SIBI FISIP UMM Bahas Aspek Sosial dan Politik Indonesia

Jum’at, 24 November 2023 01:34 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sesi kedua pelaksanaan SIBI FISIP UMM (21/03/2023) fokus memotret fenomena Indonesia dari aspek sosial dan politik Indonesia. Sebagai pembicara pertama, Prof. Greg Barton dari Alfred Deakin Institute, Australia, mengambil judul The Contributtion of Indonesian Islam to Political and Social Reform”. Secara gamblang Greg menggambarkan bahwa demokrasi mengharuskan Islam mendapat tempat dalam wacana publik, wacana politik, gerakan sosial, dan kehidupan publik secara umum. Karena itu hubungan antara agama dan negara perlu dimediasi melalui ruang sipil tanpa paksaan dari pihak manapun, terlepas dari negara Dalam pandangan Greg, Islam berhasil berkontribusi terhadap perubahan/perbaikan kehidupan sosial dan politik. “pemikiran islam berhasil menggerakan Masyarakat sipil untuk melakukan gerakan sosial seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh islam seperti Amien Rais, Nurcholish Madjid, dan Abdurrahman Wahid, “jelas Greg. Lebih dalam Greg membuktikan bahwa Para intelektual dan pemimpin Islam berada di garis depan dalam mendorong reformasi demokratis. Assisten Prof. Yufita, NG saat sesi presentasi via daring. (foto:Idat) Assisten Prof. Yufita, NG dari Department of Southeast Asian Studies, Wanzao Ursuline University of Languages, Taiwan, selaku pembiacara kedua mengambil topik tentang Pemahaman Generasi Kedua dari Keluarga Pernikahan antar Negara (Indonesia-Taiwan) terhadap Budaya Ibu Setelah Pengimplementasian kebijakan NSP. New Southbound Policy (NSP) memiliki prinsip menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan Taiwan dengan negara-negara dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kerjasama tersebut diwujudkan berdasarkan beberapa pilar seperti kerjasama ekonomi dan perdagangan dan pertukaran antar masyarakat. “Kebijakan NSP ini telah meningkatkan kerjasama yang mengungtungkan antara Indonesia dan Taiwan. “ujar Yufita. Kerjasama tersebut misalnya penandatanganan kerjasama peningkatan Agribisnis antara keduanya pada tahun 2016. Sedangkan Elena Richitteli, M.A dari L’Orientale Naples Unversity,Italy, sebagai pembicara terakhir melihat kontribusi budaya dalam melakukan perlawanan dan perubahan sosial. Dengan mengambil judul “Pengetahuan Lokal yang Mengilhami : Sastra, pemberdayaan dan Perlawan, Elena mengambarkan konsep pengetahuan lokal dalam novel orang-orang oetimu. Oetimu adalah sebuah desa yang terletak pelosok kecil di Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya minum sopi (minuman khas Oetimu yang dibuat dari sulingan lontar) untuk penyatuan sosial. Masyarakat disana melawan masalah sosial dengan sumber daya komunitasnya dan itu dikonsolidasikan salah satunya melalui tradisi minum kopi.
