Gelar Yudisium, 249 Sarjana FISIP Siap Songsong Generasi Emas Indonesia

 Rabu, 07 Desember 2022 21:52 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik    Setiap orang memiliki hasrat untuk hidup berpasangan dengan lawan jenis yang sesuai dengan seleranya. Oleh karenanya ketika menginjak usia tertentu orang berupaya untuk mendapatkan pilihan pasangan hidupnya dalam sebuah hubungan perkawinan dan berumahtangga. Saat telah memasuki usia perkawinan terdapat model komunikasi dan relasi kekuasaan yang terjadi antara suami dan istri. Hal tersebut salah satunya ditunjang oleh cara pandang yang dianut oleh masing-masing pasangan.     Rangkuman di atas disampaikan oleh Dr. Farid Rusman.MSi, Ahli Komunikasi Keluarga Ilmu Komunikasi FISIP UMM dalam orasi ilmiah pada Yudisium FISIP Periode IV yang digelar hari ini (8/12/2012) di Aula GKB IV Lantai 9 UMM. Dengan mengambil judul “Komunikasi dan Struktur Relasi Antarpribadi Dalam Pasangan Perkawinan Berlatar Belakang Suku Jawa Modern : Studi Fenomenologi di Kota Batu” Farid membagi  komunikasi dan struktur relasi dalam 3 babak. Pertama, saat komunikasi para subyek dengan pasangannya di masa berpacaran bisa disimpulkan kurang berhasil. Kedua, saat memasuki tahun kedua berumahtangga, kehidupan mereka terasa nyata (tidak seperti di masa berpacaran yang mereka sadari kemudian ternyata bersifat semu), persoalan kekurangan materi juga terasa nyata mempengaruhi suasana kebatinan mereka dan berpengaruh lebih lanjut ke komunikasi dan relasi dengan pasangannya. Ketiga, periode kondisi rumahtangga mulai mapan (antara lain akibat kebutuhan ekonomi mulai tercukupi), mereka mulai menata keadaan termasuk juga menata kondisi fisik lingkungan dan sosial domestik rumahtangga, juga menata relasi dengan pasangannya. Dr. Farid Rusman.MSi M.Si saat sesi orasi ilmiah. (Foto:Farid)      Pada pelaksanaan yudisium FISIP periode IV tahun 2022 kali ini dilakukan secara Blended. Semua mahasiswa diwajibkan hadir secara luring sedangkan Orang Tua/Wali lewat daring. Tercatat sebanyak 249 calon wisudawan/ wisudawati FISIP dengan rincian dari Prodi Kesejahteraan Sosial (23), Ilmu Komunikasi (68), Ilmu Pemerintahan (40), Sosiologi (43) dan Hubungan Internasional (75) dikukuhkan dalam seremonial yang digelar secara khidmat dan penuh kekeluargaan ini.    Selain berhasil meluluskan 249 calon wisudawan/wisudawati yang akan diwisuda pada bulan Desember 2022, yudisium kali ini juga mengukuhkan tiga terbaik Fakultas yakni M. Sholahudin Al Ayubi dari Hubungan Internasional dengan IPK 3,97 (Terbaik I), Cicin Febri Lianah dari Prodi Ilmu Kesjahteraan Sosial dengan IPK 3,91 (Terbaik II) dan Raudatul Janah dari Prodi Hubungan Internasional dengan IPK 3,96 (Terbaik III). Yang juga sangat membangkan ketiganya berhasil lulus tepat waktu yakni masa studi 4 tahun 1 Bulan.    Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa ini bukti bawa proses akademik berjalan lancar karena mahasiswa berhasil melewati semua tantangan saat studi. “selamat kepada lulusan karena telah berhasil menyelesaikan tanggungjawab dan amanah dengan baik sesuai dengan standar FISIP UMM yang telah terbukti sangat baik, “ujar Muslimin. Profesor kelahiran Makasar Sulawesi Selatan ini juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pada Orang Tua/Wali lulusan yang hadir via zoom atas kepercayaan menitipkan proses keberhasilan anaknya pada FISIM UMM. Dekan FISIP UMM (Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si dalam sesi sambutan. (Foto:Farid)      Muslimin menambahkan bahwa sarjana FISIP UMM memiliki kapabilitas yang mumpuni sehingga harus percaya diri dalam menghadapi dunia kerja. Reputasi UMM dan FISIP sangat luar biasa dengan berbagai macam pengakuan yang itu menjadi modal sosial bagi lulusan. UMM telah memiliki akreditasi Unggul yang diikuti oleh semua Prodi di FISIP terkecuali IKOM yang telah mendapatkan pengakuan akreditasi internasional AUN-QA dan itu bukti bahwa mutu akademiknya sangat baik.      Muslimin yakin bahwa lulusan FISIP UMM mampu menjadi penggerak bagi harapan Indonesia emas di tahun 2045. “kami yakin kalian punya kompetensi sehingga dapat mengambil peran khususnya memanfaatkan era digital untuk membangun ekonomi Indonesia yang diprediksi beberapa tahun lagi akan masuk 6 ekonomi besar dunia, “jelas Muslimin.  Diakhir sambutanya, Muslimin menitipkan harapan agar para lulusan dapat menjaga nama baik almamter diluar sana dan silaturahmi tetap terja. “kami sangat berharap jika bertemu nanti kalian sudah menjadi orang yang sukses, “tutup Muslimin. (*/its)

