Hadirkan Ajang Apresiasi Film Pendek, Mahasiswa FISIP UMM Sukses Raih Banyak Penonton
Minggu, 25 September 2022 22:53 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMM adalah gudangnya mahasiswa kreatif. Tidak terhitung berbagai macam prestasi yang didapatkan dari regional, nasional dan internasional. Terbaru berasal dari mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang berhasil menyelenggarakan pagelaran film pendek dengan Communication UMM Film Exhibition (CUFE) 2022. CUFE menjadi salah satu rangkaian acara pembuka dari Komunikasi UMM Beraksi (KOMMAKSI) yang menyabet banyak penonton pada hari Kamis (22/9) di Gedung Kesenian Gajayana, Malang. Ketua Pelaksana, Haidar Baqir, menuturkan bahwa tujuan awal CUFE ini ada sebagai tempat bagi teman-temannya yang sudah menyelesaikan tugas praktikum Audio Visual 1: Produksi Film Pendek agar dapat melangkah di tahap pertama untuk pendistribusian film teman-temannya. “Berangkat dari situ, di acara perdana ini kami berniatan agar teman-teman yang sudah membuat film ini merasa kalau film ini masih belum berhenti sampai situ, masih banyak langkah-langkah yang bisa dikejar untuk mendistribusikan film mereka, sekaligus supaya mereka merasa dan sadar kalau ajang-ajang seperti ini cukup penting untuk dilakukan agar dapat menggali potensi-potensi dalam membuat karya audio visual serta untuk mendukung perkembangan perfilman yang ada”, ujar pemuda semester lima tersebut. Kemeriahan kegiatan CUFE. (Foto: Ego) Haidar juga menjelaskan bahwa praktikum pertama jurusannya, memang memiliki output membuat film pendek, hal tersebut sudah menjadi kurikulum yang disediakan oleh kampusnya, sehingga setiap tahun, UMM selalu menghasilkan film-film pendek yang dibikin oleh mahasiswa dan diapresiasi oleh kampus. Pengapresiasian tersebut dibagi pada dua acara, yang pertama CUFE dikhususkan untuk pemutaran film dan apresiasi, lalu akan dilanjut ke acara KOMMAKSI mendatang yang mengapresiasi seluruh karya dan pencapaian mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. Antusiasme penonton pada eksebisi film ini sangat meriah. Gedung tersebut meraup penonton hadir yang menyentuh angka lebih dari 480 pengunjung dari berbagai macam golongan, mulai dari komunitas film hingga kalangan umum. Hal ini menjadikan pemutaran film pendek tersebut sangat ramai dan meriah. CUFE kali ini bertemakan budaya. Aldi Rahardian selaku coordinator acara menegaskan alasan pemilihan budaya sebagai tema utama. “Jadi dari 10 film pendek karya temen-temen Ilmu Komunikasi UMM, terbagi menjadi banyak genre film, dari situ saya melihat dan menarik garis besar bahwa disetiap film yang dibikin ini mengandung budaya dengan keunikannya masing-masing, serta bertujuan menyatukan pandangan teman-teman bahwa keberbedaan kita bisa menjadi kekuatan untuk kita terus berkarya lebih baik” tutur pemuda asal Kediri tersebut. Acara ini juga dihadiri langsung oleh dosen pembimbing praktikum, bapak Novin Wibowo. Dalam sambutannya, beliau menuturkan pesan agar mahasiswanya untuk terus berkarya dengan semangat, karna selain mendukung perkembangan akademis kampus, hal tersebut juga berimbas baik untuk diri mahasiswanya sendiri dalam mengejar masa depan mereka yang gemilang, sehingga kampus akan terus mendukung mereka, harapannya film-film CUFE ini bisa diikutsertakan dalam festival film pendek. Novin Wibowo dalam sesi sambutan. (Foto:Ego) Disamping itu, Zaid Hawari salah satu penonton mahasiswa baru dari UMM menuturkan bahwa ia sangat senang bisa menghadiri acara tersebut, karna dari CUFE ini ia memiliki tekad untuk bisa berkarya seperti kakak-kakak tingkatnya di kampus. Ia juga berharap bahwa dirinya sebagai perantau agar dapat menemukan banyak agenda seperti ini nantinya di Malang untuk mendukung minatnya. “Saya sangat senang mengikuti acara CUFE ini karya menurut saya acara seperti ini bisa membangkitkan minat saya dan teman-teman saya, terlebih kalau dilihat di acara barusan sistemnya ada kompetisinya, sehingga nantinya akan membuat teman-teman di peminatan audio visual jadi serius dan bersungguh-sungguh dalam membuat film. Harapan saya semoga di Malang ini sendiri banyak acara-acara seperti ini nantinya”, pungkas pemuda asal Bogor tersebut. (ego)
Tahun Akademik Baru, FISIP Fokus Kurikulum OBE MBKM

