Yudisium FISIP, Dukung Penguatan Akhlak dan Moralitas

Rabu, 07 September 2022 21:46 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Manusia diturunkan ke dunia untuk menjadi pemimpin (khalifah fil ardh). Tugasnya adalah memayu hayuning bawono, ambrasto dur angkara, membangun relasi harmoni dengan Tuhan (Allah), sesama manusia, dan alam semesta. Namun demikian, atas dasar iman, rasionalitas, dan nurani, atau bahkan nafsu keduniaan semata, manusia selaku aktor atau agen perubahan senantiasa terlibat dalam tarik menarik kepentingan individu, keluarga, kelompok, partai politik, bangsa dan negara serta negara asing. Pada konteks ini manusia sering kali justru menjadi antitesa atas perintah tuhan dengan justru berlaku merusak.      Refleksi di atas disampaikan oleh Dr. Wahyudi, M.Si, Pakar Sosiologi FISIP UMM dalam orasi ilmiah pada Yudisium FISIP Periode IV yang digelar hari ini (7/9) di GKB IV UMM. Wahyudi menyebut bahwa banyak tindakan manusia yang bertentangan dengan ajaran tuhan. Praktiknya bisa dilihat dalam aktifitas kita sehari-hari di lingkungan keluarga, masyarakat dan tempat kerja serta melihat bagaimana negara ini dikelola.     “saat ini kondisi sosial dan politik indonesia sedang bermasalah, itu bukti bahwa perilaku kita masih jauh dari ajaran tuhan, “tegas Wahyudi. Konflik, kekerasan, intoleransi, korupsi dan lain-lain adalah bukti sahih bahwa agama tidak terinternalisasi dalam kehidupan kita. Untuk itu diperlukan langkah kembali dengan memperbaiki level spiritualitas kita. Khusus warga Muhammadiyah kembali pada spirit ajaran KH. Ahmad Dahlan yang inklusif dan emansipatoris dapat dilakukan. Warga Muhammadiyah mesti mengembangkan dakwah yang mengasyikkan, yang merukunkan seluruh ummat di dunia ini, bukan yang menimbulkan permusuhan. Muhammadiyah dapat mendorong perbaikan ahlak bangsa.  Dr. Wahyudi, M.Si dalam sesi orasi ilmiah. (Foto:Humas)       Pada pelaksanaan yudisium FISIP periode III tahun 2022 kali ini dilakukan secara full luring. Dengan tetap menggunakan protocol kesehatan secara ketat, sebanyak 473 calon wisudawan wisudawati FISIP UMM dikukuhkan dalam seremonial yang digelar secara khidmat dan penuh kekeluargaan ini.      Selain berhasil meluluskan 473 calon wisudawan dan wisudawati yang akan diwisuda pada bulan September 2022, yudisium kali ini juga mengukuhkan tiga terbaik fakultas yakni Fatimatuzzahro dari Hubungan Internasional dengan IPK 3,97 (Terbaik I), Wiebi Winarto dari Prodi Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,97 (Terbaik II) dan Anggraito Wisnu Aji dari Prodi Ilmu Kesejateraan Sosial dengan IPK 3,96 ( Terbaik III). Yang juga tidak kalah luar biasanya ketiganya berhasil lulus tepat waktu dengan menyelesaikan masa studi 3 tahun 10 Bulan.      Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa ritual akademik seperti ini perlu dibanggakan karena menunjukan keberhasikan mahasiswa dalam melewati semua rintangan ketika studi. Muslimin menambahkan bahwa sarjana FISIP UMM harus memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi karena berasal dari kampus yang telah memiliki akreditasi institusi unggul dan semua prodi di lingkungan FISIP juga memiliki akreditasi unggul. Ini bukti bahwa UMM dan FISIP memiliki mutu akademik yang sangat baik. Hal tersebut adalah modal sosial untuk memasuki dunia kerja. “lulusan FISIP UMM itu telah teruji jadi jangan minder dalam berkompetisi di dunia kerja, “ungkap Muslimin.     Dekan FISIP UMM (Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si dalam sesi sambutan. (Foto:Humas)        Muslimin menambahkan bahwa salah satu tantangan besar yang akan dialami oleh lulusan adalah memasuki bonus demografi sebuah kondisi dimana struktur kependudukan Indonesia akan didominasi oleh usia produktif pekerja. Karena itu diperlukan kemampuan literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia agar bisa sukses. Diakhir sambutanya, Muslimin menitipkan harapan agar para lulusan dapat mencapai prestasi maksimal kedepanya. “kami sangat berharap kalian bisa datang kembali ke FISIP UMM dengan membawa cerita bahagia akan kesuksesan yang diraih dan memberikan motivasi kepada adik-adiknya, “tutup Muslimin. (its)