Diundang di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dekan FISIP Sampaikan Keberhasilan SPMI di UMM

 Senin, 05 Desember 2022 22:30 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      UMM Malang merupakan salah satu perguruan tinggi dengan status akreditasi Unggul di Indonesia yang salah satunya ditunjang dengan Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang baik. Pengakuan tersebut juga ditunjukan dengan diundangnya Dekan FISIP UMM Prof. Dr. Muslimin M,Si untuk menyampaikan pengelolaan SPMI UMM di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 5 Desember 2022 diikuti oleh banyak dosen dan pimpinan di Universitas Muhammadiyah Jakarta.      Dalam penyampaianya Muslimin menekankan pentingnya dokumen SPMI yang baik. SPMI adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Artinya SPMI adalah pedoman untuk meningkatkan mutu akademik bagi Perguruan Tinggi. Dekan FISIP UMM Prof. Muslimin Machmud, M.Si saat menyampaikan SPMI UMM di UMJ Jakarta. (Foto:Istimewa)      Di UMM Malang jelas Muslimin ada lembaga khusus yang bertugas memastikan pelaksanaan SPMI berjalan dengan baik yakni Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI). Organisasi yang sebelumnya pernah dipimpin oleh Muslimin ini merupakan organ di tingkat institusi yang mengelola implementasi SPMI bidang akademik dan nonakademik selain bidang keuangan. Selain itu Tugas utama BPMI melakukan kegiatan penjaminan mutu semua organ di tingkat Institusi yang mencakup: UPPS, Prodi, dan Organ Tata Kelola (OTK). BPMI di UMM dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 03 Tahun 2019 tentang Pembentukan BPMI UMM.      Pada pelaksanaanya BPMI memiliki 4 bidang kerja meliputi: (1) bidang pengembangan standar; (2) bidang sistem informasi manajemen (SIM) dan survei SPMI; (3) bidang Audit Mutu Internal (AMI) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM); (4) bidang pengelolaan dokumen dan pendampingan. “Sejak dibentuk tahun 2019 BPMI sangat berkontribusi dalam menjamin mutu akademik di UMM agar berjalan dengan baik dan itu juga turur berkontribusi atas Raihan status akreditasi Unggul untuk UMM dan banyak Prodi lainya khususnya di FISIP, “jelas Muslimin.(*/its)

Perkuat Kinerja, FISIP UMM lakukan Perubahan Struktur Organisasi

 Senin, 05 Desember 2022 02:50 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      FISIP UMM adalah Fakultas yang selalu merespon secara positif dinamika perguruan tinggi yang terjadi sangat dinamis. Salah satu yang dilakukan dengan melakukan perubahan struktur organisasi agar mampu melaksanakan program-program pengembangan mutu akademik Fakultas yang telah di dicanangkan. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui perubahan komposisi Wakil Dekan di FISIP UMM yakni Najamuddin Khairur Rijal, S.IP., M.Hub.Int (Wakil Dekan I), Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.PA ( Wakil Dekan II)  dan Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si (Wakil Dekan III). Dalam struktur ini perubahan hanya terjadi pada Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si bersama jajaran Wakil Dekan. (Foto:Yanto)      Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam pengarahanya menyatakan urgensi dalam penataan struktur organisasi di FISIP UMM. “Penyegaran FISIP UMM memang mendesak dibutuhkan untuk mengisi kekosongan Wakil Dekan II yang telah selama kurang lebih 4 bulan” Ujar Muslimin. Pengisian ini memang penting agar kerja-kerja Fakultas tidak terganggu tambah Pria kelahiran Makasar tahun 1967 ini.      Tahun 2023 pekerjaan FISIP UMM semakin tinggi. Selain pelaksanaan MBKM dan Kurikulum CoE juga dihadapkan pada Internasionalisasi. Karena itu diperlukan pentingkatan kinerja organisasi, peningkatan mutu SDM dan tata kelola organisasi yang lebih efisien dan efektif lagi. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si saat menyerahkan SK Wakil Dekan I. (Foto:Yanto)     Lebih lanjut Muslimin menekankan  apa yang harus dilakukan kedepanya. “Dekanat yang baru harus mampu menyelesaikan kerja fakultas sesuai dengan standar mutu dan standar IKU yang ditetapkan dalam Renstra fakultas dan rencana kerja fakultas, “Jelas Muslimin. Tugas tersebut tentunya tidak mudah diperlukan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan sinergitas dengan semua Prodi di FISIP. (its)