SIBI FISIP UMM Kaji Kerusakan Lingkungan

Rabu, 22 November 2023 02:09 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMM Sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) pada Selasa dan Rabu, 21-22 November 2023. SIBI ke II ini mengangkat tema: Efek Post Industrial dalam Krisis Perubahan Iklim menjadi Tantangan Kedigdayaan Pengetahuan Lokal. Dengan menghadirkan sembilan pembicara dari beberapa negara. Para narasumber yang diundang adalah mereka yang fasih berbahasa Indonesia Di sesi pertama pembicaranya adalah Dr. Islahuddin, MA dari Fatony University, Thailand dan Gautam Kumar Jha, Ph.D (Center for Chinnese &Southeast Asian Studies, Jawaharlal Nehru University, India). Adapun moderatornya adalah Nasrullah, S.Sos, M.Si selaku Dosen Ilmu Komunikasi UMM Malang. Dr. Islahuddin, MA sebagai pembicara pertama mengambil judul berupa “Pengetahuan Lokal dalam Sistem Pendidikan dan Koperasi Islam di Thailand (Patani)”. Islahudin membuktikan bahwa Islam membawa banyak perubahan positif untuk masyarakat patani berupa pemerataan karir secara terorganisasi dan professional, penghasilan masyarakat lebih meningkat dan terkendali, perubahan pola masyarakat ke arah lebih maju dan modern, dan perubahan perilaku keislaman lebih tampak dalam masyarakat. Gautam Kumar Jha, Ph.D saat sesi presentasi via daring. (foto;Idat) “Nilai-nilai islam juga berkontribusi terhadap sikap masyarakat di Patani yang lebih perduli terhadap lingkungan, ”ujar Islahudin. Pendidikan islam mampu membuat masyarakat berusaha untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi selanjutnya. Pendidikan islam tambah Islahudin mengajarkan manusia untuk melakukan tindakan nyata untuk berkontribusi pada pencegahan pemanasan global yang lebih parah. Sementara itu, Gautam Kumar Jha, Ph.D menekankan pentingnya kearifan lokal dan menjaga lingkungan dari kerusakan. Dengan mengambil topik “Kearifan Lokal: India dan Indonesia” melihat kerusakan lingkungan sebagai dampak dari globalisasi yang melahirkan industrialisasi yang sangat berlebihan. “Banyak industry-industri yang merusak lingkungan misalnya dari gas emisi nyang dihasilkan dan limbah yang dibuang ke sungai, “terang Gautam. Lebih jauh Gautam menyampaikan bahwa dalam konteks globalisasi dan konsumsi berlebihan, seringkali terlupakan bahwa aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan dapat memberikan beban berat pada lingkungan, atau “Ibu Bumi.” Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan dampak negatif terhadap lingkungan seringkali diabaikan dalam siklus konsumsi dan produksi ini. Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan terhadap dampak globalisasi terhadap konsumsi yang tidak berkelanjutan dan perluasan kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kearifan lokal merupakan salah satu pilar penting yang jika dilestarikan dengan baik dapat membantu dalam pembangunan berkelanjutan atau ‘sustainable development’. “Indonesia dan India memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sejak dulu kala mengajarkan pada Masyarakat untuk menjaga lingkungan, “jelas Gautama. Karena itu dalam pandangan Gautam, nilai-nilai tersebut harus terus dikampanyekan saat ini agar mampu membentuk paradigma Masyarakat yang berkelanjutan. (*its)
Pelaksanaan SIBI FISIP UMM Soroti Dampak Perubahan Iklim di Dunia

Selasa, 21 November 2023 05:14 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 21 November 2023 FISIP UMM sukses melaksanakan kegiatan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) secara blended untuk kedua kalinya. Dengan mengambil tema “Efek Post Industrial dalam Krisis Perubahan Iklim menjadi Tantangan Kedigdayaan Pengetahuan Lokal” kegiatan ini dihelat selama 2 hari yakni 21-22 November 2023. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 90 peserta (mahasiswa dan dosen) yang berasal dari Universitas di Indonesia dan luar Indonesia. SIBI kali ini menghadirkan beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri. Mereka yakni Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si (Department of Management, Universitas Muhammadiyah Malang), Dr. Julia Tomas Pinto (Department of Political Science, National University of Timor Leste), Gautam Kumar Jha, Ph.D (Center for Chinnese & Southeast Asian Studies, Jawaharlal Nehru University, India), Elena Richitteli (L’Orientale Naples Unversity,Italy), dan Yufia Ng (Department of Southeast Asian Studies, Wanzao Ursuline University of Languages, Taiwan) SIBI Ke II ini adalah wujud kontribusi dunia akademik dalam membahas isu-isu aktual khususnya perubahan iklim. Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam pengantarnya menyatakan bahwa SIBI yang rutin dilaksanakan setiap tahun bertujuan untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan-gagasan kritisnya tentang masalah perubahan iklim yang semakin nyata. SIBI juga menjadi cara untuk lebih memperluas jangkauan pengenalan Bahasa Indonesia yang sampai saat ini telah dipelajari di 58 Negara. Lebih lanjut Muslimin menegaskan bahwa topik SIBI kali ini sangat erat kaitanya dengan salah satu masalah global yakni perubahan iklim. “Diharapkan SIBI memiliki kontribusi pada hadirnya pemikiran tentang upaya mengatasi fenomena pemanasan global dari berbagai macam perspektif, “Ujar Muslimin. Muslimin menjelaskan bahwa pemanasan global sebagai dampak perubahan iklim semakin mengkahwatirkan belakangan ini dan membuat kehidupan semakin tanpa harapan. Karena itu, SIBI memfasilitasi para intelektual untuk mencari solusinya agar harapan kehidupan kembali menguat. Salah satunya dengan mengarusutamakan pemikiran- pemikiran lokal (local wisdom) yang memiliki semangat untuk menjaga lingkungan. Dekan FISIP UMM, Prof. Muslimin Machmud, M.Si, dalam sambutan SIBI 2023. (Foto:idat) Kontribusi pemikiran tersebut tambah Muslimin diwujudkan dalam luaran SIBI ini berupa Book Chapter, Jurnal Nasional terakreditasi, Prosiding Internasional dan Jurnal Internasional Bereputasi. Prof. Dr. Syamsul Arifin M.Si selaku Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Malang dalam sambutanya sekaligus membuka acara sangat mengapresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini adalah cara UMM untuk terus menjaga keberlangsungan tradisi akademik yang harus didukung penuh oleh semua pihak, “terang Syamsul Arifin. Syamsul Arifin menyoroti eksistensi bahasa Indonesia yang sangat luar biasa karena mampu menyatukan Indonesia yang sangat plural. Pada 20 November 2023 Bahasa Indonesia merupakan bahasa ke-10 yang diakui sebagai baha resmi sidang umum UNESCO. Ini bukti bahwa upaya internasionalisasi bahasa Indonesia yang digaungkan lewat forum-forum seperti ini cukup berhasil. Fenomena perubahan iklim juga dibahas oleh syamsul Arifin. Topik SIBI sangat inline dengan semangat Muhammadiyah yang baru saja merayakan Milad ke 111 pada 18 November kemarin. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang perduli terhadap pencegahan kerusakan iklim misalnya melalui pelaksanaan paradigma profetik dimana agama hadir memberikan kerangka nilai dan etika kepada manusia dari tingkal lokal hingga global. Bagi Syamsul Arifin Climate Change dan dampaknya semua akibat ulah manusia. “karena itu SIBI harusnya dapat dijadikan sebagai upaya untuk membentuk perilaku kita dalam menjaga lingkungan, “tutup Syamsul Arifin. (*its)
Siapkan generasi emas berakhlak kuat, FISIP UMM hadirkan Das’ad Latif

Minggu, 19 November 2023 19:32 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan besar (Sabtu, 18 November 2023). Kali ini dengan melaksanakan Kuliah Umum dengan menghadirkan salah satu Ustadz Kondang Nasional, Ustadz Dr.H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. Pria kelahiran Makasar yang juga menjadi dosen Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar ini mengisi kajian keislaman yang segar dengan mengambil tema “Memperkuat Akhlak dan Prestasi Mahasiswa Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Ar Fachruddin menghadirkan segenap Dosen-Dosen FISIP UMM, Mahasiswa Baru tahun 2023, dan keluarga besar UMM Lainya. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Student Day FISIP UMM tahun 2023. Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Si bersama Ustadz Dr.H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. (Foto:Istimewa) Prof. Nazaruddin Malik, M.Si, selaku Wakil Rektor Bidang II UMM Malang dalam pengantarnya menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat baik untuk kemajuan UMM dan juga peradaban islam. “Kajian keislaman yang disampaikan Das’ad Latif dengan ceria adalah energi bagi kita semua untuk terus memajukan UMM dan juga umat islam,”terang Nazaruddin. Secara tersirat Nazarudin menegaskan komitmen UMM untuk terus menjadi bagian dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas Indonesia 1945 yang salah satu nya melalui penguatan ahlak islam. Dihadapan sekitar 200 peserta, Das’ad Latif menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan yang berbasis nilai-nilai islam yang kuat dalam membangung bangs ini. Das’ad Latif memulai penjelasanya dengan menceritakan bagaimana pengalamanya membimbing mahasiswa dalam meraih prestasi maksimal sambil tetap menjaga nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. Kuncinya ada di disiplin dan teladan. “Saya harap adik-adik disini dapat mengambil manfaat dari kuliah ini, baik dalam meraih prestasi akademis maupun dalam membentuk karakter yang kokoh dan bertanggung jawab” ujar Das’ad Latif selaku pemateri. Dengan memadukan akhlak yang baik dan prestasi yang gemilang, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara emas pada tahun 2045.(*hms)
Kolokium Doktoral FISIP, Pakar Ungkap Kontribusi Perguruan Tinggi

Sabtu, 28 Oktober 2023 22:31 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi sejak dulu telah memberikan banyak kontribusi penting untuk peradaban dunia dengan berbagai macam bentuknya. Ini benang merah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si Keynote Spekaer yakni Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) dan juga Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang dalam Seminar dan Kolokium ke dua tahun 2023 FISIP UMM dengan tema “Kontribusi Penelitian Sosial-Politik pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik”, Sabtu, 28 Oktober 2023. Nazaruddin memulai pemaparanya dengan menjelaskan masyarakat akademik yang terwadahi dalam Perguruan Tinggi (PT) telah memiliki kontribusi sejak abad Pertengahan. Saat itu PT menjadi penyandang utama dalam penyebarluasan perubahan pendidikan manusia dari fase terbelakang menjadi terdidik. Berlanjut di akhir abad 19, PT memebarikan kebermanfaatan dalam pengembangan pengetahuan untuk menghasilkan era teknologi. Fase tersebut menandai menandai upaya menggabungkan PT sebagai lembaga riset agar dapat membantu menyelsaikan masalah Masyarakat. Saat ini revolusi akademik berhasil melahirkan praktek kebebasan akademik. Prof.Dr. Nazaruddin Malik, M.Si (baju abu-abu) saat menerima Cinderamata. (Foto:Idat). Diakhir 2020 transformasi PT semakin nyata melalui keterlibatan aktifnya dalam revolusi teknologi. PT mampu menjadi innovator di bidang teknologi. PT mulai membawa desert mission bagaimana berkontribusi dalam Pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat. Riset yang dilakukan oleh PT mampu menghasilkan sistem ekonomi yang berkeadilan secara konseptual. Untuk saat ini PT melalui lulusanya diharapkan semakin terus berkontrbusi dalam menyelesaikan masalah di Ekonomi Indonesia. “lulusan Universitas harusnya juga dapat menjadi pencipta lapangan kerja dan melahirkan kewirausahaan baru,”tegas Nazarudin. Hal tersebut harus dipersiapakan secara serius oleh Perguruan Tinggi melalui pendidikan yang tepat. Lebih Jauh Nazaruddin menegaskan pendidikan di Universitas harus mampu menjadi salah satu kekuatan dalam menjamin kesejahteraan masyarakat yang inklusif. Universitas harus mampu menghasilkan lulusan yang unggul, etos kerja yang bagus, akhlak mulia, kompetensi teknis dan non teknis yang mumpuni berkelas dunia dan berwawasan keberlanjutan lingkungan. Mereka harus memiliki inovasi dan kreatifitas yang tinggi. “UMM salah satu orientasinya adalah menghasilkan lulusan dengan kompetensi tersebut. Dalam prinsip Muhammadiyah agama dan ilmu pengetahuan berkesusaian karena itu sistem pembelajaran harus menghasilkan lulusan yang bukan saja berkompetensi skill dan pengetahuan namun juga akhlak yang baik,”tutup Nazaruddin. (*/its)
