Pakar Sosiologi UMM Menyoroti Dimensi Puasa dari Aspek Sosiologis

Minggu, 10 Maret 2024 22:42 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 11 Maret 2024 – Dalam pandangan yang menggugah, Pakar Sosiologi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Abdus Salam, S.Sos,M.Si membawa sorotan kepada dimensi puasa tidak hanya dari sudut pandang spiritual, tetapi juga dari perspektif sosiologis. Puasa, sebagai praktik ibadah yang dijalankan umat Muslim selama bulan Ramadan, telah menjadi aspek sentral dalam kehidupan sosial dan agama di berbagai belahan dunia. Namun, menurut Abdus Salam, melihat puasa hanya dari sudut pandang agama saja dapat mengaburkan pemahaman akan implikasi sosialnya. “Dalam kacamata sosiologis, puasa tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga sebuah praktik sosial yang membentuk dan memengaruhi struktur sosial masyarakat,” ungkap Salam. Salah satu dimensi yang ditekankan Abdus Salam adalah solidaritas sosial yang diperkuat oleh praktik puasa. Menurutnya, ketika seorang individu menahan diri dari makan dan minum, mereka secara tidak langsung menjadi lebih sensitif terhadap penderitaan orang lain yang kurang beruntung. “Puasa menciptakan kesadaran kolektif akan kesenjangan sosial dan kebutuhan orang lain. Ini bisa menjadi pemicu bagi tindakan solidaritas dan kepedulian yang lebih besar dalam masyarakat,” jelasnya. Abdus Salam, S.Sos, M.Si ( Foto: UMM) Selain itu, Abdus Salam juga menggarisbawahi peran puasa dalam membentuk jaringan sosial yang kuat. “Puasa memberi peluang bagi orang-orang untuk berkumpul dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti tarawih dan berbuka bersama. Ini memperkuat ikatan sosial dan memperluas jaringan komunitas,” tambahnya. Namun, pria kelahiran madura yang punya pengalaman panjang di dunia pemberdayaan masyarakat juga menekankan pentingnya tidak mengabaikan aspek keseimbangan sosial dalam praktik puasa. “Ada risiko bahwa puasa dapat meningkatkan kesenjangan sosial jika tidak dikelola dengan baik. Misalnya, tekanan ekonomi bagi mereka yang kurang mampu untuk menyediakan hidangan berbuka puasa yang layak,” paparnya. Sebagai penutup, Abdus Salam menegaskan perlunya pendekatan yang holistik dalam memahami puasa, yang tidak hanya mempertimbangkan dimensi spiritual, tetapi juga implikasinya dalam konteks sosial masyarakat. Dengan demikian, pemahaman akan praktik puasa dapat lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi oleh masyarakat modern saat ini.
AMI FISIP UMM Sukses Tunjukan Implementasi IQASS

Minggu, 03 Maret 2024 17:39 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 28 Februari 2024, Field Audit Mutu Internal (AMI) tahap pertama di lingkungan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang telah dilaksanakan. Hadir seluruh auditee yang terdiri dari kepala UPPS, lima kepala prodi dan tim sistem penjaminan mutu UPPS – Prodi serta ketua Gugus Penjaminan Mutu Internal FISIP sebagai observer. Tahapan field audit dibuka oleh Ketua Gugus Penjaminan Mutu Internal (GPMI) FISIP UMM, Dr. Frida Kusumastuti, M.Si, dilanjutkan dengan sambutan kepala UPPS FISIP Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si, lalu penjelasan field audit oleh Koordinator Auditor. Selanjutnya acara inti berupa konfirmasi dan konsultasi auditee dengan auditor yang terdiri dari Dr. Samin, M.T., IPM. (koordinator), Dr. Atok Miftahul Huda, M.Pd., dan Dr. Husamah, M.Pd. Foto bersama seluruh pejabat struktural FISIP UMM bersama tim BPMI. (Foto:Frida) Dekan selaku pelaksana mutu di UPPS dalam sambutan menjelaskan pentingnya hasil Audit Mutu Internal (AMI) 2023 ini sebagai bahan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tahun 2024. Dekan juga sangat berterimakasih kepada para auditor, “Siklus PPEPP yang telah UPPS lakukan, kemudian kami laporkan melalui sistem IQASS memang masih perlu di cross check oleh auditor, sehingga nanti benar-benar lengkap dan sahih sesuai dengan standart mutu internal UMM.” kata dekan. Sejak tahun 2023 Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMM telah meluncurkan iQASS sebagai sistem penjaminan mutu secara digital. Koordinator auditor, Dr. Samin, MT., IPM menyampaikan, “Sistem Penjaminan Mutu Internal UMM berbasis iQASS dibuat untuk pelaporan yang lebih efektif oleh auditee dan membantu auditor lebih akurat dalam melakukan tahapan audit ” Sebelumnya, melalui iQASS auditor telah melakukan desk audit dan memberikan catatan melalui fitur Daftar Tilik. Pada kesempatan field audit, para auditor tinggal mengonfirmasi dan memberi kesempatan kepada auditee untuk melengkapi dokumen sesuai catatan di Daftar Tilik. Field Audit diakhiri dengan penyerahan Berita Acara field audit Wakil Dekan 1 Najamuddin Khairurizal, M.A., Kaprodi Ilmu Kesejahteraan Dr. Fauzik Lendriono, M.Si, Kaprodi Ilmu Komunikasi Nasrullah, M.Si, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Muhammad Kamil, M.Si, Kaprodi Sosiologi Luluk Kumalasari, M.Si, dan kaprodi Hubungan Internasional Prof. Gonda Yumitro, P.hD. (FKW).