Jum’at, 16 September 2022 21:19 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perkuliahan semester Ganjil tahun akademik 2022/2023 UMM Malang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 19 September 2022. Menyongsong hal tersebut FISIP UMM pada Jum’at, 18 September 2022 via zoom meeting (daring) mengadakan koordinasi awal yang menghadirkan seluruh dosen pengampu mata kuliah. Tujuanya adalah untuk mensosilaisasikan berbagai macam kebijakan Universitas dan Fakultas terkait kegiatan akademik di semester Ganjil 2022/2023. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai model pembelajaran yang butuh banyak penyesuaian di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya menyatakan bahwa Pandemi 19 dan MBKM membutuhkan banyak penyesuaian mulai dari model pembelajaran sampai dengan kurikulum pembelajaran. Prof Mus panggilan akrab beliau menyatakan bahwa minimal 80 % perkuliahan dilakukan dengan luring dan 10-20 % dapat dilakukan dengan daring. Selanjutnya kurikulum pembelajaran MBKM adalah Outcome-Based Education (OBE), karena itu semua mata kuliah memiliki output berupa luaran yang bisa seperti Karya Tulis Ilmiah (jurnal, prosiding dan buku) dan film. Prof Mus menambahkan ada dua keuntungan skema ini; pertama, dapat dikonversikan ke nilai mata kuliah atau tugas akhir (skripsi) sehingga mempercepat Kelulusan Tepat Waktu (KTW) dan meningkatkan reputasi publikasi institusi. “Saat ini sentra pembelajaran bukan lagi dosen tapi mahasiswa sehingga kurikulum OBE wajib diterapkan, “ungkap Muslimin. Prof. Dr. Muslimin Machmud, Dekan FISIP UMM sedang memberi sambutan. (foto:Idat) Dekan kelahiran Sulawesi Selatan juga mengingatkan agar pengukuran Capaian Pembelajaran (CPL) harus dilakukan secara baik khususnya berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan. Agar mewujudkan KTW dosen-dosen diminta melakukan remidi yang telah menjadi kebijakan Universitas dan Fakultas sehingga mahasiswa-mahasiswa yang belum mencapai CPL dapat diberikan peluang misalnya beruba tes sumatif agar bisa lulus mata kuliah tersebut karena kompetensinya telah meningkat. “Semua ini adalah upaya penguatan kelembagaan yang menjadi tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kolaborasi,”tegas Muslimin. Dr. Salahudin, S.IP.,M.Si.,M.PA, Wakil Dekan I FISIP UMM sedang memberi penjelasan. (foto:Idat) Dr. Salahudin, S.IP.,MA selaku Wakil Dekan 1 Bidang akademik menegaskan bahwa agar luaran OBE tersebut dapat tercapai diperlukan dukungan dan komitmen tinggi dari semua dosen. Dosen-dosen perlu memfasilitasi secara intensif penulisan artikel ilmiah. Lebih lanjut Salahudin menyampaikan bahwa FISIP juga telah melakukan beberapa startegi khusus untuk mendukung hal tersebut. Pertama, di bulan November 2022 Fakultas akan melaksanakan pelatihan artikel ilmiah berbasis Big Data.. Kedua, di Bulan Desember 2022 khusus mahasiswa baru ada pelatihan dan pendampingan kompetensi mencari dan mengumpulkan referensi dari Mendeley, Google Scholar dan Publish or Perish. Di kedua kegiatan tersebut semua dosen diwajibkan mengirimkan 3 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut sehingga dapat menjadi mentor bagi teman-temanya yang lain “Semua itu dilakukan agar mahasiswa dapat memahami struktur penulisan karya ilmiah khususnya jurnal sehingga proses pengerjaanya lebih tearah, “tutup Salahudin. (its)
Pesmaba FISIP 2022, Potret Indahnya Multikulturalisme Indonesia

Rabu, 14 September 2022 20:54 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dekan FISIP UMM (samping kanan Almamater merah) bersama pejabat struktural FISIP UMM. (Foto:Hendra) Malang, 12-14 September 2022 FISIP UMM melaksanakan kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) Angkatan tahun 2022 secara khidmat, meriah dan penuh kekeluargaan. Nuansa kebahagiaan dan kekompakan kegiatan ini juga terasa karena dilaksanakan secara full luring sejak terakhir dilaksanakan pada tahun 2019 karena Pandemi Covid-19. Bertempat di Parkiran Barat Sengkaling Kuliner dengan mengambil tema “Membangun Karakter Mahasiswa FISIP yang Kritis, Kreatif, Kobaloratif, dan Berdaya Saing dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” tercatat 1.106 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pesmaba ini. Orientasi utama Pesmaba ini adalah pengenalan akademik untuk mahasiswa baru di FISIP UMM. Hal tersebut berkaitan dengan materi kurikuler berupa sistem dan startegi pembelajaran dan materi kokurikuler misalnya berupa beasiswa, etika kemahasiswaan dan Organisasi kemahasiswaan. Semua kegiatan tersebut didesain secara dialogis dan tidak ada intimidasi, kekerasan dan bullying sehingga mahasiswa baru dapat dengan enjoy mengenal FISIP UMM secara sepenuhya. Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya sekaligus membuka acara menyatakan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Baru di keluarga Besar FISIP UMM. Muslimin menyampaikan bahwa FISIP UMM adalah potret indahnya Indonesia yang sangat multikulturalisme. Di Tahun 2022 ini mahasiswa FISIP UMM tersebar dari Sabang sampai Merauke yang tentu saja berlatar belakang suku dan agama berbeda-beda dan melebur menjadi satu dalam keluarga besar FISIP UMM yang harmonis. Prof Mus panggilan akrab beliau ingin menegaskan bahwa FISIP UMM adalah etalase masyarakat multikultural Indonesia yang mampu merawat keberagamaan dan menciptakan kohesifitas sosial sebagai satu bangsa melalui sistem pembelajaran yang mendukung penguatan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritualitas (toleransi). Sejak dulu FISIP UMM telah menunjukan bagaimana indahnya hidup berbeda. Peserta Pesmaba mendengarkan dengan khidmat Pesmaba 2022. (Foto:Hendra) Lebih lanjut Muslimin menambahkan bahwa mahasiswa baru harus merasa bangga kuliah di UMM Malang khususnya FISIP UMM. UMM telah terakreditasi Unggul, FISIP terakreditasi A dan semua Program Studi terkecuali Ilmu Komunikasi yang masih terakreditas A namun telah terakreditasi Internasional AUN-QA yakni Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Hubungan Internasional telah terakreditasi Unggul. “semua akreditasi tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menunjukan pengelolaan mutu akademik yang sangat baik, “jelas Muslimin. Diakhir sambutanya Prof Mus menyampaikan harapan yang tinggi agar mahasiswa dapat berproses dengan baik selama kuliah dengan menjaga nilai akademik, sikap dan perilaku serta aktif di banyak organisasi yang tepat.
Yudisium FISIP, Dukung Penguatan Akhlak dan Moralitas

Rabu, 07 September 2022 21:46 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Manusia diturunkan ke dunia untuk menjadi pemimpin (khalifah fil ardh). Tugasnya adalah memayu hayuning bawono, ambrasto dur angkara, membangun relasi harmoni dengan Tuhan (Allah), sesama manusia, dan alam semesta. Namun demikian, atas dasar iman, rasionalitas, dan nurani, atau bahkan nafsu keduniaan semata, manusia selaku aktor atau agen perubahan senantiasa terlibat dalam tarik menarik kepentingan individu, keluarga, kelompok, partai politik, bangsa dan negara serta negara asing. Pada konteks ini manusia sering kali justru menjadi antitesa atas perintah tuhan dengan justru berlaku merusak. Refleksi di atas disampaikan oleh Dr. Wahyudi, M.Si, Pakar Sosiologi FISIP UMM dalam orasi ilmiah pada Yudisium FISIP Periode IV yang digelar hari ini (7/9) di GKB IV UMM. Wahyudi menyebut bahwa banyak tindakan manusia yang bertentangan dengan ajaran tuhan. Praktiknya bisa dilihat dalam aktifitas kita sehari-hari di lingkungan keluarga, masyarakat dan tempat kerja serta melihat bagaimana negara ini dikelola. “saat ini kondisi sosial dan politik indonesia sedang bermasalah, itu bukti bahwa perilaku kita masih jauh dari ajaran tuhan, “tegas Wahyudi. Konflik, kekerasan, intoleransi, korupsi dan lain-lain adalah bukti sahih bahwa agama tidak terinternalisasi dalam kehidupan kita. Untuk itu diperlukan langkah kembali dengan memperbaiki level spiritualitas kita. Khusus warga Muhammadiyah kembali pada spirit ajaran KH. Ahmad Dahlan yang inklusif dan emansipatoris dapat dilakukan. Warga Muhammadiyah mesti mengembangkan dakwah yang mengasyikkan, yang merukunkan seluruh ummat di dunia ini, bukan yang menimbulkan permusuhan. Muhammadiyah dapat mendorong perbaikan ahlak bangsa. Dr. Wahyudi, M.Si dalam sesi orasi ilmiah. (Foto:Humas) Pada pelaksanaan yudisium FISIP periode III tahun 2022 kali ini dilakukan secara full luring. Dengan tetap menggunakan protocol kesehatan secara ketat, sebanyak 473 calon wisudawan wisudawati FISIP UMM dikukuhkan dalam seremonial yang digelar secara khidmat dan penuh kekeluargaan ini. Selain berhasil meluluskan 473 calon wisudawan dan wisudawati yang akan diwisuda pada bulan September 2022, yudisium kali ini juga mengukuhkan tiga terbaik fakultas yakni Fatimatuzzahro dari Hubungan Internasional dengan IPK 3,97 (Terbaik I), Wiebi Winarto dari Prodi Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,97 (Terbaik II) dan Anggraito Wisnu Aji dari Prodi Ilmu Kesejateraan Sosial dengan IPK 3,96 ( Terbaik III). Yang juga tidak kalah luar biasanya ketiganya berhasil lulus tepat waktu dengan menyelesaikan masa studi 3 tahun 10 Bulan. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa ritual akademik seperti ini perlu dibanggakan karena menunjukan keberhasikan mahasiswa dalam melewati semua rintangan ketika studi. Muslimin menambahkan bahwa sarjana FISIP UMM harus memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi karena berasal dari kampus yang telah memiliki akreditasi institusi unggul dan semua prodi di lingkungan FISIP juga memiliki akreditasi unggul. Ini bukti bahwa UMM dan FISIP memiliki mutu akademik yang sangat baik. Hal tersebut adalah modal sosial untuk memasuki dunia kerja. “lulusan FISIP UMM itu telah teruji jadi jangan minder dalam berkompetisi di dunia kerja, “ungkap Muslimin. Dekan FISIP UMM (Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si dalam sesi sambutan. (Foto:Humas) Muslimin menambahkan bahwa salah satu tantangan besar yang akan dialami oleh lulusan adalah memasuki bonus demografi sebuah kondisi dimana struktur kependudukan Indonesia akan didominasi oleh usia produktif pekerja. Karena itu diperlukan kemampuan literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia agar bisa sukses. Diakhir sambutanya, Muslimin menitipkan harapan agar para lulusan dapat mencapai prestasi maksimal kedepanya. “kami sangat berharap kalian bisa datang kembali ke FISIP UMM dengan membawa cerita bahagia akan kesuksesan yang diraih dan memberikan motivasi kepada adik-adiknya, “tutup Muslimin. (its)
Tingkatkan Mutu Pengelolaan Kelembagaan, FISIP UMM Gelar RKT

Jum’at, 02 September 2022 00:02 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terus berusaha dalam mengembangkan tata Kelola kelembagaan yang bermutu. Hal tersebut ditunjukan dengan mengadakan Rapat Kerja Tahunan (RKT) di Royal Orchids Garden Hotel Batu, 29-30 Agustus 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dan dosen dalam lingkup FISIP UMM. Rektor UMM Malang, Dr. Fauzan, M.Pd yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa FISIP UMM harus mampu terus maju dan mempersiapkan pola akademik yang sesuai dengan kebutuhan pasar salah satunya melalui Center of Excellence (CoE). UMM merupakan salah satu kampus swasta yang mendapatkan banyak pengakuan dari pihak lain khususnya berkaitan dengan pengembangan kelas-kelas CoE. “Alhamdulillah CoE UMM sangat disambut positif oleh banyak kalangan dan justru menjadi percontohan. Karena itu FISIP UMM dibawa kepemimpinan yang kuat dan dukungan yang solid dari semua pihak harus betul-betul mampu melaksanakan CoE yang telah digagas. CoE adalah upaya UMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan mahasiswa dengan skill yang terukur, sehingga Universtas akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan CoE di FISIP, “tegas Fauzan. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Si didamping Pimpinan Fakultas sedang membuka acara RKT. (Foto:Humas) Disisi lain, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan menyampaikan bahwa RKT ini merupakan upaya Fakultas untuk melakukan evaluasi dan proyeksi terkait semua program yang telah dilaksanakan di tahun 2022 dan akan dilaksanakan di tahun 2023. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kelas CoE yang memang menjadi salah satu kelas unggulan di prodi-prodi FISIP UMM. “RKT ini memang dimaksudkan untuk melihat secara komprehensif kondisi reall yang sesungguhnya mulai dari mutu akademik, SDM dan fasilitas pendukung. Dari evaluasi singkat yang telah dilakukan oleh pimpinan dekanat masih ada yang harus dilakukan oleh Fakultas dan Prodi khususnya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan SDM Tenaga Pendidik dan Dosen beserta peningkatan kompetensi, jabatan fungsional dan rencana studi Lanjut, kolaborasi dan kerjasama dengan pihak luar khususnya alumni, peningkatan kehidupan akademik mahasiswa serta pemantapan pelaksanaan MBKM. “ Alhamdulillah selama ini progres FISIP UMM sudah sangat luar biasa, namun adaptasi penyempurnaan sangat perlu dilakukan karena tuntuan perubahan model pendidikan Perguruan Tinggi terus berubah dengan Cepat. Suasana pelaksanaan RKT FISIP 2022. (Foto:Humas) FISIP UMM terkenal dengan prestasi yang sangat luar biasa berkat dedikasi, komitmen dan kerjasama seluruh keluarga besar FISIP. “Insha Allah kegiatan ini menambah energi positif bagi FISIP UMM untuk terus maju dengan berbagai macam program pengembangan yang terencana dengan baik. Khusus CoE dalam waktu dekat akan diadakan rapat koordinasi untuk melihat progres yang telah dilakukan setiap Prodi agar bisa segera running dengan kencang sesuai amanah Pak Rektor, “tutup Muslimin. (its)
