Jajaki Kerjasama Dengan CENPRIS USM, Sosiologi Gelar Webinar Series

 Senin, 19 Oktober 2020 20:00 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Salah satu poin penting dalam pemeringkatan sebuah lembaga pendidikan adalah kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional, sehingga tahun 2020 adalah tahun di mana Sosiologi UMM melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Untuk meningkatkan kerjasama dengan institusi internasional, tahun ini Sosiologi UMM mulai menjajaki kerjasama dengan Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS) University Sains Malaysia dalam bentuk Nusantara Malay Archipelago Webinar Series dengan tema Understanding and Rethinking Our Society. Webinar yang dilaksanakan dalam dua seri ini diikuti oleh mahasiswa Sosiologi UMM dan mahasiswa CenPRIS USM, dengan empat pemateri yaitu dua dari Sosiologi UMM dan dua dari CenPRIS USM.      Seri pertama dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2020 dengan pemateri Dr. Vina Salviana DS, M.Si yang menyampaikan dengan apik penelitiannya tentang perubahan sosial masyarakat Tengger menggunakan pendekatan Participatory Actions Research. Dari CenPRIS USM di seri pertama ini pematerinya adalah Dr. Mohammad Reevany Bustami yang menyampaikan dengan gayanya yang santai mengenai metodologi penelitian sosial, khususnya pada sosiologi.       Dalam penyampaiannya, ia menerangkan mengenai filosofi penelitian serta 4 strategi penelitian yang seharusnya bisa diterapkan oleh para peneliti sosial, yaitu Induktif (penelitian yang bertonggakkan pada panca-indra), Deduktif (penelitian yang bertinggakkan pada logika), Abduktif (penelitian yang bertonggakkan pada pengalaman sibjektif) dan Retroduktif (penelitian yang bertonggakkan pada realitas hakiki). Penyampaian materi ini sebagai bentuk penyokong pengetahuan para mahasiswa dan dosen tentang penelitian agar kemudian dapat melakukan kajian pada Nusantara secara lebih mendalam. Pada seri kedua, dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2020 pada seri kedua webinar series ini, masing masing pemateri adalah Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UMM: Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D dan Direktur CenPRIS USM: Dr. Azeem Fazwan Ahmad Farouk. Pada kesempatan tersebut, Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D menyampaikan tentang Participatory Action Research (PAR) sebagai keilmuan nusantara, terlebih banyak penelitiannya yang selama ini dilakukan menggunakan pendekatan PAR. Sementara Dr. Azeem Fazwan Ahmad Farouk menyampaikan mengenai Masyarakat Sipil dimulai dari sejarah Eropa pada abad pencerahan, the scottish enlightment dan dilanjutkan dengan kajian masyarakat sipil itu sendiri.      Selain menjelaskan tentang dialektika pendefinisan masyarakat sipil, Dr. Azeem juga memberikan kritikan. Kritik utamanya ialah pada praktek civil society di Nusantara yang terlalu berkiblat dan terpengaruh Barat. Para sarjana terlalu banyak mengadopsi definisi dan rujukan mengenai masyarakat sipil dari ilmuwan-ilmuwan Barat. Baginya, konsep tentang masyarakat sipil di Nusantara sangatlah berbeda dengan barat, sehingga sangat perlu adanya rasa merdeka untuk memunculkan dan merujuk pada konsep masyarakat sipil yang bernafaskan kondisi lokal, bukan terpaku pada Barat. Kegiatan Nusantara Seminar Series ini merupakan kegiatan awal dalam melakukan kerjasama antar kedua lembaga, harapannya melalui seminar series antara kedua lembaga tersebut bisa memberikan dampak yang signifikan terkait dengan penambahan wawasan khususnya khasanah terkait nusantara research. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang Rachmad K Dwi Susilo, MA., Ph.D, bahwa kegiatan Nusantara Seminar Series ini hanya kegiatan awal dari rangkain kolaborasi antara kedu belah pihak, agenda selanjutnya adalah penerbitan penulisan Book Chapter dengan tema Islamic Research Methodology. (Aan)

