Bulan Borong Prestasi, Dari Kejuaraan Paralayang Sampai PIMNAS

Kamis, 12 November 2020 13:49 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik November Rain sepertinya menjadi bulan hujan prestasi bagi Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Sejumlah prestasi akademik dan non akademik berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan di bulan ini. Awal November lalu satu tim mahasiswa IP berhasil lolos sebagai finalis PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) XXXIII tahun 2020. Tim yang terdiri dari Ul Inanti, Feninda Eka Tasya, Ismi Imania Eka Ikhsani, berhasil mempertahankan karya ilmiah di depan reviewer. Ketiga mahasiswa angkatan 2018 tersebut mengangkat isu pertanian di era Revolusi Industri 4.0. Ul sapaan salah satu anggota tim mengatakan proses pembuatan karya ilmiah ini cukup lama. “Sekitar tiga bulan prosesnya, kami dibimbing oleh dosen kami yaitu pak Achmad Aprianto Romadhan. Keberhasilan ini sangat kami syukuri bersama karena membawa nama universitas untuk mengikuti ajang nasional bergensi seperti PIMNAS,”ungkap Ul nanti. Selain tim yang lolos PIMNAS, sekelompok mahasiswa IP yang terdiri dari Mariano Werenfridus, Wiebi Winarto, dan Ilham Muhammad Shandy mengikuti kegiatan Lomba Dialog Interaktif Demokrasi dan Politik Identitas yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Malang pada 9 November lalu. Hasilnya, mereka berhasil menjadi juara pertama setelah mengalahkan keempat tim yang masuk babak lima besar. Keempat tim yang berhasil mereka kalahkan adalah tiga tim dari Universitas Negeri Malang dan satu tim dari Universitas Wisnu Wardhana Tim yang diketuai oleh Mario, saapan akrab Mariano, mengangkat judul “Antisipasi Gerakan Politik Identitas di Indonesia”. Dalam karyanya mereka memberikan gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam praktik politik tanpa melihat Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). “Apalagi jika kita lihat kehidupan demokrasi di Indonesia, pola-pola politik identitas selalu menarik dan dibuat bahan oleh para politikus dalam memperoleh suara.Hal ini semetinya tidak terjadi dan perlu dieliminir,”ujarnya. Timlomba ini dibimbing oleh Dosen IP, Ivan Taufikurrahman, M.H. Satu prestasi non akademik berhasil diraih oleh atlet paralayang yang merupakan mahasiswa baru IP FISIP. Mahasiswi atas nama Nara Winda Agusningtyas berhasil mendapatkan juara kedua pada Liga Paralayang Jawa Timur. Mahasiswi yang menekuni paralayang sejak SMA ini berhasil menjadi juara setelah mengalahkan beberapa peserta dari daerah lain. Nara berharap prestasi ini bisa terus meningkat dan bangga bisa memberikan konstribusi ke universitas dan program Studi. Kejuaraan Paralayang Liga Akurasi Jatim Seri-2 Tahun 2020 yang Nara ikuti itu diadakan di Bukit Waung-Pantai Modangan Desa Sumberroto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jumat-Minggu (6-8/11). Nara Winda (tengah) saat memenangkan kejuaraan Paralayang di Bukit Waung beberapa waktu lalu (foto: ist) Apresiasi tinggi pun disampaikan oleh Kaprodi IP. “Kami akan terus mendorong semua mahasiswa IP untuk terus berprestasi, baik dalam hal akademik maupun non akademik. Prestasi tersebut akan membantu mereka untuk semakin meningkatkan rasa percaya diri di masa depan,”ungkap Kaprodi IP, Muhammad Kamil, M.A (wnd)
The International Webinar held by Social Welfare Department Discusses the Challenges of Disability

Thursday, November 05, 2020 09:49 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik The Social Welfare Study Program of the Faculty of Social and Political Sciences, University of Muhammadiyah Malang (UMM) again held a webinar inviting various speakers from several countries in ASEAN through the Zoom Meeting. This activity raised the topic of social work practices, especially the fulfillment of social services for people with disabilities during the COVID-19 pandemic in ASEAN countries. About 300 participants were involved in the activity which was held on November 4, 2020. Even though in the midst of a pandemic that did