SIBI FISIP UMM Soroti Aspek Sosial, Politik dan Bahasa Indonesia

 Minggu, 27 November 2022 20:30 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Dengan dimoderatori Dr. Frida Kusumawati, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi), hari kedua pelaksanaan SIBI FISIP UMM (24/10/2022) fokus memotret fenomena Indonesia dari aspek sosial, politik, dan bahasa. Sebagai pembicara pertama, Greg Fealy mengambil judul “New Research Priorities in Islamic Politics”. Secara gamblang Greg menyoroti fenomena Partai islam di Indonesia belum memiliki kemandirian ekonomi sehingga rentan dikooptasi oleh kekuatan oligarki. Lebih lanjut Greg melihat bagaimana keberhasilan mobililiasi politik dilakukan oleh para Ustadz seperti Abdul Somad (UAS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bagi Greg mereka mampu membentuk sikap masyarakat yang menarik untuk diteliti lebih jauh dengan menggunakan pendekatan analisa Kuantitatif. “kekuatan UAS dan HTI sangat punya pengaruh dalam kepemimpinan masa islam, selama ini studi untuk mengukur kekuatan pengaruh mereka secara non kualitatif (kuantitatif) belum dilakukan secara komprehensif, “tegas Greg. Greg Fealy dalam sesi pemaparan tentang politik islam di Indonesia. (foto:Istimewa)      Lauren menyoroti penggunaan internet dalam memfasilitasi kemudahan memperlajari Filsafat, politik, ekonomi dan termasuk sastra Indonesia. Saat ini banyak orang luar negeri yang kagum dengan karya-karya sastra Indonesia. “salah penulis karya terbaik adalah NH Dini punya naskah sangat bagus dan produktif sekali, “ujar Lauren. Dia juga menitipkan pesan untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital khususnya melihat fenomena plagiasi (pencuarian hak cipta) karya yang semakin tidak terkendali. Bagi lauren, yang terpenting dari itu semua adalah manusianya bukan media digitalnya.      Pembicara ketiga, Myoung Sook Kang seorang dosen dan meneliti meneliti bagaimana eksistensi bahasa Indonesia di Korea Selatan yang ternyata telah dipelajari sejak tahun 1964 di negara Ginseng tersebut. Dengan mengambil judul “Bahasa Indonesia di Pengajian Tinggi di Korea Selatan: Kajian kes Hankuk university of Foreign studies Pembelajaran Bahasa’, Myoung menyampaikan bahwa beberapa kampus di Luar negeri seperti Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) sudah memiliki jurusan bahasa Indonesia. Ini adalah peluang bagi bahasa Indonesia untuk semakin dikenal di tingkat global karena telah mendapatkan perhatian serius di Korea Selatan.”kekuatan bahasa Indonesia adalah struktur linguistiknya yang sederhana dan mudah dipahami sehingga gampang dipelajari, “ucap Myoung.   Moderator Dr. Frida Kusumawati (moderator) bersama Assoc. Prof. Dr. H. Latipun, M.Sc Latipun (foto: Istimewa)      Sedangkan pembicara terakhir Assoc. Prof. Dr. H. Latipun, M.Sc Latipun menyoroti Pembangunan Perdamaian dan Kesejahteraan Kawasan ASEAN: Memulai dari Kaum Muda. Latipun menemukan ada korelasi positif antara kesejahteraan masyarakat dengan perdamaian. Perdamaian menjadi prasyarat masyarakatnya sejahtera dan begitupun sebelumnya. Untuk mewujudkan hal tersebut sangat diperlukan peran kaum muda karena menjadi salah satu kelas yang memegang peran penting dalam struktur dan aktifitas ekonomi dan kehidupan politik. Dalam konteks perdamaian, generasi muda dapat menyebarluaskan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat. Latipun juga menambahkan perlunya integrasi di kalangan kaum muda ASEAN sebagai satu Kawasan. “ diperlukan kolaborasi sosial atau social event yang melibatkan seluruh perwakilan kaum muda di ASEAN melalui pertemuan-pertemuan resmi, “jelas Latipun.

