Mahasiswa Kontributif dan Produktif Menjadi Kunci Sukses di Masa Depan

Malang, (21 Januari 2024) – Menjadi mahasiswa yang unggul tidak hanya sekedar menjalani rutinitas perkuliahan, tetapi juga harus aktif dalam berbagai kegiatan. Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int. menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki semangat dan tekad tinggi untuk berkontribusi dalam organisasi dan komunitas sesuai dengan minat serta potensinya. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki ambisi dan mimpi besar. “Tidak apa-apa disebut ‘ambis’, yang penting mahasiswa harus memiliki target dan motivasi untuk berkembang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang berbeda, sehingga mereka perlu menggali dan mengembangkannya sesuai dengan minatnya. Misalnya, mahasiswa yang memiliki bakat di bidang tulis-menulis dapat mengasah kemampuannya melalui lomba dan komunitas kepenulisan. Begitu pula bagi mereka yang berbakat di bidang seni, olahraga, atau keagamaan, dapat bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang relevan. Produktivitas dan kontribusi dinilai sangat penting dalam menunjang pengembangan diri dan akademik mahasiswa. “Dunia kerja tidak hanya melihat IPK, tetapi juga kapasitas diri, keterampilan, dan kompetensi seseorang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang hanya fokus pada akademik tanpa mengasah soft skill dan pengalaman organisasi akan kesulitan menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, keterlibatan dalam berbagai aktivitas dapat membantu mahasiswa menjadi lebih tahan banting, kuat terhadap tekanan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja tim. “Banyak sarjana pintar, tetapi ketika menghadapi tantangan di dunia kerja mereka mudah menyerah. Ini karena kurangnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri melalui organisasi dan kegiatan lainnya,” jelasnya. UMM sebagai institusi pendidikan turut berperan dalam memfasilitasi mahasiswa agar dapat berkembang secara optimal. Kampus menyediakan berbagai UKM, organisasi kemahasiswaan, serta program-program akademik dan non-akademik yang mendukung produktivitas mahasiswa. “Di UMM, tidak ada prestasi yang tidak dihargai. Mahasiswa yang meraih prestasi dapat mengajukan penghargaan kepada kampus, baik berupa insentif uang tunai, konversi nilai mata kuliah, maupun apresiasi dalam bentuk publikasi di media sosial resmi fakultas dan universitas,” ujarnya. Bentuk penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi. Mengenai keterkaitan antara produktivitas dan kesuksesan, ia menekankan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan. “Jika kita melihat biografi orang-orang sukses, hampir semuanya ditempa melalui organisasi, membangun jaringan, dan aktif dalam berbagai kegiatan. Kesuksesan tidak lahir dari ruang hampa,” jelasnya. Banyak tokoh sukses bahkan tidak memiliki pendidikan tinggi, tetapi berhasil karena memiliki keterampilan, daya juang, dan pengalaman yang diperoleh di luar ruang kelas. Untuk menjadi mahasiswa yang produktif, ia menekankan pentingnya memiliki mimpi dan ambisi yang jelas agar mahasiswa memiliki target dan motivasi yang kuat dalam menjalani perkuliahan. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengenali potensi diri mereka sendiri agar dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Bergabung dengan komunitas atau organisasi yang sesuai dengan minat juga menjadi faktor penting dalam membangun support system yang dapat membantu mahasiswa tetap termotivasi dan berkembang. Manajemen waktu yang baik juga diperlukan agar mahasiswa dapat menyeimbangkan antara akademik, organisasi, serta waktu untuk diri sendiri. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi individu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Life balance itu penting. Akademik harus jalan, organisasi harus jalan, kehidupan spiritual juga harus tetap dijaga. Semua itu akan membentuk pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi dunia luar,” pungkasnya. (Fra)