not allow meetings between countries, the UMM Social Welfare Study Program was able to collaborate with other countries to continue carrying out a common agenda. This activity presented a number of speakers from the Philippines, Thailand, Malaysia and Indonesia. Among them are Jowima Ang-Reyes (Ph.D. from the Department of Social Work, University of The Philippines), Somchai Rungsilp (Asia-Pacific Development Center on Disability, Thailand), Dr. Aizan Sofia Amin (Department Of Social Work, Universiti Kebangsaan Malaysia) and Rini Hartini Rinda Andayani Ph.D. (Polytechnic of Social Welfare Bandung). One of the highlights of this seminar is the presence of Dr. Aizan Sofia Amin from University Kebangsaan Malaysia. This Doctoral graduate of Glassgow University is a person with a disability since he was 14 years old. Despite having a disability, however, Dr. Aizan is able to be a motivation for many people in his country. In his presentation, Dr. Aizan Sofia Amin also explained that the challenges faced by persons with disabilities in Malaysia are related to accessibility, from obtaining information, health services, education, employment, economic to social. “Similar to other countries, Malaysia’s challenges in dealing with people with disabilities, one of which is in terms of work. People with disabilities are a group who have a high risk of being ignored and find it difficult to get work outside the home, “said the senior lecturer at UKM. Jowima Ang-Reyes from the Philippines discussed social services for people with disabilities in the Philippines. Not much different from Jowima, Somchai Rungsilp from the Asia-Pacific Development Center (APDC) also explained about social services during the COVID-19 period in Thailand and the challenges faced by people with disabilities today. In Indonesia, people with disabilities also need more attention from the government. Rini Hartini Rinda Andayani Ph.D, a speaker from the Bandung Social Welfare Polytechnic explained that the situation of people with disabilities in Indonesia during the COVID-19 pandemic also experienced feelings of isolation, lack of information for persons with disabilities related to COVID-19, and a lack of teaching to prevent COVID-19 from becoming challenges that must be considered by the speaker. The material presentation session by the speakers in this webinar lasted for approximately 100 minutes. The Head of the Social Welfare Study Program, Dr.Oman Sukmana, M.Si said that this webinar was the result of collaboration between the Social Welfare Department and a number of well-known campuses both in Indonesia and abroad. “We hope that in the future there will be more collaborations that can be established, so that knowledge sharing like this can be more varied,” he said. (eko / wnd)
Melihat Kerjasama Inggris-Indonesia bersama Dubes Rizal Sukma

Senin, 02 November 2020 15:28 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pada Senin, 2 November 2020 dilangsungkan Kuliah Perdana Virtual oleh Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang bertajuk ‘Hubungan Bilateral Indonesia – Inggris Pasca Forum Kemitraan 2010 dan Brexit 2020’. Hadir sebagai pemateri utama adalah Dr. Rizal Sukma, M.Sc., Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020. Dr. Rizal Sukma mengungkapkan kepentingan Kerjasama antara Indonesia dan Inggris. Dikutip dari Prodi HI, Dr Rizal Sukma mengungkapkan, “Kondisi geografis sebagai negara kepulauan ini menjadikan laut sebagai prioritas kepentingan nasional bagi kedua negara. Laut merupakan aset ekonomi dan perdagangan. Sekaligus pula, keamanan dan keselamatan di laut menjadi perhatian bersama bagi kedua negara,” kata pria yang mendapatkan penghargaan One of 100 Global Thinkers oleh Foreign Policy Magazine tersebut. Selengkapnya Kuliah Perdana Prodi HI pada: https://youtu.be/Pti0n5gGJ9g Ia menambahkan bahwa posisi Inggris sebagai mitra strategis Indonesia sangat penting. Inggris adalah salah satu negara anggota Dewan Keamanan PBB. Kemudian Inggris merupakan negara dengan posisi ekonomi yang besar dan potensial. Selain itu juga Inggris memiliki jaringan media yang luas seperti BBC dan Reuters. Banyak pula Lembaga Pendidikan bergengsi dan organisasi internasional besar bermarkas di Inggris. Di hadapan 400 mahasiswa baru Prodi Hubungan Internasional, Dr. Rizal Sukma memberi wejangan pada calon diplomat Indonesia, bahwa menjadi diplomat tidak hanya saat bekerja pada Kementerian Luar Negeri. Potensi profesi lulusan HI sangat luas di berbagai bidang seperti pada organisasi internasional, perusahaan multinasional, atau bahkan membuka usaha sendiri. (smd)