SIBI FISIP UMM Tekankan Pentingnya Pelestarian Bahasa dan Budaya

Jum’at, 25 November 2022 06:16 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik       Menginternasionalkan Bahasa Indonesia, FISIP UMM menyelenggarakan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) pada Rabu dan kamis, 23-24 November 2022.  Seminar Internasional Bahasa Indonesia (SIBI) FISIP UMM mengangkat tema: Arah baru ilmu sosial, politik, dan humaniora dalam era masyarakat digital untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan menghadirkan sembilan pembicara dari beberapa negara. Para narasumber yang diundang adalah mereka yang fasih berbahasa Indonesia Di hari pertama pembicaranya adalah Tan Sri Prof. Datuk Wira, Dr. Abdul Latif bin Abu Bakar (Tokoh NGO Malaysia), Prof. Habib Zarbaliyev (University of Language, Adzerbaijan) dan Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.SI (UMM Malang, Indonesia). Prof. Datuk Wira Dr. Abdul Latif Bin Abu Bakar dalam sesi penyampaian materi. (Foto:Istimewa)      Sejarah, media dan peradaban selalu dikait-dikaitkan di era modern digital, negara harus tetap menjaga bahasa dan budaya agar tetap memiliki identitas serta jati diri. Hal tersebut di sampaikan oleh Tokoh NGO Sosio- Budaya Malaysia Tan Sri Prof. Datuk Wira Dr. Abdul Latif Bin Abu Bakar yang menjadi pembicara pertama. Abdul juga mendorong agar senantiasa melestarikan budaya dan bahasa. Sekalipun di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang kian cepat. Menurutnya, orang yang mengerti teknologi tapi tidak sekaligus mengenal sosial dan budaya pasti akan hancur. Karena hal itu merupakan sebuah identitas. “Maka upaya pelestarian ini harus terus dilakukan. Bukan hanya oleh mereka yang tua, tapi juga para anak muda yang akan melanjutkan tonggak kepemimpinan,” tambahnya.       Sementara itu, Dekan FISIP Prof. Dr. Muslimin, M.Si sebagai pembicara kedua fokus memotret komunikasi tradisional masyarakat suku Toraja melalui upacara pemakaman. Muslimin menjelaskan bahwa Ajaran Aluk Todolok pada Masyarakat Toraja menganggap bahwa jiwa seseorang setelah mati tidak hilang begitu saja melainkan kembali ke suatu tempat yang dianggap sebagai alam arwah atau sebagai tempat asal-usul leluhur mereka. Konsep kepercayaan ini kemudian diimplementasikan dalam sistem upacara berkaitan dengan kematian yang mereka sebut Rambu Solok dan sistem penguburan Niilai-nilai budaya yang terkandung dalam ritual Rambo Solok diantaranya spriritualisme, status sosial, dan keharmonisan kelompok. “Masyarakat Toraja percaya akan adanya Tuhan sebagai pemberi kehidupan, keselamatan, keberkahan, kebaikan, pun penderitaan dan kesengsaraan semua ada di tangan tuhan, “jelas Muslimin. Antusiasme peserta SIBI 2022. (Foto:Istimewa)       Sedangkan Prof. Habib Zarbaliyev mengambil judul “Beberapa Penilaian Tentang Pembinaan Korpus Nasional Bahasa Indonesia”. Habib menjelaskan bahwa agar dapat diterima dipergaulan internasionall bahasa Indonesia harus memiliki perencanaan yang tepat salah satunya melakukan beberapa perbaikan seperti pembuatan database setiap imbuhan rantai imbuhan. Lalu selanjutnya membuat kamus frekuensi umum bentuk kata,dengan memisahkan bentuk kata, dan menyempurnakan dan memperluas komposisi kata-kata, dan komposisi rantai imbuhan dalam kamus-kamus otomatis dari sistem terjemahan.

