Kenalkan Budaya Akademik, FISIP UMM Gelar Silaturahmi dengan Wali/Orang Tua Mahasiswa Baru

 Sabtu, 09 September 2023 18:52 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Malang, 9 September 2023 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar silaturahmi dengan orang tua atau wali dari mahasiswa baru angkatan 2023/2024. Acara tersebut berlangsung di Aula GKB IV Lantai 9 UMM dan dihadiri oleh seluruh jajaran Dekanat FISIP UMM, Kaprodi dan Sekretaris Prodi di FISIP UMM, para dosen dari lima program studi yang ada di fakultas tersebut, yaitu Sosiologi, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Hubungan Internasional dan sekitar 400 orang tua/ wali mahasiswa baru.      Pertemuan antara adalah langkah penting dalam membangun kerjasama dan dukungan yang solid dalam proses pendidikan mahasiswa. Tujuan pertemuan ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang lingkungan akademik di FISIP UMM dan untuk mengajak para orang tua atau wali mahasiswa baru untuk aktif berpartisipasi dalam mendukung proses pembelajaran dan perkembangan mahasiswa. Antusiasme orang tua/wali mahasiswa baru FISIP UMM. (Foto:Idat)      Dalam sambutannya, Dekan FISIP UMM, Prof. Muslimin Machmud, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru dan para orang tua/wali mahasiswa. Muslimin mengungkapkan kegembiraannya karena orang tua/wali telah mempercayakaan FISIP UMM sebagai tempat kuliah untuk mempersiapkan masa depan yang cerah bagi anak-anaknya. FISIP tambah Muslimin merupakan tempat yang tepat karena reputasi akreditasi prodi-prodinya yang telah Unggul yakni Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Hubungan Internasional dan Akreditasi Internasional FIBAA dan AUN-QA untuk Ilmu Komunikasi. Pengakuan lewat akreditasi tersebut menunjukan kualitas akademik yang terbaik.      “Selamat datang di FISIP UMM dan terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar kami. Komitmen FISIP UMM adalah memberikan kualitas pendidikan yang terbaik untuk seluruh mahasiswa. “Janji kami ini agar semua mahasiswa FISIP khususnya mahasiswa baru dapat mengembangkan diri dan memperolah ruang aktualisasi diri yang nyaman di FISIP UMM,”terang Muslimin.     Acara tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana orang tua/wali mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan atau memperoleh informasi lebih lanjut tentang program-program yang ditawarkan oleh FISIP UMM. (*its)

Keren, Mahasiswa Sosiologi FISIP UMM lolos Beasiswa Kemenpora 2023

 Jum’at, 08 September 2023 22:21 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Malang – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh salah satu mahasiswa FISIP UMM. Terbaru berasal dari mahasiswa Sosiologi Oky Firman Wahyudi yang berhasil lolos sebagai Penerima Bantuan Karya Ilmiah Kepemudaan Kementrian Pemuda dan Olahraga Tahun 2023. Oky merupakan satu-satunya mahasiswa dari UMM Malang bersama 80 penerima lainya yang berasal dari kampus-kampus lain di seluruh Indonesia. “Beasiswa” ini adalah inisatif dari Kemenpora untuk membantu penyelesaian karya ilmiah (skripsi) mahasiswa dengan memberikan bantuan dana sebesar 10 Juta.      Keberhasilan Oky tidak terlepas dari kerja keras dan keseriusan dimulai dari menyusun proposal sampai dengan seleksi akhir serta pendampingan yang dilakukan oleh Prodi dan Laboratorium. Awalnya calon penerima diminta membuat proposal berisi rencana penelitian yang didalamnya juga tercantum Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Proposal tersebut kemudian diseleksi oleh panitia selama kurang lebih 3 bulan. Peserta yang lolos selanjutnya akan diwawancara secara langsung (Fact Finding) sebagai seleksi tahap akhir untuk mengkonfirmasi substansi dan RAB proposal calon penerima. Lalu terakhir kelulusan penerima diumumkan satu bulan kemudian. Oky Firman Wahyudi. (Foto:Aan)      Awan Setia Dharmawan, S.Sos., M.Si selaku Sekretaris Prodi Sosiologi menyampaikan kebahagiaan atas prestasi hebat dari mahasiswa angkatan 2020 ini. “ini berkat kerja keras dari mas oky yang dengan telaten dan sabar mengikuti program ini dari awal sampai akhir, “ujar Awan. Awan lebih jauh menjelaskan Prodi dan Laboratium juga memberikan support misalnya melalui membantu kelengkapan berkas administrasi seperti pembuatan SK Bimbingan Skripsi, Pelaksanaan Sempro, dan mendampingi penyusunan proposal. Oky sebetulnya juga menjadi Asisten Laboratorium Sosiologi, sehingga untuk substansi proposal banyak dibimbing oleh Laboratorium, “terang Awan.      Awan berharap prestasi ini diikuti oleh mahasiswa lain bukan hanya di sosiologi tapi di UMM mengingat potensi mahasiswa yang besar dan peluang beasiswa juga yang banyak. Tugas selanjutnya Prodi bersama Laboratorium adalah mendampingi penyelesaian program ini khususnya target luaran Jurnal SINTA 2. (*/its)