Kenalkan Prospek Pekerja Sosial, Prodi Kesos Gelar Virtual Gathering untuk Maba

 Jum’at, 02 Oktober 2020 21:20 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Tahun lalu, DPR RI baru saja mengesahkan Undang-Undang tentang Pekerja Sosial. Lahirnya Undang-Undang tentang Pekerja Sosial ini menjadi harapan dan tatangan karena selama ini profesi ini dianggap masih samar-samar. Tidak sedikit orang yang salah persepsi dengan profesi ini, bahkan boleh jadi masih ada yang memandang sebelah mata. Padahal prospek terhadap pekerjaan sosial sangat luas. Ketua Komisi VIII DPR RI pada saat pengesahan UU tersebut pernah mengungkap bahwa kesenjangan jumlah pekerja sosial dan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) cukup tinggi. Tercatat pada 2012, PMKS berjumlah15,5 juta rumah tangga, sedangkan jumlah pekerja sosial yang ada di Indonesia baru mencapai 15.552 orang. Idealnya satu pekerja sosial melayani 100 PMKS saja. Oleh karena itu, untuk mengenalkan kekhasan studi kesejahteraan sosial, hari ini (2/10) Prodi Kesejateraan Sosial FISIP UMM menggelar Virtual Gathering untuk maba angkatan 2020. Pertemuan yang dilakukan melalui aplikasi zoom ini, dihadiri selain oleh maba juga para dosen Prodi Kesejahteraan Sosial dan para aktivis mahasiswa. Virtual gathering Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM digelar melalui aplikasi zoom pada Jumat (2/10) (foto : eko)      Di Indonesia, kampus yang memiliki jurusan Kesejahteraan Sosial cukup langka dan UMM beruntung memiliki prodi Kesos yang merupakan prodi tertua di FISIP ini. Kaprodi Kesos, Dr. Oman Sukmana, M.Si mengatakan pekerja sosial diharapkan mampu melampaui tugas kemanusiaan yang lebih luas.Tidak hanya ranah pekerjaan sosial biasa, lulusan Kesos bisa terlibat dalam mencegah dan menangani kejahatan lintas negara seperti sindikat human trafficking, penyelundupan narkoba, terorisme, eksploitasi lingkungan hidup yang masif dan sebagainya. Karier sebagai pekerja sosial bisa dibangun mulai dari menjadi relawan di proyek-proyek sosial. Selanjutnya bisa bergabung di berbagai institusi, seperti lembaga swadaya masyarakat ataupun organisasi nirlaba yang memiliki fokus sesuai dengan ketertarikanmahasiswa. “Anda bisa memulainya sebagai officer, kemudian bisa meningkat menjadi project manager.Banyak bidang yang bisa menjadi ranah peksos,” tutur Oman.      Mantan menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita juga pernah menyebut bahwa peluang berkarir sebagai pekerja sosial profesional terbuka lebar. Setidaknya ada 13 bidang pekerjaan sosial yang membutuhkan calon pekerja profesional. Misalnya saja untuk bidang penanganan kemiskinan, jumlah pekerja sosial yang terlibat baru mencapai 15.220 orang, sedangkan kebutuhan akan pekerja sosial mencapai 139 ribu orang. Untuk bidang pendampingan penyalahgunaan narkoba, dengan jumlah kasus mencapai 4,2 juta orang,  maka dibutuhkan sekitar 42 ribu pekerja sosial. Sedangkan kebutuhan pekerja sosial untuk penanganan lansia membutuhkan sekitar 15.700 pekerja sosial. Jumlah lansia di Indonesia yang membutuhkan penanganan adalah sekitar 1,5 juta lansia. Untuk melakukan pendampingan, rasio idealnya adalah 1:100, sehingga setidaknya dibutuhkan sekitar 15.700 pekerja sosial. Sejumlah data tersebut menyebutkan bahwa gap kebutuhan akan pekerja sosial masih cukup tinggi.      Hal ini menjadi indikasi bahwa peluang pekerja sosial masih sangat luas, Dr. Rinikso Kartono, M.Si, Dekan FISIP yang juga merupakan dosen Kesejahteraan Sosial mengatakan bahwa pilihan untuk masuk ke Prodi Kesos adalah pilihan tepat. “Program studi Kesos memiliki prospek kerja yang luas dan menjadi pekerja sosial itu merupakan pekerjaan yang selalu dibutuhkan, jadi kalian beruntung memilih dan bergabung dalam prodi Kesos ini,” ungkap doktor Kesejahteraan Sosial alumni UI ini. Selain menghadirkan para dosen, virtual gathering ini juga diikuti oleh para pengurus Himpuan Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial (HIMAKS) UMM, serta perwakilan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) nasional maupun FORKOMKASI regional Jawa Timur. Ani Nuraini, wakil Ketua HIMAKS, menjelaskan divisi-divisi di dalam HIMAKS serta berbagai macam kegiatan program kerja yang ada dalam setiap divisi di HIMAKS. “Jangan sia-siakan waktu kalian ketika menjadi mahasiswa, ikutilah berbagai macam kegiatan yang menunjang diri kalian,”ujar Moh. Hafis, Ketua Umum HIMAKS. (eko/wnd)

