Gandeng Praktisi hingga Pemerintah, UMM Dorong Transformasi Kesejahteraan Sosial Inklusi

Jum’at, 20 Desember 2024 08:53 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Suasana foto bersama Rektor UMM, Dekan FISIP UMM dan Kaprodi Kesejahteraan Sosial UMM. (Foto: Tim Dokumentasi Kesejahteraan Sosial) Upaya transformasi kesejahteraan sosial di Indonesia kembali mendapat dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Nasional bertajuk “Paradigma Baru dalam Manajemen Pembangunan Kesejahteraan Sosial di Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/12) di Aula Lantai 9 Gedung GKB 4 UMM ini menghadirkan lima narasumber utama yang membahas paradigma baru dalam pengelolaan kesejahteraan sosial. Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, praktisi hingga pekerja sosial ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong penggunaan teknologi digital sebagai solusi inovatif dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Dalam paparan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si menegaskan pentingnya paradigma baru dalam manajemen kesejahteraan sosial berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Negara menjadi mediator keadilan sosial berbasis Pancasila, pastikan akses setara dan empati kemanusiaan bagi seluruh masyarakat. Pengelolaan berbasis teknologi digital akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesejahteraan sosial. Partai politik dan distribusi sumber daya perlu dievaluasi agar adil dan tepat sasaran, guna mengatasi ketidakadilan dan ketimpangan sosial, serta membangun hubungan kemanusiaan yang sejahtera. “Muhammadiyah secara gamblang mengedepankan empati kemanusiaan tanpa melihat golongan atau kelompok, seluruhnya harus diberi perhatian dalam menjalankan kehidupan iman dan berketuhanan.” Jelas Beliau. UMM terus berupaya menjadi pionir dalam pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial sebagai spirit gerakan Muhammadiyah. Disisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elistianto Dardag, B.Bus., M.Sc menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar dapat menjawab kebutuhan sosial di tengah perubahan yang cepat. Kompleksitas permasalahan sosial menuntut semua pihak berkolaborasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung pencapaian masyarakat yang lebih sejahtera. Paradigma baru kesejahteraan sosial mencakup digitalisasi layanan publik, perubahan ekonomi, integrasi jaring pengaman sosial, dan dukungan keluarga untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Alumni penggerak pemberdayaan masyarakat, Luthfi Jayadi Kurniawan menyambut baik acara kuliah umum ini. Menurutnya, tema paradigma baru diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas pelayanan sosial untuk kesejahteraan sosial masyarakat yang lebih baik. Beliau berbagi pengalaman praktis dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan kesejahteraan sosial berbasis komunitas. Transformasi layanan sosial di era digital saat ini tidak bisa dielakkan. Paparan Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. menekankan tentang pentingnya semua pihak untuk kolaboratif memanfaatkan teknologi alternatif berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan sosial. “Transformasi berbasis digital dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci menuju pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih adaptif dan responsif,” ujar Dr. Fauzik yang juga sebagai Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM. Peserta kuliah umum mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan para pembicara. Kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber melalui sesi tanya jawab semakin memperkaya pemahaman peserta. Materi yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan praktis di lapangan menjadi nilai lebih dari kegiatan ini. Sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan, UMM berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing secara nasional dan global. Melalui kegiatan ini, UMM menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi. (htr)
Universitas Mulawarman Lirik Program Unggulan FISIP UMM

Rabu, 18 Desember 2024 09:32 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan studi banding dari Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam pertemuan tersebut UNMUL Samarinda, Kalimantan Timur mengulik berbagai program-program yang ada di FISIP UMM. Pertemuan tersebut dilakukan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 pada hari Selasa (17/12). Sejumlah lima belas orang lebih dari Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Kalimantan Timur mengaku bahwa Universitas Muhammadiyah Malang telah menjadi inspirasi dalam mengembangkan strategi program di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kunjungan ini dihadiri oleh Dekan, yaitu Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si, Wakil Dekan III, yaitu Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si dan Wakil Dekan I yautu Najamuddin Khairur Rijal, S.IP.,M.Hub.Int. Selain itu, ketua umum dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang ada di FISIP juga turut hadir dan bergabung dalam forum. Program CoE menjadi salah satu program unggulan yang seringkali digaungkan dan menjadi daya tarik bagi para calon mahasiswa. FISIP UMM memiliki empat program studi, meliputi Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Ilmu Pemerintah, Hubungan Internasional (HI), dan Ilmu Komunikasi. Masing-masing dari program studi tersebut memiliki program CoE tersendiri. Mulai dari Kelas Profesional Analisis Pemerintah, Kelas Pemerintahan Desa, Kelas Profesional Paradiplomasi, Kelas Profesional Pemberdayaan Masyarakat, Kelas Profesional Manajer, dan CoE-SCDC. Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM terkait program CoE yang menjadi jawaban atas labeling perusahaan terhadap Gen Z yang dinilai tidak berguna. “Program CoE menjadi jawaban atas labeling yang diberikan oleh perusahaan terhadap Gen Z yang dinilai useless,” ujarnya. Mengenai CoE, Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si. selaku Dekan 3 FISIP UMM memaparkan lebih lanjut terkait program CoE dan kelembagaan di FISIP UMM beserta hal pembeda antara organisasi yang ada di UMM dengan Universitas Muhammadiyah lainnya. “Universitas Muhammadiyah Malang membebaskan organisasi eksternal untuk berkesempatan bisa menjabat di berbagai organisasi atau himpunan, dan hal ini menjadi salah satu pembeda dengan Universitas Muhammadiyah lainnya yang tidak sebebas itu,” ujarnya. Tidak hanya membahas terkait hal tersebut, beliau juga menambahkan bahwasanya saat ini kemahasiswaan mendorong untuk pembuatan buku dan pengabdian masyarakat. Delegasi dari Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Kalimantan Timur. menyampaikan kesan positif setelah kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan menarik, terutama terkait program digitalisasi dan internasionalisasi yang dikembangkan di FISIP UMM. “Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak insight baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan FISIP UNMUL. Harapannya, kami bisa mempelajari dan mengaplikasikan sebagian dari program-program tersebut di kampus kami,” ujar Yasina, salah satu delegasi. Selain itu, mereka berharap kolaborasi dan sinergi antara FISIP UNMUL dan UMM dapat terus terjalin di masa mendatang. Kunjungan studi banding ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi wawasan dan inspirasi antara Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Kalimantan Timur dan Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui diskusi yang produktif dan pertukaran ide, kedua institusi berharap dapat terus memperkuat kerja sama di masa mendatang. Dengan adopsi program-program unggulan seperti CoE dan strategi internasionalisasi, diharapkan sinergi ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan, organisasi mahasiswa, dan kemajuan kedua fakultas, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia akademik di era modern. (mzl/fra)
Bermodalkan Pengalaman yang Ada di Dalam Hingga Luar Negeri, Cepi Mahasiswa HI berhasil Lulus dengan Kantongi Banyak Prestasi

Rabu, 18 Desember 2024 09:20 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kabar baik datang dari salah satu mahasiswi program studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM. Cepi Novia Tristantri, namanya menjadi sorotan di kalangan wisudawan UMM. Lulusan Prodi Hubungan Internasional (HI) ini berhasil meraih berbagai prestasi selama masa studinya. Cepi Novi Tristantri mengungkapkan bahwa menjadi mahasiswa prigram studi Hubungan Internasional (HI Program adalah salah satu impianya sejak ia duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama. “Prodi Hubungan Internasional (HI) menjadi keinginannya mulai saya masih SMP” ujarnya. Ia juga sangat senang dengan Program unggulan yang ada di prodi ini, COE (Center Of Excellence) kelas profesional para diplomasi menjadi kelas yang bisa mengasah skill berdiplomasinya, hingga ia semakin percaya diri dengan potensi yang ia miliki. Di dalam kelas ini terdapat materi yang menjadi poin penting mulai dari tentang peranan penting dan substate actor dalam Kerjasama luar negeri hingga strategi mengawali Kerjasama luar negeri bagi pemerintah daerah. Di kelas ini para mahasiswa akan memiliki skill-skill diplomasi kontemporer yang nantinya dapat diimplementasikan dalam program hubungan kerja sama luar negeri Pemerintah Daerah di tempat mereka masing-masing. Melalui program inilah, Cepi Novi Tristantri bisa magang di berbagai lembaga-lembaga pemerintah seperti di Pemerintah Kota, Pemerintah Daerah, Bank seperti Bappedalitbang Kota Probolinggo, PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton, dan di PT POMI Paiton (Paiton Operation and Maintenance Indonesia). “Saya berharap program CoE ini dapat berlanjut di UMM karena memberikan banyak manfaat. Mahasiswa benar-benar mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ungkap Cepi. Tak berhenti disitu Cepi Novi Tristanri juga berkesempatan menjadi penerima beasiswa di Asia University, Taiwan pada tahun 2022 lewat program spring virtual exchange, dan sekaligus sebagai penerima beasiswa djarum plus selama dua semester. Tentunya ini menjadi bukti kesungguhannya untuk mengambil berbagai kesempatan selama ia mampu. Cepi Novi Tristanri mengungkapkan berbagai ajang kepenulisan yang ia juarai seperti menjadi juara 2 baik di ajang HI Awards dan National Essay Competition. Dan menulis berbagai artikel jurnal ilmiah yang telah terindeks Sinta 3. Ia juga menerangkan aktif mengikuti kegiatan lainnya seperti menjadi semifinalis kegiatan nasional business plan competition pada tahun 2019, IMUN Online Conference 73.0 tahun 2021 dan menjadi salah satu delegasi AYIC Global Discussion Forum The Surging of Anti -Asian Racism and Xenophobia Fueled by Covid-19 dan dalam ajang ini menjadi best delegasi. Ia mengatakan, Sebagai seorang mahasiswa yang aktif, ia memiliki tips khusus dalam mengatur waktu. Ia menerapkan sistem prioritas dalam melakukan kegiatan sehari-hari, lalu membagi waktu untuk kegiatan yang mendesak dan penting. Selain itu, ia juga rajin mencatat semua kegiatan yang akan ia lakukan guna untuk menghindari dari lupa. Di balik semua kesuksesannya, Cepi mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya adalah kedua orang tuanya. “Saya ingin membahagiakan orang tua saya selama mereka masih ada, karena umur mereka semakin tua,” ujarnya. Tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, ia juga menjadikan kebahagiaan orang tua sebagai tujuan utama yang terus memotivasinya. Dedikasi Cepi dalam membagi waktu dan usahanya untuk tetap terorganisir adalah bukti bahwa keberhasilan tidak hanya datang dari kerja keras, tetapi juga dari niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang tercinta. (mzl/fra)