FISIP Adakan Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru

Selasa, 23 Agustus 2022 17:31 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Sebanyak 300-an orang tua/wali mahasiswa baru Angkatan 2022 mengikuti kegiatan silaturahmi dengan pimpinan fakultas dan prodi hari ini secara luring di Theater Dome UMM (23/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dengan agenda silaturahmi bersama pimpinan universitas yang diadakan di waktu yang sama. Rencananya kegiatan silaturahmi untuk orang tua wali maba akan diadakan dalam tiga gelombang. Yang pertama adalah hari ini, gelombang kedua akan diadakan pada Kamis, 25 Agustus dan gelombang terakhir pada 11 September mendatang. Para pimpinan fakultas dan prodi dalam agenda silaturahmi wali maba FISIP 2022/2023 (foto: humas) Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si di hadapan ratusan orang tua wali maba mengucapkan selamat atas keberhasilan putra-putri mereka menjadi bagian dari civitas akademika FISIP. “FISIP adalah salah satu fakultas yang sangat diminati di UMM. Misalnya saja di prodi Ilmu Komunikasi, pendaftarnya 800-an lebih namun kapasitas kami hanya mampu menampung 500 mahasiswa saja. Sehingga seleksinya memang cukup ketat,”ungkap dekan. Kesempatan untuk silaturahmi ini pun dimanfaatkan oleh para orang tua untuk berdiskusi terkait persiapan perkuliahan anaknya. Nyoto, salah satu orang tua maba yang jauh-jauh datang dari Kediri, menanyakan terkait kebijakan fakultas untuk mahasiswa aktivis. Ia mengaku, putranya sejak SMA adalah seorang aktivis OSIS. Ia sempat mengkhawatirkan aktivitas putranya yang sering berbenturan dengan kegiatan akademiknya. Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FISIP UMM, M.Himawan Sutanto, M.Si mengungkapkan UMM dan FISIP memiliki kebijakan tersendiri tentang aktivitas mahasiswa. “Intinya di FISIP mahasiswa diberi wadah seluas-luasnya untuk berkreasi dan berprestasi. Di UMM tidak ada prestasi yang tidak dihargai. Jadi jika misalnya putra bapak-ibu nanti aktif dalam organisasi atau aktif mengikuti lomba, kami akan dukung, selama dalam koridor yang benar dan sesuai. Ada surat dispensasi resmi yang bisa digunakan untuk menyesuaikan dengan aktivitas akademik,”ujar Himawan. Orang tua/wali maba angkatan 2022 antusias menyimak paparan dari pimpinan fakultas (foto: humas) Lebih lanjut pimpinan fakultas juga menekankan bahwa di era MBKM sekarang, akan semakin banyak kesempatan untuk mahasiswa belajar di luar kelas. Misalnya saja ada skema 40 SKS yang bisa diambil di luar UMM melalui delapan program MBKM. Di era kampus merdeka, sesuai kebijakan pemerintah, mahasiswa akan memiliki banyak peluang dan kesempatan mengembangkan diri. Tak hanya di bidang ilmu yang ia tekuni di prodi, namun juga bisa lintas bidang ilmu lainnya. (wnd)
Pemilu Raya Mahasiswa, Pimpinan FISIP Beri Keleluasan Berdemokrasi

Selasa, 02 Agustus 2022 08:13 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) FISIP UMM sebentar lagi digelar. Tepatnya besok pada 3-4 Agustus 2022 mahasiswa FISIP akan serentak memilih kandidat yang akan menduduki posisi sebagai ketua BEM FISIP UMM atau Gubernur Mahasiswa FISIP periode 2022/2023. Sebelum pelaksanaan e-voting yang rencananya akan digelar besok di Lab Ikom, hari ini (2/8) dekanat memberikan arahan untuk tiga pasang kandidat ketua BEM FISIP UMM. Selain dihadiri oleh ketiga pasang kandidat, pertemuan yang diadakan di aula FISIP UMM ini juga dihadiri oleh para wakil dekan dan dosen pendamping Pemira. Ketiga paslon Gubma-Wagubma FISIP 2022/2023 serius menyimak arahan dari pimpinan fakultas, didampingi oleh para dosen pendamping Pemira (foto by: humas) Dekan FISIP UMM, Prof. Dr Muslimin Machmud, M.Si menyampaikan bahwa Pemira adalah peluang emas bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi. Untuk mendukung iklim demokrasi tersebut, pimpinan fakultas memberikan keleluasan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin. “Negara kita di 2035 akan memasuki bonus demografi, dan ini artinya anda-lah yang nantinya akan memimpin negeri ini. Untuk itu manfaatkan event pemira ini untuk belajar berdemokrasi. Kami beri keleluasaan, siapapun boleh menjadi pemimpin mahasiswa, dari unsur manapun. Asal memiliki kompetensi dan anda bertanggung jawab pada keleluasaan tersebut,”tutur dekan. Selain itu dekan juga berpesan agar siapapun kandidat yang terpilih mampu membuka mindset anak