Terbitkan Jurnal dan Buletin, Cara Sosiologi Jaga Tradisi Akademik

 Jum’at, 02 Oktober 2020 12:09 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sudah menjadi tradisi di Program Studi Sosiologi FISIP UMM untuk menyambut mahasiswa baru (maba) dengan berbagai kegiatan akademis, salah satunya adalah dengan menerbitkan Buletin Society. Buletin yang mengangkat isu-isu mutakhir tersebut ditulis oleh dosen dan alumni Prodi Sosiologi FISIP UMM. Tak hanya bulletin, untuk mewadahi tulisan hasil riset civitas akademika, Prodi Sosiologi juga memiliki Jurnal Partisipatoris. Meski terhitung baru empat terbitan namun jurnal uang terbit setahun dua kali ini saat ini sedang mengajukan prosen akreditasi SINTA ke Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) Ristekdikti. Awan Setia Dharmawan, salah satu dosen di Prodi Sosiologi menunjukkan Buletin Society dan Jurnal Partisipatoris (foto:aan)      Sejak pertama terbit pada Maret 2019, Jurnal Partisipatoris konsisten menjaga rasio naskah yang akan dipublish. Dari enam naskah dalam setiap terbitan, lima diantaranya berasal dari luar UMM. Bahkan untuk terbitan September 2020 ini, terdapat dua naskah dari penulis asing. Yaitu satu naskah dari Thailand dan satu naskah dari Philipina. Editor In Chief Jurnal Partisipatoris, Rachmad KDS, Ph.D mengatakan jurnal dan bulletin ini adalah strategi prodi untuk menjaga tradisi akademik. “Kami juga ingin agar mahasiswa Sosiologi UMM bangga karena prodi mereka memiliki jurnal yang tidak hanya diminati oleh akademisi nasional, tetapi juga oleh akademisi internasional,”tuturnya.  Saat ini, Jurnal Partisipatoris ini juga dinilai layak untuk mengajukan akreditasi ke Arjuna. “LPPI sebagai lembaga yang menaungi jurnal-jurnal di UMM menargetkan sinta 4. Insya Allah kami optimis bisa tembus, karena artikel kami tidak hanya dari internal UMM, tapi sudah dari berbagai intitusi nasional maupun internasional,”imbuhnya. Jurnal Partisipatoris, siap menuju gerbang akreditasi jurnal (foto: aan)      Sedangkan untuk Buletin Society, bulletin ini pada edisi menyambut maba memiliki tema utama Malaysia dan Covid-19: The Power of Government. Tema utama tersebut ditulis secara apik oleh oleh Rajih Arraki. Rajih Arraki adalah dosen prodi sosiologi yang saat ini sedang studi lanjut di Universiti Sains Malaysia. Buletin ini diterbitkan dalam bentuk cetak dan pdf. Melalui Buletin Society, mahasiswa baru akan mengetahui pandangan prodi sosiologi UMM tentang isu-isu mutakhir dari tulisan-tulisan di dalamnya. Tidak hanya itu, melalui bulletin ini, mahasiswa baru Prodi Sosiologi UMM juga bisa membaca inspirasi dan motivasi dari alumni-alumni Prodi Sosiologi di kolom Inspiring Alumni. (aan/wnd)

Sambut Maba, Prodi HI Gelar Virtual Open House

 Friday, October 02, 2020 09:13 WIB    Program Studi Hubungan Internasional      Jum’at (2/10) Prodi HI UMM mengadakan acara bertajuk “Welcome New Students! Virtual Open House Department of International Relations” dalam menyambut mahasiswa baru HI UMM 2020. Virtual Open House ini diisi dengan agenda pengenalan akademik program studi, kurikulum HI UMM, perkenalan dosen-dosen HI, aktivitas mahasiswa serta career prospect dari alumni HI UMM yang berada di berbagai negara. Selain kaprodi, sekprodi dan para dosen, tampak hadir dalam virtual open house tersebut, dua dosen internasional prodi HI, David Pradhan, M.Phil. dari India dan Ilona Pasteruk, M.A. dari Ukraina.      Pengenalan prodi HI tahun ini hadir dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Pandemi membuat open house prodi yang biasanya berjalan secara luring, harus disesuaikan dengan format yang berbeda. Dalam pengenalan kurikulum akademik, Sekprodi HI, Najamuddin Khairurrijal, M.Hub.Int menjelaskan bahwa syarat kelulusan untuk mahasiwa harus mengambil minimal 144 sks dalam kurun waktu 8 semester. Mahasiswa dapat mengambil 24 sks maksimal dengan syarat IPK di atas 3,51. “Untuk memperbaiki kualitas mahasiswa HI UMM, dosen-dosen  HI UMM sudah mulai merancang kurikulum terbaru untuk tahun 2021. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kemdikbud RI dalam misi Merdeka Belajar, yaitu program dimana mahasiswa mendapatkan ilmu di luar kegiatan akademik kampus. Sehingga alumni mahasiswa HI UMM memiliki kualitas tinggi dan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat,”ujar Najamuddin. Najamuddin juga menjelaskan bahwa selama ini Prodi HI UMM telah memberangkatkan mahasiswa keluar negeri untuk magang dan student exchange.      Acara pengenalan prodi HI UMM selanjutnya adalah pengenalan kegiatan dan komunitas kajian mahasiswa yang berada di bawah Lab HI UMM. Lab HI UMM memberikan fasilitas bagi  mahasiswa untuk mengeksplor pengetahuan lebih dalam berbagai kegiatan mahasiswa, seperti table manner dan simulasi sidang model United Nations, les bahasa, serta klub komunitas kajian mahasiswa. Para maba tampak semakin antusias saat Kepala Laboratorium HI, Ruli Inayah Romadhoan, M.Si memaparkan sejumlah komunitas kajian kewilayahan yang dinaungi oleh Prodi HI. “Lab HI punya banyak komunitas kajian kewilayahan yang bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa. Beberapa diantaranya ada CEAS Community of East Asia Studies, ESC European Study Communities, Maycomm Malang ASEAN Youth Communities, dan masih banyak lagi. Lab HI juga menyediakan fasilitas bagi mahasiswa HI UMM yang ingin belajar bahasa asing secara gratis,” tutur Ruli      Dalam acara yang digelar selama dua jam dari pukul 15.00 hingga pukul 17.00 ini, para alumni HI UMM yang telah sukses berkarir di berbagai negara juga hadir. Salah satu alumni adalah Faikha Fairuz Firdausi, alumni HI UMM Angkatan 2011 yang kini sedang melanjutkan kuliah S3 nya di Swedia. Selain itu, Muhammad Wildan, alumni Angkatan 2013, yang kini berprofesi sebagai jurnalis, juga menyemangati para maba untuk berusaha menggapai mimpi sejak dini. Di akhir acara ditutup dengan perkenalan dari HIMAHI (Himpunan Mahasiswa HI) Prodi HI yang diwakili oleh Kiara Dewi Bharata. Kiara, panggilan akrabnya, mengundang mahasiswa baru untuk join dan hadir dalam HIMAHI Welcoming Party pada tanggal 4 Oktober 2020 nanti secara virtual. (shan/wnd)