Tingkatkan Mutu Pengelolaan Kelembagaan, FISIP UMM Gelar RKT

Jum’at, 02 September 2022 00:02 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terus berusaha dalam mengembangkan tata Kelola kelembagaan yang bermutu. Hal tersebut ditunjukan dengan mengadakan Rapat Kerja Tahunan (RKT) di Royal Orchids Garden Hotel Batu, 29-30 Agustus 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dan dosen dalam lingkup FISIP UMM.     Rektor UMM Malang, Dr. Fauzan, M.Pd yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa FISIP UMM harus mampu terus maju dan mempersiapkan pola akademik yang sesuai dengan kebutuhan pasar salah satunya melalui Center of Excellence (CoE). UMM merupakan salah satu kampus swasta yang mendapatkan banyak pengakuan dari pihak lain khususnya berkaitan dengan pengembangan kelas-kelas CoE. “Alhamdulillah CoE UMM sangat disambut positif oleh banyak kalangan dan justru menjadi percontohan. Karena itu FISIP UMM dibawa kepemimpinan yang kuat dan dukungan yang solid dari semua pihak harus betul-betul mampu melaksanakan CoE yang telah digagas. CoE adalah upaya UMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan mahasiswa dengan skill yang terukur, sehingga Universtas akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan CoE di FISIP, “tegas Fauzan. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Si didamping Pimpinan Fakultas sedang membuka acara RKT. (Foto:Humas)      Disisi lain, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan menyampaikan bahwa RKT ini merupakan upaya Fakultas untuk melakukan evaluasi dan proyeksi terkait semua program yang telah dilaksanakan di tahun 2022 dan akan dilaksanakan di tahun 2023. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kelas CoE yang memang menjadi salah satu kelas unggulan di prodi-prodi FISIP UMM. “RKT ini memang dimaksudkan untuk melihat secara komprehensif kondisi reall yang sesungguhnya mulai dari mutu akademik, SDM dan fasilitas pendukung. Dari evaluasi singkat yang telah dilakukan oleh pimpinan dekanat masih ada yang harus dilakukan oleh Fakultas dan Prodi khususnya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan SDM Tenaga Pendidik dan Dosen beserta peningkatan kompetensi, jabatan fungsional dan rencana studi Lanjut, kolaborasi dan  kerjasama dengan pihak luar khususnya alumni, peningkatan kehidupan akademik mahasiswa serta pemantapan pelaksanaan MBKM. “ Alhamdulillah selama ini progres FISIP UMM sudah sangat luar biasa, namun adaptasi penyempurnaan sangat perlu dilakukan karena tuntuan perubahan model pendidikan Perguruan Tinggi terus berubah dengan Cepat. Suasana pelaksanaan RKT FISIP 2022. (Foto:Humas)      FISIP UMM terkenal dengan prestasi yang sangat luar biasa berkat dedikasi, komitmen dan kerjasama seluruh keluarga besar FISIP. “Insha Allah kegiatan ini menambah energi positif bagi FISIP UMM untuk terus maju dengan berbagai macam program pengembangan yang terencana dengan baik. Khusus CoE dalam waktu dekat akan diadakan rapat koordinasi untuk melihat progres yang telah dilakukan setiap Prodi agar bisa segera running dengan kencang sesuai amanah Pak Rektor, “tutup Muslimin. (its)

FISIP Adakan Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru

Selasa, 23 Agustus 2022 17:31 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik     Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Sebanyak 300-an orang tua/wali mahasiswa baru Angkatan 2022 mengikuti kegiatan silaturahmi dengan pimpinan fakultas dan prodi hari ini secara luring di Theater Dome UMM (23/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dengan agenda silaturahmi bersama pimpinan universitas yang diadakan di waktu yang sama. Rencananya kegiatan silaturahmi untuk orang tua wali maba akan diadakan dalam tiga gelombang. Yang pertama adalah hari ini, gelombang kedua akan diadakan pada Kamis, 25 Agustus dan gelombang terakhir pada 11 September mendatang. Para pimpinan fakultas dan prodi dalam agenda silaturahmi wali maba FISIP 2022/2023 (foto: humas)      Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si di hadapan ratusan orang tua wali maba mengucapkan selamat atas keberhasilan putra-putri mereka menjadi bagian dari civitas akademika FISIP. “FISIP adalah salah satu fakultas yang sangat diminati di UMM. Misalnya saja di prodi Ilmu Komunikasi, pendaftarnya 800-an lebih namun kapasitas kami hanya mampu menampung 500 mahasiswa saja. Sehingga seleksinya memang cukup ketat,”ungkap dekan.       Kesempatan untuk silaturahmi ini pun dimanfaatkan oleh para orang tua untuk berdiskusi terkait persiapan perkuliahan anaknya. Nyoto, salah satu orang tua maba yang jauh-jauh datang dari Kediri, menanyakan terkait kebijakan fakultas untuk mahasiswa aktivis. Ia mengaku, putranya sejak SMA adalah seorang aktivis OSIS. Ia sempat mengkhawatirkan aktivitas putranya yang sering berbenturan dengan kegiatan akademiknya. Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FISIP UMM, M.Himawan Sutanto, M.Si mengungkapkan UMM dan FISIP memiliki kebijakan tersendiri tentang aktivitas mahasiswa. “Intinya di FISIP mahasiswa diberi wadah seluas-luasnya untuk berkreasi dan berprestasi. Di UMM tidak ada prestasi yang tidak dihargai. Jadi jika misalnya putra bapak-ibu nanti aktif dalam organisasi atau aktif mengikuti lomba, kami akan dukung, selama dalam koridor yang benar dan sesuai. Ada surat dispensasi resmi yang bisa digunakan untuk menyesuaikan dengan aktivitas akademik,”ujar Himawan. Orang tua/wali maba angkatan 2022 antusias menyimak paparan dari pimpinan fakultas (foto: humas)      Lebih lanjut pimpinan fakultas juga menekankan bahwa di era MBKM sekarang, akan semakin banyak kesempatan untuk mahasiswa belajar di luar kelas. Misalnya saja ada skema 40 SKS yang bisa diambil di luar UMM melalui delapan program MBKM. Di era kampus merdeka, sesuai kebijakan pemerintah, mahasiswa akan memiliki banyak peluang dan kesempatan mengembangkan diri. Tak hanya di bidang ilmu yang ia tekuni di prodi, namun juga bisa lintas bidang ilmu lainnya. (wnd)