Yudisium FISIP UMM Hadirkan Optimisme Tinggi bagi Keberhasilan Lulusan

Minggu, 25 Februari 2024 21:45 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 24 Februari 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan acara yudisium Periode I tahun 2024. Acara yang diselenggarakan di Aula GKB 4 Lantai 9 ini dihadiri oleh seluruh jajaran Dekanat FISIP UMM, Dosen FISIP UMM, dan 131 calon wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 66 Laki-laki dan 65 Perempuan. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa ini bukti bawa proses akademik berjalan lancar karena mahasiswa berhasil melewati semua tantangan saat studi. “selamat kepada lulusan karena telah berhasil menyelesaikan tanggungjawab dan amanah dengan baik sesuai dengan standar FISIP UMM yang telah terbukti sangat baik, “ujar Muslimin. Profesor kelahiran Makasar Sulawesi Selatan ini juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pada Orang Tua/Wali lulusan atas kepercayaan menitipkan proses keberhasilan anaknya pada FISIM UMM. Dekan FISIP UMM dalam sesi sambutan Yudisium periode I tahun 2024. (Foto:Miko) Muslimin menambahkan bahwa sarjana FISIP UMM memiliki kapabilitas yang mumpuni sehingga harus percaya diri dalam menghadapi dunia kerja. Reputasi UMM dan FISIP sangat luar biasa dengan berbagai macam pengakuan yang itu menjadi modal sosial bagi lulusan. UMM telah memiliki akreditasi Unggul yang diikuti oleh semua Prodi di FISIP terkecuali IKOM yang telah mendapatkan pengakuan akreditasi internasional AUN-QA dan itu bukti bahwa mutu akademiknya sangat baik. Muslimin yakin bahwa lulusan FISIP UMM mampu menjadi penggerak untuk kemajuan Indonesia dan sukses dimasa depan. “kuncinya adalah terus bermimpi dan berusaha dengan sebaik mungkin “tambah Muslimin. Muslimin juga menitip pesan agar lulusan FISIP UMM dapat menunjukan etika, moral, dan akhlak yang baik dalam pergaulan serta memberikan kontribusi langsung untuk masyarakat disekitarnya. Firdaus Sulistijawan, S.Sos, MPSSp, yang di dapuk sebagai Orasi Ilmiah melihat potensi besar generasi Z dalam kemajuan dunia. Dengan mengambil judul “Gen Z: Generasi Yang Diperebutkan Ditengah Anomali Peradaban”, alumni sukses Kesejahteraan Sosial ini menyampaikan pandangannya tentang bagaimana Generasi Z memiliki peran yang vital dalam menghadapi tantangan-tantangan yang kompleks dalam peradaban saat ini. Dalam orasinya, Firdaus Sulistijawan menekankan bahwa Generasi Z bukan hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan kemampuan teknologi yang mereka kuasai dan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial, Generasi Z dianggap memiliki kesempatan yang besar untuk menciptakan solusi-solusi inovatif dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan adil. Yudisium kali ini juga mengukuhkan tiga terbaik Lulusan Fakultas. Mereka yakni Vani Rizka Fatmala dari Prodi Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,96 (terbaik I), Nurdzakya Maesaroh Santosa dari Prodi Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,85 (Terbaik II), dan Rossa Annindiya Raisa Mahardika dari Prodi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,85 (Terbaiki III). Ketiganya juga lulus dengan kategori tepat waktu yakni 3, 5 tahun. (*/its)
Peduli Sinkronisasi Data Tridharma PT, FISIP Adakan Webinar Nasional
Senin, 31 Januari 2022 10:04 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Negara telah membuat aturan yang jelas terkait pengembangan akademik dosen. Salah satunya yaitu bagaimana merekam kinerja publikasi dan pengabdian masyarakat oleh dosen. Tujuannya tentu agar terjadi sinkronisasi data dosen pada tingkat nasional serta peningkatan klusterisasi perguruan tinggi. Sayangnya, berbagai sistem yang dibangun oleh negara itu belum familiar di kalangan dosen, terutama bagi dosen yang belum akrab dengan dunia digital. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dosen terkait sinkronisasi data ini, FISIP UMM melalui Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP), hari ini (31/1) mengadakan webinar yang digelar secara daring. Webinar ini bertajuk Sosialisasi Update dan Sinkronisasi Google Scholar, Sinta, Sister dan Publon. Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Dr.Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA menjadi pembicara dalam webinar tersebut. Suasana webinar sinkronisasi data yang digelar hari ini secara virtual di FISIP UMM (foto: ist) Salahudin dalam pemaparannya menyampaikan bahwa update dan sinkronisasi publikasi dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen di Google Scholar, Sinta, Sister dan Publon sangat penting karena akan berpengaruh secara personal maupun kepentingan perguruan tinggi. Secara personal, hal itu akan sangat berpengaruh bagi peningkatan kepangkatan dan karir dosen. Sedangkan bagi perguruan tinggi, dengan adanya sinkronisasi maka data dosen itu akan terekam di Webometric dan menjadi acuan bagi akreditasi akademik. “Karena itu, sayang sekali jika rekan-rekan dosen sudah produktif nulis di Scopus misalnya, tapi karena tidak sinkron di Sinta jadinya sia-sia, tidak bisa menjadi syarat bagi peningkatan kepangkatan dosen,”ujarnya. Setidaknya ia memaparkan ada tiga sebab mengapa dosen perlu melakukan updating dan sinkronisasi GS, Sinta, Sister, Garuda dan Publon secara berkala. Yang pertama adalah sinkronisasi ini akan mendukung rekapan data dan kinerja publikasi pada SISTER. Dimana rekap data ini penting digunakan untuk pelaporan kinerja BKD-LKD, pengusulan jabatan fungsional dan pengusulan sertifikasi dosen. “Selain itu melalui sinkronisasi data ini, rekapan kinerja sitasi dan h-indeks publikasi juga akan mempengaruhi apakah kita layak atau tidak mengusulkan proposal penelitian dan pengabdian Kemendikbud yang terekam melalui SIMLITABMAS,”tambahnya. Sinkronisasi data ini menurut Salahudin juga akan mendukung peningkatan klasterisasi perguruan tinggi pada tingkat nasional dan perangkingan WEBOMETRIC pada tingkat internasional. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si mendukung penuh upaya PKSP untuk mensosialisasikan pentingnya sinkronisasi data tersebut. “Jika dulu kita bertukar kartu nama agar orang mengenal kita, sekarang orang diluar sana bisa mengetahui siapa kita dalam dunia akademisi dengan cara cukup mengecek akun Google Scholar, SINTA dan lain-lain. Hal ini tentu menjadi penting untuk melihat bagaimana kredibilitas akademik seorang dosen,”ungkap guru besar bidang komunikasi media tradisional ini. Dalam webinar ini, para peserta juga diajari secara langsung bagaimana teknis updating dan sinkronisasi data dosen melalui Google Scholar, SISTER, SINTA, Publon, portal Garuda, dsb. Menariknya, webinar ini tidak hanya diikuti oleh dosen FISIP UMM saja. Sejumlah dosen dari universitas swasta dan negeri dari berbagai penjuru Indonesia juga turut mendafatar menjadi peserta webinar. Tercatat ada yang dari kampus UB, Unmuh Kupang, Unmuh Sinjai, Unmuh Palopo, dan sejumlah kampus lainnya. (wnd)
Prodi Ilmu Komunikasi UMM Gelar Pelepasan Intensif Bagi Mahasiswa SCDC

Kamis, 25 Januari 2024 21:31 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Komunikasi (IKOM) FISIP UMM secara resmi melepas keberangkatan 40 mahasiswa School of Creative Digital Communication (SCDC) untuk mengikuti internship (Kamis, 25 Januari 2024). Selama kurang lebih 1 semester mahasiswa SCDC akan disebar di 17 insyitusi yang telah menjadi mitra dari Prodi Ilmu Komunikasi.Kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Dekanat FISIP, Ka. Prodi, Sekretaris Prodi, Kepala Lab dan Dosen-dosen Ilmu Komunikasi. Widiya Yutanti, M.A. (Hons) selaku penanggungjawab program SDCD ini melaporkan bahwa program ini merupakan Batch yang ke II. Dosen yang juga merangkap sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM ini menambahkan Kelas ini memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait pemanfaatan dan pengelolaan media sosial sebagai sarana branding meliputi strategi pemanfaatan fitur, KOL, optimasi konten, hingga implementasi dalam berbagai platform media sosial sesuai dengan kebutuhan.. “Ini cara kami IKOM memberikan kesempatan praktek ilmu langsung kepada mahasiswa, “ungkap Widia. Nasrullah, S.Sos, M.Si selaku Kaprodi IKOM menyatakan bahwa tujuan program ini menghasilkan mahasiswa yang professional. “karena itu salah satu kuncinya adalah kemahiran dalam