Pelatihan SROI: Strategi CSR Berkelanjutan Melalui Kolaborasi Filantra dan UMM

Malang, 19 Februari 2025 – FILANTRA bersama Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sukses menyelenggarakan Training Social Return on Investment (SROI) di Rayz Hotel UMM. Kegiatan ini diikuti oleh 15 perusahaan BUMN dan swasta yang berkomitmen memperkuat strategi implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, S.E., M.Si., secara resmi membuka pelatihan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya investasi sosial sebagai upaya strategis perusahaan dalam menjaga kesinambungan bisnis, sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat. “Investasi sosial yang dikelola dengan baik tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga aset jangka panjang yang memperkuat daya saing dan reputasi perusahaan di tengah dinamika global saat ini,” ujar Prof. Nazarudin Malik. Manager FILANTRA, Azlia, dalam sesi pengantar, menyampaikan bahwa kepercayaan dari 133 mitra FILANTRA selama ini menjadi dorongan utama untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. “Kami bangga bisa bermitra dengan universitas-universitas ternama seperti Universitas Indonesia, POLTEKSOS Bandung, dan kini Universitas Muhammadiyah Malang. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia usaha dan dunia akademik mampu menghasilkan solusi sosial yang efektif dan berkelanjutan,” tutur Azlia. Sementara itu, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., menyatakan bahwa kerja sama dengan FILANTRA adalah salah satu kemitraan nasional produktif yang selama ini mendukung program studi dalam pelaksanaan praktikum, magang, dan kuliah profesi. “Ke depan, kerja sama ini akan kami kembangkan dalam bentuk riset kolaboratif, penyelenggaraan lembaga sertifikasi, dan proyek-proyek inovatif untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Fauzik. Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai SROI, tetapi juga memberikan ruang diskusi intensif dalam menyusun strategi CSR yang terukur dan berdampak luas. Melalui studi kasus dan praktik langsung, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan SROI secara optimal di perusahaan masing-masing. Dengan semangat kolaborasi ini, FILANTRA dan Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. (FA)
Evaluasi 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apakah Publik Puas?
Seratus hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berlalu. Berbagai evaluasi muncul terkait kinerja pemerintah, baik dari sisi kepuasan publik maupun kritik terhadap kebijakan yang diambil. Menurut Pak Hutri Agustino, dosen Kesejahteraan Sosial, penilaian terhadap kinerja pemerintahan tergantung pada perspektif isu yang diangkat, seperti ekonomi, hukum, atau layanan sosial. Survei menunjukkan kepuasan publik sekitar 80%, tetapi di sisi lain, ribuan mahasiswa turun ke jalan mengkritisi kebijakan pemerintah. Fenomena ini menunjukkan masih adanya PR besar yang harus diselesaikan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan. Hutri mempertanyakan apakah program ini benar-benar permintaan rakyat atau hanya inisiatif elit politik. Selain itu, ia menyoroti alokasi anggaran yang tidak jelas serta dampak program ini terhadap sektor lain. “Apakah benar masyarakat meminta program ini saat pemilu, atau hanya sekadar asumsi elit politik?” katanya. Ia juga menyoroti paradoks yang terjadi, di mana anak-anak mendapatkan makanan gratis, tetapi orang tua mereka mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat efisiensi anggaran. Hutri menyoroti sumber dana untuk program MBG yang berimbas pada kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan iuran BPJS. Ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk pembohongan publik karena dananya berasal dari rakyat sendiri. Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan wacana koalisi politik permanen serta keterlibatan militer dalam program strategis, yang berpotensi menurunkan efektivitas pengawasan di pemerintahan. Dalam sejarah, mahasiswa selalu berada di garda terdepan dalam perubahan sosial dan politik. Namun, menurut Hutri, saat ini gerakan mahasiswa cenderung melemah dan mudah dipengaruhi oleh oligarki. “Mahasiswa harus menjaga integritas dan tidak mudah dikondisikan oleh kepentingan elit,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam memutus rantai oligarki dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berasal dari kebutuhan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, masyarakat masih menunggu bagaimana pemerintahan Prabowo-Gibran akan menjawab kritik dan memastikan kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat dalam jangka panjang. (FRA)
Kunci Sukses Lulusan Terbaik FISIP UMM: Dedikasi, Ketekunan, dan Motivasi Tinggi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Periode IV Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025. Yudisium menjadi bentuk wujud pertanggungjawaban dari FISIP untuk diserahkan kembali kepada kedua orang tua. Acara yang berlangsung pada Sabtu (08/02) di Aula Lantai 9 Gedung GKB 4 UMM ini menjadi momen yang berkesan bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka dengan penuh dedikasi serta perjuangan. Dalam acara ini, sejumlah mahasiswa lulusan terbaik fakultas diumumkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka selama menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM. Berbekal aktif mengeksplorasi berbagai ilmu dan berpikir kritis, Vivi Alayda Anwar akhirnya menjadi mahasiswa dengan lulusan terbaik 1 di FISIP UMM Periode IV 2024 dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya adalah rajin mengerjakan tugas, aktif mengeksplorasi berbagai ilmu, dan berpikir kritis. “Rajin mengerjakan tugas, sering eksplorasi, dan critical thinking,” ujarnya. Selain itu, Nia Rahayu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, terpilih sebagai lulusan terbaik 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM pada Periode IV 2024 dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,71. Ia menyebutkan bahwa motivasi utamanya dalam meraih prestasi adalah membahagiakan kedua orang tua. “Selalu berusaha dan terus berusaha membahagiakan kedua orang tua,” ujarnya. Sementara itu, Anistya Permatasari, mahasiswa Program Studi Sosiologi, terpilih sebagai lulusan terbaik 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM pada Periode IV 2024 dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82. Ia mengungkapkan motivasinya meraih keberhasilan ini adalah menjadikan hinaan dan keraguan dari orang lain sebagai motivasi untuk terus maju dan berkembang. “Menjadikan hinaan, remehan itu menjadi motivasi dan semangat bahwa kita pasti bisa,”jelasnya. Pada Periode 1 Tahun 2025, Fitri Gali Hernando Holqi, mahasiswa Program Studi, Sosiologi terpilih sebagai lulusan terbaik 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82. Ia menekankan pentingnya membaca dan belajar riset untuk menunjang belajar maupun prestasinya. “Menjadi lulusan terbaik FISIP saya mencantumkan 15 jurnal ilmiah kedalam penilaian” ungkapnya. Devitri Febria Maharani, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84, meraih posisi terbaik kedua. Baginya, konsistensi adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan. “Saya selalu berusaha mempertahankan semangat belajar sejak menjadi mahasiswa baru hingga saat ini,” tuturnya. Selain itu, Bintang Ramadhan Yusuf Khadafi dari Program Studi Hubungan Internasional, sebagai mahasiswa terbaik ketiga dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif 3,82. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam mencapai impian. “jangan takut, ada orang yang ngomongin kita di belakang, fokus dengan tujuan tetapkan tujuanmu seperti apa dan tetapkan batasan. Kalau kamu sudah melampaui batasanmu, tetapkan batasan yang lebih tinggi lagi agar kamu bisa mencapai batasan-batasan tersebut sehingga kamu bisa jadi yang terbaik,” tegasnya. Pada acara Yudisium FISIP UMM Periode IV Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025, Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. berpesan untuk para calon wisudawan untuk tidak bosan berbuat baik. “Jadilah orang yang baik, dengan kebaikan itu Tuhan akan membalas kebaikanmu jauh dan lebih baik dari yang kamu lakukan,” ujarnya. (mzl)