Ingin Kembangkan Laboratorium Pemerintahan, IPDN Jakarta Kunjungi FISIP UMM

Selasa, 20 Oktober 2020 12:30 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dalam rangka benchmarking pengembangan laboratorium pemerintahan, hari ini IPDN Kampus Jakarta mengunjungi FISIP UMM. Rombongan yang dipimpin oleh Direktur IPDN Jakarta, Dr.Prio Teguh, SH,M.Si ini disambut baik oleh Dekan FISIP, para wakil dekan, kaprodi dan kepala laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Rombongan dari IPDN tersebut terdiri dari dosen yang mengelola unit lab, para komisioner gugus kendali mutu, tim IT dan tata usaha. Kegiatan benchmarking ini diawali dengan diskusi di outdoor meeting space lantai 6 FISIP UMM dan kemudian dilanjutkan dengan laboratorium tour ke lab IP. Kunjungan IPDN Kampus Jakarta, diketuai oleh Direktur IPDN Jakarta Dr.Prio Teguh, S.H, M.Si (kanan-memegang mic/photo by Humas FISIP) Ada tiga agenda yang menjadi maksud dan tujuan IPDN Kampus Jakarta berkunjung ke FISIP UMM. Direktur IPDN Jakarta, Dr.Prio Teguh mengatakan ia dan tim ingin menjajaki bagaimana sistem informasi terpadu, gugus kendali mutu dan pengembangan laboratorium pemerintahan di FISIP UMM. “Kami selama ini masih berfokus pada bagaimana kajian good governance. Melalui benchmarking ini kami juga mempelajari berbagai perspektif termasuk bagaimana seharusnya laboratorium bisa menjadi roh dari sebuah program studi dan saya menilai perkembangan laboratorium prodi IP di FISIP cukup maju pesat,”ungkap Dr.Prio Teguh. Kegiatan-kegiatan lab Ilmu Pemerintahan seperti praktikum dan entrepreneurship menurutnya merupakan hal yang bisa diadopsi idenya oleh IPDN Jakarta. “Meski lulusan IPDN itu lapangan kerjanya sudah pasti ke pemerintahan karena di bawah negara,tetapi perkembangan zaman yang berubah-ubah harus kita siapkan, termasuk membekali praja kami dengan praktikum dan entrepreneurship seperti di Ilmu Pemerintahan FISIP UMM,”imbuhnya. Suasana pertemuan di outdoor meeting space lantai 6 GKB 1 Dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si, mengatakan setiap laboratorium di bawah FISIP ini tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Masing-masing laboratorium tiap prodi di bawah FISIP UMM, bisa saling berkolaborasi. Misalnya saja dalam membuat karya produk akademik. Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIP UMM, Yana S.Hijri,M.A juga memaparkan sejumlah program unggulan laboratorium IP diantaranya dengan mengintegrasikan teori selama perkuliahan dengan praktek-praktek yang komprehensif. “Misalnya praktek legislasi, magang riset pemerintahan, GIS, dan praktek teknologi informasi pemerintahan. Dengan pembekalan praktek nyata tersebut, mahasiswa kami selain bisa menjalin relasi dengan pihak luar kampus juga bisa menambah portofolio mereka,”tutur Yana. Usai diskusi di outdoor meeting space, rombongan dari IPDN Jakarta ini kemudian mengikuti laboratorium tour, salah satunya juga mengintip lokasi Ngupination, program podcast andalan IP UMM. (wnd)
Jajaki Kerjasama Dengan CENPRIS USM, Sosiologi Gelar Webinar Series