menguasai Teknologi Informasi dan media sosial,”terang Nasrullah. Rektor UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si Rektor UMM (jaket merah) dalam pelepasan Intership SDCC Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya menyebut di FISIP UMM, SDCC yang merupakan bagian dari Center of Excellence (CoE) merupakan salah satu yang terbaik di FISIP UMM. “luar biasa SDCC ini merupakan paling lengkap dengan mitra terbanyak,”ujar Muslimin. Muslimin juga berpesan bahwa selain kompetensi yang harus ditunjukan, aspek etika dan moralitas juga tidak boleh diabaikan. “tunjukan bahwa mahasiswa UMM khususnya Ilmu Komunikasi yang telah meraik akreditasi Internasional FIBAA memiliki sikap, ahlak dan kompetensi yang memadai, “tutup Muslimin. Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Rektor UMM yang membuka secara simbolis kegiatan ini sangat mengapresiasi SDCC. “Program ini sangat luar biasa, karena memberikan penguatan skill dan mental secara nyata bagi mahasiswa di era disrupsi,”. Syamul menambahkan bahwa kegiatan ini harus betul-betul diikuti oleh mahasiswa dengan serius karena menjadi peluang besar bagi mereka untuk cepat terserap didunia pekerjaan.
FISIP UMM Kembali Menambah 2 Guru Besar Baru

Sabtu, 06 Januari 2024 11:33 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 6 Januari 2024 – FISIP UMM kembali mendapatkan kabar membahagiakan di awal tahun 2024. Dua dosen Sosiologi FISIP UMM berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar yakni Prof. Vina Salviana Darwis Soedarwo dan Prof. Dr. Wahyudi, M.Si. Kedua Guru Besar yang menggenapkan 7 Guru Besar di FISIP UMM langsung dikukuhkan oleh Rektor UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi dan juga dihadiri oleh oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK RI), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., seluruh Wakil Rektor UMM, Dewan Guru Besar UMM, Kepala LLDIKTI Wilayah 7, Pejabat Struktural di FISIP UMM dan kolega kedua guru besar dari berbagai macam kalangan yang datang dari dalam dan luar kota Malang. Prof. Vina Salviana Darwis Soedarwo dengan keahlian bidang Ilmu Sosiologi mengambil topik “Model Pendidikan Politik Partisipatif Integratif Plus Bagi Generasi Emas: Sebuah Formula Untuk Politisi Perempuan Dalam Membangun Kualitas Keluarga Indonesia”. Vina menyebut saat ini menjadi penting kiranya mempersiapkan suatu generasi emas agar baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesadaran dan juga sikap serta tindakan bahwa membangun keluarga yang berkualitas. Caranya dengan memberikan ruang kepada perempuan untuk berdaya secara ekonomi, sosial dan politik sehingga harapan keluarga berkualitas tinggi akan memberikan kontribusi bagi tingginya poin bangga seperti yang ditargetkan pemerintah. Prof. Dr. Wahyudi, M.Si dan Prof. Dr. Vina Salviana Soedarwo, M.Si bersama seluruh Guru Besar FISIP UMM sebelum pengukuhan “Untuk mencapai itu semua perlu melalui proses panjang dengan memberikan pendidikan politik sejak awal pertama di dalam keluarga melalui pemahaman sederhana, di sekolah dengan model demokrasi deliberative”, ujar Vina. Tujuanya adalah generasi post Z yang berhasrat masuk ke dalam partai politik sudah memiliki pengetahuan, kesadaran dan sikap berpolitik yang etis. Selain itu hal tersebut juga berfungsi untuk mengimplementasikan model pendidikan politik partisipatif berbasis civil society dan juga sensitivitas gender yang pada gilirannya akan membuahkan politisi perempuan yang berkualitas yang mendapat dukungan dari teman kader laki-laki. Politisi erempuan akan memiliki kesadaran dan kemampuan yang memadai untuk mencapai target Bangga yang tinggi menuju Indonesia emas. Inilah yang saya sebut sebagai model pendidikan politik partisipatif integratif plus, “tutup Vina Prof. Dr. Wahyudi, M.Si dengan keahlian Ilmu Sosiologi menyoroti kontribusi kelas menengah dalam gerakan sosial. Dengan mengambil topik “Kontribusi Pranata Sosial Kelas Menengah Dalam Proses Produksi Kesadaran Profetik Aktor Gerakan Sosial Untuk Kedaulatan” menyoroti bagaimana keberhasilan gerakan sosial melalui peran kelas menengah yang terdidik. Bagi Wahyudi