Dekat dan Akrab, Prodi Ilmu Pemerintahan Gelar Orientasi Akademik untuk Maba

 Kamis, 01 Oktober 2020 21:48 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Untuk tahun ajaran 2020/2021 Prodi Ilmu Pemerintahan menerima ratusan mahasiswa baru. Tahun ini animo maba memilih Prodi Ilmu Pemerintahan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam rangka mengenalkan iklim akademik di Prodi Ilmu Pemerintahan, hari ini (1/10) Prodi Ilmu Pemerintahan menggelar Orientasi Akademik Mahasiswa Baru. Kegiatan orientasi ini digelar secara virtual dan akrab melalui platform aplikasi zoom. . Suasana kegiatan orientasi akademik untuk maba IP 2020 (foto : prodiip)      Pengenalan iklim akademik kepada mahasiswa baru tahun 2020 dihadiri sebagian besar dosen prodi ilmu pemerintahan. “Kami mengemas kegiatan ini dengan format yang akrab dan dekat. Jadi meski terbatasi oleh pandemi, mahasiswa baru IP tetap bisa mengenal lebih dekat prodi IP dan siapa aja dosennya,”ungkap M.Kamil, M.A, Kaprodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Maba bisa langsung berdialog dan bersua secara virtual dengan jajaran dosen di Prodi IP.      Dalam orientasi akademik maba ini, kaprodi juga memaparkan visi misi dan beberapa kegiatan akademik maupun non akademik yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Melalui pertemuan virtual tersebut, ia juga memotivasi agar maba bisa lulus tepat waktu. Di Ilmu Pemerintahan, peluang untuk lulus empat tahun bahkan lebih cepat dari waktu tersebut terbuka lebar. “Agar bisa lulus lebih cepat, prodi akan memacu TA karya dan ekuivalensi aktivitas akademik dan non akademik ke mata kuliah yang relevan. Di IP, mahasiswa bisa mengikuti kegiatan internasional semacam student exchange. Kami sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas luar negeri, salah satunya dengan Khon Kaen University,” imbuh kaprodi termuda di FISIP ini.      Selanjutnya, pada sesi berikutnya, Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan, Yana S. Hijri, S.IP., M.Si menjelaskan kegiatan dan praktikum yang dapat dinikmati oleh mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat aktif bertanya mengenai mekanisme perkuliahan bahkan isu-isu yang berkembang saat ini. Terakhir, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si memberikan pesan kepada mahasiswa untuk semangat belajar dan membuka cakrawala tentang ilmu pemerintahan yang sangat strategis. Mereka harus meminta restu kepada orangtua demi kesuksesan mereka, dan selama aktif perkuliahan untuk bisa bertanggung jawab dan lulus tepat waktu. (*/wnd)

Pesmaba Prodi Ala Ikom Tembus Dua Ribu Viewers dan Jadi Trending Topic di Twitter

