Tim Debat FISIP Juarai Rektor Cup 2026

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kembali memperoleh medali dalam ajang Rektor Cup 2026 yang dilaksanakan di GKB 1 pada 22 hingga 23 Mei 2026. Kali ini pada kategori debat yang di selenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa UMM. Chintiya Imelda Safitri Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 25, Aulya Sagita Pratiwi Prodi Ilmu Pemerintahan angkatan 25, Della Abiyah Meilanie Purinalmas Prodi Pemerintahan angkatan 25. Berhasil menyumbangkan  medali perunggu untuk FISIP. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa ini mengangkat tema besar yaitu “Koperasi Merah Putih”, serta mosi yang diperdebatkan berkaitan dengan kebijakan dan tingkat signifikansi dari Koperasi Merah Putih itu sendiri. Hanya dengan persiapan tanpa tatap muka, Imelda salah satu dari 3 anggota tim mengaku persiapan hanya dilakukan secara online satu kali tanpa bertemu satu sama lain. Untuk persiapan materi mosi debat, dilakukan secara mandiri oleh masing masing anggota. “Terkait persiapan sebelum lomba, kita sebenarnya meet up itu meeting hanya sekali. Itu hanya untuk pembagian pembicara 1, 2, dan 3. Untuk persiapan mosi, kami melakukan mandiri,” jelas imelda. Adapun pesan dari Imelda untuk teman teman yang ingin  mengembangkan bakatnya untuk tetap mengasah kemampuannya. Meski bakat penting untuk masa depan, Imelda berpesan juga untuk pintar pintar membagi waktu dengan baik. “Untuk teman teman yang lain, harus pintar pintar manajemen waktu antara nugas, waktu kuliah, dan latihan. Mengambil peluang apa bila ada lomba lomba, tetapi jangan lupa kalau prioritas kita itu untuk kuliah,” ucap Imelda.

Kuliah Tamu Sosiologi UMM: Ajak Mahasiswa Kritis Sikapi Isu Energi

Sebagai bentuk komitmen dalam merespons isu nasional, Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk isu energi, di Aula GKB IV. Diskusi ilmiah ini dihadirkan untuk membedah dimensi sosial di balik kebijakan energi, sekaligus memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dalam melihat energi tidak hanya sebagai komoditas, melainkan faktor penggerak perubahan sosial. Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Yogi Setya Permana, M.A, Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber. Serta Luluk Dwi Kumalasari, M.Si., Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Moderator.  Pada kuliah tamu ini narasumber memberikan banyak perspektif sosial baru dan memantik nalar kritis mahasiswa untuk melihat kondisi alam yang mulai dirusak akibat aktifitas perusahaan. Beliau memberikan study kasus di Bojonegoro, yang dimana perusahaan Exxon membangun bendungan air sungai dengan dalih kontroling banjir, namun pada nyatanya mereka melakukan hal tersebut untuk kepentingan operasional perusahaan dalam pengeboran minyak disana. Hasil dari bendungan tersebut membuat sawah para petani yang ada disekitar sana tidak produktif dan dampak dari bendungan tersebut mengubah karakter alami sungai disana. Narasumber menjelaskan dampak dari pada bendungan tersebut, “Air pada karakteristik nya merupakan sumber energi utama dan yang terbesar, banyak peradaban terdahulu membangun peradabanya disekitar aliran sungai, namun pada masa ini air menjadi alat yang dipolitisasi dan dikapilatisasi oleh beberapa kelompok.” Dan di akhir diskusi beliau memberikan ending speech kepada mahasiswa  “mahasiwa harus mempunya pemikiran yang kritis untuk mampu melihat banyak realitas sosial terkhusus pada keberlanjutan lingkungan dan juga mahasiswa harus mampu memiliki social sense dalam menanggapi isu isu energi”