muda dengan program-program yang bermanfaat nantinya. Khususnya program yang bisa membantu menyiapkan diri menyongsong era bonus demografi di 2035. “Saya yakin ketiga pasang kandidat ini adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik. Siapapun nanti yang menjadi gubma, ini adalah kesempatan untuk menjadi contoh yang baik bagi masyarakat anda. Lakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri dulu. Sebelum kita mampu memimpin, maka anda harus jadi contoh yang baik untuk masyarakat yang anda pimpin,”imbuh dekan. Siap jaga aspek etik dan moral: para kandidat berfoto bersama pimpinan fakultas (foto by: humas) Aspek etik dan moral juga menjadi hal yang patut diperhatikan dalam pelaksanaan Pemira ini. Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, M Himawan Sutanto, M.Si mengatakan perbedaan adalah hal lumrah. “Berbeda pendapat boleh, saling adu kreativitas untuk meraih dukungan tidak dilarang, namun aspek etik dan moral harus tetap dijunjung tinggi. Di depan ada PR simkatmawa, mawapres dan PKM yang nantinya akan diisi oleh mahasiswa-mahasiswa FISIP yang kreatif dan punya daya juang. Jadi jangan lupakan aspek etik dan moral,”tutur Himawan. Pemira FISIP UMM 2022 akan diadakan selama dua hari berturut-turut dengan metode e-voting yang akan digelar di Lab Ikom. Ketiga pasang kandidat yang akan dipilih besok merupakan perwakilan dari tiga partai mahasiswa, diantaranya adalah Partai Kita (paslon no 01), Partai Milenial (paslon no 02) dan Partai Mahasiswa Indonesia (paslon no 03). Partai Kita mengusung pasangan Gt Chairunnisa Adinda S dan Bimo Adhyaksa, Partai Milenial mengajukan pasangan Gilang Zakaria dan Muh Afif Baihaqi, dan Partai Mahasiswa Indonesia mencalonkan Dandy Ade Prasetya dan M Yusril Juliansyah. Sebelumnya ketiga pasang kandidat ini telah lolos seleksi yang diadakan oleh Komisi Pemilu Raya FISIP (KPRF), lembaga sejenis KPU versi mahasiswa FISIP UMM. (wnd)
FISIP UMM Jajaki Kerjasama dengan Pemkab Banyuwangi

Kamis, 07 Juli 2022 02:25 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sebagai bagian dari upaya untuk pengembangan dan penguatan tata kelola Center of Excellences (CoE), FISIP UMM pada 6 Juli 2022 melakukan penjajagan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Setelah sebelumnya menggandeng Kabupaten Magetan sebagai mitra CoE, berikutnya Banyuwangi akan menjadi mitra kedua yang akan digandeng FISIP UMM. Bertempat di Pemkab Lounge Banyuwangi, Dekan FISIP didampingi oleh Wakil Dekan 1 dan 2 dan Kepala Kerjasama FISIP UMM, disambut baik oleh Kabag Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pertemuan tersebut membicarakan apa saja kerjasama yang akan dikelola oleh FISIP dan Banyuwangi. Pertemuan dekanat FISIP UMM dan Pemkab Banyuwangi (6/7) bertempat di Pemkab Lounge Banyuwangi (foto: shan) Dekan FISIP UMM, Prof.Dr. Muslimin Machmud, Ph.D mengungkapkan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai mitra CoE karena merupakan kota yang memiliki potensi menarik yang bisa dikembangkan. Khususnya potensi di bidang pendidikan dan pemerintahan. Ia menyebut Banyuwangi juga memiliki potensi untuk menjadi bagian dari perwujudan program pengabdian dosen FISIP UMM. “Saya rasa ada beberapa program yang bisa kami kerjasamakan. Saat ini kami juga sedang mengelola CoE yang merupakan pusat unggulan yang dikembangkan oleh fakultas dan prodi. Pusat unggulan ini nantinya akan memiliki kontribusi pada kepentingan para stakeholders, termasuk pemerintah,”tutur Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi ini. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, S.Pd, MM mengatakan Banyuwangi bisa menjadi kota tujuan yang pas sebab Banyuwangi memiliki program yang dinamakan sebagai Banyuwangi Cerdas. Program Banyuwangi Cerdas adalah program pemberian bantuan beasiswa kepada masyarakat cerdas tidak mampu. Pemberian beasiswa tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas secara akademis tapi juga mendorong peningkatan moral dan akhlak. “Selama ini kami bekerjasama dengan perguruan tinggi terdekat, nah dalam waktu dekat mungkin bisa kita kerjasamakan dengan UMM. Di Banyuwangi juga ada IKM atau Implementasi Kurikulum Merdeka mirip juga dengan MBKM di kampus ya. Perlu ada perubahan mendasar di kurikulum yang membutuhkan pendampingan, hal ini saya rasa bisa kita kerjasamakan dengan UMM,”jelas Suratno. Dekan FISIP bersama Kabag Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Nurhadi (foto: shan) Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Tri. FM Mounty juga menyebut Banyuwangi saat ini sedang mengupayakan program digitalisasi desa melalui smart kampung. Program Smart Kampung yang diterapkan Pemkab Banyuwangi bahkan masuk dalam jajaran 100 Smart City 2021 kategori Smart Economy, dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Smart Kampung adalah layanan desa berbasis online yang saat ini telah diterapkan oleh 189 desa. Dengan Smart Kampung, Banyuwangi telah menggunakan sistem online di berbagai urusan daerah. Meskipun dalam implementasinya Pemkab Banyuwangi masih membutuhkan support dari akademisi untuk mengembangkan aplikasi pemerintahan berbasis online ini. Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Dr. Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA mengatakan FISIP siap mendukung pendampingan tersebut karena FISIP memiliki kelas CoE yang berkaitan dengan analisis data dan informasi, yakni Big Data School of Social Politics. “Kelas unggulan tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UMM tapi juga dapat diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang daerahnya telah bermitra,”tutur Salahudin. Selain melakukan kunjungan untuk menjajagi kerjasama CoE antara FISIP dan Pemkab Banyuwangi, jajaran dekanat juga melakukan survey lokasi berkaitan dengan rencana kegiatan rapat kerja fakultas yang akan diadakan di kota yang berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Pimpinan fakultas berharap rapat kerja yang rencananya akan diadakan pada Agustus itu akan semakin mempertajam implementasi CoE FISIP dan program-program kerja FISIP berikutnya. (wnd)
Percaya Diri Jadi Kunci Hadapi Persaingan Dunia Kerja

Minggu, 19 Juni 2022 09:04 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kecemasan menghadapi persaingan dunia kerja pasca lulus kuliah menjadi hal yang patut diantisipasi. Muhammad Rizqi Surya Wahyudin, S.Sos, alumni Kesos dalam orasi ilmiah pada agenda Pelepasan Wisudawan FISIP UMM Periode II/2022 mengungkapkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi para lulusan. Ia juga membagikan sejumlah tips dalam menghadapi persaingan dunia kerja. M. Rizqi Surya Wahyudin, S.Sos, saat menyampaikan orasi ilmiah di depan 240 calon wisudawan FISIP UMM (foto: humas) Mantan Gubernur Mahasiswa FISIP yang kini menjadi ASN di Dinas Sosial Kota Blitar ini mengatakan pengalaman organisasi adalah bekal yang penting, namun jangan jadi satu-satunya yang diandalkan. “Pengalaman menjadi aktivis itu penting sekali dalam menghadapi dunia kerja, tapi jangan hanya mengandalkan itu. Apalagi sampai post power syndrome, merasa sebagai mantan ketua apa biasa membawahi banyak anggota pas jadi mahasiswa. Lalu ketika lulus kerja tidak siap ketika menghadapi masa tunggu. Lalu post power syndrome, wah jangan begitu,”ungkapnya di depan 240 calon wisudawan FISIP yang dikukuhkan dalam yudisium (18/6) kemarin. Rizqi mengatakan masa tunggu untuk setiap lulusan memang bervariasi. Ada yang hanya satu dua bulan, ada juga yang beberapa bulan. Ia mengaku perlu menunggu enam bulan sampai kemudian diterima sebagai ASN di Dinas Sosial Kota Blitar. “Selama masa tunggu itu saya bekerja apa saja. Sempat ingin cari kerja di Malang saja karena sudah kerasan disini, namun tidak dapat-dapat. Jadi selama masa menemukan pekerjaan yang tepat itu saya tidak gengsi bekerja apa saja, termasuk bekerja di kandang ayam milik keluarga bibi saya di Blitar,” ungkap pria asal Kalimantan ini. Tidak gengsian menjadi kata kunci yang menurut Rizqi harus dimiliki oleh fresh graduate. Para lulusan juga harus percaya diri bersaing dengan alumni dari kampus-kampus bonafide lain. “Kita harus siap dengan persaingan kerja, dan kita harus percaya diri. Kita adalah lulusan kampus yang unggul. Rasa percaya diri itu cukup membantu saya untuk tak gentar ketika harus bersaing dengan lulusan kampus-kampus keren lainnya, ya biasa saja, pede saja. Kita punya banyak modal kok, modal mental, modal pengalaman, banyak sebenarnya yang sudah kita dapatkan selama kuliah,”imbuhnya. Kebanggaan karena dilahirkan dari rahim kampus unggul ini juga ditekankan oleh Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa rekognisi nasional dan internasional yang telah diperoleh oleh FISIP dan UMM bisa menjadi salah satu modal bagi lulusan. “Seluruh rekognisi tersebut bisa digunakan sebagai modal sosial untuk melakukan kompetisi di tingkat apapun. Alumni harus percaya diri lahir dari rahim almamater kampus yang unggul. Selain