 Kamis, 01 Oktober 2020 21:15 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Pengenalan studi mahasiswa baru atau Pesmaba adalah sebutan untuk kegiatan masa orientasi mahasiswa baru (maba) di UMM. Pesmaba ini diadakan dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat universitas, tingkat fakultas dan tingkat program studi. Begitu pula yang diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2020 Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM. Setelah mengikuti Pesmaba Fakultas pada 28-29 September lalu, hari ini (1/10) maba Ikom mengikuti Pesmaba prodi yang diberi nama Pengenalan Studi Berdaring dan Berkemajuan (PSBB). PSBB yang bukan sembarang PSBB ini diikuti oleh ratusan maba Ikom secara virtual. Hanya dalam dua jam, tayangan live yang dapat disimak melalui akun Youtube Ilmu Komunikasi UMM ini tembus 2,4 K viewers. Hasil tangkapan layar kegiatan PSBB, pengenalan studi untuk maba Ikom 2020 (in frame: Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM)      Kaprodi Ilmu Komunikasi, M.Himawan Sutanto, M.Si mengatakan Prodi Ikom memang sengaja ingin mengemas istilah jadul ospek jurusan menjadi kegiatan yang insightfull dan menyenangkan. “Sesuai harapan kami, kegiatan pengenalan prodi itu harus dikemas fun dan menyenangkan. Meski digelar secara daring dan tidak berinteraksi langsung,kegiatan ini harus bisa menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan mereka pada prodi yang telah mereka pilih,”ujar Himawan. Tidak hanya sekedar meningkatkan brand awareness terhadap prodi Ikom, PSBB ini juga berhasil mewujudkan brand advocate dan positive engagement. Maba secara serentak menghiasi linimasa twitter dan berhasil menempati posisi kesepuluh dan kesebelas untuk hastagh #IamIkomUMM dan #psbbikomumm2020.      PSBB ini dikemas semacam ‘room tour’ ala Ikom. Maba secara virtual diajak untuk berkeliling melihat fasilitas penunjang pendidikan yang dimiliki oleh Prodi Ilmu Komunikasi. Mereka diajak ‘’berkeliling” laboratorium Ilmu Komunikasi mulai dari ruang mini studio, ruang master control room (MCR), laboratorium simulasi PR, mini theater hingga laboratorium fotografi.  Mereka bisa melihat bagaimana aktivitas praktikum jurnalistik on air,  proses mixing dan editing tayangan dan praktek fotografi. Sebagian besar dosen Ilmu Komunikasi juga tampil beradu acting sebagai instruktur praktikum dalam tayangan berdurasi 150 menit tersebut.      Dipandu dua host dosen Ikom, Arum Martikasari, M.Med.Kom dan M.Fuad Nasvian, M.Ikom, PSBB ini juga menghadirkan sejumlah alumni Prodi Ikom secara virtual. Sejumlah alumni, seperti David Rizal presenter Liputan 6 SCTV, Nabila inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Dhimas Ginanjar pemimpin redaksi Jawapos.com, tampak hadir bersama enam orang alumni yang lain berbagi informasi dan pengalaman mereka selama kuliah.“Konsep kegiatan PSBB ini disiapkan dalam waktu dua minggu saja, mulai dari mendesain konsep acara hingga menyusun strategi digital activationnya. Terimakasih kepada semua pihak, khususnya teman-teman dari lab Ikom yang berhasil mewujudkan kegiatan ini sehingga bisa impactfull,” tutur Arum Martikasari, M.Med.Kom, penanggung jawab acara PSBB. Sesi ngobrol bareng alumni. Kali ini bersama David Rizal, presenter liputan 6 SCTV      Tahun ini animo maba memilih Prodi Ilmu Komunikasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan untuk angkatan 2020. Hal ini menjadi sebuah indikasi bahwa prodi Ilmu Komunikasi masih menjadi prodi yang diminati oleh masyarakat. Perkuliahan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di UMM akan dimulai secara serentak pada Senin, 5 Oktober 2020 nanti.  (wnd)