Pemilu Raya Mahasiswa, Pimpinan FISIP Beri Keleluasan Berdemokrasi

Selasa, 02 Agustus 2022 08:13 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) FISIP UMM sebentar lagi digelar. Tepatnya besok pada 3-4 Agustus 2022 mahasiswa FISIP akan serentak memilih kandidat yang akan menduduki posisi sebagai ketua BEM FISIP UMM atau Gubernur Mahasiswa FISIP periode 2022/2023. Sebelum pelaksanaan e-voting yang rencananya akan digelar besok di Lab Ikom, hari ini (2/8) dekanat memberikan arahan untuk tiga pasang kandidat ketua BEM FISIP UMM. Selain dihadiri oleh ketiga pasang kandidat, pertemuan yang diadakan di aula FISIP UMM ini juga dihadiri oleh para wakil dekan dan dosen pendamping Pemira. Ketiga paslon Gubma-Wagubma FISIP 2022/2023 serius menyimak arahan dari pimpinan fakultas, didampingi oleh para dosen pendamping Pemira (foto by: humas)      Dekan FISIP UMM, Prof. Dr Muslimin Machmud, M.Si menyampaikan bahwa Pemira adalah peluang emas bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi. Untuk mendukung iklim demokrasi tersebut, pimpinan fakultas memberikan keleluasan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin. “Negara kita di 2035 akan memasuki bonus demografi, dan ini artinya anda-lah yang nantinya akan memimpin negeri ini. Untuk itu manfaatkan event pemira ini untuk belajar berdemokrasi. Kami beri keleluasaan, siapapun boleh menjadi pemimpin mahasiswa, dari unsur manapun. Asal memiliki kompetensi dan anda bertanggung jawab pada keleluasaan tersebut,”tutur dekan.     Selain itu dekan juga berpesan agar siapapun kandidat yang terpilih mampu membuka mindset anak muda dengan program-program yang bermanfaat nantinya. Khususnya program yang bisa membantu menyiapkan diri menyongsong era bonus demografi di 2035. “Saya yakin ketiga pasang kandidat ini adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik. Siapapun nanti yang menjadi gubma, ini adalah kesempatan untuk menjadi contoh yang baik bagi masyarakat anda. Lakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri dulu. Sebelum kita mampu memimpin, maka anda harus jadi contoh yang baik untuk masyarakat yang anda pimpin,”imbuh dekan. Siap jaga aspek etik dan moral: para kandidat berfoto bersama pimpinan fakultas (foto by: humas)      Aspek etik dan moral juga menjadi hal yang patut diperhatikan dalam pelaksanaan Pemira ini. Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, M Himawan Sutanto, M.Si mengatakan perbedaan adalah hal lumrah. “Berbeda pendapat boleh, saling adu kreativitas untuk meraih dukungan tidak dilarang, namun aspek etik dan moral harus tetap dijunjung tinggi. Di depan ada PR simkatmawa, mawapres dan PKM yang nantinya akan diisi oleh mahasiswa-mahasiswa FISIP yang kreatif dan punya daya juang. Jadi jangan lupakan aspek etik dan moral,”tutur Himawan.      Pemira FISIP UMM 2022 akan diadakan selama dua hari berturut-turut dengan metode e-voting yang akan digelar di Lab Ikom. Ketiga pasang kandidat yang akan dipilih besok merupakan perwakilan dari tiga partai mahasiswa, diantaranya adalah Partai Kita (paslon no 01), Partai Milenial (paslon no 02) dan Partai Mahasiswa Indonesia (paslon no 03). Partai Kita mengusung  pasangan Gt Chairunnisa Adinda S dan Bimo Adhyaksa, Partai Milenial mengajukan pasangan Gilang Zakaria dan Muh Afif Baihaqi, dan Partai Mahasiswa Indonesia mencalonkan Dandy Ade Prasetya dan M Yusril Juliansyah. Sebelumnya ketiga pasang kandidat ini telah lolos seleksi yang diadakan oleh Komisi Pemilu Raya FISIP (KPRF), lembaga sejenis KPU versi mahasiswa FISIP UMM. (wnd)