Tahun Akademik Baru 2023/2024, FISIP Fokus Pencapaian Visi Prodi

 Rabu, 06 September 2023 20:35 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik    Perkuliahan semester Ganjil tahun akademik 2023/2024 UMM Malang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 18 September 2023. Menyongsong hal tersebut FISIP UMM pada Rabu, 9 September 2023 bertempat di ruang siding FISIP 601 (Luring) mengadakan koordinasi awal yang menghadirkan seluruh dosen pengampu mata kuliah. Tujuanya adalah untuk mensosilaisasikan berbagai macam kebijakan Universitas dan Fakultas terkait kegiatan akademik di semester Ganjil 2023/2024. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai model pembelajaran yang butuh banyak penyesuaian khususnya setelah munculnya keputusan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang salah satunya menegaskan bahwa skripsi bukan merupakan satu-satunya syarat kelulusan mahasiswa. Perguruan tinggi diminta menyediakan banyak alternatif tugas akhir selain skripsi.  Prof. Dr. Muslimin Machmud, Dekan FISIP UMM bersama para Wakil Dekan. (foto:Idat)       Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya menyatakan bahwa kebijakan dari Nadiem sebetulnya telah lama diterapkan di UMM khususnya FISIP. “Kebijakan ini telah mulai diterapkan di UMM sejak tahun 2018 dimana setiap prodi diminta menentukan sendiri metode konfersi karya sebagai pengganti skripsi, “terang Muslimin. Lebih jauh Muslimin menjelaskan bahwa sejauh ini beberapa prodi seperti IP dan HI misalnya telah menerapkan karya jurnal sebagai pengganti skripsi. Tercatat di HI telah lebih dari 50 mahasiswa lulus dengan skema tersebut begitu juga di IP sekitar kurang lebih 200 mahasiswa. Di Ilmu Komunikasi beberapa mahasiswa lulus dengan dengan membuat project film, video pendek dan karya-karya inovatif lainya.     Selanjutnya Muslimin juga menekankan agar setiap dosen dalam proses pembelajaran harus betul-betul mendukung tercapainya visi setiap prodi. Karena itu metode pembalajaran harus mampu mendukung terpenuhinya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang sesuai dengan Profil Lulusan Prodi. “Prodi sebagai pelaksana mutu harus betul-betul bisa memastikan agar proses pembelajaran mampu membuat Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK tercapai. MBKM memang memberikan keleluasaan bagi dosen untuk mendesain proses pembelajaran sekreatif mungkin, namun tetap harus mengacu pada terpenuhinya visi prodi, “tutup Muslimin. (*its)

