima himpunan program studi dan BEM FISIP UMM, diharapkan tercipta pola advokasi yang lebih terstruktur dan responsif. Setiap keluhan mahasiswa mengenai perkuliahan, transparansi kebijakan, hingga hak kebebasan berpendapat akan dikawal secara kolektif agar mendapatkan respons yang adil dari pihak dekanat maupun universitas.

Komitmen Merawat Iklim Demokratis

Melalui forum diskusi yang diinisiasi oleh Bidang Sospol dan PSDM ini, BEM FISIP UMM berharap pemantik awal ini dapat menghidupkan kembali iklim akademis yang sehat dan kritis. Mahasiswa FISIP UMM diharapkan tidak lagi bersikap apatis terhadap kebijakan internal kampus, melainkan mampu menjadi agen pengontrol yang konstruktif demi kemajuan bersama. Acara ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh Ketua HMJ dan fungsionaris BEM FISIP UMM untuk terus mengawal isu-isu kemahasiswaan serta menjaga agar ruang-ruang kebebasan berpendapat di FISIP UMM tetap terbuka lebar, aman, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.