FISIP UMM Jajaki Kerjasama dengan Pemkab Banyuwangi

Kamis, 07 Juli 2022 02:25 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik     Sebagai bagian dari upaya untuk pengembangan  dan penguatan tata kelola Center of Excellences  (CoE), FISIP UMM pada 6 Juli 2022 melakukan penjajagan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Setelah sebelumnya menggandeng Kabupaten Magetan sebagai mitra CoE, berikutnya Banyuwangi akan menjadi mitra kedua yang akan digandeng FISIP UMM. Bertempat di Pemkab Lounge Banyuwangi, Dekan FISIP didampingi oleh Wakil Dekan 1 dan 2 dan Kepala Kerjasama FISIP UMM, disambut baik oleh Kabag Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pertemuan tersebut membicarakan apa saja kerjasama yang akan dikelola oleh FISIP dan Banyuwangi. Pertemuan dekanat FISIP UMM dan Pemkab Banyuwangi (6/7) bertempat di Pemkab Lounge Banyuwangi (foto: shan)      Dekan FISIP UMM, Prof.Dr. Muslimin Machmud, Ph.D mengungkapkan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai mitra CoE karena merupakan kota yang memiliki potensi menarik yang bisa dikembangkan. Khususnya potensi di bidang pendidikan dan pemerintahan. Ia menyebut Banyuwangi juga memiliki potensi untuk menjadi bagian dari perwujudan program pengabdian dosen FISIP UMM. “Saya rasa ada beberapa program yang bisa kami kerjasamakan. Saat ini kami juga sedang mengelola CoE yang merupakan pusat unggulan yang dikembangkan oleh fakultas dan prodi. Pusat unggulan ini nantinya akan memiliki kontribusi pada kepentingan para stakeholders, termasuk pemerintah,”tutur Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi ini.     Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, S.Pd, MM mengatakan Banyuwangi bisa menjadi kota tujuan yang pas sebab Banyuwangi memiliki program yang dinamakan sebagai Banyuwangi Cerdas.  Program Banyuwangi Cerdas adalah program pemberian bantuan beasiswa kepada masyarakat cerdas tidak mampu. Pemberian beasiswa tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas secara akademis tapi juga mendorong peningkatan moral dan akhlak. “Selama ini kami bekerjasama dengan perguruan tinggi terdekat, nah dalam waktu dekat mungkin bisa kita kerjasamakan dengan UMM. Di Banyuwangi juga ada IKM atau Implementasi Kurikulum Merdeka mirip juga dengan MBKM di kampus ya. Perlu ada perubahan mendasar di kurikulum yang membutuhkan pendampingan, hal ini saya rasa bisa kita kerjasamakan dengan UMM,”jelas Suratno. Dekan FISIP bersama Kabag Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Nurhadi (foto: shan)     Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Tri. FM Mounty juga menyebut Banyuwangi saat ini sedang mengupayakan program digitalisasi desa melalui smart kampung. Program Smart Kampung yang diterapkan Pemkab Banyuwangi bahkan masuk dalam jajaran 100 Smart City 2021 kategori Smart Economy, dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Smart Kampung adalah layanan desa berbasis online yang saat ini telah diterapkan oleh 189 desa. Dengan Smart Kampung, Banyuwangi telah menggunakan sistem online di berbagai urusan daerah. Meskipun dalam implementasinya Pemkab Banyuwangi masih membutuhkan support dari akademisi untuk mengembangkan aplikasi pemerintahan berbasis online ini.      Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Dr. Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA mengatakan FISIP siap mendukung pendampingan tersebut karena FISIP memiliki kelas CoE yang berkaitan dengan analisis data dan informasi, yakni Big Data School of Social Politics. “Kelas unggulan tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UMM tapi juga dapat diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang daerahnya telah bermitra,”tutur Salahudin.      Selain melakukan kunjungan untuk menjajagi kerjasama CoE antara FISIP dan Pemkab Banyuwangi, jajaran dekanat juga melakukan survey lokasi berkaitan dengan rencana kegiatan rapat kerja fakultas yang akan diadakan di kota yang berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Pimpinan fakultas berharap rapat kerja yang rencananya akan diadakan pada Agustus itu akan semakin mempertajam implementasi CoE FISIP dan program-program kerja FISIP berikutnya. (wnd)

