FISIP UMM Raih Peringkat Terbaik Pertama dalam Akuntabilitas Keuangan 2023: Bukti Good Governance yang Kuat

Minggu, 18 Agustus 2024 23:03 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 17 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kinerja yang luar biasa di tingkat universitas. Kali ini, FISIP UMM berhasil meraih peringkat I dalam Akuntabilitas Pelaporan Keuangan dengan predikat nilai “Sangat Baik” untuk tahun 2023. Prestasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di FISIP UMM telah memenuhi prinsip tata kelola yang baik dan berlandaskan good governance. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Dekan I FISIP UMM, Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int., dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Pengakuan ini juga diperkuat oleh Surat Keputusan Rektor UMM tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2023. Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int. saat penyerahan sertifikat Penghargaan. (Foto: ITS) Penilaian kinerja keuangan ini mencakup empat kriteria utama: struktur organisasi dan standar operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internal, dan temuan umum keuangan. Audit ini dilakukan oleh Badan Pengawas Internal (BPI) UMM. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di FISIP UMM telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh universitas dan memperlihatkan tertib administrasi yang baik. Untuk mencapai hal ini, FISIP UMM menerapkan penggunaan anggaran yang konsisten dengan perencanaan dalam Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) serta pelaporan yang akurat dan transparan. Dr. Salahudin, S.IP., MA., selaku Wakil Dekan II FISIP UMM, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari penerapan prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan. Salahudin, yang juga mengajar Tata Kelola Keuangan Daerah di Prodi Ilmu Pemerintahan, menegaskan bahwa kunci utama adalah penggunaan anggaran sesuai perencanaan program dan bukti penggunaan keuangan yang valid. “Yang terpenting adalah anggaran digunakan sesuai peruntukan dengan bukti yang nyata. Jika ada perubahan, maka harus diadendumkan,” tutup Salahudin. (its*)
Kolaborasi Strategis: FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar Jalin Kerjasama untuk Kemajuan Bersama

Minggu, 18 Agustus 2024 22:54 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Makassar, 13 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar. Kunjungan ini melibatkan Kaprodi dan Sekprodi dari lima Program Studi, yakni Prodi Kesejahteraan Sosial, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Pemerintahan, Prodi Sosiologi, dan Prodi Hubungan Internasional. Kedatangan rombongan FISIP UMM diterima dan dibuka oleh Dekan FISIP UNISMUH Makassar, Dr. Ihyani Malik, S.Sos, M.Si, dan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama, Andi Luhur Prianto, S.IP, M.Si, beserta jajaran struktural. Dalam sambutannya, Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si, yang didampingi Wakil Dekan I Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int; Wakil Dekan II, Dr. Saiman, M.Si; dan Wakil Dekan III, Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos, M.Si, beserta jajaran struktural Prodi di FISIP UMM, menyampaikan bahwa UNISMUH Makassar merupakan Universitas Muhammadiyah terbesar di wilayah Indonesia Timur. Sebagai universitas “saudara” se Muhammadiyah yang telah berkembang sangat pesat, UNISMUH Makassar menjadi rujukan yang tepat untuk saling belajar dalam pengembangan pendidikan dan bidang lainnya. Kunjungan ini diakhiri dengan penandatanganan Kerjasama oleh Dekan FISIP UMM dan Dekan FISIP UNISMUH Makassar. Diharapkan, kerjasama ini akan memberikan manfaat dan kemajuan bagi kedua fakultas, FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar. Selain penandatanganan kerjasama, acara juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan para ahli dari kedua universitas. Diskusi ini membahas berbagai isu penting, mulai dari pengembangan kurikulum, penelitian bersama, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan secara kolaboratif. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta dari kedua fakultas dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan profesional yang lebih kuat antara para dosen dan mahasiswa dari FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar. Dekan FISIP UMM bersama Dekan FISIP Unismuh (Berjilbab). (Foto:SMN) Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai program unggulan dan inovasi yang telah dilakukan oleh kedua fakultas. Delegasi FISIP UMM, misalnya, mempresentasikan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen yang telah sukses dilaksanakan. Misalnya soal kelas Center of Excellence (CoE) yang menjadi salah satu kelas unggulan di FISIP UMM dan telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan kapasitas mahasiswa dan juga membangu kerjasama dengan stakeholder lain. Sementara itu, FISIP UNISMUH Makassar berbagi pengalaman tentang pelaksanaan penelitian kolaboratif dan kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. Acara kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara kedua institusi, tetapi juga membuka peluang baru untuk kerjasama di masa depan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FISIP UMM dan FISIP UNISMUH Makassar berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu sosial dan politik di Indonesia.
Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-79: Dosen KESOS UMM tekankan Keadilan Sosial untuk Kesejahteraan Sosial

Minggu, 18 Agustus 2024 19:34 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 17 Agustus 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, Dosen Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW, menyampaikan refleksi penting mengenai tema keadilan sosial sebagai dasar utama untuk mencapai kesejahteraan sosial di Indonesia. Eko Rizqi Purwo Widodo menegaskan bahwa meskipun Indonesia telah merdeka selama 79 tahun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga berarti tercapainya kesejahteraan sosial yang merata di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Eko. Dalam refleksinya, Eko menguraikan bahwa keadilan sosial merupakan landasan penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Ia menyoroti beberapa masalah sosial yang masih perlu mendapatkan perhatian serius, seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Sebagai bukti Eko menyoroti masih tingginya angka kemiskinan Indonesia yakni 25,22 Juta (9,36%) dan ketimpangan ekonomi yakni 0,379. Eko juga menambahkan bahwa saat ini 78 juta orang Indonesia yang termasuk kategori rentan miskin atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah orang miskin saat ini. Eko Rizqi Purwo Widodo MSW, dosen Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM. (Foto: TNW) “Untuk mencapai keadilan sosial, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama. Kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan terpinggirkan harus menjadi prioritas. Pendidikan dan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas juga harus dijamin bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambah Eko. Eko juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program-program sosial akan membantu memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. “Pada momen peringatan kemerdekaan ini, mari kita renungkan kembali perjuangan para pahlawan kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka dengan bekerja keras untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Eko Rizqi Purwo Widodo.
Keren, Prof. Dr. Muslimin, M.Si dari UMM Terpilih Sebagai Salah Satu dari 100 Tokoh Terbaik Sulawesi Selatan 2021-2023

Minggu, 04 Agustus 2024 20:13 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 5 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapatkan pengakuan yang membanggakan. Prestasi gemilang tersebut dengan terpilihnya Dekan FISIP, Prof. Dr. Muslimin, M.Si, sebagai salah satu dari 100 tokoh Sulawesi Selatan (SulSel) periode 2021-2023. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi intelektual, integritas, dan dedikasi tinggi Prof. Dr. Muslimin terhadap bangsa dan negara. Penetapan ini dilakukan melalui seleksi ketat yang mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kontribusi intelektual yang signifikan, integritas dalam setiap langkah, serta dedikasi yang tiada henti dalam memajukan masyarakat Sulawesi Selatan. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMM, khususnya FISIP, yang melihat sosok Prof. Dr. Muslimin sebagai inspirasi dan teladan. Prof. Dr. Muslimin, yang telah lama dikenal sebagai sosok akademisi yang berdedikasi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan ini. “Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar UMM dan FISIP yang selalu mendukung dan bekerja sama dalam setiap langkah. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” tuturnya. Sebagai salah satu dari 100 tokoh SulSel, Prof. Dr. Muslimin diakui telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai penelitian dan publikasi yang berdampak luas, serta peran aktifnya dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Sulawesi Selatan. Komitmennya dalam mendidik generasi muda dan memajukan ilmu pengetahuan telah menjadikan beliau sebagai sosok yang dihormati dan diakui di berbagai kalangan. Dekan FISIP UMM Malang, Prof. Dr. Muslimin, M.Si Saat Pengukuhan Guru Besar Pertama Bidang Komunikasi Media Tradisional di Indonesia. (Foto: Istimewa) Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat bagi seluruh civitas akademika UMM untuk terus berkarya dan berprestasi, serta memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya pengakuan seperti ini, UMM dan FISIP semakin termotivasi untuk terus mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam setiap aspek kehidupan. Selamat kepada Prof. Dr. Muslimin, M.Si atas prestasi yang membanggakan ini. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
UMM Gelar Silaturahmi Bersama Orang Tua Mahasiswa Baru: Perkuat Hubungan dan Perkenalkan Keunggulan Kampus

Minggu, 04 Agustus 2024 20:02 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 3 Agustus 2024 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara silaturahmi dengan orang tua/wali mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 di Hall Dome UMM. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pihak universitas dengan keluarga mahasiswa serta memberikan pemahaman tentang berbagai program unggulan dan fasilitas yang tersedia di UMM. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pejabat Struktural di lingkup UMM Malang. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si, yang meneekankan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh UMM. Dalam sambutanya, Prof. Nazarudin menekankan komitmen UMM dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi dan fasilitas lengkap untuk mendukung proses belajar mengajar. “Salah satu keunggulan UMM adalah program UMM Pasti yang menjamin masa depan mahasiswa dengan memastikan lulusan mendapatkan pekerjaan dalam setelah wisuda. Program ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja,” ujar Prof. Nazarudin. Selain itu, Prof. Nazarudin juga memperkenalkan aplikasi My UMM Parents, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk memudahkan komunikasi antara pihak universitas dengan orang tua/wali mahasiswa. Melalui aplikasi ini, orang tua dapat memantau perkembangan akademik dan kegiatan mahasiswa secara real-time. “Dengan adanya aplikasi My UMM Parents, kami berharap orang tua dapat lebih terlibat dalam perjalanan akademik anak-anak mereka di UMM. Aplikasi ini memungkinkan orang tua untuk memantau jadwal kuliah, nilai, dan kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa,” tambah Prof. Nazarudin. Tahun akademik 2024/2025 ini, UMM menerima lebih dari 7,000 mahasiswa baru yang terdiri dari berbagai latar belakang dan daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, UMM juga menarik minat mahasiswa asing dari berbagai negara yang ingin menimba ilmu di kampus ini. Tercatat ada banyak mahasiswa asing yang mendaftar untuk mengikuti program studi di UMM khususnya lewat kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Pejabat Struktural UMM di Silaturahmi Dengan Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2024/2025. (Foto:Ach) Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nazarudin juga memaparkan tentang Center of Excellence (CoE) yang dimiliki oleh UMM. CoE ini mencakup berbagai bidang seperti teknologi, kesehatan, dan sosial humaniora, yang bertujuan untuk mengembangkan riset dan inovasi di UMM, memberikan skill dan kompetensi teknis untuk mahasiswa, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Tujuan dari silaturahmi ini adalah untuk menjalin komunikasi yang baik antara universitas dan orang tua/wali mahasiswa. Kami ingin memastikan bahwa orang tua memiliki pemahaman yang jelas tentang program-program yang ada di UMM dan bagaimana kami berkomitmen untuk mendukung perkembangan akademik dan personal mahasiswa,” tutup Prof. Nazarudin. Acara silaurahmi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara orang tua/wali mahasiswa dengan pimpinan UMM. Diharapkan, melalui acara ini, hubungan antara UMM dan keluarga mahasiswa dapat terjalin lebih erat dan harmonis.
Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM Malang Siap Jalani Praktikum Internasional di Malaysia

Jum’at, 02 Agustus 2024 08:18 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 1 Agustus 2024 – Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga melakukan pelepasan peserta program Praktikum Internasional Kelembagaan ke Malaysia. Acara ini diadakan di Halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Malang dan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen program studi kesejahteraan sosial, Mahasiswa dari Univeristi Kebangsaan Malaysia, Rektor UMM serta tamu undangan dari berbagai institusi mitra. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, “Program Praktikum Internasional merupakan salah satu wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Malang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan global kepada para mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh di bangku kuliah, tetapi juga memperluas wawasan dan jaringan internasional.” Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si mengungkapkan “Program Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktik pekerjaan sosial baik di dalam maupun di luar negeri, hal ini sejalan dengan tuntutan kedepannya bahwa mahasiswa harus mampu menjadikan ilmu yang telah di dapatkan memeiliki effek di masyarakat ”. Rektor UMM (kacamata Tengah) melepas peserta praktikum internasional. (Foto:Eko) Program Praktikum Internasional Kelembagaan ini melibatkan 6 mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan 90 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 6 Mahasiswa dari UKM akan melaksanakan praktikum di RSBN Malang yaitu UPT di Bawah Dinas Sosial Jawa Timur, 8 Mahasiswa UMM akan melaksanakan Praktikum di Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia dan Adab Youth Garrage ( NGO Internasional di Malaysia) sedangkan 82 mahasiswa UMM yang lainya akan melakukan praktikum di UPT yang ada dibawah dinas Sosial Jawa Timur dan Lembaga dibawah Kanwil Kemenkumham Jawa Timur dengan rincian sebagai berikut : BAPAS Kelas 1 Malang, LAPAS PEREMPUAN Malang, LAPAS Kelas 1 Malang, LPKA Kelas 1 Blitar, UPT Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri, UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar, UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Rungu Wicara Pasuruan. Salah satu peserta, Puti Yanuari, mengungkapkan antusiasmenya, “Saya sangat bersemangat untuk memulai praktikum ini. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari para ahli di bidang saya dan mendapatkan pengalaman yang tidak ternilai di luar negeri”. Universitas Muhammadiyah Malang terus berupaya memperkuat kerja sama internasional untuk memberikan peluang terbaik bagi para mahasiswanya. Program Praktikum Internasional ini merupakan salah satu inisiatif strategis yang bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di kancah global. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta, dosen pembimbing, serta perwakilan dari institusi mitra. Semoga para peserta Praktikum Internasional 2024 dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali dengan membawa pengalaman berharga untuk masa depan yang gemilang.
FISIP UMM Laksanakan Serah Terima Jabatan Wakil Dekan II: Fokus pada Penguatan Kelembagaan dan SDM

Senin, 01 Juli 2024 20:10 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 1 Juli 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) menggelar acara serah terima jabatan Wakil Dekan II dari Dr. Salahudin, S.IP., M.Si. M.PA kepada Dr. Saiman, M.Si. Acara berlangsung di Aula Sidang FISIP UMM 601-603 pada hari Senin, 1 Juli 2024. Acara ini menjadi momen penting dalam sejarah FISIP UMM, menandai pergantian kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi fakultas. Dalam sambutannya, Dekan FISIP UMM menekankan bahwa fokus utama FISIP UMM saat ini adalah penataan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM). “Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki struktur kelembagaan dan mengembangkan potensi SDM di lingkungan FISIP UMM,” ujar Dekan. Beliau berharap pergantian ini dapat memperkuat upaya penataan tersebut, serta meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan akademik dan administrasi di lingkungan FISIP UMM. Dr. Salahudini, S.IP.,M.Si, M.PA bersama Dr. Saiman, M.Si didamping Dekan FISIP UMM (Baju Putih tengah). Foto: ITS Dr. Salahudin, S.IP., M.Si.,M.PA yang telah mengabdi sebagai Wakil Dekan II selama 3 Tahun, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan oleh seluruh civitas akademika FISIP UMM. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari seluruh rekan-rekan di FISIP UMM. Semoga Dr. Saiman dapat melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah kita jalankan bersama,” ungkapnya. Beliau yang saat ini diamani sebagai Kepala Biro Riset, Pengabdian dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang Periode 2024 – 2028, juga menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru ini dapat membawa FISIP UMM menuju pencapaian yang lebih tinggi. Dr. Saiman, M.Si., dalam sambutannya, menyampaikan komitmennya untuk bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh elemen di FISIP UMM. “Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan berbagai program yang telah berjalan, serta membawa inovasi baru untuk kemajuan FISIP UMM,” ujarnya. Beliau berharap dapat membawa inovasi dan peningkatan kualitas di berbagai aspek, sejalan dengan fokus penataan kelembagaan dan SDM yang ditekankan oleh Dekan. Acara serah terima jabatan ini dihadiri oleh para dosen, staf, dan mahasiswa FISIP UMM yang turut memberikan dukungan dan harapan terbaik untuk kepemimpinan baru ini. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat selama acara berlangsung. Para hadirin berharap pergantian ini akan membawa FISIP UMM semakin maju dan mencapai berbagai prestasi yang membanggakan. Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang segar, FISIP UMM diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi fakultas yang unggul di bidang ilmu sosial dan ilmu politik.
Yudisium FISIP UMM Bekali Mahasiswa Startegi Sukses di Dunia Kerja.