VOKAL X LENSA BEM FISIP UMM

  Bidang Sosial Politik (Sospol) berkolaborasi dengan Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menginisiasi sebuah forum diskusi yang interaktif. Acara ini dirancang khusus sebagai wadah bagi seluruh mahasiswa FISIP untuk menumbuhkan kembali daya pikir kritis mahasiswa terhadap kondisi sosial di lingkup perguruan tinggi, khususnya pada ranah fakultas. Mengusung tema “Demokrasi Kampus dan Kebebasan Berpendapat Mahasiswa”, forum ini menjadi ruang terbuka yang mempertemukan berbagai elemen mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, panitia pelaksana mengundang langsung para Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari lima program studi yang ada di bawah naungan FISIP UMM. Kehadiran para pimpinan himpunan ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif dinamika serta tantangan yang dihadapi mahasiswa di tiap prodi. Forum ini berjalan dengan dinamis dan transparan. Sepanjang sesi diskusi, para peserta membedah bagaimana implementasi demokrasi kampus berjalan saat ini. Berbagai tantangan riil yang kerap dihadapi mahasiswa dalam dunia perkuliahan sehari-hari menjadi sorotan utama. Mulai dari birokrasi kampus, fasilitas penunjang akademik, hingga restriksi-restriksi kecil yang berpotensi membatasi ruang gerak serta kebebasan berpendapat mahasiswa di dalam institusi. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah bagaimana mahasiswa seringkali merasa ragu atau takut dalam menyuarakan aspirasinya. Melalui forum ini, keresahan-keresahan yang selama ini hanya mengendap di ruang-ruang kelas berhasil diangkat ke permukaan untuk dicarikan formulasi solusinya bersama. Organisasi Mahasiswa sebagai Sambung Tangan Aspirasi Tidak hanya sekadar menjadi wadah berkeluh kesah, forum diskusi ini juga merefleksikan kembali peran dan fungsi organisasi mahasiswa, baik BEM maupun HMJ. Forum ini menegaskan bahwa organisasi intra kampus harus mampu menjadi “sambung tangan” yang efektif bagi permasalahan yang dirasakan mahasiswa di tingkat program studi. “Organisasi bukan sekadar lambang atau tempat berkumpul, melainkan jembatan hidup yang harus kuat menyalurkan suara mahasiswa dari akar rumput langsung ke jajaran birokrasi fakultas,” ujar salah satu perwakilan bidang dalam rilisnya. Dengan adanya sinergi antara lima himpunan program studi dan BEM FISIP UMM, diharapkan tercipta pola advokasi yang lebih terstruktur dan responsif. Setiap keluhan mahasiswa mengenai perkuliahan, transparansi kebijakan, hingga hak kebebasan berpendapat akan dikawal secara kolektif agar mendapatkan respons yang adil dari pihak dekanat maupun universitas. Komitmen Merawat Iklim Demokratis Melalui forum diskusi yang diinisiasi oleh Bidang Sospol dan PSDM ini, BEM FISIP UMM berharap pemantik awal ini dapat menghidupkan kembali iklim akademis yang sehat dan kritis. Mahasiswa FISIP UMM diharapkan tidak lagi bersikap apatis terhadap kebijakan internal kampus, melainkan mampu menjadi agen pengontrol yang konstruktif demi kemajuan bersama. Acara ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh Ketua HMJ dan fungsionaris BEM FISIP UMM untuk terus mengawal isu-isu kemahasiswaan serta menjaga agar ruang-ruang kebebasan berpendapat di FISIP UMM tetap terbuka lebar, aman, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.  

EX-TION 2026_ Mengulas Tantangan dan Kesiapsiagaan Pertahanan Indonesia Terhadap Krisis Timur Tengah

Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar diskusi publik bertajuk EX-TION 2026. Mengangkat tema “The Spill-Over of Iran’s War and Reflections on Indonesia’s Defense,” forum diskusi ini mengupas tuntas imbas pergolakan geopolitik Timur Tengah. Tengah terhadap stabilitas ekonomi dan arsitektur pertahanan nasional. Agenda yang berlangsung di Auditorium GKB V, Kampus III UMM pada Sabtu, 30 Mei 2026 ini, mengawinkan sudut pandang taktis militer dengan analisis tajam akademisi. Berdasarkan rilis pers resmi yang diterima pada Selasa, 2 Juni 2026, simposium ini menghadirkan dua pakar sebagai inter some utama: Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., bersama Dosen Hubungan Internasional UMM, Dion Maulana Prasetya, M.Hub.Int., Ph.D. Dalam sesi pemaparannya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus membedah anatomi kerawanan geografis Indonesia, terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang sensitif seperti perairan Natuna dan Selat Malaka. Ia melacak rekam jejak evolusi strategi pertahanan domestik sejak era 1953 hingga tantangan kontemporer saat ini. Menurut Kolonel Wahyu, lanskap ancaman global telah bergeser dari sekadar adu kekuatan fisik menjadi perang asimetris (asymmetric warfare) dan perang modern (modern warfare). Indonesia kini dituntut waspada terhadap ancaman laten yang menyerang ruang siber (cyber warfare), psikologis (cognitive warfare), hingga teknologi mutakhir (quantum warfare). “Tantangan terbesar kita saat ini adalah ketergantungan pada pasokan energi eksternal yang melewati jalur-jalur rawan konflik. Jika jalur logistik ini terganggu, mobilitas armada tempur dan pertahanan kita dipertaruhkan,” tegas Danrem 083 tersebut. Dari perspektif makro, Dion Maulana Prasetya, Ph.D. menilai konfrontasi yang melibatkan Iran tidak dapat dipandang secara parsial. Konflik tersebut berkelindan erat dengan rivalitas geopolitik tiga poros utama dunia: Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Dion mencontohkan, ketegangan di Selat Hormuz secara otomatis menyumbat distribusi energi global. Dampak dominonya langsung merembet ke Indonesia dalam bentuk lonjakan harga minyak mentah, yang memperparah defisit neraca perdagangan akibat status RI sebagai importir neto minyak. Lebih jauh, akademisi UMM ini mengkritisi adanya gap (jurang pemisah) antara cita-cita besar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan realitas kekuatan militer di lapangan. Mandeknya ketercapaian target Minimum Essential Force (MEF) yang masih tertahan di angka 65% dinilai melemahkan daya tawar (bargaining power) diplomasi Indonesia di panggung internasional. Oleh sebab itu,Bapak Dion Maulana Prasetya  menawarkan peta jalan baru bagi kebijakan luar negeri Indonesia: Rekonseptualisasi Doktrin “Bebas-Aktif”: Mengubah postur netralitas yang cenderung pasif menjadi sikap yang lebih protektif. Adopsi Strategi Baru: Menerapkan asas Strategic Autonomy, Active Hedging, serta Selective Engagement. Fokus Wilayah Perbatasan: Penguatan pengawasan total untuk menjaga kedaulatan di wilayah panas, khususnya Laut Natuna Utara. Diskusi interaktif yang bergulir hingga menjelang siang ini membuahkan satu konklusi krusial: Indonesia tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton di tengah pergeseran tektonik geopolitik global. Ketahanan nasional yang tangguh hanya bisa dicapai melalui integrasi antara manuver diplomasi yang berani dan penguatan postur militer yang mandiri serta kebal dari ancaman embargo pihak asing. Dipadati oleh antusiasme peserta, acara ditutup dengan sesi dialektika tanya jawab serta pernyataan pamungkas dari kedua pembicara yang kembali mengingatkan pentingnya urgensi kewaspadaan strategis nasional di era polarisasi global ini.  