5 Fakta Unik FISIP UMM yang Bikin Kamu Makin Pengen Kuliah di Sini!

Minggu, 08 Desember 2024 07:47 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pengen masuk prodi terfavorit di UMM? prodi Ilmu Komunikasi FISIP jawabannya! Bukan cuma favorit di kampus aja, tapi juga udah diakui internasional, loh! Gimana nggak, sejak Juli 2023, Prodi ini resmi menyandang Akreditasi Internasional dari FIBAA, organisasi berbasis di Jerman. Wow, bukan main! Ini menambah koleksi prestasi setelah meraih Sertifikat AUN QA di tahun 2021. Selain predikat internasional, Ilmu Komunikasi FISIP UMM punya kekhasan digital creative communication di tiga peminatannya! seperti Public Relations, Jurnalistik dan Komunikasi Audio Visual yang kini semakin kekinian dengan nuansa kreatif digital. Belajar di sini nggak cuma soal teori, karena kurikulum 2023-nya berbasis luaran alias Outcome Based Education (OBE). Praktikumnya dijamin seru karena harus kolaborasi sama mitra dari dunia industri, usaha, atau dunia kerja. Plus, ada creative project yang harus dapet pengakuan publik dan juga tantangan buat nyelesain masalah nyata di masyarakat atau industri. Jadi, siap-siap deh jadi mahasiswa super kreatif yang relevan banget buat dunia kerja! Tahu nggak sih, Prodi Kesejahteraan Sosial di FISIP UMM itu ternyata prodi tertua loh! Jadi, sebelum FISIP seperti sekarang, awalnya fakultas ini bernama Fakultas Kesejahteraan Sosial, yang didirikan pada 11 Juli 1968. Waktu itu, fakultas ini masih jadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Baru dua tahun kemudian, di tahun 1970, FIS berubah nama jadi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan mulai berdiri sendiri, terpisah dari UMM Jakarta. Nah, Prodi Kesejahteraan Sosial ini jadi yang pertama di FIS dan resmi terdaftar lewat Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 16 April 1975. Dulu, kampusnya masih di Jl. Bandung No.1 Malang, dan sekarang udah berkembang banget! Kurikulum prodi ini selalu up-to-date dengan kebutuhan masyarakat, supaya mahasiswa nggak cuma punya ilmu, tapi juga keterampilan yang siap saing di dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga punya banyak kesempatan buat belajar langsung lewat praktikum dan fasilitas laboratorium yang mendukung. Jadi, nggak cuma teori aja, tapi juga pengalaman yang bikin kalian siap berkarier dan berprestasi di bidang Kesejahteraan Sosial. Keren, kan? FISIP UMM punya 5 Center of Excellence alias pusat unggulan yang bikin belajar di sini makin seru dan next level! Tiap prodi punya pusat unggulan yang super keren. Ada Sekolah Gerakan Kesejahteraan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat di Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial buat kamu yang pengen jadi jagoan pemberdayaan masyarakat, UMM-Trans Media Academy di Prodi Ilmu Komunikasi buat calon kreator konten profesional, Sekolah Konsultan Politik dan Pemerintahan di Prodi Ilmu Pemerintahan yang cocok banget buat kamu yang mau jadi pengamat atau konsultan politik handal, Paradiplomacy Institute di Prodi Ilmu Hubungan Internasional buat yang pengen belajar diplomasi lokal-global, dan Sekolah Hubungan Industrial Kompetensi Manager di Prodi Sosiologi untuk calon manajer andal di dunia kerja. Pusat-pusat ini nggak cuma buat gaya-gayaan, tapi beneran bikin kamu dapet skill praktis, pengalaman langsung dari dunia kerja, dan siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kuliah di FISIP UMM nggak cuma soal teori dan dapet gelar aja, tapi juga bikin kamu siap terjun ke dunia nyata dengan skill dan pengalaman yang mumpuni. Semua prodi di FISIP UMM sudah terakreditasi unggul lho! Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang terdiri dari lima prodi. Hampir semua prodi yang ada di Fisip terakreditasi “unggul” mulai dari Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, dan Hubungan Internasional. Ada satu prodi di FISIP UMM yang sejak tahun 2021 mendapatkan sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN) AUN QA yakni prodi Ilmu Komunikasi. Gimana udah tertarik buat pilih prodi di FISIP UMM?, sekarang gak perlu khawatir karena FISIP UMM jawaban dari kebingunganmu. FISIP UMM punya kegiatan seru untuk mahasiswa yang bikin hari-hari kamu jadi semakin produktif! FISIP UMM punya segudang kegiatan seru buat kamu, nih! Setiap program studi (prodi) di FISIP punya kegiatan praktikum yang beda-beda, lho. Misalnya, di Prodi Hubungan Internasional (HI) ada Model United Nations (MUN) dan Table Manner. Di MUN, kamu bakal ikutan simulasi sidang ala PBB. Seru banget, kan? Kamu bisa belajar langsung gimana proses sidang di PBB sambil merasakan jadi diplomat beneran! Eh, nggak cuma itu, ada juga Table Manner alias belajar tata cara makan internasional yang pastinya bikin kamu makin keren dan percaya diri. Belum cukup? Ada juga kegiatan magang riset, pengabdian masyarakat, sampai student mobility ke luar negeri! Gimana, makin tertarik kan? Yuk, gabung di FISIP UMM dan rasain sendiri keseruannya!. (mzl/fra)
Muhammadiyah Bekali Kader dengan Keterampilan Diplomasi Global

Rabu, 04 Desember 2024 12:36 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 1 Desember 2024 – Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bekerja sama dengan dorong perdamaian dan kemanusiaan global, HI UMM danLHKI PP Muhammadiyah Gelar “Muhammadiyah Diplomacy Training for Global Partnership”. Pelatihan intensif selama tiga hari (29 November – 1 Desember 2024) ini berlangsung di Ruang Sidang Senat UMM dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, profesional, hingga mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di luar negeri. Seluruh peserta memiliki rekam jejak aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin. Sejumlah tokoh penting dari kalangan Muhammadiyah dan dunia diplomasi turut hadir sebagai pembicara, antara lain Prof. Dr. A. Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Tinggi Indonesia), Prof. Gonda Yumitro, Ph.D (Kaprodi HI UMM), Duta Besar Bunyan Saptomo, M.A. (Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria), Duta Besar Yuli Mumpuni Widarso, M.A. (Duta Besar Indonesia untuk Spanyol dan Aljazair), Duta Besar Dr. Priyo Iswanto (Duta Besar Indonesia untuk Kolombia), Dr. Imam Addaruqutni (Ketua LHKI PP Muhammadiyah), dan Yayah Khisbiyah, M.A (LHKI PP Muhammadiyah). Menariknya, seluruh pembicara memiliki keterikatan erat dengan keluarga besar Muhammadiyah. Selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek diplomasi, mulai dari diplomasi bilateral, multilateral, publik, digital, hingga diplomasi pendidikan. Selain itu, para peserta juga diajak untuk memahami peran penting Muhammadiyah dalam mewujudkan perdamaian dan kemanusiaan global. Materi-materi lain yang disampaikan meliputi penyusunan proposal kerjasama luar negeri, konferensi internasional, risalah Islam berkemajuan dan internasionalisasi Muhammadiyah, serta protokoler dan etika diplomasi. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat kapasitas diplomasi kader Muhammadiyah agar mampu berkontribusi secara aktif dalam kancah internasional. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam berkemajuan ke tingkat global. “Melalui pelatihan ini, kami ingin mencetak kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya memiliki pemahaman mendalam tentang Islam, tetapi juga memiliki kemampuan diplomasi yang mumpuni. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan antara Muhammadiyah dengan dunia internasional,” ujar Dr. Imam Addaruqutni, Ketua LHKI PP Muhammadiyah. (mfa)
Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) UMM Diikuti oleh Peserta dari Berbagai Benua

Rabu, 04 Desember 2024 07:03 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Penyerahan penghargaan oleh Dekan FISIP UMM kepada para narasumber SIBI 2024 (Foto: Hafis) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM mengadakan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) 2024 diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai benua. Lebih dari 80 peserta yang berasal benua asia, afrika dan asutralia. Pada tahun ini, Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) mengangkat tema “Glokalisasi sebagai Peluang dan Tantangan dalam Sosial Politik Kontemporer” untuk menjadi topik utama dalam bahasannya. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM mengadakan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) 2024 yang menghadirkan pembicara dari Universitas yang ada di Indonesia maupun yang ada di Luar Negeri. Ada empat pembicara yang berasal dari Makassar serta tiga sisanya berasal dari California, Malaysia dan Melbourne, Afrika. Pada tahun ini, Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) mengangkat tema “Glokalisasi sebagai Peluang dan Tantangan dalam Sosial Politik Kontemporer” untuk menjadi topik utama dalam bahasannya. Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) merupakan ajang untuk mengglobalisasikan bahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya Indonesia. Pembicara-pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri turut diundang untuk memberikan insight baru. Mohammad Bosha S.Si, M.P asal University of Africa sebagai pembicara pertama pada SIBI 2024 yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini menyampaikan pengalaman pribadinya dalam menghadapi stereotip yang ada selama tinggal di Indonesia. Mohammad Bosha S.Si, M.P menyampaikan banyaknya stereotip yang muncul di Indonesia tentang orang Afrika, mulai dari Afrika adalah satu negara padahal terdiri dari empat sampai lima negara. “Semua orang mikir bahwa Afrika itu one country satu negara tapi Afrika itu hampir terdiri dari empat hingga lima negara,” ujarnya. Mohammad Bosha juga selalu mendoronng teman-teman Internasional di Malang untuk bisa berinteraksi dengan sosial. Mohammad Bosha menganggap sosial adalah hal penting sehingga ia banyak berkolaborasi dengan sosial komunitas di Malang dengan menghadiri acara-acara tersebut Mohammad Bosha bisa mempresentasikan budayanya dan di waktu yang sama ia bisa mempresentasikan budaya lokal. Sebagai penutup Muhammad Bosha memperjelas bahwa untuk menghapuskan stereotip perlu adanya memperkaya pemahaman budaya. Tak kalah menarik dengan kajian budaya tentang stereotip yang disampaikan oleh Mohammad Bosha S.Si, M.P. Annisa R. Beta, Ph.D dari University of Melbourne yang mengisi SIBI secara daring, menyampaikan mengenai perempuan muda pada platform media sosial. Annisa R. Beta, Ph.D menyampaikan ketika seseorang memikirkan identitas kaum muda, khususnya perempuan muda secara online, penting adanya keterbukaan terhadap berbagai perbedaan, ambiguitas, dan kontradiksi. “Ketika kita memikirkan identitas kaum muda khususnya perempuan muda secara online kita harus terbuka dengan segala macam perbedaan, ambiguitas, kontradiksi jadi jangan mengexpect suatu identitas yang koheren,” ungkapnya. Pada akhir diskusinya ia menuturkan harapannya para akademisi dan para peneliti yang tertarik meneliti budaya digital dan politik terkait gender salah satunya perlu adanya memperhatikan sejarah budaya dan konteks sosial politik. “Saya berharap para akademisi, teman-teman peneliti yang ada di sini yang tertarik meneliti budaya digital dan politik terkait gender untuk pertama-tama memperhatikan dengan secara seksama sejarah budaya dan konteks sosial politik tertentu yang secara aktif,” ujarnya. Selain Annisa R. Beta, Grady Ryan Mitchell M.Li asal California State University San Marcos, menyampaikan bagaimana prinsip-prinsip demokrasi dalam konteks glokalisasi contohnya perbedaan kampanye yang ada di Amerika dan Indonesia dan melihat adanya perubahan gaya kampanye khususnya pada Pilpres tahun 2019 dengan tahun 2024. Sejalan dengan hal tersebut Dr. Sudirman Karnay, M.Si dari Universitas Hasanuddin Makassar yang menjelaskan pernikahan keluarga bangsawan Bugis Makassar. Ia mengungkapkan bahwa prosesi pernikahan keluarga bangsawan di Kabupaten Wajo tidak hanya merupakan ritual yang kaya akan simbolisme, tetapi serat akan makna. “Prosesi pernikahan keluarga bangsawan di Kabupaten Wajo tidak hanya merupakan ritual yang kaya akan simbolisme, tetapi juga mencerminkan dinamika interaksi budaya yang kompleks melalui perspektif glokalisasi dan hibriditas.” ujarnya. Sehingga dalam penelitianya menegaskan pentingnya melestarikan dan mendalami makna simbolik dalam budaya pernikahan Bugis sebagai bagian dari identitas sosial dan warisan budaya. Di dalam rangkaian seminar ini menjadi wadah para akademisi untuk mengungkapkan pemikiran dan gagasan berkaitan dengan penelitian. Terlaksananya Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) 2024, menjadi peluang terjadinya pertukaran informasi secara teknis dan substansial. (mzl/fra)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Sukses Menyelenggarakan SIBI 2024