Selasa, 07 Mei 2024 01:31 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 7 Mei 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan acara yudisium Periode II tahun 2024. Acara yang diselenggarakan di Aula BAU ini dihadiri oleh seluruh jajaran Dekanat FISIP UMM, Dosen FISIP UMM, dan 148 calon wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 60 Laki-laki dan 88 Perempuan. Yudisium kali ini juga mengukuhkan tiga terbaik Lulusan Fakultas. Mereka yakni Hidayatur Rohmah dari Prodi Sosiologi dengan IPK 3,97 (terbaik I), Rizqina Mukarromah dari Prodi Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,96 (Terbaik II), dan Indira Aqna Rizqiyah dari Prodi Kesejahteraan Sosial dengan IPK 3,93 (Terbaiki III). Ketiganya juga lulus dengan kategori tepat waktu yakni 3 Tahun, 7 bulan. Dekan FISIP UMM bersama Moh. Iqbal Fathoni dalam Yudisium Periode Mei 2024. (Foto: Idat) Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa yudisium ini perlu dibanggakan karena menunjukan keberhasikan mahasiswa dalam melewati semua rintangan ketika studi. Muslimin menambahkan bahwa sarjana FISIP UMM harus memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi karena berasal dari kampus yang telah memiliki akreditasi institusi unggul dan semua prodi di lingkungan FISIP juga memiliki akreditasi unggul. Sampai saat ini semua prodi di FISIP UMM telah memiliki akreditasi Unggul kecuali Ilmu Komunikasi yang sedang proses. Dekan menambahkan Prodi Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi dan Hubungan Internasional juga saat ini sedang proses mengikuti akreditasi internasional FIBAA. Langkah tersebut mengikuti Prodi Ilmu Komunikasi yang telah memiliki 2 akreditasi Internasional yakni FIBAA dan AUN-QA. Ini bukti bahwa UMM dan FISIP memiliki mutu akademik yang sangat baik. Hal tersebut adalah modal sosial untuk memasuki dunia kerja. “lulusan FISIP UMM itu telah teruji jadi jangan minder dalam berkompetisi di dunia kerja, “ungkap Muslimin. Muslimin berharap para alumni suatu saat nanti jika berkunjung ke UMM telah membawa cerita kesuksesan. Moh Iqbal Fathoni,S.IKOM yang di dapuk sebagai Orasi Ilmiah melihat UMM telah berkontribusi dalam mengembleng mahasiswa khususnya dirinya untuk memiliki mental tangguh dalam dunia kerja. Alumni sukses Ilmu Komunikasi pandangannya tentang bagaimana dapat survive setelah lulus dan berkontribusi untuk masyaakat. Dalam orasinya, Iqbal yang saat ini menjadi anggota DPRD Sampang (2019-2024) dan juga terpilih kembali periode 2024-2029 menekankan bahwa lulusan UMM harus dapat berkontribusi untuk masyarakat. “entah nanti mau kerja sebagai pengusaha, politisi, pendidik, atau apapun itu kalian harus dapat bermanfaat untuk orang lain, “tutup Iqbal. (*/its)
Dosen Ilmu Pemerintahan UMM: Kesejahteraan Kunci Utama Bagi Buruh di Hari Buruh 2024

Kamis, 02 Mei 2024 00:21 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 1 Mei 2024 – Pada peringatan Hari Buruh tahun 2024, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Achmad Apriyanto, S.IP.,M.Si menyoroti pentingnya kesejahteraan bagi para buruh sebagai landasan utama untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Apriyanto menegaskan bahwa perlunya kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Hal itu sebagai respon atas tuntutan buruh selama ini yang terus berulang karena merasa kesejahteraan mereka belum terpenuhi. Menurut Apriyanto, buruh adalah pilar penting dalam perekonomian suatu negara. “Mereka adalah tulang punggung industri dan sektor jasa, serta penggerak ekonomi yang tidak bisa diabaikan,” ungkapnya. Namun, ia menekankan bahwa tanpa kesejahteraan yang memadai, kontribusi mereka bagi kemajuan ekonomi akan terhambat. Selama ini dalam analisa apriyanto upah buruh memang tergolong rendah ditengah kebutuhan ekonomi yang melejit. dilihat dari indikator rata-rata upah minimum saja, besarannya masih rendah, yakni di bawah Rp 3 juta per bulan. Tidak sampai separuh dari total provinsi di Indonesia yang upah minimumnya di atas Rp 3 juta per bulan. Di beberapa provinsi, upah minimumnya bahkan di bawah Rp 2 juta per bulan, seperti Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Ach. Apriyanto Romadhan. (Foto:IP) Dalam konteks ini, Apriyanto menggarisbawahi perlunya negara untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan buruh. “Kebijakan-kebijakan pro-buruh perlu diperkuat dan diimplementasikan secara efektif,” tandasnya. Ia menyoroti pentingnya peningkatan upah yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, perlindungan hak-hak buruh, serta penyediaan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Lebih lanjut, Apriyanto menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan buruh tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat. “Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, serikat buruh, dan lembaga sosial sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan di mana buruh dapat merasakan dampak positif dari pembangunan ekonomi,” jelasnya. Di akhir wawancaranya, Apriyanto mengajak semua pihak untuk merenungkan makna sebenarnya dari Hari Buruh. “Hari Buruh bukan hanya soal perayaan atau peringatan, tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan kondisi buruh saat ini dan untuk berkomitmen dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mereka,” tandasnya sambil mengakhiri perbincangan.