Tim Ganda Putri FISIP Sukses Kalungi Perunggu Dalam Ajang Rektor Cup 2026

Tim bulu tangkis FISIP sukses membawa pulang medali perunggu. Pasangan ganda putri, Irdina Hasyim Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 24 kerap di sapa irdina dan Mayada Putri Balqis biasa di panggil Balqis Mahasiswi Ilmu Pemerintahan Angkatan 25. Berhasil membawa nama FISIP dalam ajang Rektor Cup kategori Ganda Putri bulu tangkis yang diadakan di DOME UMM pada tanggal 19 hingga 21 Mei 2026 lalu. Dibalik prestasi yang membanggakan dari tim ganda putri ini. irdina, salah satu pemain ganda putri ini mengaku bahwa tidak melakukan persiapan latihan sama sekali dengan pasangan nya yaitu balqis. Pasangan ini hanya bermodalkan percakapan singkat pada saat hari – H pertandingan. Tanpa adanya persiapan yang matang hanya dengan pertukaran pola pikir dan skill yang mumpuni, pasangan ini akhirnya sukses membawa nama FISIP dalam ajang tersebut. “Kita hanya diberi waktu latihan selama 1 hari sebelum perlombaan, cuma aku belum bisa hadir pada saat itu. Akhirnya memang kita bener bener tidak ada persiapan sama sekali, cuma sekedar ngobrol waktu hari perlombaan aja,” jelas irdina Sebagai penutup, Irdina sebagai salah satu pemain ganda putri ini berpesan pada teman teman yang juga ingin berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik untuk tetap mengasah bakat yang sudah dimiliki. Tetapi harus tetap mengedepankan pembelajaran serta tugas tugas dari kampus, karena tugas kita sebagai mahasiswa yang paling utama adalah menyelesaikan studi dan mencari ilmu dalam perkuliahan. “Untuk temen temen mahasiswa lain nya, yang mungkin punya bakat di bidang apa pun. Jangan lupa untuk di asah terus, karena pastinya sayang ya dari pada nanti bakatnya perlahan bakal hilang. Tapi, jangan lupa buat fokus juga dalam belajarnya di kampus. Karena pastinya menyelesaikan studi itu lebih penting,” ucap irdina. (Raz)

Tim Ganda Campuran Bulu Tangkis FISIP Sukses Bawa Pulang Medali Emas

Tim ganda campuran Bulu Tangkis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Rektor Cup 2026 yang di wakili oleh hafiz Habibullah yang biasa di panggil Hafiz mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 23 yang berpasangan dengan Annisa Fitriani Harsari kerap disapa Aice mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 24. Perlombaan ini diselenggarakan di DOME UMM pada tanggal 19 hingga 21 Mei tahun 2026 Sukses taklukan pasangan ganda campuran dari seluruh Fakultas, Hafiz menyebutkan persiapan sebelum pertandingan hanya dilakukan dalam waktu singkat. Hanya dengan dua kali sesi latihan bersama, Hafiz dan Aice dapat mendapatkan kesepahaman strategi dalam pertandingan. Meski terdapat perbedaan prodi serta tahun angkatan, keduanya mampu menjalin chemistry yang akhirnya mampu menaikkan nama Fakultas.  “Untuk persiapan ku dengan Annisa itu tidak begitu lama, mungkin cuma 2 kali pertemuan sesi main bareng. Cuma memang di Rektor Cup sebelum nya kita sudah sempat bertemu buat latihan di tempat yang sudah disediakan BEM FISIP, jadi sudah agak paham untuk cara main masing masing,” jelas hafiz Sebagai pemain ganda campuran, Hafiz mengungkapkan kebanggaannya karena berhasil meraih medali emas pada partisipasi terakhirnya di ajang Rektor Cup. Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, cedera tangan sempat menghalanginya untuk mempersembahkan gelar juara bagi fakultasnya. “Karena di tahun kemarin saya belum bisa menyumbangkan juara untuk FISIP karena ada cedera di bagian tangan, nah untuk tahun ini saya sudah mulai fit tentu saja saya merasa senang dan bangga membawa FISIP naik ke podium,” ungkap Hafiz. Sebagai penutup, Hafiz berpesan pada Gen 24, 25, serta Gen 26 yang ingin mengikuti Rektor Cup tahun depan. Jangan takut mengambil kesempatan untuk seleksi yang diadakan oleh BEM Fakultas. Karena kalau kita takut mencoba maka bakat dan minat itu tidak akan pernah terbentuk. (Raz)  