Empat Doktor FISIP UMM Bicarakan Persoalan Sosial dan Kebijakan

Sabtu, 28 Oktober 2023 21:21 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pembangunan sosial dan politik di Indonesia saat ini masih menyisakan banyak masalah. Karena itu diperlukan kontribusi dari Perguruan Tinggi (PT) untuk memberikan sumbangsing penyelesaian masalah tersebut melalui penelitian. Hal tersebut dibahas secara mendalam dalam Seminar dan Kolokium Doktoral FISIP UMM dengan tema “Kontribusi Penelitian Sosial dan Politik pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik”, Sabtu, 28 Oktober 2023. Adapun yang menjadi pembicara adalah Dr. Joko Susilo, M.Si (Ilmu Komunikasi), Dr. Farid Rusman, M.Si (Ilmu Komunikasi), Dr. Sulismadi, M.Si (Sosiologi), dan Rachmad K. Dwi Susilo, Ph.D (Sosilologi). Kegiatan yang dipandu oleh Syasya Yuania Fadila Mas’udi, S.IP., MStratSt menampilkan Dr. Joko Susilo, M.Si sebagai pembicara pertama. Dosen Ilmu Komunikasi ini mengambil judul “Membaca Fenomena Via Semiotika”, secara kritis menganalisa kasus Cover Koran Tempo 21 Oktober 2023 yang menampilkan foto Prabowo di atas kuda dan dipandu oleh Gibran dan Jokowi. Dari aspek semiotika sebagai salah satu cara melihat makna dibalik tanda bisa dibaca sebagai signal kuat kesediaan Gibran untuk menjadi Cawapres Prabowo dan dukungan Jokowi pada rencana tersebut. Para pembicara Seminar dan Kolokium Doktoral FISIP UMM Tahun 2023. (Foto:Idat) Dr. Farid Rusman, M.Si selaku pembicara kedua menyoroti fenomena pola komunikasi dengan judul “Komunikasi Interpersonal Sebagai Tema Keahlian Dalam Ilmu Komunikasi”. Farid Rusman Secara teori, komunikasi bisa mempengaruhi relasi antar pesertanya. Sebaliknya, relasi interpersonal juga turut menentukan komunikasinya. Komunikasi interpersonal bisa membentuk relasi baru, bisa merawat relasi lama, bisa pula merusak relasi jika salah dalam komunikasinya. Dalam kesimpulan Farid, Komunikasi interpersonal sangat bermanfaat dalam membentuk keharmonisan hidup individu di lingkungan sekitarnya. Dr. Sulismadi, M.Si, sebagai pembicara ketiga mengambil judul “Resolusi Konflik Masyarakat Dalam Pembangunan Industri Berkelanjutan” menyoroti konflik yang selama ini melibatkan Masyarakat dan Perusahaan industry seperti soal PHK dan kepentingan serikat buruh yang tidak diakomodasi. Bagi Sulismadi kunci utama penyelesaian masalah yang terus berulang tersebut adalah solusi yang berkeadilan dan dalam konteks tersebut kehadiran pemerintah menjadi sangat penting. Sebagai pembicara terakir, Rachmad K.Dwi Susilo, Ph.D mengambil topik “Sosiologi Integratif untuk Peningkatan Kualitas Kebijakan Publik” menekankan pentingnya Science of decision making dalam penyelesaian masalah publik. Salah satunya dapat dilakukan melalui Kolaborasi menyelesaikan masalah bersama stakeholder terkait. Dalam konteks tersebut Perguruan tinggi dapat mengambil inisiatif langsung untuk membantu menyelesaian masalah sosial yang terjadi di Masyarakat dengan menggandeng Masyarakat, swasta dan pemerintah. Hal tersebut akan sangat membantu perubahan sosial seperti menyelesaikan misalnya kemiskinan dan konflik sosial. (*its)
Wadahi Aktulisasi Pemikiran Doktor, FISIP UMM Sukses Gelar Seminar dan Kolokium Doktoral

