FISIP UMM Raih Peringkat Terbaik Pertama dalam Akuntabilitas Keuangan 2023: Bukti Good Governance yang Kuat

Minggu, 18 Agustus 2024 23:03 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 17 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kinerja yang luar biasa di tingkat universitas. Kali ini, FISIP UMM berhasil meraih peringkat I dalam Akuntabilitas Pelaporan Keuangan dengan predikat nilai “Sangat Baik” untuk tahun 2023. Prestasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di FISIP UMM telah memenuhi prinsip tata kelola yang baik dan berlandaskan good governance. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Dekan I FISIP UMM, Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int., dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Pengakuan ini juga diperkuat oleh Surat Keputusan Rektor UMM tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2023. Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int. saat penyerahan sertifikat Penghargaan. (Foto: ITS) Penilaian kinerja keuangan ini mencakup empat kriteria utama: struktur organisasi dan standar operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internal, dan temuan umum keuangan. Audit ini dilakukan oleh Badan Pengawas Internal (BPI) UMM. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di FISIP UMM telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh universitas dan memperlihatkan tertib administrasi yang baik. Untuk mencapai hal ini, FISIP UMM menerapkan penggunaan anggaran yang konsisten dengan perencanaan dalam Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) serta pelaporan yang akurat dan transparan. Dr. Salahudin, S.IP., MA., selaku Wakil Dekan II FISIP UMM, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari penerapan prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan. Salahudin, yang juga mengajar Tata Kelola Keuangan Daerah di Prodi Ilmu Pemerintahan, menegaskan bahwa kunci utama adalah penggunaan anggaran sesuai perencanaan program dan bukti penggunaan keuangan yang valid. “Yang terpenting adalah anggaran digunakan sesuai peruntukan dengan bukti yang nyata. Jika ada perubahan, maka harus diadendumkan,” tutup Salahudin. (its*)
Kolaborasi Strategis: FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar Jalin Kerjasama untuk Kemajuan Bersama

Minggu, 18 Agustus 2024 22:54 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Makassar, 13 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar. Kunjungan ini melibatkan Kaprodi dan Sekprodi dari lima Program Studi, yakni Prodi Kesejahteraan Sosial, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Pemerintahan, Prodi Sosiologi, dan Prodi Hubungan Internasional. Kedatangan rombongan FISIP UMM diterima dan dibuka oleh Dekan FISIP UNISMUH Makassar, Dr. Ihyani Malik, S.Sos, M.Si, dan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama, Andi Luhur Prianto, S.IP, M.Si, beserta jajaran struktural. Dalam sambutannya, Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si, yang didampingi Wakil Dekan I Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int; Wakil Dekan II, Dr. Saiman, M.Si; dan Wakil Dekan III, Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos, M.Si, beserta jajaran struktural Prodi di FISIP UMM, menyampaikan bahwa UNISMUH Makassar merupakan Universitas Muhammadiyah terbesar di wilayah Indonesia Timur. Sebagai universitas “saudara” se Muhammadiyah yang telah berkembang sangat pesat, UNISMUH Makassar menjadi rujukan yang tepat untuk saling belajar dalam pengembangan pendidikan dan bidang lainnya. Kunjungan ini diakhiri dengan penandatanganan Kerjasama oleh Dekan FISIP UMM dan Dekan FISIP UNISMUH Makassar. Diharapkan, kerjasama ini akan memberikan manfaat dan kemajuan bagi kedua fakultas, FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar. Selain penandatanganan kerjasama, acara juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan para ahli dari kedua universitas. Diskusi ini membahas berbagai isu penting, mulai dari pengembangan kurikulum, penelitian bersama, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan secara kolaboratif. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta dari kedua fakultas dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan profesional yang lebih kuat antara para dosen dan mahasiswa dari FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar. Dekan FISIP UMM bersama Dekan FISIP Unismuh (Berjilbab). (Foto:SMN) Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai program unggulan dan inovasi yang telah dilakukan oleh kedua fakultas. Delegasi FISIP UMM, misalnya, mempresentasikan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen yang telah sukses dilaksanakan. Misalnya soal kelas Center of Excellence (CoE) yang menjadi salah satu kelas unggulan di FISIP UMM dan telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan kapasitas mahasiswa dan juga membangu kerjasama dengan stakeholder lain. Sementara itu, FISIP UNISMUH Makassar berbagi pengalaman tentang pelaksanaan penelitian kolaboratif dan kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. Acara kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara kedua institusi, tetapi juga membuka peluang baru untuk kerjasama di masa depan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu sosial dan politik di Indonesia.
Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-79: Dosen KESOS UMM tekankan Keadilan Sosial untuk Kesejahteraan Sosial

Minggu, 18 Agustus 2024 19:34 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 17 Agustus 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, Dosen Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW, menyampaikan refleksi penting mengenai tema keadilan sosial sebagai dasar utama untuk mencapai kesejahteraan sosial di Indonesia. Eko Rizqi Purwo Widodo menegaskan bahwa meskipun Indonesia telah merdeka selama 79 tahun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga berarti tercapainya kesejahteraan sosial yang merata di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Eko. Dalam refleksinya, Eko menguraikan bahwa keadilan sosial merupakan landasan penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Ia menyoroti beberapa masalah sosial yang masih perlu mendapatkan perhatian serius, seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Sebagai bukti Eko menyoroti masih tingginya angka kemiskinan Indonesia yakni 25,22 Juta (9,36%) dan ketimpangan ekonomi yakni 0,379. Eko juga menambahkan bahwa saat ini 78 juta orang Indonesia yang termasuk kategori rentan miskin atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah orang miskin saat ini. Eko Rizqi Purwo Widodo MSW, dosen Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM. (Foto: TNW) “Untuk mencapai keadilan sosial, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama. Kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan terpinggirkan harus menjadi prioritas. Pendidikan dan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas juga harus dijamin bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambah Eko. Eko juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program-program sosial akan membantu memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. “Pada momen peringatan kemerdekaan ini, mari kita renungkan kembali perjuangan para pahlawan kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka dengan bekerja keras untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Eko Rizqi Purwo Widodo.