Jum’at, 22 November 2024 11:38 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Suasana Seminar Internasional Berbahasa Indonesia 2024 yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara (Foto: Hafis) Setelah sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia di tahun sebelumnya yakni tahun 2022 dan 2023, SIBI kembali hadir di tahun 2024, ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya Seminar Internasional Berbahasa Indonesia. Tema di SIBI 2024 bertajuk “Glokalisasi sebagai Peluang dan Tantangan dalam Sosial Politik Kontemporer” diikuti oleh berbagai perguruan tinggi. Seminar Internasional Berbahasa Indonesia sukses diselenggarakan pada 20-21 November 2024 di Kampus III, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembukaan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia tahun 2024 dihadiri dan dibuka oleh Prof. Dr. Muslimin Machmud M.Si selaku Dekan FISIP UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dan Dr. Norolhuda Binti Sarnon Kusenin, tamu terhormat dari University Kebangsaan Malaysia. Dan dihadiri oleh segenap para pejabat struktural di lingkungan Fakultas. Tak hanya dihadiri oleh segenap pejabat struktural di lingkungan Fakultas, Seminar Internasional Berbahasa Indonesia tahun 2024 dimeriahkan oleh sederet pembicara dari berbagai perguruan tinggi baik dalam atau luar negeri, seperti dari Indonesia, Sudan, Australia, dan Malaysia. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Muslimin Machmud M.Si menyampaikan harapan untuk kedepannya SIBI harus terus dikembangkan dengan menggandeng BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) dalam rangka mengembangkan akademik. “Tahun-tahun ke depan tentu ini harus terus dikembangkan dan mungkin kami akan menggandeng BIPA , bahasa Indonesia untuk penutur asing, belajar sambil belajar bahasa Indonesia dalam rangka mengembangkan akademik,” ungkapnya. SIBI merupakan seminar yang relevan dengan tantangan di dunia yang semakin global, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Norolhuda Binti Sarnon Kusenin asal University Kebangsaan Malaysia menegaskan SIBI relevan dengan tantangan di dunia yang semakin global sehingga perlu dikaitkan antara lokal dan global. “Seminar berbasis berbahasa Indonesia ini, relevan karena dunia semakin saling terkait antara lokal dan global,” ungkapnya. Hal ini juga dipertegas lagi oleh Dr. Norolhuda Binti Sarnon Kusenin, “seminar ini juga menjadi salah satu platform penting untuk bertukar pandangan, bertukar hasil penyidikan serta membina jaringan yang kukuh disamping kerjasama akademik dan akan memperluas kerjasama dari segi komuniti,” ujarnya. Pendapat ini juga selaras dengan yang disampaikan oleh Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang menjelaskan bahwa SIBI merupakan gagasan yang cerdas dan strategis untuk mendudukan kembali kesadaran tentang awal mula sejarah bahasa internasional dan berbicara terkait kebanggaan. “Seminar Internasional Berbahasa Indonesia mendudukkan kembali dan memberi kesadaran tentang awal mula sejarah bahasa internasional nah ini Jadi dengan demikian kita akhirnya sadar bahwa ini juga soal politik Sebenarnya. SIBI cerdas dan strategis karena berbicara terkait kebanggaan.” ujarnya. Muhammadi Salis Yuniardi, M.Psi, PhD juga berharap SBI terus berjalan sebagai bagian dari legacy Universitas Muhammadiyah Malang dari Muhammadiyah untuk bangsa. Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) 2024 telah menunjukkan eksistensinya sebagai forum akademik yang strategis dalam mengintegrasikan perspektif lokal dan global. Dengan mengusung tema “Glokalisasi sebagai Peluang dan Tantangan dalam Sosial Politik Kontemporer,” SIBI berhasil memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi ilmiah yang relevan di era global. Kehadiran para akademisi dari berbagai negara, dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang, serta aspirasi untuk menggandeng BIPA di masa depan, menjadikan SIBI bukan hanya sekadar seminar, tetapi juga wadah penting untuk membangun jaringan dan berbagi gagasan. Harapan besar agar SIBI menjadi legacy bagi pengembangan keilmuan dan kebanggaan bangsa terus menggema, menciptakan semangat baru untuk terus melangkah maju di tahun-tahun mendatang. Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) 2024 terselenggarakan dengan sukses karena berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai forum akademik yang strategis dalam mengintegrasikan perspektif lokal dan global. Dengan mengusung tema “Glokalisasi sebagai Peluang dan Tantangan dalam Sosial Politik Kontemporer,” SIBI berhasil memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi ilmiah yang relevan di era global. Kehadiran para akademisi dari berbagai negara, dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang, serta aspirasi untuk menggandeng BIPA di masa depan, menjadikan SIBI bukan hanya sekadar seminar, tetapi juga wadah penting untuk membangun jaringan dan berbagi gagasan. Harapan besar agar SIBI menjadi legacy bagi pengembangan keilmuan dan kebanggaan bangsa terus menggema, menciptakan semangat baru untuk terus melangkah maju di tahun-tahun mendatang. (mzl/fra)
Keren, Ada Colour Pound Party dan Metaverse di KOMMAKSI

Minggu, 29 Oktober 2023 18:00 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Gelar dan apresiasi karya praktikum mahasiswa yang bertajuk Komunikasi UMM Beraksi (KOMMAKSI) digelar kembali. Ajang tahunan yang dimotori Laboratorium Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mulai dibuka dengan Colour Pound Party di Helipad UMM, Kamis (27/10/2023). Kepala Lab Komunikasi, Widiya Yutanti, menerangkan KOMMAKSI tahun ini mengusung tema “Break Your Limit” dan diselenggarakan pada tanggal 26, 30 dan 31 Oktober 2023 di dalam dan luar area kampus. Tema ini sengaja dipilih demi merespon fenomena gen-Z saat ini yang rentan dengan perasaan insecurities, anxiety dan uncertainty. “Tiap orang memiliki hal yang dianggap menjadi weakness dan threats yang dapat berpotensi menjadi penghalang untuk mencapai titik kulminasi dirinya. Dengan membiarkan penghalang tersebut terus menjadi batasan untuk menjadi dan memberikan yang terbaik, karya-karya besar dan monumental tidak akan pernah lahir. Untuk itulah KOMMAKSI mengajak semua Gen-Z untuk lebih percaya diri,” terang WIdiya. Keseruan Colour Pound Party dan Metaverse di KOMMAKSI 2023. (Foto: KOMMAKSI) Nasrullah, M.Si, Katua Prodi. Ilmu Komunikasi UMM menambahkan bahwa KOMMAKSI 2023 dengan tema “Break Your Limit” kali ini mencoba untuk memberikan motivasi agar mahasiswa Komunikasi UMM mampu mengatasi berbagai insecurities yang dimiliki. Lewat berbagai rangkaian kegiatan dan aktivitas yang dapat membantu mengembangkan potensi diri,menantang sekaligus penuh edukasi tentang peluang-peluang dunia komunikasi terkini. Colour Pound Party mengawali gelaran ini yang dikemudian akan dilanjutkan dengan Arts and Project Exhibition, Inspiring Talk dan Awarding Night di atrium Begawan Apartement Senin dan Selasa (30-31/11/2023). “Kami ingin memberikan vibes dan experience yang berbeda dalam KOMMAKSI tahun ini. Tidak hanya rangkaian kegiatannya yang lebih variatif, namun juga teknik dan seni penyajian karya-karyanya yang dapat dinikmati dalam bentuk metaverse dan video mapping,” jelas Ketua Pelaksana Kommaksi 2023, Tri Aji Setiawan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, KOMMAKSI kali ini juga mengundang mitra praktikum yang selama ini menjadi klien praktikan. Mereka berasal dari kalangan industri, pemerintahan, dunia usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta BUMN,” tegasnya. “Selamat merajut kreasi dan selamat merayakan prestasi,” kata Kaprodi Komunikasi UMM, Nasrullah dalam pembukaan acara di helipad (26/10/2023). Peserta mengaku sangat antusias dan senang mengikuti acara pembukaan KOMMAKSI dengan colour pound ini. Tak hanya mahasiswa, dosen dan masyarakat umum juga antusias mengikutinya. “Sehatnya dapet karena ada pound fit, terus serunya juga dapet karena bisa teriak dan main holy powder warna warni. Beda banget dengan pound fit biasanya,” ujar Caca, salah seorang peserta. “Hari ini super fun. Nggak nyangka bakal seseru ini, ada warna-warnanya juga. Semoga KOMMAKSI bakal makin seru deh,” tambah Hani, peserta colour pond lainnya. Aji berharap semua mahasiswa Komunikasi UMM hadir menyaksikan ajang tahunan ini. Sebab selain memberi apresiasi juga bisa dijadikan sebagai benchmark karya. “Adik-adik mahasiswa terutama mahasiswa baru perlu mencari banyak referensi karya di sini. Jangan sampai event sekeren ini dilewatkan,” ajak Aji.