Hebat, Ada banyak Jalur lulus di FISIP UMM Selain Skripsi

 Senin, 04 September 2023 21:34 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia senantiasa melahirkan inovasi-inovasi baru khsusunya dalam skema kelulusan mahasiswa. Hal ini terlihat melalui keputusan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang salah satunya menegaskan bahwa skripsi bukan merupakan satu-satunya syarat kelulusan mahasiswa. Dalam benak Nadim yang secara terperinci dijelaskan diskusi Merdeka Belajar Episode 26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi, Selasa (29/8/2023 banyak metode yang bisa mengukur kompetensi mahasiswa di masa akhir studinya selain skripsi dan diserahkan sepenuhnya ke Perguruan Tinggi untuk pengaturan teknisnya.      Menyikapi hal tersebut FISIP UMM melaksanakan penyamaan persepsi dengan seluruh Prodi di lingkup FISIP UMM pada senin, 4 September 2023. Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam arahanya menyampaikan bahwa dalam jangka waktu 2 tahun terakhir FISIP UMM sebetulnya telah melaksanakan berbagai macam skema kelulusan tanpa melalui skripsi. Hal ini bisa dilihat dari beberapa Prodi seperti Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Hubungan Internasional yang memberlakukan jurnal untuk dikonversikan sebagai pengganti skripsi. Di Ilmu Pemerintahan setidaknya sudah lebih dari 200 mahasiswa lulusan dengan skema tersebut. Selain skripsi Ilmu Pemerintahan juga tercatat ada mahasiswa yang lulus melalui konversi MBKM yakni projek independent dengan melaporkan hasil usaha yang dilakukan oleh mahasiswa. Prof. Dr. Muslimin Machmud, Dekan FISIP UMM dalam arahanya. (foto:Wahid)      Hal serupa juga terjadi di Ilmu Komunikasi dimana beberapa mahasiswa bisa lulus dengan membuat project film, video pendek dan karya-karya inovatif lainya. “Fakultas sudah membuat panduan untuk konversi karya sebagai pengganti skripsi namun semuanya dikembalikan ke prodi untuk dibijaki, “terang Muslimin.     Dekan kelahiran Sulawesi Selatan juga menegaskan bahwa semua skema kelulusan selain skripsi tersebut tetap berpatokan pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), Indikator Kinerja Tambahan (IKT) dan Indikator Kinerja Inti (IKI) Universitas Muhammadiyah Malang. Artinya alternatif tugas akhir selain skripsi juga memiliki kualitas dan berdampak untuk kehidupan sosial. “sebetulnya FISIP UMM sudah menerapkan beberapa kebijakan konversi skripsi yang itu selaras dengan permintaan Nadiem,”tutup Muslimin. (*its)

Penutupan Trotoar Depan Kedubes AS Menjadi Konflik, Ini Dampaknya

 Sabtu, 02 September 2023 01:33 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik       Perbatasan trotoar Kedutasan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) dan istana negara hingga saat ini dipisahkan oleh pembatas beton sejak tahun 2013. Penutupan tersebut kemudian menjadi kontroversi, sebab dirasa mengganggu kenyamanan dan keamanan publik khususnya para pejalan kaki. Lalu, apa penyebab penutupan tersebut?       Azza Bimantara, M.A. selaku dosen Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan penutupan trotoar depan kantor Kedubes AS di Jakarta ada kaitannya dengan isu keamanan. Semenjak peristiwa terorisme yang menargetkan sejumlah kantor Kedubes AS di seluruh dunia sejak tahun 1980-an, demi meningkatkan keamanan diplomatiknya, Pemerintah AS biasanya akan meminta pemerintah negara penerima untuk merekomendasikan lokasi strategis untuk membangun fasilitas luar negeri yang sesuai dengan standar mereka. Azza Bimantara, M.A. (Foto:Devi)     Dengan adanya hak ekstrateritorialitas yang diakui hukum internasional serta kerja sama dengan pemerintah negara penerima, pengelolaan keamanan kantor Kedubes AS yang demikian dapat direalisasikan di seluruh dunia. Contohnya adalah kantor Kedubes AS di Budapest, Hongaria yang mengambil sebagian jalur pejalan kaki di ruang terbuka hijau publik.     “Ekstrateritorialitas itu merupakan wilayah suatu negara yang berada di luar negara tersebut. Misalnya wilayah kantor Kedubes AS di Jakarta atau Kedubes RI di Washington DC atau kapal di laut lepas yang terdapat bendera negara bersangkutan,” jelasnya.      Penutupan ini tentu saja memiliki dampak, baik dari segi kemasyarakatan maupun dari segi diplomatis. Dari segi kemasyarakatan, penutupan tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat yang biasanya menggunakan trotoar. Sebab penutupan itu membuat para pejalan kaki harus mengambil jalan agak memutar bahkan hingga turun ke jalanan beraspal. Hal ini dapat membahayakan jika banyak kendaraan yang sedang melintas di sekitar kantor Kedubes AS.     Kemudian jika dari segi diplomasi, Pemerintah DKI Jakarta perlu berkoordinasi dengan pihak Kedubes AS di Jakarta dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) sebab berhubungan dengan pengelolaan ekstrateritorialitas negara asing yang diakui hukum internasional. Pada proses inilah barangkali yang membuat proses pembukaan belum bisa direalisasikan, karena belum ada kesepakatan dari pihak-pihak terkait.     “Sepengetahuan saya, solusi Pemerintah DKI hingga sekarang adalah dengan membuatkan jalur khusus sementara bagi pejalan kaki yang dilindungi dengan pembatas jalan sementara dan mengambil sebagian bahu jalan di depan kantor Kedubes AS,” paparnya.    Lalu terkait dengan pembukaan trotoar, Pemerintah DKI sedang berencana untuk membahas administrasi pengelolaan aset atau objek vital negara asing dengan Kedubes AS dan Kemenlu RI. (*dev)

