Dari Kurikulum hingga Ekspertis Ilmu Komunikasi UMM dan UiTM Saling Adopsi Praktik Terbaik

        Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan International Round Table yang digelar pada Selasa (4/6) di Hotel Rayz UMM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMM bersama lima dosen dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), serta dihadiri oleh Wakil Rektor IV UMM.           Sekretaris II Prodi Ilmu Komunikasi Isnani Dzuhrina, S.Sos, M.Adv mengatakan acara ini menjadi forum pertukaran gagasan yang membahas pengembangan dan implementasi kurikulum di masing-masing institusi. Diskusi berlangsung intensif dan terbuka, dengan semangat saling berbagi pengalaman serta praktik terbaik. “Di Rayz Hotel itu para dosen melakukan academic discussion, membahas pengembangan kurikulum seperti apa, implementasinya seperti apa. Kami saling berbagi dan belajar satu sama lain. Yang bagus di sana bisa kita adopsi di sini, yang bagus di sini juga bisa mereka adopsi. Jadi, tujuannya agar kita bisa berkembang bersama,” ujarnya         Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam diskusi ini adalah konsistensi dosen UiTM dalam membangun keilmuan berbasis keahlian (expertise). Menurutnya, pola pengembangan dosen di Malaysia patut menjadi cerminan. “Kami melihat bahwa expertise dosen-dosen di UiTM itu sangat jelas. Misalnya, kalau dia punya keahlian di bidang periklanan, ya dia akan fokus di situ, baik dalam riset maupun pengajarannya. Itu sedikit berbeda dengan kita. Memang kita juga punya expertise, tapi belum semua karya dan pengajaran kita betul-betul sesuai dengan keahlian itu. Konsistensi mereka dalam bidangnya membuat keilmuan mereka lebih linier dan expertise-nya lebih ter-highlight,” jelasnya.         Isnani Dzuhrina, S.Sos, M.Adv menjelaskan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi UMM juga turut membagikan pendekatan kurikulum yang diterapkan, dengan menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. “Kita juga menjelaskan bahwa kurikulum kita sudah terimplementasi dengan baik. Kita mengklaim 55% praktik dan 45% teori. Karena memang kekuatan kita ada di praktikumnya. Impact-nya luar biasa. Mahasiswa mungkin merasa berat saat menjalani praktikum, tapi ketika sudah masuk ke dunia industri, mereka justru merasakan manfaatnya. Mereka secara mental sudah siap, secara skill juga mumpuni. Mereka bisa beradaptasi dengan cepat tanpa merasa jetlag,” paparnya.    Melalui kegiatan ini, Isnani Dzuhrina, S.Sos, M.Adv berharap kedua institusi menyatakan kesepakatan untuk memperluas kerja sama yang lebih konkret. Sejumlah program telah dirancang untuk diimplementasikan ke depan. “Harapannya, ke depan akan banyak hal yang bisa dikerjasamakan, mulai dari joint project, joint research, lecturer exchange, sampai student exchange. Bahkan bulan November nanti sudah ada gambaran kerja sama yang akan dimulai. Kita juga berharap bisa membuka kerja sama lebih luas, tidak hanya dengan Malaysia, tapi juga dengan lembaga-lembaga dari Eropa atau Australia. Bentuk-bentuk kegiatannya bisa berupa riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, mobilitas, maupun proyek bersama,” pungkasnya.     Kegiatan International Round Table ini menjadi wujud nyata komitmen UMM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka terhadap pertukaran gagasan global. Lebih dari sekadar kerja sama formal, kegiatan ini menandai langkah strategis menuju penguatan mutu akademik dan profesionalisme dosen, sekaligus membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam jejaring internasional yang lebih luas. Dengan memperkuat relasi dan kolaborasi antarnegara, UMM membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang adaptif, progresif, dan siap bersaing dalam lanskap pendidikan global. (mzl)

Menembus Batas Negara: Mahasiswa UMM Gali Perubahan Sosial Malaysia Lewat Guest Lecture Internasional

        Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Guest Lecturer bertema Media and Social Change in Malaysia pada Selasa (4/6), bertempat di Aula BAU. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menghadirkan tiga pemateri dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Tiga dosen tamu dari UiTM membawakan materi yang beragam terkait perubahan sosial dan komunikasi di Malaysia. Ts. Hj. Mohd. Hilmi Bin Bakar, Ilya Yasnorizar binti Ilyas, dan Rosilawati binti Sultan Mohideen.           Dalam kuliah tamu ini, Ts. Hj. Mohd. Hilmi Bin Bakar membuka sesi dengan paparan “Echo Chamber and Society: Free to Speak or Trapped in a Bubble” yang menyoroti bagaimana algoritma media sosial menciptakan gelembung informasi yang memperkuat bias pengguna. “Media sosial memberi kesan seolah-olah semua orang punya kebebasan bicara, padahal secara tidak sadar, kita hanya berada dalam gelembung informasi yang memperkuat bias kita,” ungkapnya.       Dilanjutkan oleh Ilya Yasnorizar binti Ilyas yang membahas “Cross-Cultural Differences in Nonverbal Communication: Gestures, Eye Contact, and Personal Space”. Ia menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya dalam komunikasi nonverbal. “Kadang kita salah paham bukan karena bahasa, tapi karena ekspresi tubuh yang dimaknai berbeda. Apa yang dianggap sopan di satu budaya, bisa terasa ofensif di budaya lain,” jelasnya.        Sesi ditutup dengan paparan Rosilawati binti Sultan Mohideen mengenai “The Impact of Social Media on Malaysian Political Attitude”. Menurutnya, media sosial menjadi “senjata bermata dua” yang di satu sisi membuka akses politik generasi muda, namun di sisi lain rentan disusupi narasi yang memecah belah. “Sebagai mahasiswa komunikasi, kita harus paham bagaimana media sosial bekerja dan tidak mudah terpancing oleh konten yang belum tentu benar,” pesannya.         Selain berbagi materi akademik, para dosen UiTM juga menyampaikan kesan positif atas terselenggaranya kuliah tamu ini. Rosilawati mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa UMM yang aktif berdiskusi. “Kami senang dapat berdialog dengan mahasiswa UMM yang kritis dan terbuka terhadap perspektif baru. Kegiatan seperti ini memperkuat jejaring akademik antarnegara dan menjadi pengalaman berharga bagi kami,” tuturnya        Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi awal kerja sama akademik antara Ilmu Komunikasi UMM dan UiTM. Isnani Dzuhrina, S.Sos, M.Adv, Sekretaris II Program Studi Ilmu Komunikasi, dalam wawancaranya, menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti di kegiatan guest lecture. “Jadi begini sebenarnya, latar belakangnya kita sedang berinisiasi kerja sama dengan UiTM. Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui kuliah tamu ini. Namun ke depan, akan ada program-program kolaboratif lainnya seperti Exchange knowledge, Join Research, dan Join Project,” ujarnya.       Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa semester depan akan diadakan proyek kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dan UiTM yang menghasilkan luaran berbentuk buku foto bertema permainan tradisional. “Mahasiswa dari UiTM akan datang ke sini untuk riset bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi. Mereka akan turun lapangan untuk mengambil gambar permainan tradisional Indonesia, lalu menyusun narasi visual dalam bentuk majalah berbasis foto. Ini menjadi bagian dari eksplorasi budaya dan penguatan identitas visual melalui karya kreatif,” jelasnya.        Kegiatan International Guest Lecturer membawa misi penting untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman internasional. Selain memperluas wawasan tentang perubahan sosial di negara tetangga, mahasiswa juga dilatih untuk menghadapi lingkungan belajar yang multikultural. “Mereka bisa mempraktikkan kemampuan bahasa, memahami perbedaan budaya, dan terbiasa berada dalam situasi internasional. Ini penting untuk membentuk pribadi komunikatif yang adaptif,” tambahnya.         Melalui kegiatan International Guest Lecturer ini, UMM dan UiTM telah membuka gerbang kolaborasi akademik lintas negara yang tidak hanya memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, tetapi juga memperkuat jalinan antar institusi dalam membentuk generasi komunikator global yang siap bersaing di era dunia tanpa batas. (mzl)