UMM Berpartisipasi dalam Proses Akreditasi Internasional FIBAA

Malang, 12 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti proses akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Proses akreditasi oleh FIBAA melibatkan evaluasi mendalam terhadap berbagai elemen program studi, termasuk kurikulum, kualitas pengajaran, fasilitas, serta pengembangan profesional dosen. Dalam pelaksanaannya, FIBAA melibatkan program studi Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, dan Hubungan Internasional, dengan sesi wawancara kepada para dosen juga mahasiswa yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Perwakilan dosen dari berbagai program studi mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka mengenai kualitas pendidikan di UMM. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama tim penguji FIBAA adalah keterlibatan mahasiswa dalam proses evaluasi akademik. “Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada saya adalah mengenai apakah mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan evaluasi terhadap universitas,” ujar salah satu mahasiswa yang turut serta dalam sesi wawancara. “Di prodi saya, setiap akhir semester kami selalu mengisi Google Form untuk monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, mahasiswa juga bisa menyampaikan kritik dan saran melalui link yang dibagikan oleh himpunan mahasiswa.” Tim penguji FIBAA juga menanyakan bagaimana hasil evaluasi tersebut ditindaklanjuti oleh pihak universitas. Mereka ingin mengetahui apakah mahasiswa mendapatkan umpan balik terkait hasil evaluasi dan tindakan apa yang diambil berdasarkan masukan mereka. Selain itu, diskusi juga mencakup pengalaman akademik mahasiswa, termasuk mata kuliah yang paling diminati serta metode pembelajaran yang dianggap unik. Salah satu mata kuliah yang menarik perhatian dalam diskusi adalah Organisasi Internasional (OI), dimana mahasiswa diminta untuk berpartisipasi dalam simulasi Model United Nations (MUN) sebagai bagian dari penilaian akhir semester. Tim akreditasi FIBAA juga tertarik pada akses mahasiswa terhadap literatur akademik dan perangkat riset. “Kami ditanya apakah mahasiswa mendapatkan pelatihan untuk mengakses alat riset seperti NVivo dan Scopus,” ucap salah satu mahasiswa Hubungan Internasional. “Di prodi kami, sejak semester awal kami sudah diperkenalkan dengan berbagai aplikasi penelitian seperti Mendeley, NVivo, Harzing Publish or Perish, dan Scopus.” Akreditasi internasional dari FIBAA merupakan langkah penting bagi UMM dalam menunjukkan standar akademik yang tinggi dan pengakuan global terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan adanya proses ini, UMM semakin berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pembelajaran dan pengalaman akademik bagi mahasiswanya. (Fra)
Angkat kompetensi komunikasi dalam proses adopsi anak, Winda Hardiyanti lulus sebagai Doktor Komunikasi

Winda Hardyanti merupakan seseorang akademisi, peneliti, dan praktisi komunikasi keluarga yang telah mendedikasikan lebih dari 10 tahun untuk memahami dinamika hubungan keluarga, khususnya mengenai adopsi anak. Setelah menempuh 3 tahun 3 bulan, Winda Hardyanti meraih gelar Doktor dalam bidang komunikasi interpersonal di Universitas Sebelas Maret sekaligus menjadi Doktor komunikasi ke-16 dari FISIP UNS. Dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92. Winda Hardyanti sosok di balik karya “Dari Ketidakpastian Menuju Harmoni”. Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan akan pentingnya komunikasi dalam menciptakan keluarga yang harmonis melalui adopsi. Proses adopsi anak adalah suatu proses yang membutuhkan kompetensi komunikasi yang harus dimiliki oleh orang tua yang ingin mengadopsi anak. Di Indonesia, proses adopsi anak adalah perjalanan yang penuh tantangan baik secara administratif, tetapi juga secara emosional, sosial bahkan spiritual. Winda Hardiyanti merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM yang baru-baru ini resmi meraih gelar Doktor pada 30 Januari 2025 di Surakarta. Dalam buku “Dari Ketidakpastian Menuju Harmoni” ia mengungkapkan bahwa komunikasi memegang peranan yang penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis bagi anak adopsi. Dalam bukunya ini Winda Hardyanti menyoroti pentingnya memahami pola-pola komunikasi dalam keluarga. “Setiap keluarga memiliki karakteristik yang unik, mulai dari cara berinteraksi, menyelesaikan konflik, hingga membangun kesepakatan bersama”,tulisnya. Selain itu, Winda Hardiyanti juga menyoroti bagaimana calon orang tua menghadapi tekanan sosial, dan mitos yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya adalah kalimat “anak pancingan” agar pasangan bisa memiliki anak biologis. “Istilah “pancingan” ini juga semakin memperkuat stigma negatif masyarakat pada anak adopsi karena dianggap memiliki posisi subordinat”, tulisnya. Dalam penelitianya, Winda Hardyanti juga menemukan bahwa ada berbagai pola komunikasi dalam keluarga adopsi, mulai dari pola komunikasi terbuka hingga yang lebih tertutup. Beberapa orang tua memilih menyembunyikan status anak adopsi untuk menghindari stigma, sementara yang lain lebih terbuka dalam menjelaskan identitas anak kepada lingkungan. Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 terjadi peningkatan jumlah pengajuan adopsi anak, “sebanyak 263 berkas, terbanyak berasal dari Surabaya dan Kediri” ujarnya. Data yang diambil berdasarkan pengajuan berkas adopsi dengan proses legal, sedangkan di Indonesia masih banyak fenomena adopsi bawah tangan atau tidak melalui prosedur perizinan secara legal melalui Dinas Sosial. Selain itu,Winda Hardiyanti juga mengulas terkait pola komunikasi dalam keluarga yang bisa berpengaruh dalam proses adaptasi anak adopsi. Membangun pola komunikasi keluarga untuk membentuk adopsi anak yang harmoni. Tidak hanya perlu menguatkan orientasi percakapan dan orientasi konformitas saja namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para adoptive parent. “Dukungan merupakan konsep baru yang perlu ditambahkan sebagai bagian penting untuk mewujudkan adopsi anak yang berketahanan komunikatif” ujarnya. Winda Hardyanti berharap buku “Dari Ketidakpastian Menuju Harmoni” bisa menjadi cahaya yang bermanfaat bagi pasangan yang sedang atau akan menempuh proses adopsi, tetapi juga bagi para profesional yang berkecimpung dalam bidang sosial, psikologi, hukum dan referensi bagi si yang bermanfaat bagi siapa saja yang peduli pada isu-isu seputar adopsi dan pentingnya komunikasi dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis. “Mencintai bukan soal hubungan darah, tetapi tentang hati yang saling menerima”, tutupnya. (mzl)
Bahaya Money Politik dikalangan Mahasiswa, FISIP UMM Gelar Seminar dan Diskusi Terkait Masa Depan Moralitas Politik Indonesia

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Seminar dan diskusi akhir tahun yang merupakan rangkaian dari student day gen 24. Seminar dan diskusi kali ini mengusung tema “Masa depan moralitas politik Indonesia: Dialektika Dramaturgi Politik Praktis Kekinian”. Seminar ini dihadiri oleh tiga pembicara antara lain Ahmad Warits, S.IP selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Alumni Ilmu Pemerintahan tahun 1994. Dr. Saiman, M.Si selaku Dosen Ilmu Pemerintahan UMM, senior dari Ilmu Pemerintahan, Kaprodi pertama Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM. Dan pembicara terakhir adalah Zen Amirudin, M.Med.Kom sebagai Dosen Ilmu Komunikasi UMM yang fokus kepakarannya di Komunikasi Politik. Para pembicara ini pada seminar dan diskusi ini akan menyampaikan pandangan-pandangannya terkait “Masa depan moralitas politik Indonesia: Dialektika Dramaturgi Politik Praktis Kekinian”. Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM yang menyoroti dugaan-dugaan yang terjadi pada rangkaian kegiatan Pemilu. “Kita beranggapan bahwa siapapun pemimpinnya tidak besar berpengaruh terhadap ekonomi keluarga karena tidak melihat adanya korelasi” ujarnya. Ia juga menambahkan bahaya permainan uang oleh pengusaha-pengusaha industri besar yang terjun di dunia politik untuk kebaikan usahannya karena hal ini dapat berbahaya bagi moralitas kedepannya. Hal ini juga dijelaskan oleh Ahmad Warits, S.IP yang merupakan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur menyampaikan terkait masa depan moralitas politik Indonesia. Ahmad Warits memaparkan ada tiga isu krusial politik kekinian di Pemilu 2024. “Aturan main yang cepat berubah saat tahapan telah berjalan, money politic yang semakin brutal dan celakanya partisipasi politik rendah dan Bawaslu tidak mampu menjangkau perilaku money politic, dan netralitas Kepala Desa/ASN/TNI/Polri”, jelasnya. Ahmad Warits, S.IP menyoroti terdapat setidaknya 130 kasus politik uang di Indonesia yang bersumber dari temuan dan laporan. Menurut Ahmad Warits, S.IP, Money Politic bagian dari perdagangan akal sehat dan Money Politic itu sangat berbahaya ketika para calon terpilih terdiri dari orang- orang tidak memiliki kapasitas tetapi dipilih karena adanya money politic. “Money Politic itu sangat berbahaya ketika para calon terpilih terdiri dari orang- orang tidak memiliki kapasitas tetapi dipilih karena adanya money politic. Hal ini akan mempengaruhi proses pembuatan kebijakan negara terutama kebijakan anggaran tingkat kabupaten/kota”, ungkapnya. Pada akhir perbincangan, Ahmad Warits, S.IP menambahkan bahwa berdasarkan isu krusial dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan Tahun 2024, maka masih banyak politisi yang menerapkan prinsip-prinsip moral.Hal ini terbukti dengan mudah berubahnya regulasi/aturan main saat tahapan sedang berjalan, semakin “brutalnya” politik uang dan berbagai macam pelanggaran netralitas Kepala Desa, Perangkat Desa, ASN, TNI maupun Polri. Dan moralitas politik Indonesia kedepan akan semakin membaik jika para politis mengedepankan prinsip berpolitik dan menyadari bahwa masalah netralitas, politik uang dan menghalalkan segala cara untuk berkepentingan politik sesaat bertentangan dengan moral dan regulasi. Selaras dengan yang disampaikan oleh Ahmad Warits, S.IP, Zen Amirudin, M.Med.Kom selaku Dosen Ilmu Komunikasi yang memiliki fokus kepakarannya pada Komunikasi Politik. Zen Amirudin, M.Med.Kom menyoroti terkait dilektika dramaturgi politik di Indonesia. Dramaturgi adalah teori yang diperkenalkan oleh Erving Goffman dalam sosiologi, yang mengibaratkan kehidupan sosial sebagai sebuah pertunjukan teater ada front stage ada backstage. Dalam dunia politik, ini berarti bahwa aktor politik (seperti politisi, partai, kelompok masyarakat) memainkan peran tertentu yang terlihat oleh publik. Zen Amirudin, M.Med.Kom menjelaskan bahwa moralitas dan dramaturgi dalam politik dapat dilihat dari tiga aspek utama, yaitu pencitraan, manipulasi opini publik, dan komersialisasi politik. Pencitraan mengacu pada upaya untuk menampilkan citra tertentu yang dapat mengaburkan nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi landasan dalam pengambilan keputusan politik. Manipulasi opini publik seringkali berujung pada polarisasi dan perpecahan di masyarakat, sedangkan komersialisasi politik menjadikan popularitas dan elektabilitas sebagai komoditas yang diperdagangkan, mengorbankan nilai-nilai moral demi keuntungan politik. “Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan pendidikan karakter, reformasi birokrasi, penguatan pengawasan masyarakat, penguatan partai politik, serta peran media massa yang lebih kuat”, tutupnya. Hal ini juga dipertegas oleh Dr. Saiman, M.Si, dosen Ilmu Pemerintahan UMM yang menyampaikan