Kuliah Tamu Nasional “TB Awareness on Campus” Dorong Kesadaran Bersama dalam Pencegahan TBC

Rabu, 24 April 2024 18:28 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 24 April – Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), bekerja sama dengan Rekat Peduli Indonesia dan Bakrie Center Foundation, menggelar Kuliah Tamu Nasional dengan tema “TB Awareness on Campus”. Kegiatan ini diadakan di Aula Sidang GKB 4 Lantai 4 dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Kesejahteraan Sosial angkatan 2020, 2021, 2022, dan 2023. Acara ini dibuka langsung oleh Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD selaku Wakil Rektor IV UMM. Dosen Psikologi ini menekankan dukungan kampus secara penuh terhadap kerjasama ini. Beliau berharap agar kegiatan ini dapat melahirkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC), termasuk melalui pelatihan, praktikum/magang di Bakrie Center Foundation, serta pemberian beasiswa kuliah kepada mahasiswa yang berperan aktif dalam proyek tersebut. Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, Kaprodi Kesos FISIP UMM sedang memberi sambutan.(Foto:Eko) Ani Herna Sari, S.IP, M.Med. Kom, selaku Executive Director Yayasan Rekat Peduli Indonesia, selaku pembicara pertama menyampaikan materi mengenai “Mencegah Stigma pada Orang dengan TBC. Ada beberapa startegi yang bisa dilakukan khususnya fokus pada korban/Penderita yakni Kampanye TB dan Sosialisasi TB. Beberapa yang bisa dilakukan meliputi konseling, pemahaman, dan dukungan psikologis bagi penderita. Tujuanya adalah meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri bagi penderita agar terus termotivasi untuk hidup dan sembuh. Sementara itu, Sutarwi Susilowati, S.Si, M.Kes, dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, membahas “Program Penanggulangan TBC di Jawa Timur”. Beliau fokus menjelaskan keberhasilan startegi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penanganan TBC. Startegi tersebut mencakup penguatan komitmen dan kepemimpinan pemerintah daerah, peningkatan akses layanan yang berkualitas, intensifikasi upaya kesehatan, penelitian, pengembangan, inovasi, serta peningkatan peran serta komunitas dan pemangku kepentingan lainnya. Dr. Rinekso Kartono, M.Si, Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM Malang menyoroti Problem TB dalam perspektif sosial. Dalam pemaparannya, Rinekso Kartono tidak hanya menyoroti aspek medis dari TBC, tetapi juga memperkenalkan problematika tersebut dari sudut pandang sosial. Ia menjelaskan bahwa TBC tidak hanya menjadi masalah kesehatan fisik, tetapi juga menimbulkan dampak sosial yang signifikan bagi individu dan masyarakat. Melalui pendekatan sosial, Rinekso Kartono membahas berbagai faktor yang mempengaruhi penyebaran dan penanganan TBC, termasuk stigma yang melekat pada penderita, ketidaksetaraan dalam akses terhadap layanan kesehatan, serta tantangan ekonomi dan budaya yang memengaruhi upaya pencegahan dan pengobatan. (*/its)