ICHSOS UMM Kaji Gender Equality dan Kontribusi UKM di Indonesia

 Kamis, 31 Agustus 2023 04:36 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Perkembangan teknologi memang adalah tantangan bagi kehidupan sehingga diperlukan adaptasi cerdas dari manusia. Hal itu yang ditekankan oleh Prof. Stephen L. Morgan dari Nottingham University Business School sebagay Keynote speaker dalam 3RD ICHSOS dengan tema “Towards Economic Sustainability and Social Equality in Technological Era”.     Stephen menjelaskan bahwa kehadiran Artificial Intelegence (AI) membuat manusia telah kehilangan banyak jenis pekerjaan namun disaat yang sama juga menciptakan banyak jenis pekerjaan yang baru. Karena itu menurut Stephen manusia harus mampu secara kreatif menangkap peluang tersebut.     Selanjutnya Stephen menyoroti bahwa kemajuan AI juga berpotensi memperdalam ketidaksetaraan negara antara negara maju dan berkembang/tidak maju. Negara baju tentu saja bisa dengan mudah memanfaatkan AI untuk menunjang ekonomi mereka sedangkan negara sebaliknya sulit. Ini berkaitan dengan penguasaan teknologi informasi yang berimbas langsung dengan pendapatan ekonomi negara. Karena itu diperlukan kemampuan pemerintah dalam mempersiapkan generasi yang melek teknologi dan disaat bersama solidaritas global menjadi penting khususnya peran negara-negara maju dalam membantu transformasi moderniasi ekonomi negara-negara berkembang. Dr. Vina Salviana, M.Si saat menyampaikan materi sesi I di 3RD ICHSOS 2023. (foto/Idat).       Dr. Vina Salviana, M.Si selaku pembicara pertama dalam sesi 1 menyoroti ketidakberuntungan Perempuan dalam kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia. Dengan mengambil judul “Gender Equality In Indonesia Across SDGs” melihat bahwa Perempuan Indonesia mengalami ketidakadilan beruntun dalam kehidupan sosial dan Pembangunan ekonomi di Indonesia jika dibandingkan dengan laki-laki. Dimulai dari ketimpangan ekonomi (kemiskinan), pendidikan, kekerasan hingga kesehatan. Karena itu diperlukan perubahan yang radikal dengan melakukan dua perubahan penting yakni Perempuan perlu meningkatkan kapasitasnya sendiri dan kesediaan laki-laki memberikan ruang afirmasi bagi Perempuan. Hal itu juga dapat terpenuhi dengan dukungan dari Pemerintah, legislator dan Civil Society agar dihasilkan minimal kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas dan partisipasi Perempuan.      Sebagai pembicara kedua,Tran Thai Ha Nguyen, PhD mengambarkan bagaimana Pembangunan ekonomi di Vietnam berhasil menjaga kelestarian lingkungan. Dosen di Van Lang University, Vietnam melalui makalahnya dengan judul “ESG Practice in Vietnam: The Way to Achieve The Corporate Sustainability” menunjukan bahwa ketegasan pemerintah di Vietnam dan pengawasan yang kuat dari masyarakat berhasil membuat Perusahaan memiliki sistem pengelolaan sampah yang tepat. Kolaborasi yang kuat dan visi yang sama untuk menjaga keberlanjutan membuat ekonomi tetap dapat tumbuh dengan tetap menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan.      Sedangkan Dr. Sanju Kumar Singh, BBS, M. SM, POSTDOC dari Ribhuvan University Kathmandu,Nepal sebagai pembicara ketiga mengambil sebuah studi perbandingan dengan judul “Conomic Sustainability and Social Equality in Technological Era: Evience of Nepal And Indonesia”. Studinya menunjukan bahwa Kesenjangan sosial di Nepal cukup tinggi dibandingkan dengan Indonesia karena kurangnya pemberdayaan perempuan, sehingga perlu dicatat bahwa Nepal perlu lebih fokus untuk mencapai tujuan ekonomi yang berkelanjutan. Di Indonesia, khususnya kaum Perempuan kesempatan dalam menguasai teknologi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan menjaga keberlanjutan lebih baik sehingga kondisi ekonominya juga lebih bagus jika dibandingkan Nepal.(*/its)

Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, FISIP dan FEB UMM Gelar ICHSOS

 Rabu, 30 Agustus 2023 23:03 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Malang, 30 Agustus 2023 untuk ketiga kalinya FISIP dan FEB sukses menyelenggarakan International Conference and Humanities & Sosial Sciences (ICHSOS). Bertempat di aula GKB 4 Lantai 9 UMM Malang dan dengan mengambil tema “Towards Economic Sustainability and Equality in Technological Era” kegiatan ini menghadirkan Prof. Stephen Luis Morgan (Notingham University, United Kingdom) sebagai keyone speaker dan 6 pembicara yang berasal dari dalam dan luar negeri. Kesemuanya adalah Prof. Dr Vina Salviana, M.Si (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia), Dr. Tran Thai Ha Nguyen (Van Lang University, Vietnam), Dr Sanju Kumar Singh, BBS, M. SM, POSTDOC (Tribhuvan University Kathmandu,Nepal) Prof. Indah Susilowati, Ph.D (Universitas Dipenogero, Indonesia),  Dr. Uci Yuliati, MM (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia) dan Assoc. Prof. Ricardo Real Pedrosa de Sousa (University of Beira, Portugal).    Kegiatan yang berlangsung secara blended ini diikuti oleh lebih lebih dari 200 peserta baik dari mahasiswa maupun peseta konferensi serta Perwakilan Universitas Ngurah Rai Denpasar. Tercatat sekitar 70 peserta yang berasal dari kampus dalam dan luar negeri. Mereka mengirimkan artikel dan dipresentasikan yang nantinya akan di publish di Jurnasional terakreditasi, prosiding terindeks Web of Sciences (WoS) dan Jurnal Scopus. Prof. Syamsul Arifin, M.Si dalam Sambutan 3RD ICHSOS 2023. (foto:Idat )    Konferensi internasional ICHSOS yang ketiga ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan UMM untuk membudayakan penguatan publikasi. Prof. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor I UMM dalam sambutan sekaligus membuka acara menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan kesetaraan ekonomi dan sosial di Indonesia yang belakangan ini semakin dalam. “artikel-artikel ilmiah yang ditulis oleh peserta tentunya mengambarkan masalah distribusi ekonomi yang tidak adil dan masalah ketimpangan sosial beserta solusinya yang akan membantu pemerintah dan stakeholder terkait, “terang Syamsul.      Lebih jauh Syamsul menyampaikan bahwa luaran kegiatan ini diharapkan memberikan inside baru terhadap kajian tentang pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan untuk kesejahteraan sosial bersama bukan hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia. Khusus Indonesia saat ini memang keberlanjutan Pembangunan ekonomi dihadapkan pada ketimpangan sosial akibat distribusi asset-aset dan kesempatan ekonomi yang tidak merata. Konferensi ini dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi bagaimana menyeleraskan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan sosial yang semakin berat di era revolusi teknologi yang semakin cepat. (*/its)