PESMABA FISIP 2020, Dorong Maba Lulus Tepat Waktu

 Selasa, 29 September 2020 14:39 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Lulus tepat waktu adalah impian bagi setiap mahasiswa, tak terkecuali untuk mahasiswa FISIP UMM. Untuk itu dalam gelaran PESMABA FISIP Day 1 yang digelar kemarin hingga hari ini (29/9), dekanat FISIP menyampaikan bahwa mahasiswa FISIP sangat mungkin untuk bisa lulus tepat waktu empat tahun, bahkan lebih cepat yaitu 3,5 tahun. Perkuliahan di FISIP menggunakan sistem kredit semester dimana setiap mahasiswa harus menempuh minimal 144 SKS untuk bisa lulus sebagai sarjana.      Di setiap semester mahasiswa bisa memilih 18 SKS, 21 SKS, dan 24 SKS. Pilihan paket SKS ditentukan melalui jumlah perolehan indeks prestasi (IP) setiap semester. “Makin tinggi IP, semakin banyak jumlah SKS yang boleh diambil. Terkecuali semester 1 dan 2 masih menggunakan sistem paket, artinya mata kuliah yang akan diambil sudah ditentukan, tidak berdasarkan indeks prestasi,”jelas Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Dr.Dyah Estu Kurniawati, M.Si. Untuk lulus 144 SKS, hal itu bisa ditempuh selama 7-14 semester. Di FISIP, potensi untuk lulus lebih cepat terbuka lebar. Sebab, untuk lulus, mahasiswa tidak harus mengerjakan skripsi namun bisa membuat tugas akhir karya yang memiliki banyak pilihan. “Pilihan TA Karya bisa disesuaikan dengan minat bakat mahasiswa dan berbeda jenisnya di masing-masing prodi,”imbuh Dyah. Suasana penutupan PESMABA FISIP 2020, mahasiswa FISIP diharapkan bisa lulus tepat waktu (foto:humas)      Selama pandemi ini, FISIP UMM akan menggunakan sistem perkuliahan dengan metode polysinchronous learning menggunakan aplikasi elmu.umm.ac.id. Meskipun full daring, namun mahasiswa akan tetap mengalami beragam metode pembelajaran. Melalui elmu.umm.ac.id mahasiswa akan belajar dengan metode conference melalui google meet dan zoom, mengerjakan penugasan yang disubmit melalui sistem, kuis online, movie time, dan diskusi. Hari ini peserta PESMABA baik yang daring maupun luring mendapatkan materi bagaimana menggunakan aplikasi blended learning UMM melalui elmu.umm.ac.id. Radityo Widiatmojo, M.Si, dosen Ilmu Komunikasi FISIP, memberikan materi bagaimana mengoperasikan elmu.umm.ac.id. “Setiap mahasiswa bisa mengaktifkan elmu.umm.ac.id menggunakan NIM dan PIC masing-masing. Mahasiswa bisa melihat sajian materi apa yang akan mereka pelajari selama satu semester di web tersebut,”tutur Radityo. Penjelasan metode blended learning oleh Radityo Widiatmojo, M.Si       PESMABA FISIP 2020 ditutup siang ini. Agenda hari ini selain mendapatkan penjelasan terkait sistem blended learning, juga ada pengenalan HMJ dan organisasi internal di lingkungan FISIP, dan sharing session dengan alumni dan mahasiswa berprestasi di FISIP. Sejumlah alumni dihadirkan secara daring. Dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si berharap energi baru maba FISIP 2020 ini nantinya bisa menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas. “Saya harap energi baru maba FISIP 2020 ini meskipun belajarnya dibatasi oleh pandemi tetapi semoga tidak menghalangi kreativitas dan semangat belajar mahasiswa,”tutur dekan FISIP. (wnd)

PESMABA FISIP Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat

 Senin, 28 September 2020 13:38 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pelaksanaan pembukaan PESMABA FISIP UMM hari ini berjalan lancar. Pada hari ini FISIP menggelar pembukaan PESMABA FISIP yang diadakan secara blended, alias terdiri dari dua format, daring dan luring. Maba FISIP dibebaskan untuk memilih sendiri jenis PESMABA yang diadakan, boleh memilih luring alias datang langsung ke kampus atau melalui format daring. Berdasarkan ketentuan protokol kesehatan, panitia memang membatasi jumlah peserta luring. Dari hasil penjaringan melalui formulir kesediaan, sekitar 300an mahasiswa baru FISIP mengikuti PESMABA secara luring yang digelar di Hall Dome UMM. Sedangkan sekitar 700 an maba mengikuti PESMABA platform daring yang diikuti melalui aplikasi zoom. Suasana PESMABA FISIP secara luring di Hall Dome UMM (28/9) (foto: aan)      Pelaksanaan PESMABA luring berjalan di bawah pengawasan protokol kesehatan yang ketat. Sejak pukul 06.00 maba yang mengikuti luring berkumpul di 16 titik yang telah disepakati. Masing-masing titik ada liaision officer (LO) yang akan mendampingi setiap kelompok. Pengkondisian ini adalah kegiatan untuk memastikan peserta agar berkumpul di masing-masing titik sesuai kesepakatan dengan para LO.  Pengkondisian peserta ini dimaksudkan agar seluruh peserta bisa masuk ke Dome UMM secara tertib, tepat waktu, dan sesuai protokol kesehatan. Seluruh peserta luring dibagi dalam 16 titik/kelompok yang berbeda, dimana masing-masing titik memiliki satu LO yang telah ditentukan dan setiap tiga kelompok didampingi oleh satu dosen pendamping.      Wakil Dekan 2 FISIP UMM, Dr.Tutik Sulistyowati, M.Si memuji kedisiplinan maba yang mengikuti PESMABA luring hari ini. “Alhamdulillah saya senang lihat maba tadi tertib sekali, masuknya tertib keluarnya juga tertib. Salut untuk panitia,”ungkap Tutik. Wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan, Zen Amirudin, M.Med.Kom mengatakan bahwa pelaksanaan PESMABA FISIP tahun ini sesuai amanah universitas, dijalakan di bawah protokol kesehatan yang ketat. Pengaturan tempat duduk berjarak 1,5 meter, setiap peserta memakai masker, faceshield dan handsanitizer, dan ada pengecekan suhu tubuh di gerbang pintu masuk. Tidak hanya itu, setiap peserta yang memilih mengikuti luring juga harus mengurus surat kesehatan dan rapid test sebelum masuk ke kampus. “Harapan kami PESMABA FISIP tahun ini bisa berjalan dengan aman dan semuanya sehat. Maba bisa happy mengikuti PESMABA baik yang memilih format daring maupun luring,”ujar Zen.   Rapi dan tertib, pelaksanaan pembukaa PESMABA FISIP hari ini (28/9)      Sedangkan untuk peserta PESMABA FISIP 2020 yang mengikuti format daring sudah dapat mulai mengakses aplikasi zoom sesuai alamat link yang sudah disediakan panitia. Sekitar 700 peserta memilih mengikuti PESMABA format daring. Meski mengikuti format daring, namun mereka tetap semangat dan antusias menyimak acara hingga tuntas. Hari ini pada pembukaan PESMABA FISIP 2020, selain berisi agenda pengenalan struktural dekanat dan prodi, peserta juga mendapatkan penjelasan tentang kegiatan akademik di FISIP dan fasilitas sarana prasarana di FISIP, termasuk tentang skema keuangan dan beasiswa untuk mahasiswa FISIP.  (wnd)