Sabtu, 28 Oktober 2023 04:19 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 28 Oktober 2023, FISIP UMM sukses melaksanakan Seminar dan Kolokium Doktoral dengan tema “Kontribusi Penelitian Sosial-Politik pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik”. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula BAU UMM Malang ini menghadirkan 1 pembicara sebagai Keynote Spekaer yakni Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) dan juga Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu juga ada 6 pembicara utama yakni Dr. Joko Susilo, M.Si ( Ilmu Komunikasi), Dr. Farid Rusman, M.Si (Ilmu Komunikasi), Dr. Sulismadi, M.Si (Sosiologi), dan Rachmad K. Dwi Susilo, Ph.D (Sosilologi). Dekan FISIP UMM dalam sambutan dihadapan peserta Seminar dan Kolokium. (Foto:idat) Kolokium Doktoral ini adalah yang kedua karena pernah dilaksanakan di tahun 2022. Kegiatan ini merupakan Strategi FISIP UMM untuk terus mengembangkan iklim akademik di Fakultas khususnya penguatan aspek Penelitian. Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam pengantarnya dihadapan lebih dari 50 peserta menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mewadahi Doktor baru di FISIP UMM untuk mendesiminasikan pandangan akademik mereka tentang berbagai persoalan di Masyarakat. “Ini merupakan panggung bagi para Doktor FISIP UMM untuk menunjukan kepakaran yang dimiliki, mengembangkan diri dan berkontribusi untuk lingkungan sekitar khususnya Masyarakat” ujar Muslimin. Lebih Lanjut Muslmin menyampaikan bahwa idealnya penelitian dosen dan mahasiswa memuat luaran yang bukan hanya saja digunakan untuk proses pembelajaran dikelas namun bisa bermanfaat untuk pihak-pihak lain yang terkait seperti dunia usaha, dunia industri, dan juga Masyarakat. “Karena itu hasil penelitian tersebut jangan hanya disimpan sendiri sehingga wajib disebarluaskan, khusus doktor FISIP UMM Kolokium ini merupakan salah satu wadahnya, “tegas Muslimin. Semua hal tersebut adalah wujud nyata kontribusi Perguruan Tinggi untuk memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Diakhir sambutanya, Profesor kelahiran Sulawesi Selatan ini menegaskan komitmen FISIP UMM untuk terus mengembangkan atmofsir akademik. “Insha Allah kami akan terus menghadirkan kegiatan-kegiatan penguatan akademik ditingkat Fakultas di tahun 2023 ini, “jelas Muslimin. Kegiatan tersebut yakni Kuliah Umum pada 7 November dengan menghadirkan Ustad Das’ad Latif, Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) ke 2 di 21-22 November. Khusus SIBI akan menghadirkan 8 Pembicara dari berbagai macam negara dan peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Lalu pada pertengahan Desember ditutup dengan Diskusi Akhir Tahun yang direncanakan akan menghadirkan langsung kandidat Capres-Cawapres atau atau Tim Pemenanganya.
Komunikasi UMM Gali Potensi Content Creator Pelajar Muhammadiyah Denpasar

Rabu, 11 Oktober 2023 07:04 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Publikasi semakin mudah dilakukan. Media juga semakin banyak dan memberikan fasilitas penyebaran informasi. Banyak media dan semakin mudahkannya menyebarkan informasi jika tidak dibarengi dengan keahlian mengemas pesan tidak ada gunanya. Generasi Z tak sekadar menerima pesan tetapi juga memilih dan memilah. Keahlian dalam mengemas pesan menjadi kebutuhan penting. Kondisi itu mendorong Program Studi Ilmu Komunikasi UMM terbang ke Denpasar untuk memberikan pelatihan dan menggali potensi pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Denpasar. Acara “Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator” yang melibatkan 34 siswa dan guru itu berlangsung 2 hari di Denpasar (10-11 Oktober 2023). Saat memberikan materi “Menjadi Jurnalis? Semua Bisa!” Widiya Yutanti menekankan bahwa saat ini banyak media yang memberikan kesempatan masyarakat untuk menyebarkan informasi. Apa saja bisa disebarkan. Bahkan siapapun bisa menjadi content creator. Siapa saja juga bisa menyebar informasi ke berbagai platform. “Namun ingat tidak semua bisa menjadi content creator yang komunikatif. Butuh apa? Target audience penting. Jadi tidak sekadar rekam sana rekam sini, lalu upload, “tegas Widiya yang saat ini menjadi Kepala Laboratorium Komunikasi itu. Widia Yutanti dalam sesi penyampaian materi. (foto:Nrd) Lebih lanjut dia menjelaskan kiat menjadi content