Keren, FISIP Raih Peringkat 2 Terbaik Akuntabilitas Pelaporan Keuangan di UMM

 Senin, 21 Agustus 2023 03:15 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      FISIP UMM kembali menghasilkan kinerja yang memuaskan di tingkat Universitas. Kali ini berasal dari kinerja Akuntabilitas Pelaporan Keuangan dimana FISIP UMM mendapatkan peringkat II terbaik di UMM di tahun 2022. Dengan predikat nilai “Sangat Baik” menunjukan pengelolaan keuangan FISIP UMM yang telah baik dan telah memenuhi kaidah tata kelola kelembagaan berwatak good governance. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dekan FISIP UMM Malang, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-78, Kamis (17/08/2023)      Pengakuan tersebut ditegaskan Dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 248/SK/UMM/VIII/2023 tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2023 UMM itu. Dalam penilaian setidaknya ada empat kriteria penilaian yang diterapkan dalam hal ini, yakni struktur organisasi dan strander operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internaal, dan temuan umum keuangan. Penilaian sendiri dilaksanakan pada audit yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Internal (BPI) UMM. Sertifikat Akuntabilitas Pelaporan Keuangan Terbaik ke II FISIP UMM tahun 2022. (Foto: Yanto)    Akuntabilitas keuangan itu menunjukan implementasi good governance pengelolaan FISIP  UMM. Artinya penyempurnaan pengolaan keuangan yang dilaksanakan berhasil. Ini menunjukan bahwa pertanggungjawaban yang dilakukan FISIP UMM telah memenuhi standar keuangan yang telah disusun oleh Universitas. Ini juga butki bahwa pengelolaan keuangan FISIP UMM telah memenuhi kaedah tertib administrasi.      Dalam rangka mewujudkan hal tersebut FISIP UMM memang menerapkan penggunaan keuangan yang konsisten dengan perencanaan dalam RAB dan juga pelaporan yang benar dan transaparan. “ini kami lakukan sebagai wujud pelaksanaan tata kelola keuangan yang baik dengan prinsip good governance dan sesuai ketentuan Universitas, “ungkap Dr. Salahudin, S.IP.,MA selaku Wakil Dekan II FISIP UMM. Lebih lanjut kata Salahudin yang juga sebagai Pengajar Tata Kelola Keuangan Daerah di Prodi Ilmu Pemerintahan menegaskan bawa  kuncinya adalah penggunaan keuangan berdasarkan perencanaan program yang telah ditetapkan dan bukti penggunaaan keuangan yang valid. “yang terpenting anggaran digunakan sesuai peruntukan dengan bukti yang real, kalau ada perubahan maka diadendumkan, “tutup Salahudin. (*/its)

FISIP UMM Gelar Pendampingan Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