Senin, 19 Oktober 2020 20:00 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Salah satu poin penting dalam pemeringkatan sebuah lembaga pendidikan adalah kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional, sehingga tahun 2020 adalah tahun di mana Sosiologi UMM melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Untuk meningkatkan kerjasama dengan institusi internasional, tahun ini Sosiologi UMM mulai menjajaki kerjasama dengan Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS) University Sains Malaysia dalam bentuk Nusantara Malay Archipelago Webinar Series dengan tema Understanding and Rethinking Our Society. Webinar yang dilaksanakan dalam dua seri ini diikuti oleh mahasiswa Sosiologi UMM dan mahasiswa CenPRIS USM, dengan empat pemateri yaitu dua dari Sosiologi UMM dan dua dari CenPRIS USM. Seri pertama dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2020 dengan pemateri Dr. Vina Salviana DS, M.Si yang menyampaikan dengan apik penelitiannya tentang perubahan sosial masyarakat Tengger menggunakan pendekatan Participatory Actions Research. Dari CenPRIS USM di seri pertama ini pematerinya adalah Dr. Mohammad Reevany Bustami yang menyampaikan dengan gayanya yang santai mengenai metodologi penelitian sosial, khususnya pada sosiologi. Dalam penyampaiannya, ia menerangkan mengenai filosofi penelitian serta 4 strategi penelitian yang seharusnya bisa diterapkan oleh para peneliti sosial, yaitu Induktif (penelitian yang bertonggakkan pada panca-indra), Deduktif (penelitian yang bertinggakkan pada logika), Abduktif (penelitian yang bertonggakkan pada pengalaman sibjektif) dan Retroduktif (penelitian yang bertonggakkan pada realitas hakiki). Penyampaian materi ini sebagai bentuk penyokong pengetahuan para mahasiswa dan dosen tentang penelitian agar kemudian dapat melakukan kajian pada Nusantara secara lebih mendalam. Pada seri kedua, dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2020 pada seri kedua webinar series ini, masing masing pemateri adalah Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UMM: Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D dan Direktur CenPRIS USM: Dr. Azeem Fazwan Ahmad Farouk. Pada kesempatan tersebut, Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D menyampaikan tentang Participatory Action Research (PAR) sebagai keilmuan nusantara, terlebih banyak penelitiannya yang selama ini dilakukan menggunakan pendekatan PAR. Sementara Dr. Azeem Fazwan Ahmad Farouk menyampaikan mengenai Masyarakat Sipil dimulai dari sejarah Eropa pada abad pencerahan, the scottish enlightment dan dilanjutkan dengan kajian masyarakat sipil itu sendiri. Selain menjelaskan tentang dialektika pendefinisan masyarakat sipil, Dr. Azeem juga memberikan kritikan. Kritik utamanya ialah pada praktek civil society di Nusantara yang terlalu berkiblat dan terpengaruh Barat. Para sarjana terlalu banyak mengadopsi definisi dan rujukan mengenai masyarakat sipil dari ilmuwan-ilmuwan Barat. Baginya, konsep tentang masyarakat sipil di Nusantara sangatlah berbeda dengan barat, sehingga sangat perlu adanya rasa merdeka untuk memunculkan dan merujuk pada konsep masyarakat sipil yang bernafaskan kondisi lokal, bukan terpaku pada Barat. Kegiatan Nusantara Seminar Series ini merupakan kegiatan awal dalam melakukan kerjasama antar kedua lembaga, harapannya melalui seminar series antara kedua lembaga tersebut bisa memberikan dampak yang signifikan terkait dengan penambahan wawasan khususnya khasanah terkait nusantara research. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang Rachmad K Dwi Susilo, MA., Ph.D, bahwa kegiatan Nusantara Seminar Series ini hanya kegiatan awal dari rangkain kolaborasi antara kedu belah pihak, agenda selanjutnya adalah penerbitan penulisan Book Chapter dengan tema Islamic Research Methodology. (Aan)
Kenalkan Prospek Pekerja Sosial, Prodi Kesos Gelar Virtual Gathering untuk Maba