creator. Misalnya, menjadi story teller. Fokus satu bidang dengan memanfaatkan video sebagai media. Personal branding juga menjadi tekanan video agar identitas menjadi lebih jelas. Isi video bisa aktivitas sehari-hari, hobi, pendidikan, teknologi, motivasi, inspirasi, dakwah, dan humor. “Video pendek bisa menjadi alternatif melakukan promosi dan informasi sekolah. Mengapa? Karena generasi Z punya minat tinggi dalam mengonsumsi tayangan video, “kata pemateri Rahadi yang saat ini kepala tim kreatif kampus UMM. Dosen Ilmu Komunikasi itu juga memberikan tips agar video menarik perlu tak hanya memperkuat brand, tetapi juga meningkatkan interaksi. Beberapa jenis video yang bisa dibuat seperi tutorial, unboxing, tutorial, dan vlog. Rahadi mengharapkan Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Denpasar sudah hidup di era modern. Maka untuk mengenalkan ke publik membutuhkan cara-cara moden. Salah satunya dengan video. Video bisa dibuat sekolah atau siswa dan gurunya. Berdayakan mereka untuk ikut mempromosikan sekolah. Sekolah bisa membuat lomba pembuatan video pendek antar siswa dan harus diupload di media sosial mereka. Ini lomba sekaligus mempromosikan sekolah. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, Ela Rahmawati, SS menyambut baik ide tim dari prodi Ilmu Komunikasi UMM. Selama ini jarang ada kampus yang mau turun membantu sekolah terkait promosi yang melibatkan siswa. Bagusnya, acara pelatihan ini tidak hanya teori tetapi juga praktik. Anak-anak senang karena diajari pembuatan video pendek, sekolah juga terbantu promosi. Pelatihan sebagai bentuk pengabdian masyarakat dosen itu juga dilengkapi dengan materi dari dosen Komunikasi UMM lain seperti “Mencari Ide Kreatif” dari Nurudin dan “Kiat Membuat Copy Writing Menarik” dari M. Himawan Sutanto. Hari pertama siswa diberikan materi, lalu dibuat kelompok untuk praktik membuat video pendek. Setelah dikumpulkan, di hari kedua video-video tersebut direview bersama siswa, guru dan pemateri.(*nrd)
Tingkatkan Mutu, FISIP UMM Gelar Workshop Rekonstruksi Pembelajaran Berbasis OBE-MBKM

Minggu, 17 September 2023 18:47 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terus berusaha dalam mengembangkan proses pembelajaran yang bermutu. Hal tersebut ditunjukkan dengan mengadakan Workshop Rekonstruksi Pembelajaran Berbasis Kurikulum Outcome-Based Education (OBE)-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), 15-16 September 2023. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang 601-603 GKB III UMM, ini diikuti oleh seluruh dosen di FISIP UMM. Wakil Rektor I UMM Malang, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum memang perlu adaptasi sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang dinamis. Apalagi saat ini pendidikan Indonesia telah menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berimplikasi pada banyak perubahaan kurikulum pembelajaran. “MBKM itu pusat pembelajaran ada di mahasiswa sehingga FISIP UMM harus melakukan rekonstruksi berkelanjutan yang tepat lewat OBE, “jelas Guru Besar Sosiologi Agama itu. Lanjutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menyegarkan cara berpikir dosen dalam mengajar yang saat ini juga berorientasi pada outcome yakni mahasiswa yang punya kemampuan problem solving. Peserta workshop Rekonstruksi Pembelajaran Berbasis Kurikulum OBE-MKBM. (Foto:Humas) Di sisi lain, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM menyampaikan bahwa sejatinya sejak tahun 2022 kurikulum di setiap Prodi di lingkungan FISIP UMM telah menerapkan kurikulum berbasis OBE. Hal ini selain sebagai bagian dari implementasi MBKM juga bagian dari persiapan akreditasi internasional FIBAA. “implementasi kurikulum OBE ini memang perlu penyempuranaan, karena itu workshop ini sangat perlu dilakukan,“ pungkas Guru Besar Ilmu Komunikasi itu. Selama dua hari, kegiatan ini dipandu oleh Prof. Dr. Bermawy Munthe, M.A dan Roni Ismail, M.Si, keduanya merupakan pakar dan fasilitator rekonstruksi pembelajaran dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Materi yang disampaikan berpusat bagaimana penerapan kurikulum OBE yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek sekaligus obyek pembelajaran. Kunci utamanya adalah proses pembelajaran aktif yang partisipatif dan kolaboratif misalnya melalui model diskusi, studi kasus, Forum Group Discussion, dan berbagai strategi pembelajaran lainnya. Prof. Bermawy dalam paparannya menjelaskan bahwa kurikulum OBE diarahkan untuk merangsang mahasiswa berpikir kritis. Hal ini penting karena Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah kemampuan analisis mahasiswa yang sulit dipenuhi jika proses pembelajaran masih menggunakan model konvensional berupa ceramah. “Karena itu, model pembelajaran harus diubah total dengan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif, merangsang mereka menyampaikan pokok-pokok pikiran mereka. Dosen juga harus interaktif dan di kelas cukup menjadi fasilitator,” paparnya. Mochamad Aan Sugiharto, salah satu peserta workshop, mengaku sangat terkesan mengikuti workshop ini. Hal itu karena dirinya akhirnya menyadari bahwa terdapat banyak model dan strategi pembelajaran yang bisa diadopsi dosen, yang memungkinkan mahasiswa terlibat secara aktif dalam perkuliahan di kelas. “Selama dua hari, model pembelajaran kita selama ini benar-benar dibongkar dan rekonstruksi. Ini sangat penting, terutama untuk memastikan kurikulum OBE benar-benar telah kita implementasikan,” ujar Kepala Laboratorium Sosiologi itu. (*its)
Pesmaba FISIP 2023, Potret Pengenalan Kehidupan Akademik

Selasa, 12 September 2023 21:36 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang, 12-14 September 2023 FISIP UMM melaksanakan kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) Angkatan tahun 2023 secara meriah dan penuh kekeluargaan. Nuansa kebahagiaan dan kekompakan kegiatan ini juga terasa karena antusiasimenya Mahasiswa Baru dalam mengikuti kegiatan ini. Bertempat di Aula Teknik GKB 3 Lantai 6 dengan mengambil tema “New Path Towards New Era” tercatat 750 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pesmaba ini. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pejabat struktural dan dosen-dosen di FISIP UMM. Orientasi pengenalan mahasiswa baru (Maba) adalah suatu kegiatan yang penting untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengenalkan mereka pada berbagai aspek akademik, sosial, dan budaya yang ada di FISIP UMM. Orientasi ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa baru agar mereka dapat sukses selama masa studi mereka di UMM. Antusiasme Peserta Pesmaba FISIP 2023. (foto:Idat) Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya sekaligus membuka acara menyatakan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Baru di keluarga Besar FISIP UMM. Muslimin menyampaikan bahwa FISIP UMM adalah Lembaga pendidikan yang telah memikiki reputasi yang sangat baik. Berbagai macam reputasi dan pengakuan telah diperoleh oleh prodi-prodi di lingkungan FISIP UMM. “Selamat datang di FISIP UMM, senang rasanya menerima kalian sebagai keluarga baru, “ujar Muislimin. Lebih lanjut Muslimin menambahkan bahwa dengan demikian harus ada kebanggan di diri mahasiswa baru karena bisa kuliah di FISIP UMM. Semua Program Studi di FISIP UMM mulai dari Ilmu Komunikasi Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Hubungan Internasional telah terakreditasi Unggul. Khusus Ilmu Komunikasi juga telah terakreditasi internasional yakni ASEAN University Network Quality Assurance (AUN) AUN-QA dan Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Di Tahun 2023 ini direncanakan 4 Prodi lainya akan melakukan akreditasi FIBAA. Semua akreditasi tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menunjukan pengelolaan mutu akademik yang sangat baik. Diakhir sambutanya Prof Muslimin menyampaikan harapan yang tinggi agar mahasiswa dapat kuliah dengan baik. “Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada kalian semua, “tutup Muslimin. (*its)