kemiskinan, penderitaan, kesengsaraan, ketidak-berdayaan, penistaan, korupsi, kolusi, nepotisme, kerusakan lingkungan, bencana sosial, bencana alam, perampasan kedaulatan rakyat, dan katastropi kehidupan lainnya, bukanlah urusan satu suku saja, bukan urusan satu agama saja, bukan urusan satu ras saja, bukan pula urusan satu golongan saja. “Semua itu urusan kita semua, khususnya kita sebagai bagian dari kelas menengah yang terdidik, “ tegas Wahyudi. Oleh karena itu, harus tetap ada gerakan sosial yang dipimpin oleh para aktivis pro kedaulatan rakyat untuk menghilangkan sekat sekat kehidupan yang menyesatkan, untuk membawa suasana kebangsaan yang membahagiakan dan menentramkan semua insan. Indonesia adalah rumah kita semua, rumah kita bersama. Rektor UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi sangat mengapresiasi pencapaian luar biasa ini. “semoga kehadiran 2 Guru Besar baru ini semakin memperkuat keunggulan Prodi Sosiologi UMM baik di jenjang S1, S2, maupun S3 ditengah disrupsi yang dialami oleh banyak prodi di kampus”, terang Syamsul. Kedepanya harapan UMM, semoga kepakaran beliau-beliau ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-bainya untuk membantu misalnya beberapa perubahan sosial ditengah masyarakat. (*/its)
UMM Kembali Kukuhkan 3 Guru Besar dari FISIP

Senin, 25 Desember 2023 19:25 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 23 Desember 2023 – FISIP UMM kembali mendapatkan kabar membahagiakan di akhir tahun 2023. Tiga dosen FISIP UMM dikukuhkan sebagai Guru Besar yakni Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si (Ilmu Pemerintahan), Prof. Dr. Asep Nurjaman (Ilmu Pemerintahan), dan Prof. Gonda Yumitro, PhD (Ilmu Hubungan Internasional). Ketiga Guru Besar tersebut langsung dikukuhkan oleh Plt Rektor UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi dan juga dihadiri oleh oleh seluruh Wakil Rektor UMM, Dewan Guru Besar UMM, Kepala LLDIKTI Wilayah 7, Pejabat Struktural di FISIP UMM dan kolega ketiga guru besar dari berbagai macam kalangan yang datang dari dalam dan luar kota Malang. Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si dengan keahlian bidang Ilmu Pemerintahan mengambil topik “New Urban Governance Tata Ruang Kota Untuk Mewujudkan Kota Berkelanjutan”. Saat ini dunia pemerintahan harus sudah menerapkan model e-Governance dan smart city untuk lebih menghadirkan pelayanan publik yang efisien dan efektif. Karena itu diperlukan adopsi teknologi informasi dalam model pelayanan serta lebih menghadirkan partisipasi masyarakat dalam Pembangunan. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin M.Si (Merah) bersama dengan 3 Guru Besar baru FISIP UMM. “e-Government adalah penerapan informasi teknologi hingga proses fungsi pemerintah dalam menyediakan informasi digital dan layanan transaksi online kepada warga, merupakan salah satu model dari new urban governance” ujar Tri. Karena itu tambah Tri semua pemerintahan Kota wajib melaksanakan e-government dengan sempurna agar tercipta layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien dan efektif. Prof. Gonda Yumitro, PHD dengan keahlian Politik Islam menyoroti startegi deradikalisasi di Indonesia. Dengan mengambil topik “Model Comprehensive Collaboration Dalam Program Deradikalisasi Mantan Teroris Indonesia” menyoroti terorisme sebagai sesuatu hal yang rumit karena selalu bergerak sejalan dengan perkembangan yang ada. “Deradikalisasi sebagai strategi soft power melawan terorisme perlu dilakukan dengan framework multi agent dan dalam waktu yang berkelanjutan” terang Gonda. Dengan demikian jelas Gonda semua program dengan melibatkan berbagai stakeholder perlu dilakukan secara kolaboratif untuk melakukan pencarian lebih dalam mengenai dorongan yang membuat napiter menjadi radikal, meningkatkan pendanaan dalam program deradikalisasi, memberikan kesejahteraan dan menjamin kehidupan mantan napiter setelah bebas dari penjara, serta membantu mantan napiter berintegrasi kembali dengan masyarakat menjadi hal penting dalam program deradikalisasi. “Dengan demikian persoalan psikologi, sosial ekonomi dan pemahaman para mantan teroris diselesaikan dengan 3 H (heart, hand, head) approach. Dengan memahami