Percaya Diri Jadi Kunci Hadapi Persaingan Dunia Kerja

Minggu, 19 Juni 2022 09:04 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Kecemasan menghadapi persaingan dunia kerja pasca lulus kuliah menjadi hal yang patut diantisipasi. Muhammad Rizqi Surya Wahyudin, S.Sos, alumni Kesos dalam orasi ilmiah pada agenda Pelepasan Wisudawan FISIP UMM Periode II/2022 mengungkapkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi para lulusan. Ia juga membagikan sejumlah tips dalam menghadapi persaingan dunia kerja. M. Rizqi Surya Wahyudin, S.Sos, saat menyampaikan orasi ilmiah di depan 240 calon wisudawan FISIP UMM (foto: humas)      Mantan Gubernur Mahasiswa FISIP yang kini menjadi ASN di Dinas Sosial Kota Blitar ini mengatakan pengalaman organisasi adalah bekal yang penting, namun jangan jadi satu-satunya yang diandalkan. “Pengalaman menjadi aktivis itu penting sekali dalam menghadapi dunia kerja, tapi jangan hanya mengandalkan itu. Apalagi sampai post power syndrome, merasa sebagai mantan ketua apa biasa membawahi banyak anggota pas jadi mahasiswa. Lalu ketika lulus kerja tidak siap ketika menghadapi masa tunggu. Lalu post power syndrome, wah jangan begitu,”ungkapnya di depan 240 calon wisudawan FISIP yang dikukuhkan dalam yudisium (18/6) kemarin.     Rizqi mengatakan masa tunggu untuk setiap lulusan memang bervariasi. Ada yang hanya satu dua bulan, ada juga yang beberapa bulan. Ia mengaku perlu menunggu enam bulan sampai kemudian diterima sebagai ASN di Dinas Sosial Kota Blitar. “Selama masa tunggu itu saya bekerja apa saja. Sempat ingin cari kerja di Malang saja karena sudah kerasan disini, namun tidak dapat-dapat. Jadi selama masa menemukan pekerjaan yang tepat itu saya tidak gengsi bekerja apa saja, termasuk bekerja di kandang ayam milik keluarga bibi saya di Blitar,” ungkap pria asal Kalimantan ini.    Tidak gengsian menjadi kata kunci yang menurut Rizqi harus dimiliki oleh fresh graduate. Para lulusan juga harus percaya diri bersaing dengan alumni dari kampus-kampus bonafide lain. “Kita harus siap dengan persaingan kerja, dan kita harus percaya diri. Kita adalah lulusan kampus yang unggul. Rasa percaya diri itu cukup membantu saya untuk tak gentar ketika harus bersaing dengan lulusan kampus-kampus keren lainnya, ya biasa saja, pede saja. Kita punya banyak modal kok, modal mental, modal pengalaman, banyak sebenarnya yang sudah kita dapatkan selama kuliah,”imbuhnya.    Kebanggaan karena dilahirkan dari rahim kampus unggul ini juga ditekankan oleh Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa rekognisi nasional dan internasional yang telah diperoleh oleh FISIP dan UMM bisa menjadi salah satu modal bagi lulusan. “Seluruh rekognisi tersebut bisa digunakan sebagai modal sosial untuk melakukan kompetisi di tingkat apapun. Alumni harus percaya diri lahir dari rahim almamater kampus yang unggul. Selain itu alumni harus senantiasa belajar untuk menguasai literasi data dan literasi teknologi,”pesan dekan. Dekan saat menyematkan selempang pada peraih gelar terbaik fakultas (foto : humas)      Yudisium kali ini selain mengukuhkan 240 calon wisudawan/ti dari kelima prodi juga memberi anugerah lulusan terbaik fakultas untuk tiga orang lulusan. Ketiga lulusan yang meraih gelar terbaik itu diantaranya adalah Rizki Juda Putra Hidayat dengan IPK 3,94 dan masa studi 3,9 tahun, lulusan terbaik kedua diraih oleh Yusrin Rahmawati dengan IPK 3,92 dan Mariano Warendridus sebagai terbaik ketiga fakultas dengan IPK 3,92. Baik Yusrin maupun Mariano juga berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,9 tahun saja. Lulusan terbaik fakultas: (ki-ka) Rizki Juda, Yusrin Rahmawati, Mariano Warendridus (foto: humas)      Menariknya ketiganya berasal dari satu prodi yang sama, yakni Prodi Ilmu Pemerintahan. Juda, sapaan akrab Rizki Juda terbaik 1 fakultas, ketika ditemui usai pengukuhan mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih predikat lulusan terbaik ini membutuhkan kerja keras. Ia harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan akademis dan organisasi.       Sebagai mantan ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, ia menyadari membagi waktu antara kehidupan kuliah dan organisasi tidaklah mudah. Apalagi tahun lalu ia juga mendapat kesempatan untuk mengikuti Program IISMA di Middle East Technical University Turki selama tiga bulan. “Saya berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin waktu untuk bisa menyelesaikan semua amanah, kuliah, organisasi maupun aktivitas yang menambah pengalaman lainnya. Intinya harus pintar bagi waktu,”ungkap calon wisudawan asal Tangerang ini. (wnd)

Menteri PMK Kunjungi FISIP: Fokus Pengembangan SDM

Jum’at, 17 Juni 2022 17:17 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sore ini (17/6/2022) mengunjungi FISIP UMM. Kehadiran menteri yang juga merupakan salah satu founding father FISIP ini tentu cukup mengejutkan dan membuat gembira civitas akademika FISIP. Menteri PMK yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM ini didampingi oleh rektor, sekretaris BPH, wakil rektor dan dekan FISIP UMM. Bertempat di Ruang Sidang FISIP UMM R. 601, menteri dan rombongan disambut hangat oleh seluruh dosen dan karyawan FISIP UMM. Silaturahmi ke FISIP UMM : Muhadjir Effendy Menko PMK Kunjungi FISIP UMM (foto: humas)      Muhadjir Effendy adalah salah satu sosok yang berjasa dalam mendirikan FISIP UMM. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si mengatakan bahwa Prof. Muhadjir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah FISIP UMM. “Kami sangat bersyukur, di tengah kesibukan beliau, pak Menteri berkenan mengunjungi FISIP. Bagaimana pun beliau adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah FISIP UMM,”ujar dekan. Muhadjir Effendy didampingi Dekan FISIP saat menuju lantai 6 GKB 1 (foto: humas)      Dalam kesempatan silaturahmi itu Muhadjir Effendy berpesan agar FISIP UMM fokus pada pengembangan SDM. Persaingan dengan penyedia layanan pendidikan tinggi yang cukup kompetitif, menurutnya harus disikapi dengan menjaga kualitas SDM dosen dan mahasiswa. “Perlu kita melakukan pemetaan pesaing eksternal. Saya juga berharap agar fakultas dan universitas memberikan perhatian pada program talent scouting. Mahasiswa yang memiliki kualitas yang menonjol bisa diarahkan untuk talent scouting yang nantinya bisa menjadi bagian dari SDM yang akan membesarkan universitas. Termasuk dosen-dosen yang lain juga harus semangat untuk melanjutkan studi hingga doktor. Jika tentara gelar tertingginya adalah menjadi jenderal, maka cita-cita tertinggi dosen adalah guru besar, kejar itu, sampai meraih gelar profesor,”tutur Menteri PMK. Disambut hangat: Dosen dan karyawan antusias menyimak paparan dari Menteri PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P (foto: humas)      Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd yang mendampingi Menteri PMK juga menyambut baik pesan dari Ketua BPH tersebut. Tidak hanya menjaga kualitas SDM, Rektor juga mengapresiasi upaya FISIP untuk ngopeni calon mahasiswa baru dan upaya FISIP untuk responsif dalam menyusun program-program berbasis Center of Excellent (CoE). “Insya Allah 4-5 tahun lagi program-program CoE ini sudah settle. Akreditasi internasional juga insya Allah bisa segera dituntaskan tahun ini. Hal ini merupakan  bagian dari upaya-upaya baik untuk menjaga kualitas,”ungkap Rektor. (wnd)