itu alumni harus senantiasa belajar untuk menguasai literasi data dan literasi teknologi,”pesan dekan. Dekan saat menyematkan selempang pada peraih gelar terbaik fakultas (foto : humas) Yudisium kali ini selain mengukuhkan 240 calon wisudawan/ti dari kelima prodi juga memberi anugerah lulusan terbaik fakultas untuk tiga orang lulusan. Ketiga lulusan yang meraih gelar terbaik itu diantaranya adalah Rizki Juda Putra Hidayat dengan IPK 3,94 dan masa studi 3,9 tahun, lulusan terbaik kedua diraih oleh Yusrin Rahmawati dengan IPK 3,92 dan Mariano Warendridus sebagai terbaik ketiga fakultas dengan IPK 3,92. Baik Yusrin maupun Mariano juga berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,9 tahun saja. Lulusan terbaik fakultas: (ki-ka) Rizki Juda, Yusrin Rahmawati, Mariano Warendridus (foto: humas) Menariknya ketiganya berasal dari satu prodi yang sama, yakni Prodi Ilmu Pemerintahan. Juda, sapaan akrab Rizki Juda terbaik 1 fakultas, ketika ditemui usai pengukuhan mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih predikat lulusan terbaik ini membutuhkan kerja keras. Ia harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan akademis dan organisasi. Sebagai mantan ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, ia menyadari membagi waktu antara kehidupan kuliah dan organisasi tidaklah mudah. Apalagi tahun lalu ia juga mendapat kesempatan untuk mengikuti Program IISMA di Middle East Technical University Turki selama tiga bulan. “Saya berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin waktu untuk bisa menyelesaikan semua amanah, kuliah, organisasi maupun aktivitas yang menambah pengalaman lainnya. Intinya harus pintar bagi waktu,”ungkap calon wisudawan asal Tangerang ini. (wnd)
Menteri PMK Kunjungi FISIP: Fokus Pengembangan SDM

Jum’at, 17 Juni 2022 17:17 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sore ini (17/6/2022) mengunjungi FISIP UMM. Kehadiran menteri yang juga merupakan salah satu founding father FISIP ini tentu cukup mengejutkan dan membuat gembira civitas akademika FISIP. Menteri PMK yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM ini didampingi oleh rektor, sekretaris BPH, wakil rektor dan dekan FISIP UMM. Bertempat di Ruang Sidang FISIP UMM R. 601, menteri dan rombongan disambut hangat oleh seluruh dosen dan karyawan FISIP UMM. Silaturahmi ke FISIP UMM : Muhadjir Effendy Menko PMK Kunjungi FISIP UMM (foto: humas) Muhadjir Effendy adalah salah satu sosok yang berjasa dalam mendirikan FISIP UMM. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si mengatakan bahwa Prof. Muhadjir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah FISIP UMM. “Kami sangat bersyukur, di tengah kesibukan beliau, pak Menteri berkenan mengunjungi FISIP. Bagaimana pun beliau adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah FISIP UMM,”ujar dekan. Muhadjir Effendy didampingi Dekan FISIP saat menuju lantai 6 GKB 1 (foto: humas) Dalam kesempatan silaturahmi itu Muhadjir Effendy berpesan agar FISIP UMM fokus pada pengembangan SDM. Persaingan dengan penyedia layanan pendidikan tinggi yang cukup kompetitif, menurutnya harus disikapi dengan menjaga kualitas SDM dosen dan mahasiswa. “Perlu kita melakukan pemetaan pesaing eksternal. Saya juga berharap agar fakultas dan universitas memberikan perhatian pada program talent scouting. Mahasiswa yang memiliki kualitas yang menonjol bisa diarahkan untuk talent scouting yang nantinya bisa menjadi bagian dari SDM yang akan membesarkan universitas. Termasuk dosen-dosen yang lain juga harus semangat untuk melanjutkan studi hingga doktor. Jika tentara gelar tertingginya adalah menjadi jenderal, maka cita-cita tertinggi dosen adalah guru besar, kejar itu, sampai meraih gelar profesor,”tutur Menteri PMK. Disambut hangat: Dosen dan karyawan antusias menyimak paparan dari Menteri PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P (foto: humas) Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd yang mendampingi Menteri PMK juga menyambut baik pesan dari Ketua BPH tersebut. Tidak hanya menjaga kualitas SDM, Rektor juga mengapresiasi upaya FISIP untuk ngopeni calon mahasiswa baru dan upaya FISIP untuk responsif dalam menyusun program-program berbasis Center of Excellent (CoE). “Insya Allah 4-5 tahun lagi program-program CoE ini sudah settle. Akreditasi internasional juga insya Allah bisa segera dituntaskan tahun ini. Hal ini merupakan bagian dari upaya-upaya baik untuk menjaga kualitas,”ungkap Rektor. (wnd)