Laksanakan SIBI, Cara FISIP UMM Genjot Publikasi dan Populerkan Bahasa Indonesia

   Rabu, 23 November 2022 01:57 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik         Malang, 23 November 2022 untuk pertama kalinya FISIP UMM melaksanakan kegiatan Seminar Internasional Berbahasa Indonesia (SIBI) secara blended. Dengan mengambil tema “Arah Baru Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora dalam Era Masyarakat Digital untuk Pembanganun Berkelanjutan” kegiatan ini direncanakan dihelat selama 2 hari yakni 23-24 November 2022. Adapun peserta mulai dari dosen dan mahasiswa ini berjumlah 116 yang berasal dari 12 Universitas baik dari dalam negeri yakni Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Persada Indonesia YAI, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Luwuk, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Kapuas Sintang, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Selamat Sri, Universitas Jambi dan Luar Negeri ( National Dong Hwa University, Taiwan).       Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri dengan latar belakang beragam mulai dari  Non-Government Organizations (NGO), dosen dan peneliti. Mereka  yakni Tan Sri Prof. Datuk Wira, Dr. Abdul Latif bin Abu Bakar (Tokoh NGO Malaysia), Habib Zarbaliyev (University of Language, Adzerbaijan), Greg Fealy (Australia Nasional University (ANU), Dr. Muhammad Zain Musa Musa (Asia Foundation, Kamboja), Laurent  Metzger (Intitute de a EAsie-Oceanie, Perancis), Myoung Sook Kang (University Technology of Malaysia), Mustafa Selcuk (University of Jerusalem), Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.SI (UMM Malang, Indonesia ) dan Assoc. Prof. Dr. H. Latipun, M.Sc (Sekjen Association of Moeslom Community in ASEAN).     Dekan FISIP UMM Prof. Dr. Muslimin, M.Si dalam Pengantar pembukaan SIBI. (Foto: ITS)        Seminar ini adalah upaya kritis dari dunia akademik agar dapat berkontribusi melalui pemikiran ilmiah pada isu-isu strategis yang sedang terjadi di negara nya masing-masing. Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam pengantarnya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam menuangkan pikiran-pikiran kritisnya pada isu sosial, politik dan humaniora yang sedang terjadi. “luaran kegiatan ini adalah beberapa platfom yang telah bekerjasama dengan panitia” Jelas Muslimin. Penulis diperkenankan memilih luaran artikanya untuk terbit di bookchapter, jurnal nasional terakreditasi SINTA 2-4, prosiding terindeks Web of Science (WOS) atau Jurnal Internasional terindeks Scopus (Q3). “Selain itu kegiatan ini juga merupakan bagian dari menjadikan bahasa Indonesia/melayu sebagai salah satu bahasa akademik, “tutup Muslimin.         Prof. Dr.Syamsul Arifin M.Si selaku Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Malang  dalam sambutanya sekaligus membuka acara menyatakan selamat datang kepada seluruh peserta SIBI dan mengapresasi sangat positif atas terselenggaranya kegiatan ini. “ini adalah bentuk pengembangan atmofsir akademik yang sangat positif di tingkat Fakultas, khususnya dalam mengarusutamakan karya publikasi dan juga bahasa Indonesia/melayu dalam pergaulan internasional, “ujar Syamsul. Beliau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini adalah modal penting untuk memainstreamingkan bahasa Indonesia/Melayu dikancah internasional layaknya bahasa Inggris, bahasa Mandarin dan bahasa Perancis. Diakhir sambutanya Prof Syamsul menyampaikan harapanya agar kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut karena merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi yang nyata untuk pengembangan dunia pengetahuan.     Suasana pelaksanan SIBI via Daring (Zoom). (Foto: ITS)            Kegiatan ini mendapatkan respon positif oleh salah satu pembicara Tan Sri Prof. Datuk Wira, Dr. Abdul Latif bin Abu Bakar. Profesor di Universiti Islam Malaysia yang secara langsung datang ke UMM (pembicara luring) memiliki kesan yang positif pada acara ini.”saya sangat senang karena disambut dengan begitu baik disini dan juga atmofsir seminar yang luar biasa, Ucap Datuk. Bagi Datuk kegiatan ini sangat bermanfaat untuk lebih mengenalkan bahasa Indonesia/Melayu ke dunia internasional apalagi dengan jumlah penggunan yang banyak sehingga sangat berpotensi menjadi salah satu bahasa dalam pergaulan internasional. (ITS)