Jum’at, 02 Oktober 2020 21:20 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tahun lalu, DPR RI baru saja mengesahkan Undang-Undang tentang Pekerja Sosial. Lahirnya Undang-Undang tentang Pekerja Sosial ini menjadi harapan dan tatangan karena selama ini profesi ini dianggap masih samar-samar. Tidak sedikit orang yang salah persepsi dengan profesi ini, bahkan boleh jadi masih ada yang memandang sebelah mata. Padahal prospek terhadap pekerjaan sosial sangat luas. Ketua Komisi VIII DPR RI pada saat pengesahan UU tersebut pernah mengungkap bahwa kesenjangan jumlah pekerja sosial dan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) cukup tinggi. Tercatat pada 2012, PMKS berjumlah15,5 juta rumah tangga, sedangkan jumlah pekerja sosial yang ada di Indonesia baru mencapai 15.552 orang. Idealnya satu pekerja sosial melayani 100 PMKS saja. Oleh karena itu, untuk mengenalkan kekhasan studi kesejahteraan sosial, hari ini (2/10) Prodi Kesejateraan Sosial FISIP UMM menggelar Virtual Gathering untuk maba angkatan 2020. Pertemuan yang dilakukan melalui aplikasi zoom ini, dihadiri selain oleh maba juga para dosen Prodi Kesejahteraan Sosial dan para aktivis mahasiswa. Virtual gathering Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM digelar melalui aplikasi zoom pada Jumat (2/10) (foto : eko) Di Indonesia, kampus yang memiliki jurusan Kesejahteraan Sosial cukup langka dan UMM beruntung memiliki prodi Kesos yang merupakan prodi tertua di FISIP ini. Kaprodi Kesos, Dr. Oman Sukmana, M.Si mengatakan pekerja sosial diharapkan mampu melampaui tugas kemanusiaan yang lebih luas.Tidak hanya ranah pekerjaan sosial biasa, lulusan Kesos bisa terlibat dalam mencegah dan menangani kejahatan lintas negara seperti sindikat human trafficking, penyelundupan narkoba, terorisme, eksploitasi lingkungan hidup yang masif dan sebagainya. Karier sebagai pekerja sosial bisa dibangun mulai dari menjadi relawan di proyek-proyek sosial. Selanjutnya bisa bergabung di berbagai institusi, seperti lembaga swadaya masyarakat ataupun organisasi nirlaba yang memiliki fokus sesuai dengan ketertarikanmahasiswa. “Anda bisa memulainya sebagai officer, kemudian bisa meningkat menjadi project manager.Banyak bidang yang bisa menjadi ranah peksos,” tutur Oman. Mantan menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita juga pernah menyebut bahwa peluang berkarir sebagai pekerja sosial profesional terbuka lebar. Setidaknya ada 13 bidang pekerjaan sosial yang membutuhkan calon pekerja profesional. Misalnya saja untuk bidang penanganan kemiskinan, jumlah pekerja sosial yang terlibat baru mencapai 15.220 orang, sedangkan kebutuhan akan pekerja sosial mencapai 139 ribu orang. Untuk bidang pendampingan penyalahgunaan narkoba, dengan jumlah kasus mencapai 4,2 juta orang, maka dibutuhkan sekitar 42 ribu pekerja sosial. Sedangkan kebutuhan pekerja sosial untuk penanganan lansia membutuhkan sekitar 15.700 pekerja sosial. Jumlah lansia di Indonesia yang membutuhkan penanganan adalah sekitar 1,5 juta lansia. Untuk melakukan pendampingan, rasio idealnya adalah 1:100, sehingga setidaknya dibutuhkan sekitar 15.700 pekerja sosial. Sejumlah data tersebut menyebutkan bahwa gap kebutuhan akan pekerja sosial masih cukup tinggi. Hal ini menjadi indikasi bahwa peluang pekerja sosial masih sangat luas, Dr. Rinikso Kartono, M.Si, Dekan FISIP yang juga merupakan dosen Kesejahteraan Sosial mengatakan bahwa pilihan untuk masuk ke Prodi Kesos adalah pilihan tepat. “Program studi Kesos memiliki prospek kerja yang luas dan menjadi pekerja sosial itu merupakan pekerjaan yang selalu dibutuhkan, jadi kalian beruntung memilih dan bergabung dalam prodi Kesos ini,” ungkap doktor Kesejahteraan Sosial alumni UI ini. Selain menghadirkan para dosen, virtual gathering ini juga diikuti oleh para pengurus Himpuan Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial (HIMAKS) UMM, serta perwakilan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) nasional maupun FORKOMKASI regional Jawa Timur. Ani Nuraini, wakil Ketua HIMAKS, menjelaskan divisi-divisi di dalam HIMAKS serta berbagai macam kegiatan program kerja yang ada dalam setiap divisi di HIMAKS. “Jangan sia-siakan waktu kalian ketika menjadi mahasiswa, ikutilah berbagai macam kegiatan yang menunjang diri kalian,”ujar Moh. Hafis, Ketua Umum HIMAKS. (eko/wnd)
Terbitkan Jurnal dan Buletin, Cara Sosiologi Jaga Tradisi Akademik