masalah politik yang semakin tidak berkurang di Indonesia mulai dari korupsi pejabat publik, dinasti politik, money politik, intervensi oligarki, politik transaksional, pemilu biaya tinggi, lemahnya integritas pemimpin, dan lemahnya pengawasan (legislatif + masyarakat). Hal ini menjadi keresahan di masyarakat. “Korupsi adalah salah satu keresahan di masyarakat, yang seharusnya uang negara bisa untuk kemakmuran,untuk beasiswa para mahasiswa baik dari pemerintah atau daerah, tetapi kenyataanya belum semua bisa dinikmati”, ujarnya. Dr. Saiman, M.Si, juga menjelaskan pentingnya untuk menegakkan hukum di kalangan mahasiswa, harus peduli terhadap perkembangan politik dengan minimal membaca. Belajar politik dan memahami politik merupakan salah satu cara agar setiap langkah yang diambil tidak melanggar aturan politik. Dr. Saiman, M.Si, menambahkan harapannya mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM harus mengetahui tentang politik, agar nantinya dari FISIP dapat muncul aktor-aktor politik. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Desember 2024 di Aula BAU. (mzl/fra)
Agar Siap Hadapi Berbagai Tantangan Kedepan, Inilah Tips dari Wakil Dekan III UMM

Tahun 2024 telah berakhir, dan tentunya tantangan-tantangan yang dihadapi di tahun 2025 semakin bergejolak. Seiring dengan bergantinya tahun, semakin berkembang pula keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Terutama untuk para mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan baik soft skill maupun hard skill untuk menghadapi dinamika dunia kerja dan tantangan di masa mendatang. Selaras dengan hal ini Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si. selaku Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM menegaskan pentingnya penguasaan dua jenis keterampilan, soft skill dan hard skill untuk mahasiswa FISIP di tahun mendatang. “kebutuhan skill ada dua soft skill dan hard skill” uangkapnya. Hard skill, yang mencakup kemampuan teknis dan spesifik, harus didukung oleh soft skill untuk memastikan mahasiswa mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan pekerjaan. Wakil Dekan III FISIP ini juga menjelaskan di dunia pendidikan hard skill yang harus dikuasai oleh para mahasiswa meliputi kemampuan analisis yang mendalam. “Kemampuan metodologi riset yang kuat, serta kemampuan analisis IT seperti data mining dan big data menjadi kebutuhan” ungkapnya. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan data, mahasiswa dituntut untuk mampu memahami dan mengolah informasi yang kompleks sehingga hal ini menjadi bagian dari hard skill yang harus mampu dikuasai. Selain itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM juga menambahkan penguasaan bahasa asing untuk mahasiswa FISIP menjadi kebutuhan yang sangat relevan di era sekarang maupun mendatang karena pekerjaan jenis apapun kemampuan berbahasa asing dibutuhkan. “Pada masa kini pekerjaan apapun skill berbahasa asing dibutuhkan sehingga rata-rata anak FISIP harus memiliki skill itu” ujarnya. Kompetensi yang melengkapi hard skill adalah kemampuan soft skill. Terkait dengan soft skill, Dekan III FISIP UMM menjelaskan bahwa kemampuan kepemimpinan (leadership) menjadi salah satu aspek yang sangat penting, ia menggaris bawahi kepemimpinan tidak hanya sekedar tentang kemampuan pengelolaan diri. “Leadership tentang kemampuan pengelolaan diri sendiri, leadership terkait pengelolaan teamwork dan manajerial” jelasnya. Komunikasi juga menjadi bagian dari soft skill yang perlu diperhatikan dan dikembangkan. “Soft Skill Komunikasi penting karena komunikasi itu ibarat simbol yang paling nampak saat seseorang menunjukkan jati diri dengan cara komunikasi. Sehingga kemampuan bicara, logika bicara, etika bicara menjadi catatan utama dalam mengembangkan soft skill”, ungkapnya lebih lanjut. Berikutnya, Ia menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi karena adaptasi merupakan salah satu tantangan terbesar saat