FISIP UMM Bekali Mahasiswa Penulisan Karya Ilmiah Berbasis SLR

Minggu, 30 Oktober 2022 21:06 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik     Kurang lebih 221 mahasiswa FISIP UMM mengikuti kegiatan “Kelas Penulisan Artikel Ilmiah Systematic Literature Review (SLR)” pada Sabtu 28 Oktober 2022 yang diadakan oleh FISIP UMM melalui kelas Center of Excelence (CoE) Big Data School of Social Politics (B-Sospol). Peserta yang bergabung dalam kegiatan ini adalah mahasiswa mulai dari semester 1,3, 5, dan 7 dengan tujuan mengenalkan mereka bagaimana teknik penulisan SLR sehingga bisa menghasilkan artikel berkualitas. Artikel tersebut selanjutnya dapat disubmit di Jurnal sehingga jika publish dapat dikonversikan ke mata kuliah seperti Metode Penelitian Sosial atau Skripsi.      Dekan FISIP UMM, Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si ketika membuka kegiatan pelatihan ini menyampaikan bahwa kelas ini bertujuan mengenalkan berbagai macam metode penelitan dan penulisan karya ilmiah sehingga lebih memperkaya skill bagi mahasiswa. Salah satunya lewat SLR ini yang telah digunakan dibanyak jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi. Dekan FISIP UMM dalam pembukaan Pelatihan SLR (Foto:Novi)      “inti utama kegiatan ini sebetulnya untuk mempercepat kelulusan bagi mahasiswa agar mampu memenuhi Kelulusan Tepat Waktu (KTW). Mahasiswa dapat membuat karya ilmiah seperti jurnal dengan metode SLR ini sehingga dapat digunakan untuk pengganti skripsi yang memang menjadi salah satu inovasi unggulan konversi tugas akhir di UMM, “ungkap guru besar bidang Ilmu Komunikasi ini.     Kegiatan ini dilaksanakan via zoom meeting dengan 3 pemateri yakni Dr. Salahudin, S.IP.,M.Si ( Wakil Dekan 1 FISIP UMM), M. Syaprin Zahidi, M.A ( Ka.Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM dan M. Jafar Loilatu (Peneliti Jusuf Kalla Scholl of Government). Pelatihan ini secara spesifik membahasa mulai dari apa aitu SLR sampai dengan bagaimana menggunakanya. Peserta juga dilatih secara sistematis dimulai dari bagaimana teknik pengumpulan data, metode yang digunakan dan cara menganalisis. Pelatihan ini juga memperkenalkan teknik lain yang juga sangat mirip dengan SLR yakni bibliometric. Untuk memastikan kegiatan ini memiliki outuput yang jelas dan terukur berupa artikel yang siap untuk disubmit di jurnal, maka peserta akan mendapatkan pendampingan penulisan artikel ilmiah yang berkelanjutan dari semua fasilitator.

FISIP UMM dan FISIP UNAS Jakarta Gagas Kerjasama dan Sinergitas Peningkatan Mutu Akademik