Jum’at, 02 Oktober 2020 12:09 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sudah menjadi tradisi di Program Studi Sosiologi FISIP UMM untuk menyambut mahasiswa baru (maba) dengan berbagai kegiatan akademis, salah satunya adalah dengan menerbitkan Buletin Society. Buletin yang mengangkat isu-isu mutakhir tersebut ditulis oleh dosen dan alumni Prodi Sosiologi FISIP UMM. Tak hanya bulletin, untuk mewadahi tulisan hasil riset civitas akademika, Prodi Sosiologi juga memiliki Jurnal Partisipatoris. Meski terhitung baru empat terbitan namun jurnal uang terbit setahun dua kali ini saat ini sedang mengajukan prosen akreditasi SINTA ke Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) Ristekdikti. Awan Setia Dharmawan, salah satu dosen di Prodi Sosiologi menunjukkan Buletin Society dan Jurnal Partisipatoris (foto:aan) Sejak pertama terbit pada Maret 2019, Jurnal Partisipatoris konsisten menjaga rasio naskah yang akan dipublish. Dari enam naskah dalam setiap terbitan, lima diantaranya berasal dari luar UMM. Bahkan untuk terbitan September 2020 ini, terdapat dua naskah dari penulis asing. Yaitu satu naskah dari Thailand dan satu naskah dari Philipina. Editor In Chief Jurnal Partisipatoris, Rachmad KDS, Ph.D mengatakan jurnal dan bulletin ini adalah strategi prodi untuk menjaga tradisi akademik. “Kami juga ingin agar mahasiswa Sosiologi UMM bangga karena prodi mereka memiliki jurnal yang tidak hanya diminati oleh akademisi nasional, tetapi juga oleh akademisi internasional,”tuturnya. Saat ini, Jurnal Partisipatoris ini juga dinilai layak untuk mengajukan akreditasi ke Arjuna. “LPPI sebagai lembaga yang menaungi jurnal-jurnal di UMM menargetkan sinta 4. Insya Allah kami optimis bisa tembus, karena artikel kami tidak hanya dari internal UMM, tapi sudah dari berbagai intitusi nasional maupun internasional,”imbuhnya. Jurnal Partisipatoris, siap menuju gerbang akreditasi jurnal (foto: aan) Sedangkan untuk Buletin Society, bulletin ini pada edisi menyambut maba memiliki tema utama Malaysia dan Covid-19: The Power of Government. Tema utama tersebut ditulis secara apik oleh oleh Rajih Arraki. Rajih Arraki adalah dosen prodi sosiologi yang saat ini sedang studi lanjut di Universiti Sains Malaysia. Buletin ini diterbitkan dalam bentuk cetak dan pdf. Melalui Buletin Society, mahasiswa baru akan mengetahui pandangan prodi sosiologi UMM tentang isu-isu mutakhir dari tulisan-tulisan di dalamnya. Tidak hanya itu, melalui bulletin ini, mahasiswa baru Prodi Sosiologi UMM juga bisa membaca inspirasi dan motivasi dari alumni-alumni Prodi Sosiologi di kolom Inspiring Alumni. (aan/wnd)
Sambut Maba, Prodi HI Gelar Virtual Open House

Friday, October 02, 2020 09:13 WIB Program Studi Hubungan Internasional Jum’at (2/10) Prodi HI UMM mengadakan acara bertajuk “Welcome New Students! Virtual Open House Department of International Relations” dalam menyambut mahasiswa baru HI UMM 2020. Virtual Open House ini diisi dengan agenda pengenalan akademik program studi, kurikulum HI UMM, perkenalan dosen-dosen HI, aktivitas mahasiswa serta career prospect dari alumni HI UMM yang berada di berbagai negara. Selain kaprodi, sekprodi dan para dosen, tampak hadir dalam virtual open house tersebut, dua dosen internasional prodi HI, David Pradhan, M.Phil. dari India dan Ilona Pasteruk, M.A. dari Ukraina. Pengenalan prodi HI tahun ini hadir dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Pandemi membuat open house prodi yang biasanya berjalan secara luring, harus disesuaikan dengan format yang berbeda. Dalam pengenalan kurikulum akademik, Sekprodi HI, Najamuddin Khairurrijal, M.Hub.Int menjelaskan bahwa syarat kelulusan untuk mahasiwa harus mengambil minimal 144 sks dalam kurun waktu 8 semester. Mahasiswa dapat mengambil 24 sks maksimal dengan syarat IPK di atas 3,51. “Untuk memperbaiki kualitas mahasiswa HI UMM, dosen-dosen HI UMM sudah mulai merancang kurikulum terbaru untuk tahun 2021. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kemdikbud RI dalam misi Merdeka Belajar, yaitu program dimana mahasiswa mendapatkan ilmu di luar kegiatan akademik kampus. Sehingga alumni mahasiswa HI UMM memiliki kualitas tinggi dan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat,”ujar Najamuddin. Najamuddin juga menjelaskan bahwa selama ini Prodi HI UMM telah memberangkatkan mahasiswa keluar negeri untuk magang dan student exchange. Acara pengenalan prodi HI UMM selanjutnya adalah pengenalan kegiatan dan komunitas kajian mahasiswa yang berada di bawah Lab HI UMM. Lab HI UMM memberikan fasilitas bagi mahasiswa untuk mengeksplor pengetahuan lebih dalam berbagai kegiatan mahasiswa, seperti table manner dan simulasi sidang model United Nations, les bahasa, serta klub komunitas kajian mahasiswa. Para maba tampak semakin antusias saat Kepala Laboratorium HI, Ruli Inayah Romadhoan, M.Si memaparkan sejumlah komunitas kajian kewilayahan yang dinaungi oleh Prodi HI. “Lab HI punya banyak komunitas kajian kewilayahan yang bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa. Beberapa diantaranya ada CEAS Community of East Asia Studies, ESC European Study Communities, Maycomm Malang ASEAN Youth Communities, dan masih banyak lagi. Lab HI juga menyediakan fasilitas bagi mahasiswa HI UMM yang ingin belajar bahasa asing secara gratis,” tutur Ruli Dalam acara yang digelar selama dua jam dari pukul 15.00 hingga pukul 17.00 ini, para alumni HI UMM yang telah sukses berkarir di berbagai negara juga hadir. Salah satu alumni adalah Faikha Fairuz Firdausi, alumni HI UMM Angkatan 2011 yang kini sedang melanjutkan kuliah S3 nya di Swedia. Selain itu, Muhammad Wildan, alumni Angkatan 2013, yang kini berprofesi sebagai jurnalis, juga menyemangati para maba untuk berusaha menggapai mimpi sejak dini. Di akhir acara ditutup dengan perkenalan dari HIMAHI (Himpunan Mahasiswa HI) Prodi HI yang diwakili oleh Kiara Dewi Bharata. Kiara, panggilan akrabnya, mengundang mahasiswa baru untuk join dan hadir dalam HIMAHI Welcoming Party pada tanggal 4 Oktober 2020 nanti secara virtual. (shan/wnd)
Dekat dan Akrab, Prodi Ilmu Pemerintahan Gelar Orientasi Akademik untuk Maba

Kamis, 01 Oktober 2020 21:48 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untuk tahun ajaran 2020/2021 Prodi Ilmu Pemerintahan menerima ratusan mahasiswa baru. Tahun ini animo maba memilih Prodi Ilmu Pemerintahan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam rangka mengenalkan iklim akademik di Prodi Ilmu Pemerintahan, hari ini (1/10) Prodi Ilmu Pemerintahan menggelar Orientasi Akademik Mahasiswa Baru. Kegiatan orientasi ini digelar secara virtual dan akrab melalui platform aplikasi zoom. . Suasana kegiatan orientasi akademik untuk maba IP 2020 (foto : prodiip) Pengenalan iklim akademik kepada mahasiswa baru tahun 2020 dihadiri sebagian besar dosen prodi ilmu pemerintahan. “Kami mengemas kegiatan ini dengan format yang akrab dan dekat. Jadi meski terbatasi oleh pandemi, mahasiswa baru IP tetap bisa mengenal lebih dekat prodi IP dan siapa aja dosennya,”ungkap M.Kamil, M.A, Kaprodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Maba bisa langsung berdialog dan bersua secara virtual dengan jajaran dosen di Prodi IP. Dalam orientasi akademik maba ini, kaprodi juga memaparkan visi misi dan beberapa kegiatan akademik maupun non akademik yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Melalui pertemuan virtual tersebut, ia juga memotivasi agar maba bisa lulus tepat waktu. Di Ilmu Pemerintahan, peluang untuk lulus empat tahun bahkan lebih cepat dari waktu tersebut terbuka lebar. “Agar bisa lulus lebih cepat, prodi akan memacu TA karya dan ekuivalensi aktivitas akademik dan non akademik ke mata kuliah yang relevan. Di IP, mahasiswa bisa mengikuti kegiatan internasional semacam student exchange. Kami sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas luar negeri, salah satunya dengan Khon Kaen University,” imbuh kaprodi termuda di FISIP ini. Selanjutnya, pada sesi berikutnya, Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan, Yana S. Hijri, S.IP., M.Si menjelaskan kegiatan dan praktikum yang dapat dinikmati oleh mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat aktif bertanya mengenai mekanisme perkuliahan bahkan isu-isu yang berkembang saat ini. Terakhir, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si memberikan pesan kepada mahasiswa untuk semangat belajar dan membuka cakrawala tentang ilmu pemerintahan yang sangat strategis. Mereka harus meminta restu kepada orangtua demi kesuksesan mereka, dan selama aktif perkuliahan untuk bisa bertanggung jawab dan lulus tepat waktu. (*/wnd)