Pra Lokakarya Kurikulum, FISIP Sambut Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

 Sabtu, 26 September 2020 11:30 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Gagasan Kemdikbud RI membuat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) disambut baik oleh Universitas Muhammadiyah Malang, tak terkecuali FISIP UMM. Kebijakan kampus merdeka memiliki semangat mengubah pola pikir dari pendekatan kurikulum berbasis konten yang kaku menjadi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang adaptif dan fleksibel. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi manusia dewasa dan mandiri. Pra lokakarya kurikulum yang digelar hari ini (26/9) di R. 611 mengundang para pejabat struktural dari lima prodi di FISIP. Para kaprodi diminta untuk memaparkan hasil evaluasi kurikulum masing-masing prodi, pemetaan dan hasil penjaringan kerjasama prodi untuk program MBKM sekaligus memaparkan rancangan kurikulum MBKM prodi. Hasil dari pra lokakarya ini akan disampaikan pada lokakarya tingkat universitas yang rencananya akan digelar Sabtu minggu depan. Pra lokakarya kurikulum di ruang 611 FISIP UMM (foto:humas)      Pra lokakarya ini juga menghadirkan Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si, asesor BAN-PT dan Shannaz Mutiara Deniar selaku PIC Internasionalisasi FISIP. Tri Sulis memaparkan tentang apa saja yang perlu disiapkan oleh prodi maupun fakultas terkait program MBKM. Sedangkan Shannaz menjelaskan tentang panduan kerjasama universitas dan fakultas. Menurut Tri, salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam program MBKM ini adalah mempersiapkan rancangan pembelajaran di luar prodi. Sebab melalui MBKM ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar sebanyak 40 SKS di luar perguruan tinggi atau 20 SKS di luar prodi tetapi dalam satu perguruan tinggi.      Untuk menyambut rancangan ini, perguruan tinggi, fakutas dan prodi harus bersinergi untuk mempersiapkan diri. “Yang harus disiapkan oleh prodi adalah menyusun atau menyesuaikan kurikulum dengan model implementasi kampus merdeka dan harus memfasilitasi penawaran MK pada mahasiswa. Sedangkan fakultas perlu untuk menyiapkan dokumen kerja sama dengan mitra yang relevan,”jelas Tri Sulis.  Lebih detail, ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus disiapkan prodi. Diantaranya adalah menyiapkan kurikulum, rekognisi, rancangan ekuivalensi, rancangan pembelajaran, prosedur administrasi, sistem informasi dan pembiayaan serta kesiapan untuk asesmen dan evaluasi. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si, assesor BAN-PT, memberikan gambaran terkait kesiapan sambut MBKM (foto: humas)      Ada beberapa skema yang ditawarkan melalui program MBKM. Skema pertama adalah skema 3+1, artinya tiga tahun belajar di prodi, dan satu tahun di luar program studi. Satu tahun di luar prodi mahasiswa bisa melakukan penelitian, pengabdian, perintisan bisnis, kuliah di luar negeri atau magang. Skema kedua adalah skema dua semester di luar program studi. Skema ini dilakukan dengan cara berkuliah di perguruan tinggi lain, magang LSM, magang lembaga pemerintahan, magang di perusahaan rintisan/multinasional. Skema ketiga, adalah skema  magang enam bulan.      Terkait kesiapan prodi menyambut program MBKM ini, Kaprodi Ilmu Komunikasi, M.Himawan Sutanto, M.Si mengatakan prodinya siap menghadapi tantangan MBKM. “Secara kurikulum prodi Ikom sudah melakukan beberapa hal yang sesuai MBKM, misal program magang, proyek pengembangan desa wisata, dan tugas akhir karya yang membuka peluang untuk MBKM. Saat ini prodi Ikom juga tengah menyiapkan pertukaran mahasiswa kerjasama dengan asosiasi (ASPIKOM, red),”ungkap Himawan. Kaprodi Ilmu Pemerintahan, M.Kamil, M.A juga menyatakan kesiapan prodinya, terlebih bagi prodi IP konsep MBKM ini bukan sesuatu yang baru. Sebelum kebijakan kementrian ini disampaikan, prodi IP sudah mengadakan program pembelajaran di luar perguruan tinggi melalui sistem kredit transfer selama satu tahun di perguruan tinggi luar negeri, juga magang riset di sejumlah instansi pemerintahan, partai politik, LSM dan pihak swasta. “Insya Allah prodi Ilmu Pemerintahan sudah siap dan tinggal memperkuat aktivitas agar (program ini, red) makin bermanfaat bagi mahasiswa dan institusi,”tutur Kamil.(wnd)