Minggu, 09 Oktober 2022 23:50 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Kerjasama dengan perguruan tinggi lain merupakan salah satu hal penting dan startegis yang harus dilakukan oleh FISIP UMM Malang. Tujuanya selain untuk meningkatkan kinerja dan mutu program Fakultas juga dapat menjadi sarana promosi, membangun reputasi, membantu pengembangan kompetensi mahasiswa. Kerjasama merupakan jejaring yang sangat penting dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang saat ini menjadi paltofom utama revolusi pendidikan nasional yang transformasional.      Semangat itulah yang mendorong FISIP UMM untuk terus mengembangkan kerjasama dengan banyak kampus lain di Indonesia. Terbaru meskipun baru sebatas penjajakan awal, FISIP UMM berencana melakukan kerjasama dengan FISIP Universitas Nasional (UNAS) Jakarta pada (Jum,at/7/10/2022). Kegiatan yang bertempat di ruang sidang FISIP lantai 6 ini dihadiri langsung secara lengkap oleh jajaran Dekanat kedua belah pihak. Kegiatan ini membahas kerjasama Pengembangan MBKM Mandiri dan juga sharing akresitasi internasional. Dekan FISIP UMM (paling kanan) bersama Dekan FISIP UNAS (Perempuan). Foto: Hs)    MBKM mandiri yang dimaksud adalah pertukaran mahasiswa secara mandiri yang melibatkan kedua belak pihak dengan skema pembiayaan diluar Kemendikbud.  Sedangkan akreditasi internasional, FISIP UMM yang saat ini telah memiliki satu prodi dengan akreditasi internasional AUN-QA yakni Ilmu Komunikasi dan on prosses akreditasi internasional FIBAA untuk Prodi Ilmu Pemerintahan membagikan startegi yang efektif pada FISIP UNAS. Diharapkan FISIP UMM dapat membantu langsung FISIP UNAS yang juga berencana akan melakukan akreditasi Internasional di beberapa tahun kedepan.     Dekan FISIP UMM, Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si menyampaikan bahwa rencana kerjasama seperti ini harus dapat diwujudkan secara nyata. “MBKM mandiri antara FISIP UMM dan FISIP UNAS insha Allah dapat diwujudkan dengan kolaborasi intensif. Muslimin menambahkan bahwa FISIP UMM sangat antusias dengan skema ini. MBKM mandiri melalui skema pertukaran pelajar akan semakin memperluas alternatif buat mahasiswa untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan, sehingga perlu sangat di dukung. Sedangkan untuk akreditasi Internasional itu berhasil didapatkan melalui persiapan yang matang dan kerja keras semua stakeholder di khususnya Prodi IKOM, Fakultas dan Universitas. “saat ini Ilmu Pemerintahan juga sedang proses menuju akreditasi Internasional FIBAA dan kami optimis semua dapat terwujud, “tutup Muslimin. Suasana pelaksanaan rapat yang serius dan penuh keakraban. (Foto: Hs)     Hal yang sama diungkapkan oleh dekan FISIP UNAS yakni Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. “Semoga kerjasama MBKM mandiri ini dapat terwujud, kami memilih FISIP UMM reputasinya yang luar biasa. Erna juga menambahkan bahwa kedatanganya saat ini juga berkaitan proses akreditasi Internasional yang juga akan dikejar oleh FISIP UNAS. “ alhamdulillah kami mendapatkan banyak informasi mengenai strategi agar dapat bisa terakreditasi internasional, ini sangat membantu persiapan kami, “tutup Erna.

Tahun Akademik Baru, FISIP Fokus Kurikulum OBE MBKM

Jum’at, 16 September 2022 21:19 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik     Perkuliahan semester Ganjil tahun akademik 2022/2023 UMM Malang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 19 September 2022. Menyongsong hal tersebut FISIP UMM pada Jum’at, 18 September 2022 via zoom meeting (daring) mengadakan koordinasi awal yang menghadirkan seluruh dosen pengampu mata kuliah. Tujuanya adalah untuk mensosilaisasikan berbagai macam kebijakan Universitas dan Fakultas terkait kegiatan akademik di semester Ganjil 2022/2023. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai model pembelajaran yang butuh banyak penyesuaian di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).     Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya menyatakan bahwa Pandemi 19 dan MBKM membutuhkan banyak penyesuaian mulai dari model pembelajaran sampai dengan kurikulum pembelajaran. Prof Mus panggilan akrab beliau menyatakan bahwa minimal 80 % perkuliahan dilakukan dengan luring dan 10-20 % dapat dilakukan dengan daring. Selanjutnya kurikulum pembelajaran MBKM adalah Outcome-Based Education (OBE), karena itu semua mata kuliah memiliki output berupa luaran yang bisa seperti Karya Tulis Ilmiah (jurnal, prosiding dan buku) dan film. Prof Mus menambahkan ada dua keuntungan skema ini; pertama, dapat dikonversikan ke nilai mata kuliah atau tugas akhir (skripsi) sehingga mempercepat Kelulusan Tepat Waktu (KTW) dan meningkatkan reputasi publikasi institusi. “Saat ini sentra pembelajaran bukan lagi dosen tapi mahasiswa sehingga kurikulum OBE wajib diterapkan, “ungkap Muslimin. Prof. Dr. Muslimin Machmud, Dekan FISIP UMM sedang memberi sambutan. (foto:Idat)      Dekan kelahiran Sulawesi Selatan juga mengingatkan agar pengukuran Capaian Pembelajaran (CPL) harus dilakukan secara baik khususnya berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan. Agar mewujudkan KTW dosen-dosen diminta melakukan remidi yang telah menjadi kebijakan Universitas dan Fakultas sehingga mahasiswa-mahasiswa yang belum mencapai CPL dapat diberikan peluang misalnya beruba tes sumatif agar bisa lulus mata kuliah tersebut karena kompetensinya telah meningkat. “Semua ini adalah upaya penguatan kelembagaan yang menjadi tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kolaborasi,”tegas Muslimin. Dr. Salahudin, S.IP.,M.Si.,M.PA, Wakil Dekan I FISIP UMM sedang memberi penjelasan. (foto:Idat)      Dr. Salahudin, S.IP.,MA selaku Wakil Dekan 1 Bidang akademik menegaskan bahwa agar luaran OBE tersebut dapat tercapai diperlukan dukungan dan komitmen tinggi dari semua dosen. Dosen-dosen perlu memfasilitasi secara intensif penulisan artikel ilmiah. Lebih lanjut Salahudin menyampaikan bahwa FISIP juga telah melakukan beberapa startegi khusus untuk mendukung hal tersebut. Pertama, di bulan November 2022 Fakultas akan melaksanakan pelatihan artikel ilmiah berbasis Big Data.. Kedua, di Bulan Desember 2022 khusus mahasiswa baru ada pelatihan dan pendampingan kompetensi mencari dan mengumpulkan referensi dari Mendeley, Google Scholar dan Publish or Perish. Di kedua kegiatan tersebut semua dosen diwajibkan mengirimkan 3 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut sehingga dapat menjadi mentor bagi teman-temanya yang lain “Semua itu dilakukan agar mahasiswa dapat memahami struktur penulisan karya ilmiah khususnya jurnal sehingga proses pengerjaanya lebih tearah, “tutup Salahudin. (its)