akar persoalan, dan dinamika yang berkembang, maka program deradikalisasi atau pun kontra deradikalisasi yang dilakukan akan bisa lebih efektif berjalan. Berbagai tantangan yang ada dapat dijadikan acuan bagi pemerintah untuk memperbaiki program deradikalisasi terhadap mantan teroris Indonesia”, tutup Gonda. Prof. Asep Nurjaman, M.Si dengan keahlian Ilmu Politik melihat bagaimana eksistensi Partai Politik Islam di Indonesia khususnya pasca reformasi. Dengan mengambil judul “Rekam Jejak Partai Islam: Dinamika Sistem Kepartaian Indonesia Setelah Era Suharto”, Asep menyoroti hubungan kompleks antara merosotnya kinerja partai-partai Islam dengan dinamika sistem kepartaian pasca lengsernya Soeharto. Perubahan sistem pemilu dari daftar tertutup proporsional menjadi daftar terbuka turut menyebabkan penurunan perolehan suara partai petahana, khususnya Partai Islam, yang berimplikasi pada lingkungan politik. Saat ini terlihat kemunduran serius partai Islam karena perolehan suara yang relatif tidak signifikan. “Sifat transformatif dari sistem pemilu multipartai di Indonesia pasca-Suharto telah membuat struktur partai menjadi lebih dinamis dan cair. Hal ini berdampak pada partai-partai keagamaan, yang pernah mempunyai pengaruh besar dalam politik Indonesia, namun belakangan ini sudah tidak lagi bersaing dalam pemilu apalagi untuk bisa menang, “tutup Asep. Plt. Rektor UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi sangat mengapresiasi pencapaian hebat ini. “ini salah satu bentuk bahwa UMM berhasil menghasilkan dosen-dosen yang sangat berkompeten sehingga layak disebut sebagai Profesor”, tegar Syamsul. Kedepanya semoga ketiganya sesuai harapan UMM mampu memanfaatkan kepakaran yang dimiliki uuntuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat yang kebermanfaatanya dapat dirasakan langsung untuk kepentingan masyarakat. (*/its)
Hadirkan Mantan Dubes Kolombia, Lulusan FISIP UMM dibekali Kiat Adaptasi di Era Disrupsi

Minggu, 03 Desember 2023 22:34 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 2 Desember 2023 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan acara yudisium Periode VI tahun 2023. Acara yang diselenggarakan di Aula GKB 4 Lantai 9 ini dihadiri oleh seluruh jajaran Dekanat FISIP UMM, Dosen FISIP UMM, dan 264 calon wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 128 Laki-laki dan 136 Perempuan. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya menyebut ini bukti bawa proses akademik berjalan lancar karena mahasiswa berhasil melewati semua tantangan saat studi dengan baik. “Selamat kepada semua lulusan karena telah berhasil menyelesaikan tanggungjawab dan amanah dengan kerja keras yang luar biasa, “ujar Muslimin. Profesor kelahiran Makasar Sulawesi Selatan juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pada Orang Tua/Wali lulusan atas kepercayaan menitipkan proses keberhasilan anaknya pada FISIP UMM. Dekan FISIP UMM dalam sesi sambutan Yudisium periode VI tahun 2023. (Foto:Fahri) Muslimin menambahkan bahwa sarjana FISIP UMM memiliki kompetensi yang mumpuni sehingga harus percaya diri dalam berkompetisi di dunia kerja. Reputasi UMM dan FISIP sangat luar biasa dengan berbagai macam pengakuan yang itu menjadi modal sosial bagi lulusan. UMM telah memiliki akreditasi Unggul yang diikuti oleh semua Prodi di FISIP terkecuali IKOM yang telah mendapatkan pengakuan akreditasi internasional AUN-QA dan FIBAA. Semua itu bukti bahwa mutu akademiknya sangat baik. Muslimin yakin bahwa lulusan FISIP UMM mampu menjadi penggerak di era disrupsi ini. “kuncinya adalah meningkatkan literasi digital dan kreatifitas agar mampu sukses di era yang kompetisinya makin ketat dengan kehadiran mesin, “tambah Muslimin. Muslimin yakin bahwa lulusan FISIP UMM telag memiliki bekal yang cukup untuk bisa sukses di dunia kerja. Selanjutnya, salah satu big chalengges yang dialami oleh lulusan Perguruan Tinggi adalah kehadiran artificial Intelegence (AI). Diperkirakan 83 juta pekerjaan akan hilang sebagai imbas kehadiran AI. Tentu saja itu merupakan ancaman besar bagi generasi muda yang jelas-jelas sangat membutuhkan pekerjaa. Karena itu diperlukan strategi yang tepat dan