Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UMM

Dalam mewujudkannya diperlukan penguatan kompetensi softskill dengan memberikan berbagai macam pelatihan, seminar, workshop dan kuliah tamu serta mendekatkan mahasiswa/lulusan dengan dunia usaha/dunia kerja. Dalam mewadahi dan melaksanakan kegiatan tersebut, maka di launching lembaga dengan nama Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) pada tahun 2009. Tujuan dari PKMA adalah menyiapkan dan mengembangkan karir mahasiswa dan alumnidan menjalin kerjasama dengan stakeholder. Program Kerja PKMA adalah dengan melakukan tracer study, mengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMM, Bursa Kerja Khusus, Campus Hiring, Pelatihan Karir dan Kewirausahaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), bursa lowongan kerja, program mahasiswa magang bersertifikat, BUMN, dan kewirausahaan.
Hadirkan Ajang Apresiasi Film Pendek, Mahasiswa FISIP UMM Sukses Raih Banyak Penonton
Minggu, 25 September 2022 22:53 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMM adalah gudangnya mahasiswa kreatif. Tidak terhitung berbagai macam prestasi yang didapatkan dari regional, nasional dan internasional. Terbaru berasal dari mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang berhasil menyelenggarakan pagelaran film pendek dengan Communication UMM Film Exhibition (CUFE) 2022. CUFE menjadi salah satu rangkaian acara pembuka dari Komunikasi UMM Beraksi (KOMMAKSI) yang menyabet banyak penonton pada hari Kamis (22/9) di Gedung Kesenian Gajayana, Malang. Ketua Pelaksana, Haidar Baqir, menuturkan bahwa tujuan awal CUFE ini ada sebagai tempat bagi teman-temannya yang sudah menyelesaikan tugas praktikum Audio Visual 1: Produksi Film Pendek agar dapat melangkah di tahap pertama untuk pendistribusian film teman-temannya. “Berangkat dari situ, di acara perdana ini kami berniatan agar teman-teman yang sudah membuat film ini merasa kalau film ini masih belum berhenti sampai situ, masih banyak langkah-langkah yang bisa dikejar untuk mendistribusikan film mereka, sekaligus supaya mereka merasa dan sadar kalau ajang-ajang seperti ini cukup penting untuk dilakukan agar dapat menggali potensi-potensi dalam membuat karya audio visual serta untuk mendukung perkembangan perfilman yang ada”, ujar pemuda semester lima tersebut. Kemeriahan kegiatan CUFE. (Foto: Ego) Haidar juga menjelaskan bahwa praktikum pertama jurusannya, memang memiliki output membuat film pendek, hal tersebut sudah menjadi kurikulum yang disediakan oleh kampusnya, sehingga setiap tahun, UMM selalu menghasilkan film-film pendek yang dibikin oleh mahasiswa dan diapresiasi oleh kampus. Pengapresiasian tersebut dibagi pada dua acara, yang pertama CUFE dikhususkan untuk pemutaran film dan apresiasi, lalu akan dilanjut ke acara KOMMAKSI mendatang yang mengapresiasi seluruh karya dan pencapaian mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. Antusiasme penonton pada eksebisi film ini sangat meriah. Gedung tersebut meraup penonton hadir yang menyentuh angka lebih dari 480 pengunjung dari berbagai macam golongan, mulai dari komunitas film hingga kalangan umum. Hal ini menjadikan pemutaran film pendek tersebut sangat ramai dan meriah. CUFE kali ini bertemakan budaya. Aldi Rahardian selaku coordinator acara menegaskan alasan pemilihan budaya sebagai tema utama. “Jadi dari 10 film pendek karya temen-temen Ilmu Komunikasi UMM, terbagi menjadi banyak genre film, dari situ saya melihat dan menarik garis besar bahwa disetiap film yang dibikin ini mengandung budaya dengan keunikannya masing-masing, serta bertujuan menyatukan pandangan teman-teman bahwa keberbedaan kita bisa menjadi kekuatan untuk kita terus berkarya lebih baik” tutur pemuda asal Kediri tersebut. Acara ini juga dihadiri langsung oleh dosen pembimbing praktikum, bapak Novin Wibowo. Dalam sambutannya, beliau menuturkan pesan agar mahasiswanya untuk terus berkarya dengan semangat, karna selain mendukung perkembangan akademis kampus, hal tersebut juga berimbas baik untuk diri mahasiswanya sendiri dalam mengejar masa depan mereka yang gemilang, sehingga kampus akan terus mendukung mereka, harapannya film-film CUFE ini bisa diikutsertakan dalam festival film pendek. Novin Wibowo dalam sesi sambutan. (Foto:Ego) Disamping itu, Zaid Hawari salah satu penonton mahasiswa baru dari UMM menuturkan bahwa ia sangat senang bisa menghadiri acara tersebut, karna dari CUFE ini ia memiliki tekad untuk bisa berkarya seperti kakak-kakak tingkatnya di kampus. Ia juga berharap bahwa dirinya sebagai perantau agar dapat menemukan banyak agenda seperti ini nantinya di Malang untuk mendukung minatnya. “Saya sangat senang mengikuti acara CUFE ini karya menurut saya acara seperti ini bisa membangkitkan minat saya dan teman-teman saya, terlebih kalau dilihat di acara barusan sistemnya ada kompetisinya, sehingga nantinya akan membuat teman-teman di peminatan audio visual jadi serius dan bersungguh-sungguh dalam membuat film. Harapan saya semoga di Malang ini sendiri banyak acara-acara seperti ini nantinya”, pungkas pemuda asal Bogor tersebut. (ego)