Komunikasi UMM Gali Potensi Content Creator Pelajar Muhammadiyah Singaraja

Kamis, 22 Agustus 2024 00:02 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tuntutan publikasi sekolah di era digital saat ini tidak mudah. Tidak saja dipengaruhi lambat dan tidak kreatifnya sekolah untuk menginformasikan aktivitasnya ke masyarakat, tetapi juga kemampuan sekolah tidak mencukupi. Membebankan ke sekolah saja juga tidak bijak. Zaman sekarang dibutuhkan blended publication yang melihatkan siswa pula. Tim Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpanggil untuk memberikan pelatihan. Program pengabdian masyarakat tersebut diadakan di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 Singaraja, Bali. Acara diikuti 33 siswa dan guru tersebut berlangsung 2 hari 21-22 Agustus 2024. Sebuah konten harus tepat sasaran. Agar tepat sasaran perlu riset. “Membuat konten memang gampang-gampang susah. Jika sekadar konten, mudah saja asal bisa dipublikasikan. Namun jika kontennya bagus, berbobot itu tidak mudah. Dibutuhkan riset terlebih dahulu agar sesuai kebutuhan sasaran konten, “tegas Jamroji, dosen Ilmu Komunikasi yang mengawali materi. Dia menekankan lebih lanjut bahwa riset bisa melihat fakta di lapangan (kondisi, kebutuhan, okeinginan sasaran). Penelitian bisa dilakukan juga dengaan mencari literatur, wawancara pihak terkait, mengamati situasi atau lingkungan relevan dengan konten. Tim penelitian Ilmu Komunikasi UMM saat di SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Hal demikian juga diakui oleh Widiya Yutanti, kepala Laboratorium Komunikasi UMM. Widiya dalam materi berjudul “Cara Mencuri Hati Audience” memahami sasaran penting juga. Itu dibutuhkan penulisan yang kreatif. “Menulis kreatif untuk media sosial bukan hanya sekadar mengetik kata-kata, tetapi membangun koneksi emosional (bonding) dengan audience. Tulisan atau pesan yang menarik misalnya menceritakan kisah, menggunakan bahasa yang menarik, berikan nilai (informasi yang bermanfaat, solutif, inspiratif), ajukan pertanyaan, menyertakan bertindak, dan menunjukkan personal branding yang jelas”, kata lulusan Griffith University Australia. Agar menarik perhatian juga bisa disertakan pancingan kata-kata. Ia mencontohkan misalnya kalimat “Kopi susu ini menjadi favorit untuk menemani saya bekerja, kalau kopi favoritmu apa? Tulis di kolom komentar, ya?” Hari pertama peserta diberikan materi lalu dibagi kedalam kelompok beranggotakan 5-6 orang. Kemudian diberikan tugas membuat tugas video dan foto. Tugas sekitar aktivitas di sekolah. Kemudian hari kedua presentasi dan pemilihan video terbaik untuk diberikan hadiah. Atas pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen-dosen UMM dengan tim M. Himawan Sutanto, Isnani Dzuhrina, Widiya Yutanti, Nurudin, Rahadi, Arum Martikasari, dan Zen Amiruddin itu, kepala sekolah SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, Drs. Sarwanto menyambut baik. “Anak-anak harus memperhatikan materi dan menuruti petunjuk saat pelatihan. Itu semua tidak hanya berguna bagi kalian, tetapi juga sekolah ini. Kita dilatih oleh tim dari perguruan tinggi yang prestisius di Jawa Timur.”
UMM Cetak Lulusan FISIP Berprestasi, Siap Hadapi Transformasi Digital

Selasa, 20 Agustus 2024 07:49 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 20 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan yudisium untuk Periode IV tahun 2024. Acara ini berlangsung di Basement Dome dan dihadiri oleh jajaran Dekanat FISIP UMM, dosen, serta 385 calon wisudawan/wisudawati, yang terdiri dari 60 pria dan 88 wanita. Pada kesempatan ini, tiga lulusan terbaik dari fakultas juga dikukuhkan, yaitu M. Yusril Juliansah dari Prodi Kesejahteraan Sosial dengan IPK 3,98 (terbaik I), Elsa Febrianti dari Prodi Prodi Kesejahteraan Sosial dengan IPK 3,94 (terbaik II), dan Divanda Nilam Az-Zahro dari Prodi Sosiologi dengan IPK 3,93 (terbaik III). Ketiganya berhasil lulus tepat waktu dalam kurun 4 Tahun. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D, dalam sambutannya menyatakan bahwa yudisium ini merupakan momen yang membanggakan karena mencerminkan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi mereka. Beliau menegaskan bahwa lulusan FISIP UMM harus memiliki rasa percaya diri tinggi karena berasal dari institusi dengan akreditasi unggul. Saat ini, semua program studi di FISIP UMM telah memiliki akreditasi unggul, kecuali Prodi Ilmu Komunikasi yang sedang dalam proses. Selain itu, beberapa prodi seperti Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, dan Hubungan Internasional juga sedang dalam proses mengikuti akreditasi internasional FIBAA, mengikuti jejak Prodi Ilmu Komunikasi yang telah memperoleh dua akreditasi internasional, yaitu FIBAA dan AUN-QA. Muslimin berharap para alumni dapat membawa cerita kesuksesan saat kembali ke UMM di masa depan. Dekan FISIP UMM memberi sambutan dalam Yudisium Periode IV 2024. (Foto: Idat) Sabillah Amrulloh, yang di dapuk sebagai Orasi Ilmiah melihat UMM telah berkontribusi dalam mengembleng mahasiswa khususnya dirinya untuk memiliki mental tangguh dalam dunia kerja di era society 5.0. “Era Society 5.0 menuntut kita untuk tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan kreativitas dalam menciptakan solusi sosial. Lulusan FISIP UMM sangat siap untuk itu, karena kampus ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan dan pengembangan soft skills,” ujar Sabillah. Lebih lanjut Alumni Sukses ini berharap para mahasiswa dan alumni FISIP UMM dapat terus mengembangkan diri dan tidak ragu untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman. “Dengan dukungan akademik yang kuat dan pengalaman lapangan yang memadai, saya yakin lulusan FISIP UMM akan selalu berada di garis depan dalam membangun bangsa,” tutupnya. (*/its)