Dekan: Kurikulum Komunikasi Harus Siapkan Penguasaan Akses dan Data

Minggu, 12 Juni 2022 21:47 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Muslimin Machmud mendorong agar kurikulum terus di-upgrade. Perubahan aturan maupun pasar kerja, menurutnya, menuntut penyesuaian kurikulum yang responsif. Hal itu disampaikan Dekan FISIP ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) dalam menyiapkan lokakarya Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi, Sabtu (11/06/2022). Selama bulan Juni ini Komunikasi UMM tengah melakukan berbagai kegiatan menjelang lokakarya yang rencananya dilangsungkan akhir bulan ini. Dekan FISIP (tengah) bersama Kaprodi (kiri) dan pemantik diskusi Dr. Catur Suratnoaji saat membuka kegiatan Sharing dan FGD dalam rangka persiapan lokakarya kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi (foto:ist) Dekan menekankan, kurikulum Komunikasi harus mampu menyiapkan manusia unggul di era informasi, terutama dalam penguasaan akses dan data. Untuk itu rancangan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) harus tepat. CPL, katanya, harus memperhatikan empat bidang. Yakni, sikap dan tata nilai; kemampuan kerja; penguasaan pengetahuan, dan tanggung jawab. “Yang penting Prodi harus memiliki kekhasan yang dapat membedakan Komunikasi UMM dengan Prodi yang sama di kampus lain,” tegas Dekan. Ketua Program Studi Komunikasi  UMM, Nasrullah menerangkan kurikulum kali ini disiapkan untuk mengadopsi Outcome Based Education (OBE). “Selain itu juga merespon program pemerintah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mempersiapkan keberadaan Center of Excellent (CoE) School of Digital Creative Communication (CDCC),” katanya. Dituturkannya, penyesuaian kurikulum merupakan suatu keniscayaan. Ilmu dan profesi komunikasi berkembang sangat dinamis sehingga memerlukan respon yang cepat dan tepat. Untuk itu diperlukan kajian mendalam dan komprehensif dengan melibatkan semua unsur yang mewakili stakeholder Komunikasi UMM. “Keunggulan Komunikasi UMM selama ini terletak pada kekuatan kreativitas dan kemampuan kolaboratifnya. Ini akan menjadi perhatian ke depan supaya diakomodasi dalam kurikulum yang juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi,” lanjut Nasrullah. Dalam FGD Komunikasi UMM menghadirkan dua pakar yang mewakili akademisi dan praktisi. Dari akademisi, pakar komunikasi digital dan bigdata dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jawa Timur, Dr Catur Suratnoaji, M.Si. Sedangkan dari praktisi dipilih Dr. Muhammad Faisal.  Selain juga akademisi, Faisal adalah konsultan digital branding dan peneliti etnografi digital dan milenial. Senada dengan Dekan, Catur menekankan pentingnya positioning Prodi melalui kurikulum. Dia menyarankan agar kekhasan itu disesuaikan dengan lingkungan internal dan eksternal. “Misalnya dengan trend media digital, tentu memerlukan penyesuaian mata kuliah yang dapat diampu oleh anak-anak muda. Tetapi jangan khawatir karena dosen-dosen senior juga tetap memiliki tempat karena keilmuan komunikasi sangat memerlukan penguatan teori dan ilmu-ilmu lainnya,” sarannya. Catur juga sepakat dengan penguasaan literasi baru, yakni literasi data. Hal ini perlu dikembangkan karena akan menjadi bekal bagi keahlian di dunia industri maupun akademik. Disamping itu mata kuliah entrepreneurship dan internship agar diwajibkan bagi mahasiswa. Di sisi lain, Faisal mengingatkan agar tidak terjebak pada orientasi teknologi informasi semata-mata. Meski diperkirakan pada tahun 2030 dunia akan totally terdigitalisasi, kemampuan manusia dalam mengendalikan teknologi juga sangat penting. Isu-isu seperti krisis air, perubahan iklim dan konflik sosial, harus menjadi perhatian keilmuan komunikasi. “Basis ilmu komunikasi akan fundamental dan kembali ke kemampuan manusia, teknologi juga penting namun kembali ke manusianya. Meski kita harus menguasai teknologi digital, kita harus ingat bahwa inti komunikasi adalah talk to human. Sisi manusia tetap menjadi perhatian utama,” tukasnya. Foto bersama usai kegiatan Sharing dan FGD di R. Sidang Senat UMM (foto: ist) Dua dosen senior, Budi Suprapto dan Farid Rusman, ikut mendukung gagasan Faisal. Budi mengingatkan agar komunikasi tidak menyerupai informatika karena terlalu dekat dengan kajian teknologi informasi. “Akar filsafat dan keilmuan komunikasi harus terus dipertahankan dengan berbasis kepada nilai-nilai humanisme,” kata Budi yang diamini Farid. Berbagai masukan diberikan oleh para stakeholder pengguna lulusan serta alumni. Sebagian besar alumni menyarankan agar lulusan dibekali dengan whole package atau paket lengkap yang siap kerja. Selain ilmu dan keterampilan komunikasi, juga perlu persiapan bahasa, penguasaan teknologi komunikasi, serta akses ke dunia global. “Kalau bisa penyampaian perkuliahan minimal 50% menggunakan Bahasa Inggris agar mahasiswa terbiasa menggunakannya. Di samping itu, aspek attitude dan etiket berkomunikasi juga menjadi aspek sangat penting dalam memasuki dunia kerja di perusahaan beskala global maupun multinasional,” kata alumni yang bekerja di Saudia Airline, Nuraini Rohmawati. Hal yang sama juga dibenarkan alumni lainnya, seperti  Viki Arif (Paradise Entertainment), Heru Nasrudin (Blibli.com), Maratun Sholihah (Kompas TV) dan Tris Sulis (Kontan.com).  Mereka mengikuti FGD secara virtual. Nasrullah menambahkan, Komunikasi UMM memperoleh amanah dari Universitas untuk menjadi salah satu Prodi yang didorong memperoleh akreditasi internasional. Menyusul diperolehnya sertifikat AUN-QA, Komunikasi UMM kini menyiapkan site visit untuk akreditasi FIBAA dari Jerman. “Konsekuensinya kami harus menyiapkan banyak aspek. Tidak hanya kurikulum, tapi juga upgrading sumberdaya manusia pengajar, fasilitas laboratorium, dan tata kelola Prodi,” tambahnya.    Lokakarya akan berlanjut dengan sidang-sidang komisi untuk membahas draft kurikulum. Pada puncaknya, pleno akan dilangsungkan guna membahas kurikulum baru untuk diserahkan kepada universitas untuk disahkan. Ketua Panitia Lokakarya, Radityo Widiatmojo, M.Si merinci kegiatan ini berlangsung selama sebulan. Sebelumnya FGD dengan perwakilan mahasiswa berhasil mendapatkan masukan mengenai kritik pada kurikulum lama dan keinginan muatan pada kurikulum baru mendatang. (nas)