Update Keilmuan, Komunikasi FISIP Gelar Refreshing Metodologi

 Sabtu, 19 September 2020 14:09 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Perkembangan dunia komunikasi sangat pesat, terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Hampir semua lini kini membutuhkan sentuhan ilmu komunikasi sebagai bagian dari solusi. Untuk itu, dalam rangka penyegaran keilmuan, hari ini (19/9) Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM mengadakan Refreshing Metodologi dan Peninjauan Keilmuan yang bertemakan Disrupsi Komunikasi dan Konsekuensi Model Riset Komunikasi. Kegiatan ini diadakan di aula FEB Gedung Kuliah Bersama (GKB) II lantai 1. Refreshing Metodologi hadirkan Dr. M. Sulhan, S.IP, M.Si digelar dengan standar protokol kesehatan (photo by: Nash)      Acara refreshing metodologi kali ini mengundang Dr.M.Sulhan, S.IP, M.Si, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) yang juga ketua departemen Ilmu Komunikasi UGM ini berbicara tentang disrupsi ontology, khususnya dalam metode riset komunikasi. Sulhan mengatakan para sarjana komunikasi kini tak melulu meneliti perjumpaan manusia antar manusia atau media massa konvensional, namun keilmuan komunikasi sekarang harus memandang secara serius computer dan media berbasis computer dalam memfasilitasi komunikasi. “Apalagi saat ini ketika kita berbicara tentang akreditasi sembilan kriteria, dimana harus ada pencapaian-pencapaian yang tertuang dalam angka-angka yang kuantitatif, perlu ada upaya kuat untuk melakukan tindakan-tindakan yang lebih banyak. Tentunya tak sekedar kuantitas namun juga tidak boleh mengabaikan kualitas,”ujar M.Sulhan. Penyerahan cinderemata dari Kaprodi Ilmu Komunikasi kepada pembicara (photo by: Nash)      Untuk itu, dalam rangka menjaga kualitas lembaga dan lulusan, dosen harus mampu membangun payung riset keilmuan dan membentuk tim kerja yang melibatkan mahasiswa. “Jadi misal dosen komunikasi mau riset tentang sebuah payung keilmuan, ia bisa menggandeng empat mahasiswa yang memiliki riset dengan akar payung yang sama. Dari situ saja akan muncul lima riset dengan payung serupa, sehingga luaran capaiannya lebih banyak. Satu riset dosen tersebut, dan empat riset mahasiswa yang berkualitas karena disupervisi oleh dosen yang memiliki basis akar riset serupa,”imbuhnya.     Dosen yang juga asesor BAN PT bidang Ilmu Komunikasi ini juga menegaskan bahwa potensi keilmuan komunikasi ini diprediksikan akan semakin dibutuhkan dan berkembang. Ia mencontohkan data dari media yang menyebutkan bahwa terjadi kenaikan yang signifikan hampir pada seluruh kelompok usia terkait konsumsi sosial media. Kenaikan tertinggi mencapai lebih dari 50 % terjadi pada kelompok usia 16-24 tahun dan kelompok usia 25-34 tahun. Bahkan untuk mereka yang masuk dalam kategori generasi baby boomers (rentang usia 55-64) juga mengalami peningkatan waktu konsumsi sosial media sebesar 32% dari masa sebelum covid. Dari data tersebut dapat dipahami bahwa ilmu komunikasi sangat dibutuhkan dalam menganalisis atau meneliti fenomena-fenomena, tak terkecuali di sosial media. Meningkatnya konsumsi sosial media tidak bisa dipungkiri tentu akan memberi efek samping pada perubahan sosial. Kolaborasi big data dalam riset komunikasi diharapkan juga akan menghasilkan temuan-temuan yang bermanfaat untuk masyarakat.      Hasil dari refreshing metodologi hari ini akan menjadi salah satu masukan dalam brainstorming peninjauan kurikulum. Kaprodi Ilmu Komunikasi, M.Himawan Sutanto, M.Si mengatakan prodi Ilmu Komunikasi akan mengadakan lokakarya kurikulum pada Senin-Selasa minggu depan. (wnd)