Borong IISMA 2021, FISIP Raih Awardee Terbanyak se-UMM

Rabu, 16 Juni 2021 10:27 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sebanyak tujuh mahasiswa dari sebelas mahasiswa UMM yang lolos dalam Indonesia International Studet Mobility Award 2021 (IISMA 2021) adalah mahasiswa FISIP. Prestasi membanggakan ini dikabarkan oleh Tim Satgas Internasionalisasi FISIP UMM, Shannaz Mutiara Deniar, MA. Kata Shannaz, ketujuh mahasiswa FISIP terpilih menjadi awardee setelah mengikuti seleksi cukup ketat bersama para calon kandidat dari berbagai kampus di Indonesia. IISMA 2021 adalah program mobilitas internasional mahasiswa Indonesia yang membuka kesempatan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi bereputasi manapun di dunia untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensi mahasiswa. Program ini akan diikuti awardee selama satu semester. Ketujuh mahasiswa FISIP yang menjadi awardee IISMA 2021 (foto: IG FISIP) Ketujuh mahasiswa yang berhasil menjadi awardee IISMA 2021 ini terdiri dari enam mahasiswa Prodi Hubungan Internasional dan satu mahasiswa dari Prodi Ilmu Pemerintahan. Mahasiswa dari Prodi Hubungan Internasional diantaranya adalah M. Solahudin Al Ayubi( University of Glasgow), Indrawati (University of Sussex), Farah Isnaini Mikli (University of Granada), Lucke Karimah PS (Sapienza University of Rome), Vivi Ariesta N (University of Warsaw), dan Geralda Grevi Nanda N (University of Pecs). Sedangkan Rizky Juda Putra Hidayat, mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2018, akan belajar selama satu semester di Middle East Technical University. Dalam program IISMA ini mahasiswa terpilih akan belajar di kampus-kampus tujuan dan berlangsung satu semester yang akan dimulai pada sekitar bulan Agustus-September nanti. “Melalui program IISMA mahasiswa diajak untuk mengenal kultur pendidikan yang berbeda, menambah pengalaman budaya mahasiswa serta mengasah kemampuan skill mahasiswa melalui project-project,”ujar Shannaz. Dosen FISIP yang juga alumni Yeungnam University, Korea Selatan ini mengatakan masa studi awardee yang mengikuti program IISMA akan dikonversi sebanyak 20 SKS, atau menyesuaikan dengan aturan prodi masing-masing. “Saya harap program ini dapat memberi cambuk bagi mahasiswa lain untuk mengikuti program serupa dan meraih prestasi level internasional. Mahasiswa FISIP sangat terbuka peluangnya untuk mendapat pengalaman beasiswa di luar negeri karena memang FISIP sedang fokus dalam internasionalisasi. Hal ini juga sejalan dengan visi misi universitas,”imbuhnya. Shannaz Mutiara Deniar, MA, tim Satgas Internasionalisasi FISIP UMM (foto:ist) Seleksi IISMA 2021 telah dimulai sejak bulan Mei lalu. Selain mensyaratkan perolehan IPK minimum 3.00, para pelamar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL iBT dengan minimal score 80, TOEFL ITP 550, IELTS 6.0 atau Duolingo dengan score 100. Mereka juga harus melewati seleksi wawancara cukup ketat. Rizky Juda Putra Hidayat, salah satu awardee mengatakan, mereka diberi pertanyaan tentang kontribusi yang ingin diberikan jika lolos program, lalu mengapa memilih universitas tertentu sebagai tujuan IISMA. “Kita juga ditanya tentang kontribusi kita pada program IISMA dan juga universitas tempat tujuan, dan tentunya kesiapan kami untuk menjadi semacam ambassador untuk program ini di masing-masing university,”ungkap Juda, sapaan akrab Rizky Juda Putra Hidayat. Prestasi ketujuh mahasiswa FISIP ini disambut gembira oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Dr. Dyah Estu Kurniawati, M.Si. Dyah berharap keberhasilan mahasiswa-mahasiswa FISIP ini bisa menjadi motivasi untuk semakin berkembang dan mampu beradaptasi pada perubahan global. (wnd)
Seminar Nasional POLRI ditunda sampai Batas Waktu yang Tidak Ditentukan
Kepada Yth. Bapak/ Ibu Mohon maaf rencana Seminar Nasional dengan tema “Reformasi POLRI” ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan dikarenakan sesuatu hal Terima kasih dan mohon maaf Panitia