Kegiatan Pra Kuliah untuk Maba FISIP, Cara FISIP Sambut Energi Baru

Rabu, 08 Juni 2022 23:58 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Ratusan calon mahasiswa baru FISIP UMM yang diterima sebagai mahasiswa baru (maba) FISIP UMM mengikuti kegiatan Pra Kuliah yang diadakan oleh FISIP UMM. Kegiatan pra kuliah ini merupakan sarana pengenalan fakultas pada mahasiswa baru. Maba FISIP yang bergabung dalam kegiatan ini adalah mereka yang telah lolos melalui jalur prestasi pada seleksi penerimaan mahasiswa baru UMM 2022. Digelar secara daring pada 8 Juni 2022, ini adalah kegiatan pertama dari tujuh kegiatan pra perkuliahan yang diikuti oleh mahasiswa baru. Pembukaan kegiatan pra kuliah FISIP UMM digelar secara daring pada 8 Juni lalu (foto: ist)      Dekan FISIP UMM, Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si ketika membuka rangkaian kegiatan pra kuliah ini menyampaikan bahwa kegiatan pra kuliah ini bertujuan untuk mengenalkan dunia akademik kepada mahasiswa baru. Peralihan masa putih abu-abu ke dunia mahasiswa tentu membutuhkan adaptasi. Salah satunya ranah akademis yang tentunya berbeda dari sistem pengajarannya, dari pedagogi di masa pendidikan dasar menjadi sistem andragogi (pembelajaran untuk orang dewasa). Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si saat membuka kegiatan pra kuliah (foto: ist)      “Cara belajar di perkuliahan tentu berbeda dengan masa-masa di SMA. Semoga dengan kegiatan pra kuliah ini dapat membantu mahasiswa baru untuk mulai mengenal dunia kampus sebelum mengikuti perkuliahan. Sebagai energi baru di FISIP, maba harus memiliki amunisi untuk menyesuaikan dengan dunia perkuliahan. Tentu dengan kegiatan yang berbobot namun tetap menyenangkan,”ungkap guru besar bidang Ilmu Komunikasi ini.      Ada tujuh kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pra kuliah maba 2022. Selain pembukaan hari ini, para maba juga akan dibagi dalam beberapa kelompok. Setelah itu pada kegiatan berikutnya maba akan mengikuti kelas literasi baru pada 15 Juni 2022. Pada 4 Juli mereka juga bisa mengikuti kelas analisis big data dan artificial intelligence, dilanjutkan dengan kelas penulisan artikel ilmiah dan kelas koding big data dengan R-Studion software.     Mahasiswa baru dalam kelas pra kuliah ini juga akan dikenalkan dengan kelas koding data media sosial dan diakhiri dengan kegiatan penutupan dan informasi tentang kegiatan CoE FISIP yang direncanakan pada tanggal 10 September 2022 nanti.     Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Dr. Salahudin, M.Si, M.PA mengatakan ada banyak benefit yang akan diperoleh mahasiswa baru melalui program pra kuliah ini. Diantaranya mereka akan memperoleh keterampilan digital yang sangat mendukung kelancaran dan keberhasilan perkuliahan. “Maba akan mendapatkan pengalaman akademik yang berharga untuk persiapan masuk ke dunia perkuliahan. Maba yang mengikuti kelas-kelas pra kuliah ini juga berkesempatan untuk menjadi bagian dari tim dosen dalam bidang riset dan pengabdian,”tutur Salahudin. Selain itu, maba yang lulus kegiatan pra kuliah ini akan mendapat sertifikat kelulusan yang dapat digunakan untuk melengkapi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). (wnd)