FISIP UMM Kukuhkan Komitmen Mutu melalui Serah Terima Jabatan Kepala Gugus Penjaminan Mutu Internal UPPS 2025–2027

       Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) menggelar serah terima jabatan Kepala Gugus Penjaminan Mutu Internal Unit Pengelola Program Studi (GPMI UPPS) Universitas Muhammadiyah Malang untuk masa khidmat 2025–2027 pada Rabu (4/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kesinambungan dan penguatan sistem penjaminan mutu di tingkat fakultas.        Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang 601 ini turut dihadiri oleh Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., Dr. M. Hayat, S.Sos., M.A., Dr. Frida Kusumastuti, M.Si., serta para Kepala dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FISIP, dan Kepala Laboratorium. Seremoni diawali dengan pembacaan surat tugas, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari para pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan penjaminan mutu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.     Dalam sambutan pembukanya, Dekan FISIP Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pelaksana mutu dan penjamin mutu sebagai bagian dari satu sistem yang tidak dapat dipisahkan. “Apalah artinya kita melakukan berbagai hal tetapi tidak ada yang mengawasi. Fungsi pengawasan adalah memastikan bahwa seluruh komponen standar nasional dan standar perguruan tinggi bisa berlaku dengan baik. Maka, beliau-beliau inilah yang akan bertanggung jawab,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa GPMI merupakan representasi pejabat universitas yang ditempatkan di fakultas untuk memastikan mutu berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.        Lebih lanjut, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., menyampaikan harapannya agar komunikasi antara pimpinan lama dan baru dapat terus terjalin dengan baik. “Saya berharap, jika Bu Frida merasa ada hal-hal yang perlu digaris bawahi baik yang belum terlaksana maupun yang sudah menjadi capaian dapat terus dikomunikasikan agar menjadi bahan refleksi dan penyemangat bersama ke depan,” tambahnya.     Menanggapi hal tersebut, Dr. Frida Kusumastuti, M.Si. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala GPMI UPPS Universitas Muhammadiyah Malang, turut menyampaikan apresiasinya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada pimpinan fakultas yang telah memberikan perhatian serius terhadap penjaminan mutu sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademik. “Terima kasih juga kepada para Kaprodi dan Sekprodi yang selama ini telah bekerja keras, khususnya Prodi Ilmu Pemerintahan dan Hubungan Internasional yang tertib dalam pengisian laporan di web SPMI,” ujarnya. Ia pun meyakini bahwa di bawah kepemimpinan yang baru, koordinasi dan proses pengisian pelaporan mutu akan semakin terarah.        Sebagai penutup rangkaian sambutan, Dr. M. Hayat S.Sos, M.A, yang kini resmi menjabat sebagai Kepala GPMI UPPS Universitas Muhammadiyah Malang periode 2025–2027 menyampaikan optimisme terhadap peran yang akan dijalankan. Ia berharap proses penjaminan mutu tidak hanya menjadi rutinitas administratif, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran bersama. “Semoga proses belajar ini bisa memberi kemudahan dan keberkahan yang luar biasa. Apa yang sudah dicapai FISIP menjadi momentum yang akan terus terinternalisasi dalam langkah-langkah kita ke depan,” tuturnya.      Dengan semangat kolaboratif dan komitmen yang terus diperkuat, serah terima jabatan ini tidak sekadar menjadi agenda formal , melainkan juga menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun sistem penjaminan mutu yang semakin solid. Kepemimpinan yang berkesinambungan diharapkan mampu mendorong internalisasi nilai-nilai mutu dalam setiap aktivitas akademik, serta memperkuat budaya evaluatif dan reflektif di lingkungan FISIP UMM. Momentum ini menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu adalah kerja bersama yang terus tumbuh seiring langkah dan waktu. (mzl)