cerdas agar tetap dapat survive. Dengan demikian menurut Dr. HC. Priyo Iswanto, M.H yang didaulat sebagai orator ilmiah menenekankan pentingnya meningkatkan daya saing. Pria yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kolombia tahun 2017-2021, menegaskan AI adalah sebuah keniscayaan yang disaat bersamaan selain menghasilkan hilangnya banyak pekerjaan juga sangat berpotensi memunculkan pekerjaan baru atau membuat pekerjaan tertentu menjadi semakin penting. “Beberapa jenis pekerjaan yang dimaksud seperti analisis riset pasar, konsultan kebijakan, analis politik, wirausaha, marketing dan aktifis LSM, “terang Priyo. Jenis pekerjaan tersebut akan semakin dibutuhkan dimasa depan. Lebih jauh Priyo yang juga menjabat Staf Khusus Rektor Bidang Kerjasama Internasional UMM Malang menegaskan bahwa kuncinya adalah meningkatkan daya saing melalui belajar teknologi yang konsisten dan menumbuhkan jiwa enterpeneurship. Yudisium kali ini juga mengukuhkan tiga terbaik Lulusan Fakultas. Mereka yakni Annisa’ Gina Islami dari Prodi Hubungan Internasional dengan IPK 3,89 (terbaik I), Indri Marlindasari dari Prodi Hubungan Internasional dengan IPK 3,87 (Terbaik II), dan Rosa Ayu Dwi Nurrohmah dari Prodi Kesejahteraan Sosial dengan IPK 3,87 (Terbaiki III). Ketiganya juga lulus dengan kategori tepat waktu yakni 4,2 bulan. (*/its)
SIBI FISIP UMM Bahas Aspek Sosial dan Politik Indonesia

Jum’at, 24 November 2023 01:34 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sesi kedua pelaksanaan SIBI FISIP UMM (21/03/2023) fokus memotret fenomena Indonesia dari aspek sosial dan politik Indonesia. Sebagai pembicara pertama, Prof. Greg Barton dari Alfred Deakin Institute, Australia, mengambil judul The Contributtion of Indonesian Islam to Political and Social Reform”. Secara gamblang Greg menggambarkan bahwa demokrasi mengharuskan Islam mendapat tempat dalam wacana publik, wacana politik, gerakan sosial, dan kehidupan publik secara umum. Karena itu hubungan antara agama dan negara perlu dimediasi melalui ruang sipil tanpa paksaan dari pihak manapun, terlepas dari negara Dalam pandangan Greg, Islam berhasil berkontribusi terhadap perubahan/perbaikan kehidupan sosial dan politik. “pemikiran islam berhasil menggerakan Masyarakat sipil untuk melakukan gerakan sosial seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh islam seperti Amien Rais, Nurcholish Madjid, dan Abdurrahman Wahid, “jelas Greg. Lebih dalam Greg membuktikan bahwa Para intelektual dan pemimpin Islam berada di garis depan dalam mendorong reformasi demokratis. Assisten Prof. Yufita, NG saat sesi presentasi via daring. (foto:Idat) Assisten Prof. Yufita, NG dari Department of Southeast Asian Studies, Wanzao Ursuline University of Languages, Taiwan, selaku pembiacara kedua mengambil topik tentang Pemahaman Generasi Kedua dari Keluarga Pernikahan antar Negara (Indonesia-Taiwan) terhadap Budaya Ibu Setelah Pengimplementasian kebijakan NSP. New Southbound Policy (NSP) memiliki prinsip menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan Taiwan dengan negara-negara dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kerjasama tersebut diwujudkan berdasarkan beberapa pilar seperti kerjasama ekonomi dan perdagangan dan pertukaran antar masyarakat. “Kebijakan NSP ini telah meningkatkan kerjasama yang mengungtungkan antara Indonesia dan Taiwan. “ujar Yufita. Kerjasama tersebut misalnya penandatanganan kerjasama peningkatan Agribisnis antara keduanya pada tahun 2016. Sedangkan Elena Richitteli, M.A dari L’Orientale Naples Unversity,Italy, sebagai pembicara terakhir melihat kontribusi budaya dalam melakukan perlawanan dan perubahan sosial. Dengan mengambil judul “Pengetahuan Lokal yang Mengilhami : Sastra, pemberdayaan dan Perlawan, Elena mengambarkan konsep pengetahuan lokal dalam novel orang-orang oetimu. Oetimu adalah sebuah desa yang terletak pelosok kecil di Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya minum sopi (minuman khas Oetimu yang dibuat dari sulingan lontar) untuk penyatuan sosial. Masyarakat disana melawan masalah sosial dengan sumber daya komunitasnya dan itu dikonsolidasikan salah satunya melalui tradisi minum kopi.