Pesmaba Prodi Ala Ikom Tembus Dua Ribu Viewers dan Jadi Trending Topic di Twitter

Kamis, 01 Oktober 2020 21:15 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pengenalan studi mahasiswa baru atau Pesmaba adalah sebutan untuk kegiatan masa orientasi mahasiswa baru (maba) di UMM. Pesmaba ini diadakan dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat universitas, tingkat fakultas dan tingkat program studi. Begitu pula yang diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2020 Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM. Setelah mengikuti Pesmaba Fakultas pada 28-29 September lalu, hari ini (1/10) maba Ikom mengikuti Pesmaba prodi yang diberi nama Pengenalan Studi Berdaring dan Berkemajuan (PSBB). PSBB yang bukan sembarang PSBB ini diikuti oleh ratusan maba Ikom secara virtual. Hanya dalam dua jam, tayangan live yang dapat disimak melalui akun Youtube Ilmu Komunikasi UMM ini tembus 2,4 K viewers. Hasil tangkapan layar kegiatan PSBB, pengenalan studi untuk maba Ikom 2020 (in frame: Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM) Kaprodi Ilmu Komunikasi, M.Himawan Sutanto, M.Si mengatakan Prodi Ikom memang sengaja ingin mengemas istilah jadul ospek jurusan menjadi kegiatan yang insightfull dan menyenangkan. “Sesuai harapan kami, kegiatan pengenalan prodi itu harus dikemas fun dan menyenangkan. Meski digelar secara daring dan tidak berinteraksi langsung,kegiatan ini harus bisa menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan mereka pada prodi yang telah mereka pilih,”ujar Himawan. Tidak hanya sekedar meningkatkan brand awareness terhadap prodi Ikom, PSBB ini juga berhasil mewujudkan brand advocate dan positive engagement. Maba secara serentak menghiasi linimasa twitter dan berhasil menempati posisi kesepuluh dan kesebelas untuk hastagh #IamIkomUMM dan #psbbikomumm2020. PSBB ini dikemas semacam ‘room tour’ ala Ikom. Maba secara virtual diajak untuk berkeliling melihat fasilitas penunjang pendidikan yang dimiliki oleh Prodi Ilmu Komunikasi. Mereka diajak ‘’berkeliling” laboratorium Ilmu Komunikasi mulai dari ruang mini studio, ruang master control room (MCR), laboratorium simulasi PR, mini theater hingga laboratorium fotografi. Mereka bisa melihat bagaimana aktivitas praktikum jurnalistik on air, proses mixing dan editing tayangan dan praktek fotografi. Sebagian besar dosen Ilmu Komunikasi juga tampil beradu acting sebagai instruktur praktikum dalam tayangan berdurasi 150 menit tersebut. Dipandu dua host dosen Ikom, Arum Martikasari, M.Med.Kom dan M.Fuad Nasvian, M.Ikom, PSBB ini juga menghadirkan sejumlah alumni Prodi Ikom secara virtual. Sejumlah alumni, seperti David Rizal presenter Liputan 6 SCTV, Nabila inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Dhimas Ginanjar pemimpin redaksi Jawapos.com, tampak hadir bersama enam orang alumni yang lain berbagi informasi dan pengalaman mereka selama kuliah.“Konsep kegiatan PSBB ini disiapkan dalam waktu dua minggu saja, mulai dari mendesain konsep acara hingga menyusun strategi digital activationnya. Terimakasih kepada semua pihak, khususnya teman-teman dari lab Ikom yang berhasil mewujudkan kegiatan ini sehingga bisa impactfull,” tutur Arum Martikasari, M.Med.Kom, penanggung jawab acara PSBB. Sesi ngobrol bareng alumni. Kali ini bersama David Rizal, presenter liputan 6 SCTV Tahun ini animo maba memilih Prodi Ilmu Komunikasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan untuk angkatan 2020. Hal ini menjadi sebuah indikasi bahwa prodi Ilmu Komunikasi masih menjadi prodi yang diminati oleh masyarakat. Perkuliahan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di UMM akan dimulai secara serentak pada Senin, 5 Oktober 2020 nanti. (wnd)