Mahasiswi Ilmu Komunikasi, raih medali emas dalam ajang Rektor Cup 2026

Kilau medali kembali dibawa pulang oleh Tim Bulu Tangkis FISIP, kali ini dari kategori tunggal putri. Annisa Fitriani Harsari yang kerap kali di sapa Aice mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 24 ini sukses memperoleh medali emas pada ajang Rektor Cup 2026 yang diselenggarakan di DOME UMM pada 19 – 21 Mei lalu. Raihan medali ini tentu saja membanggakan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik dalam ajang antar Fakultas. Mampu taklukan seluruh lawan dari berbagai fakultas, mahasiswi Ilmu Komunikasi ini mengaku hanya berkesempatan untuk mempersiapkan pertandingan hanya hari sebelum pertandingan di selenggarakan. Kurang nya persiapan ini tidak menjadi alasan Aice takut untuk menghadapi musuh.  “Mungkin dua hari atau tiga hari sebelum pertandingan itu aku latihan sama temen-temen aja si,” jelasnya. Bukan hanya musuh di lapangan saja yang mahasiswi Ilmu Komunikasi ini hadapi, adanya cedera lama dan lapangan yang kurang memadai selama pertandingan menjadi hambatan Aice selama bertanding. Dia mengaku memiliki cedera pada kaki yaitu bagian ankle, dan juga dia menjelaskan kondisi lapangan yang licin saat bertanding.  “Untuk ketakutan ku dalam pertandingan bukan tentang musuh yang dihadapi di lapangan, aku takut karena kan aku ada cedera di bagian ankle sedangkan pertandingan itu diselenggarakan di DOME yang pasti licin. Aku takut nanti bakal jatuh atau mungkin keseleo lagi,” ungkap Aice Sebagai penutup, Aice juga berpesan pada teman teman mahasiswa lain nya yang memiliki bakat dalam bidang akademik maupun non akademik untuk terus melanjutkan bakatnya tanpa melupakan kewajiban untuk menempuh pendidikan di jenjang perkuliahan. Karena tujuan kita untuk berkuliah adalah untuk mencari ilmu.

Handcrafted dari Sampah Plastik Jadi Daya Tarik VIBE 2026

Kegiatan handcrafted berbahan dasar sampah plastik menjadi salah satu aktivitas yang menarik perhatian audiens dalam acara VIBE 2026 kolaborasi antara Komunitas Bab Satu dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kelompok Mindcraft Praktikum Audio Visual 3 pada Jumat (29/5/2026) di Pabrik Keramik Dinoyo, Kota Malang.  Kegiatan ini dipandu langsung oleh Taufiq Shaleh Saguanto dari Museum Daur Ulang Malang. Dalam sesi talkshow, Taufiq menjelaskan bahwa ide pengolahan sampah plastik berangkat dari keresahannya terhadap tingginya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. “Ini ide kecil bagaimana ketika saya menjadi motivator dan wirausaha, sering kali bertemu dengan teman-teman bahwa berwirausaha tidak selamanya membutuhkan modal, tetapi jarang yang mampu mewujudkan,” ujarnya. Menurut Taufiq, plastik telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern. Hampir seluruh aktivitas manusia saat ini bergantung pada penggunaan plastik, mulai dari makanan, minuman, hingga layanan pesan antar. “Karena plastik adalah hal yang tidak bisa dihindari pada zaman ini. Beli makan dan minuman melalui ojol juga diwadahi plastik, semuanya serba plastik,” katanya. Ia menjelaskan bahwa berbagai karya yang dibuatnya berasal dari limbah plastik dan kain perca yang dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna. Dalam sesi handcrafted, audiens diajak mempraktikkan langsung pembuatan gantungan kunci dan pot tanaman dari botol plastik bekas. “Dari satu botol minuman bisa dijadikan gantungan kunci dan juga pot tanaman, sehingga tidak adanya sisa mengenai sampah yang ditinggal,” ujar Taufiq. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir menjadi limbah, melainkan dapat diolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi. Taufiq berharap para audiens mampu menjadi regenerasi kegiatan pengelolaan sampah plastik di masa mendatang. “Saya meyakini apa yang dikonsumsi dan digunakan hari ini nantinya akan menjadi sampah. Maka harapan saya teman-teman setidaknya tidak menambahkan sampah,” tutupnya.