SIBI FISIP UMM Kaji Kerusakan Lingkungan

Rabu, 22 November 2023 02:09 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMM Sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) pada Selasa dan Rabu, 21-22 November 2023. SIBI ke II ini mengangkat tema: Efek Post Industrial dalam Krisis Perubahan Iklim menjadi Tantangan Kedigdayaan Pengetahuan Lokal. Dengan menghadirkan sembilan pembicara dari beberapa negara. Para narasumber yang diundang adalah mereka yang fasih berbahasa Indonesia Di sesi pertama pembicaranya adalah Dr. Islahuddin, MA dari Fatony University, Thailand dan Gautam Kumar Jha, Ph.D (Center for Chinnese &Southeast Asian Studies, Jawaharlal Nehru University, India). Adapun moderatornya adalah Nasrullah, S.Sos, M.Si selaku Dosen Ilmu Komunikasi UMM Malang. Dr. Islahuddin, MA sebagai pembicara pertama mengambil judul berupa “Pengetahuan Lokal dalam Sistem Pendidikan dan Koperasi Islam di Thailand (Patani)”. Islahudin membuktikan bahwa Islam membawa banyak perubahan positif untuk masyarakat patani berupa pemerataan karir secara terorganisasi dan professional, penghasilan masyarakat lebih meningkat dan terkendali, perubahan pola masyarakat ke arah lebih maju dan modern, dan perubahan perilaku keislaman lebih tampak dalam masyarakat. Gautam Kumar Jha, Ph.D saat sesi presentasi via daring. (foto;Idat) “Nilai-nilai islam juga berkontribusi terhadap sikap masyarakat di Patani yang lebih perduli terhadap lingkungan, ”ujar Islahudin. Pendidikan islam mampu membuat masyarakat berusaha untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi selanjutnya. Pendidikan islam tambah Islahudin mengajarkan manusia untuk melakukan tindakan nyata untuk berkontribusi pada pencegahan pemanasan global yang lebih parah. Sementara itu, Gautam Kumar Jha, Ph.D menekankan pentingnya kearifan lokal dan menjaga lingkungan dari kerusakan. Dengan mengambil topik “Kearifan Lokal: India dan Indonesia” melihat kerusakan lingkungan sebagai dampak dari globalisasi yang melahirkan industrialisasi yang sangat berlebihan. “Banyak industry-industri yang merusak lingkungan misalnya dari gas emisi nyang dihasilkan dan limbah yang dibuang ke sungai, “terang Gautam. Lebih jauh Gautam menyampaikan bahwa dalam konteks globalisasi dan konsumsi berlebihan, seringkali terlupakan bahwa aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan dapat memberikan beban berat pada lingkungan, atau “Ibu Bumi.” Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan dampak negatif terhadap lingkungan seringkali diabaikan dalam siklus konsumsi dan produksi ini. Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan terhadap dampak globalisasi terhadap konsumsi yang tidak berkelanjutan dan perluasan kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kearifan lokal merupakan salah satu pilar penting yang jika dilestarikan dengan baik dapat membantu dalam pembangunan berkelanjutan atau ‘sustainable development’. “Indonesia dan India memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sejak dulu kala mengajarkan pada Masyarakat untuk menjaga lingkungan, “jelas Gautama. Karena itu dalam pandangan Gautam, nilai-nilai tersebut harus terus dikampanyekan saat ini agar mampu membentuk paradigma Masyarakat yang berkelanjutan. (*its)