ini, menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-ubah. “Tantangan sekarang adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, lingkungan itu bukan berarti bukan lingkungan biologis, tetapi perubahan perubahan ekosistem yang ada di setiap tempat kerja, perubahan sistem politik, perubahan sistem ekonomi dan sebagainya” ungkapnya. Ia juga menambahkan mahasiswa FISIP untuk menghindari Oleh karena itu, tantangan dimasa mendatang akan semakin kompleks, sehingga penting mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM untuk mengasah keterampilan baik hard skill maupun soft skill. Contohnya penguasaan berbahasa asing yang sudah menjadi kebutuhan karena segala jenis pekerjaan di masa kini kemampuan berbahasa asing menjadi hal wajib. Kombinasi keterampilan ini adalah bekal untuk menghadapi gebrakan perubahan dimasa yang akan datang dengan terus berupaya berbenah diri. (mzl)
FISIP UMM Gelar Workshop Case Method, Project-Based Learning, dan Sistem Outcome Based Education untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Malang, 23 Januari 2025 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Workshop Case Method/Project-Based Learning (PjBL) dan Sistem Outcome Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat FISIP UMM dan dihadiri oleh seluruh dosen serta jajaran pimpinan fakultas. Workshop berlangsung sepanjang hari, mulai pagi hingga sore, yang terbagi menjadi dua sesi. Acara ini menghadirkan pembicara berpengalaman dalam bidang implementasi metode pembelajaran berbasis kasus, proyek, dan sistem OBE. Materi yang disampaikan mencakup strategi desain pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, serta cara mengintegrasikan metode pembelajaran modern dalam kurikulum yang ada. Metode Case Method dan Project-Based Learning (PjBL) dikenal sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata. Sedangkan Outcome Based Education (OBE) adalah kerangka pendidikan yang fokus pada hasil belajar mahasiswa, memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan masyarakat global. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. turut hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan workshop. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya adaptasi dalam dunia pendidikan tinggi. “Sebagai bagian dari institusi yang terus berkembang, kita perlu memastikan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa saat ini dan di masa depan. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen FISIP untuk memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa,” ujar Muslimin. Selain sesi penyampaian materi, workshop ini juga melibatkan diskusi interaktif dan simulasi desain pembelajaran berbasis OBE. Para dosen diajak untuk merancang skenario pembelajaran yang aplikatif menggunakan pendekatan Case Method dan PJBL. Simulasi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Workshop ini merupakan bagian dari komitmen FISIP UMM untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan. Dengan menerapkan metode pembelajaran modern, FISIP UMM berharap dapat mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global. (fra)
Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UMM

Dalam mewujudkannya diperlukan penguatan kompetensi softskill dengan memberikan berbagai macam pelatihan, seminar, workshop dan kuliah tamu serta mendekatkan mahasiswa/lulusan dengan dunia usaha/dunia kerja. Dalam mewadahi dan melaksanakan kegiatan tersebut, maka di launching lembaga dengan nama Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) pada tahun 2009. Tujuan dari PKMA adalah menyiapkan dan mengembangkan karir mahasiswa dan alumnidan menjalin kerjasama dengan stakeholder. Program Kerja PKMA adalah dengan melakukan tracer study, mengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMM, Bursa Kerja Khusus, Campus Hiring, Pelatihan Karir dan Kewirausahaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), bursa lowongan kerja, program mahasiswa magang bersertifikat, BUMN, dan kewirausahaan.