Pesmaba FISIP 2022, Potret Indahnya Multikulturalisme Indonesia

Rabu, 14 September 2022 20:54 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dekan FISIP UMM (samping kanan Almamater merah) bersama pejabat struktural FISIP UMM. (Foto:Hendra)      Malang, 12-14 September 2022 FISIP UMM melaksanakan kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) Angkatan tahun 2022 secara khidmat, meriah dan penuh kekeluargaan. Nuansa kebahagiaan dan kekompakan kegiatan ini juga terasa karena dilaksanakan secara full luring sejak terakhir dilaksanakan pada tahun 2019 karena Pandemi Covid-19. Bertempat di Parkiran Barat Sengkaling Kuliner dengan mengambil tema “Membangun Karakter Mahasiswa FISIP yang Kritis, Kreatif, Kobaloratif, dan Berdaya Saing dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” tercatat 1.106 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pesmaba ini.     Orientasi utama Pesmaba ini adalah pengenalan akademik untuk mahasiswa baru di FISIP UMM. Hal tersebut berkaitan dengan materi kurikuler berupa sistem dan startegi pembelajaran dan materi kokurikuler misalnya berupa beasiswa, etika kemahasiswaan dan Organisasi kemahasiswaan. Semua kegiatan tersebut didesain secara dialogis dan tidak ada intimidasi, kekerasan dan bullying sehingga mahasiswa baru dapat dengan enjoy mengenal FISIP UMM secara sepenuhya.      Prof. Dr.Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dalam sambutanya sekaligus membuka acara menyatakan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Baru di keluarga Besar FISIP UMM. Muslimin menyampaikan bahwa FISIP UMM adalah potret indahnya Indonesia yang sangat multikulturalisme. Di Tahun 2022 ini mahasiswa FISIP UMM tersebar dari Sabang sampai Merauke yang tentu saja berlatar belakang suku dan agama berbeda-beda dan melebur menjadi satu dalam keluarga besar FISIP UMM yang harmonis.  Prof Mus panggilan akrab beliau ingin menegaskan bahwa FISIP UMM adalah etalase masyarakat multikultural Indonesia yang mampu merawat keberagamaan dan menciptakan kohesifitas sosial sebagai satu bangsa melalui sistem pembelajaran yang mendukung penguatan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritualitas (toleransi). Sejak dulu FISIP UMM telah menunjukan bagaimana indahnya hidup berbeda. Peserta Pesmaba mendengarkan dengan khidmat Pesmaba 2022. (Foto:Hendra)      Lebih lanjut Muslimin menambahkan bahwa mahasiswa baru harus merasa bangga kuliah di UMM Malang khususnya FISIP UMM. UMM telah terakreditasi Unggul, FISIP terakreditasi A dan semua Program Studi terkecuali Ilmu Komunikasi yang masih terakreditas A namun telah terakreditasi Internasional AUN-QA yakni Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Hubungan Internasional telah terakreditasi Unggul. “semua akreditasi tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menunjukan pengelolaan mutu akademik yang sangat baik, “jelas Muslimin. Diakhir sambutanya Prof Mus menyampaikan harapan yang tinggi agar mahasiswa dapat berproses dengan baik selama kuliah dengan menjaga nilai akademik, sikap dan perilaku serta aktif di banyak organisasi yang tepat.