Film “The Presentation” Soroti Krisis Sampah Plastik Lewat Kritik Sosial

Film pendek berjudul The Presentation untuk pertama kalinya ditayangkan menjadi salah satu sorotan utama dalam acara VIBE 2026 yang digelar pada Jumat (29/5/2026) di Pabrik Keramik Dinoyo, Kota Malang.  Film karya Komunitas Bab Satu tersebut mengangkat isu lingkungan dan kritik sosial mengenai persoalan limbah sampah dan tiang listrik dengan kabel yang berantakan semakin sulit dikendalikan. Penayangan film yang berkolaborasi dengan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kelompok Mindcraft Praktikum Audio Visual 3 berlangsung setelah penampilan monolog kritik sosial yang membahas persoalan lingkungan.  Setelah screening film, acara dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama sutradara dan para pemeran film The Presentation, yakni Ego Baqir, Dinar, Diva, dan Zidni. Dalam sesi diskusi, sutradara film Ego Baqir menjelaskan bahwa tantangan produksi film telah dipersiapkan sejak awal sehingga proses pengerjaan berjalan relatif lancar. “Tantangan dalam produksi film tidak terlalu, karena telah ditangani di awal, seperti perizinan dan lain-lain sudah kita persiapkan dari awal,” ujarnya. Ego juga menjelaskan alasan penggunaan simbol babi dalam film, khususnya pada karakter dosen. Menurutnya, penggunaan analogi tersebut dipilih karena secara visual tidak memungkinkan menampilkan sosok dosen secara nyata. Selain itu, Ego memilih Zidni sebagai pemeran utama karena dinilai memiliki karakter yang lantang dalam menyampaikan kritik, sesuai dengan karakter tokoh utama dalam film. Ia mengungkapkan bahwa ide mengangkat isu sampah plastik berasal dari keresahan pribadinya terhadap kondisi lingkungan saat ini. “Tujuan film ini sebenarnya untuk menyampaikan pesan bahwa sampah plastik tidak bisa dibiarkan, sekalipun kita sudah sadar bahwa sampah plastik sulit untuk diselesaikan,” katanya. Ke depan, tim produksi berencana membawa film The Presentation ke festival film luar negeri sebagai langkah awal membangun portofolio dan rasa percaya diri sebelum mengikuti festival di Indonesia. Menutup sesi talkshow, Ego menyampaikan pesan satir mengenai persoalan sampah yang ditinggalkan manusia. “Teman-teman tidak perlu repot menjaga kebersihan. Setidaknya sekalipun manusia meninggalkan dunia, masih ada yang menjadi kenangan yaitu sampah manusia,” ujarnya.

VIBE 2026 Hadirkan Kampanye Kesadaran Lingkungan Melalui Seni dan Audio Visual

Acara VIBE 2026 sukses digelar pada Jumat (29/5/2026) di Pabrik Keramik Dinoyo Kota Malang dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan bertema lingkungan dihadiri puluhan audiens. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kelompok Mindcraft Praktikum Audio Visual 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Komunitas Bab Satu, dan Museum Daur Ulang Malang dalam mengkampanyekan isu sampah plastik melalui seni dan audio visual. Acara ini turut dihadiri Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo, perwakilan Museum Daur Ulang Malang Taufiq Shaleh Saguanto, Komunitas Bab Satu, serta sebanyak 76 audiens. Koordinator acara, Muhammad Ridho Fakhruddin, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya terkait sampah plastik. “Setelah screen event ini, kami ingin menekankan pada penjagaan lingkungan sekitar mengenai sampah plastik. Kalau bukan kita siapa lagi? Sampah plastik pun juga bisa menjadi hasil karya,” ujarnya. Rangkaian acara diawali dengan penampilan dua monolog yang mengangkat kritik sosial terhadap pemerintah terkait isu lingkungan. Dalam pertunjukan tersebut, para pemain menyoroti slogan seperti “go green” dan “hijau kotaku” yang dinilai belum sejalan dengan kondisi nyata di lapangan. Namun menariknya, monolog tersebut juga menghadirkan bentuk otokritik kepada masyarakat. Pertunjukan menggambarkan bahwa persoalan lingkungan tidak sepenuhnya dapat dilimpahkan kepada pemerintah, melainkan juga dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan plastik sehari-hari. Perwakilan Komunitas Bab Satu, Mohammad Haidar Baqir, turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Harapan ke depan dari kami, semoga bisa diperbanyak ruang-ruang aktualisasi seperti hari ini,” katanya. Melalui VIBE 2026, penyelenggara berharap generasi muda dapat melihat isu lingkungan sebagai tanggung jawab bersama sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata dalam pengelolaan sampah plastik.