 Senin, 21 Agustus 2023 02:23 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Kinerja pencapaian Jabatan Fungsional bagi dosen merupakan salah satu bentuk reputasi dari sebuah institusi kampus. Semangat itulah yang mendorong Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan dengan judul pendampingan Dosen Menuju Lektor Kepala, Guru Besar dan Studi Lanjut. Kegiatan ini yang diselenggarakan pada 15 sampai 16 Agustus di Aula Meeting Hotel Kapal ini menghadirkan kurang lebih 15 dosen yang sedang dalam proses kenaikan pangkat menuju Lektor Kepala dan Guru Besar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung para dosen dalam meraih jabatan Lektor Kepala, Guru Besar, serta mendorong studi lanjut di FISIP UMM.       Dekan FISIP UMM, Prof. Muslimin Machmud, M,Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memperkuat kompetensi dosen dalam berbagai aspek, mulai dari pengajaran yang inovatif hingga penelitian yang berdampak. “Kami berkomitmen untuk menghasilkan dosen-dosen unggul yang tidak hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian berkualitas,” ujar Prof. Muslimin. Karena itu Lanjut muslimin penelitian berkualitas wajib memiliki luaran artikel ilmiah yang berkualitas dan mampu publish di jurnal nasional dan Internasional bereputasi. “jurnal ilmiah saat ini menjadi syarat khusus bagi calon lektor kepala dan Guru Besar, karena itu kegiatan ini membantu dosen-dosen untuk menghasilkan karya jurnal yang berkualitas, “tutup Muslimin. Dekan FISIP UMM (duduk baju putih) bersama peserta kegiatan. (foto:Udin)     Di hari pertama (19 Agustus), materi dipusatkan dengan bagaimana menyusun jurnal ilmiah dengan menggunakan metode Sistematik Literatur Review (SLR). Dengan didampingi langsung oleh Dr. Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA dan Ali Roziqin, S.PA.,M.PA selaku dua dosen yang telah mahir membuat SLR dan telah publish di beberapa jurnal nasional SINTA 2 dan Scopus, peserta diajarkan bagaimana melakukan SLR dengan menggunakan data base Scopus dari tahap pengumpulan data, pembuatan kerangka jurnal mulai dari pemilihan judul, abstrack, introduction, Methode, Results, and Discusion sampai conclusion.      Dihari kedua (20 Agustus), materi dipusatkan pada penguatan analisis data dan mencari jurnal scopus yang relevan. Dengan dipandu oleh Dr. Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA dan Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP.,MA peserta dibekali bagaimana proses analisis data dalam teknik SLR dan bagaimana menemukan jurnal yang tepat untuk disubmit. Para Dosen juga diminta untuk melakukan singkronisasi secara berkala akun Google Scholar, SINTA, Garuda, Sister dan BIMA. Semuanya itu untuk mempermudah proses pengurusan kepangkatan dosen.      Hutri Agustino, M.Si (salah satu peserta) yang saat ini sedang menempuh pendidikan Doktoral di salah satu kampus besar di Malaysia mengungkapkan manfaat besar kegiatan ini. “kegiatan ini sangat baik buat dosen-dosen yang sedang menulis jurnal karena memberikan model baru yakni SLR. SLR memperkaya dosen untuk menulis jurnal yang selama ini terpaku dengan model riset lapangan tambah Hutri. “SLR teknik pengerjaanya juga tidak rumit dan potensi publishnya juga tinggi, sehingga menambah motivasi dosen-dosen terutama untuk terus menulis, “tutup Hutri.

Tingkatkan Kerjasama, FISIP UMM dan Sekretariat DPRD Sampang Jalin MoA

 Senin, 21 Agustus 2023 02:23 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik   Kerjasama dengan perguruan Instansi Pemerintahan merupakan salah satu hal penting dan startegis yang harus dilakukan oleh FISIP UMM Malang. Terbaru (Sabtu, 19 Agustus 2023) FISIP UMM telah mengadakan sebuah penandatanganan nota kesepahaman (MOA) dengan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, .      Dalam acara ini, delegasi dari FISIP UMM yang terdiri dari jajaran struktural, seperti Dekan, Kepala Program Studi, Kepala Laboratorium, dan Ketua Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP), bertemu dengan perwakilan dari Sekretariat DPRD Kabupaten Sampang. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk membentuk kerjasama yang erat antara kedua belah pihak dalam berbagai aspek, termasuk pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dekan FISIP UMM (Baju Putih) bersama Perwakilan Sekretariat Sekda Sampang. (Foto: Udin)     Poin penting yang dihasilkan dalam kegiatan yang diawali diskusi ini adalah kesepakatan untuk melibatkan praktisi dari Sekretariat DPRD Kabupaten Sampang dalam mengisi materi perkuliahan di FISIP UMM. Hal ini sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mendorong partisipasi praktisi dalam memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa. Keputusan ini dianggap penting karena diharapkan dapat memberikan perspektif yang berharga dan aplikatif kepada mahasiswa.      Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., mengungkapkan kegembiraannya terhadap kesepakatan ini dan melihatnya sebagai langkah penting dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan perluasan kerjasama di masa depan, termasuk melibatkan Pusat Studi (Center of Excellence/CoE) dari berbagai program studi di FISIP UMM, yang dapat membawa manfaat lebih lanjut bagi kedua belah pihak.    Penandatanganan MOA ini menunjukkan komitmen dari kedua belah pihak untuk saling mendukung dan bekerjasama guna mencapai tujuan bersama dalam bidang pendidikan dan pembangunan daerah. Diharapkan bahwa kerjasama ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Sampang dan wilayah sekitarnya.