FISIP UMM Bekali Mahasiswa dengan Penguatan Karir

Senin, 30 Mei 2022 22:26 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik     Tantangan karir di jaman sekarang makin tinggi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin bertambah, maka FISIP UMM menyambut baik program yang diusung oleh Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) Kemahasiswaan UMM yang bekerjasama dengan PLN Peduli. Dua prodi di FISIP yakni Prodi Ilmu Komunikasi (Ikom) dan Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) mengadakan pelatihan penguatan karir mahasiswa pada tanggal 24 Mei 2022 untuk Prodi Ikom dan pada 28 Mei 2022 untuk Prodi Kesos.     Karir di bidang komunikasi yang semakin menantang disikapi oleh prodi Ikom dengan mengadakan pelatihan karir tentang digital creative communication. Tema ini dipilih karena di masa kini, hampir tidak ada aspek yang terhindar dari sentuhan komunikasi digital kreatif. Kegiatan yang diadakan di Aula BAU ini mengangkat tema “Creative Communication Works in Digital Wave”. Tiga kelas dibuka dalam workshop kali ini, yakni Social Media Optimization, Digital Journalism for Social Media dan Videography for Social Media. Para pemateri bersama Wakil Rektor 3, Wakil Dekan 2 FISIP dan Kaprodi Ikom usai pembukaan kegiatan workshop (foto: ist)     Kegiatan pelatihan menghadirkan pemateri yakni CEO PT Internusa Sosialoka Indonesia Miftah Farid Oktofani. Ia memberikan general lecture tentang etika dasar dan aturan main komunikasi digital kreatif.  Pada kelas Social Media Optimization ada dua instruktur dari Sosialoka Indonesia, Rizka Alya Putri dan Muhammad Bahrul Ulum, yang juga merupakan alumni Komunikasi UMM. Sedangkan dua kelas lainnya diampu mantan ketua AJI Malang dan wartawan Tempo, Eko Widianto, dan dosen Komunikasi UMM, Nasrullah, untuk Kelas Digital Journalism for Social Media.  Sementara instruktur kelas Videography for Social Media adalah Kepala Divisi Cipta Visual Biro Komunikasi dan Informasi UMM, Rino Anugrawan dan dosen Komunikasi UMM, Novin Farid Styo Wibowo.  Tidak hanya kelas teori, workshop juga dilanjutkan dengan simulasi dan praktek. Laboratorium Komunikasi UMM sebagai backbone workshop ini merancang skema praktikum dengan instruktur pendamping masing-masing kelompok.  “Tiga kelas yang dibuka merupakan trailer menjelang dibukanya kelas Center of Excellence (CoE) School of Creative Digital Communication (SCDC) milik Komunikasi UMM. Dalam waktu dekat kelas-kelas sekolah CoE ini akan ditawarkan kepada mahasiswa dan publik luas,”ujar Nasrullah, M.Si, Kaprodi Ilmu Komunikasi yang juga menjadi pemateri di kelas digital journalism.      Sedangkan pada 28 Mei 2022, Prodi Kesos juga mengadakan pelatihan karir mahasiswa untuk para mahasiswa Kesos. Makin kompleksnya permasalahan sosial di masyarakat menyebabkan kehadiran para social worker atau pekerja sosial menjadi kebutuhan mutlak. Oleh karena itu lah bertempat di Aula FISIP GKB 1 lantai 6, Kesos juga mengadakan pelatihan penguatan dan pengembangan karir sebagai pekerja social pendamping anak dan keluarga. Berfoto bersama usai pelatihan karir mahasiswa yang diadakan oleh Prodi Kesos (foto: ist)      Menurut Kaprodi Kesos, Dr. Oman Sukmana, M.Si pelatihan ini penting karena dalam dunia kesejahteraan sosial terdapat tiga setting praktik pekerjaan social, yakni seting praktik mikro, meso, dan makro. Target dari intervensi mikro pekerjaan social adalah upaya mengatasi problem social pada level individu dan keluarga. Problem social pada level mikro (individu dan keluarga) cukup kompleks, antara lain seperti anak dan perempuan korban kekerasan, stunting, anak berhadapan dengan hukum, disharmoni keluarga, perceraian, dan sebagainya. “Seiring dengan dinamika peningkatan kualitas dan kuantitas problem social pada level indvidu dan keluarga, maka kebutuhan akan sumberdaya professional sangat urgent. Salah satu bidang keahlian (karir) profesi pekerja social adalah pekerja sosial pendamping anak dan keluarga,”tutur Oman.      Untuk itulah Kesos kemudian dalam pelatihan tersebut Prodi Kesos mengusung tema Pekerja Sosial Pendamping Anak dan Keluarga. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari Save The Children Indonesia, sebuah organisasi non pemerintah yang fokus melayani dan mempromosikan hak-hak anak, menyediakan bantuan dan membantu mendukung anak-anak di negara-negara berkembang. Hadir dalam pelatihan tersebut Tata Sudrajat, Andri Yoga Utami, Yanti Kusumawardhani dan Rendiansyah Putra Dinata. Ada tiga materi penting yang diberikan untuk membekali para calon pekerja sosial ini. Tata Sudrajat, Deputy Chief of Program Impact and Creation at Save the Children Indonesia, menyampaikan materi tentang Dunia Kerja Human Service Organization (HSO) bidang kesejahteraan dan perlindungan Anak: Peluang dan Tantangan. “Profesi pekerja sosial adalah profesi universal, ada di di hampir semua setting HSO. Peksos juga ada di semua posisi, bisa sebagai social workers, supervisor, managerial, technical adviser, specialist. Untuk itu alumni Kesos harus menguatkan conceptual framework yakni berpikir makro dan jangka panjang serta menempatkan project-project di dalamnya. Dan harus mampu bertindak sebagai subjek atas projek/program, yang dijalankan. Bukan berada di bawah tempurung project. Lalu juga harus professional, dan focus pada setting atau keahlian. Dengan demikian karir dan reputasi akan mudah diperoleh,”papar Tata Sudrajat. (wnd)