Solahudin Al-Ayubi, Mahasiswa FISIP Juarai Bogor Leaders Talk 2021

Sabtu, 01 Mei 2021 10:40 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammad Solahudin Al-Ayubi, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2018 FISIP UMM baru-baru ini dinobatkan sebagai juara 1 dalam Bogor Leaders Talk 2021. Dalam event yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Bogor tersebut, dia berhasil menampilkan gagasan futuristic dengan tema Sekolah Kita. Sekolah Kita adalah gagasan solutif inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi berbasis website dengan metode hybrid atau sistem gabungan luring daring. M. Salahudin Al Ayubi saat dinobatkan sebagai juara 1 Bogor Leaders Talk 2021 Ia memperoleh ide gagasan tersebut dari data peningkatan penggunaan internet di Indonesia yang sangat signifikan. Data menyebutkan 202 juta di Indonesia, ada peningkatan sejumlah 15, 5 % dan generasi muda mendominasi user dunia internet di Indonesia. Solahudin kemudian mengembangkan gagasan Sekolah Kita melalui metode hybrid. Metode hybrid tidak hanya memanfaatkan internet dalam proses pendidikan namun juga akan melibatkan sejumlah relawan yang nantinya bisa langsung ke daerah-daerah yang memang jaringan internetnya susah. Tujuan dari gagasan ini adalah sebagai solusi media pembelajaran pendamping pendidikan formal, ditujukan untuk anak SD sampai SMA yang membutuhkan pembelajaran pendamping. “Berdasar pengamatan saya pada proses pembelajaran selama pandemi, meski dilakukan secara online namun menurut saya proses pembelajaran masih kurang maksimal. Sehingga perlu ada solusi dengan adanya relawan pendidikan yang berasal dari berbagai latar belakang misal pendidik, mahasiswa, untuk bertemu dengan adik asuh yaitu para siswa,”ujarnya. Bersama para finalis lainnya dalam Bogor Leaders Talk 2021 Gagasan gemilang tersebut sebenarnya memang dekat dengan aktivitas keseharian Solahudin. Dibalik kesibukannya sebagai mahasiswa, ia ternyata sudah tiga tahun aktif membidani organisasi kepemudaan bernama Language Community. Organisasi ini bergerak dalam bidang pemberdayaan bahasa asing, pendidikan dan sosial. “Language Community yang saya dirikan ini alhamdulillah sudah berjalan tiga tahun dan telah menjangkau generasi muda sedikitnya di 24 kota di Indonesia dan empat negara dan memiliki 4000 responden aktif,”tutur Solahudin. Dari situ juga ia mendapat inspirasi dan inisiatif untuk membuat gagasan di bidang pendidikan. Bogor Leaders Talk ini sejatinya bukan lomba pertama. Solahudin adalah contoh sosok mahasiswa berprestasi yang tak hanya memenangi kompetisi namun juga meraih sejumlah beasiswa bergengsi. Di tahun 2020 lalu, ia terpilih menjadi awardee Erasmus Plus di Portugal dan di tahun yang sama setelah dari Portugal ia mengikuti seleksi pertukaran pelajar ke Korea dan berhasil masuk dalam lima besar kategori full funded. Tahun 2019 ia menjadi volunteer terbaik dari Entikong Expedition dan di tahun itu juga dia berhasil menjadi volunteer terpilih ke Thailanda. Masih di tahun 2019 itu, Solahudin juga terpilih sebagai duta mahasiswa berprestasi runner up ketiga, sekaligus mendapatkan penghargaan best in social youth empowerement dan mendapat beasiswa full funded dari IRO UMM sekaligus Temasek Foundation di Singapura. Menurutnya, anak muda jaman sekarang itu harus menjadi diri sendiri, harus mampu mengenali potensi mereka sendiri, sehingga bisa terus mengupgrade diri. “Generasi muda seharusnya tidak sekedar berprestasi namun juga memiliki nilai kontribusi yang tinggi. Prestasi yang mereka miliki tidak sekedar untuk kebanggaan diri namun untuk kebermanfaatan bersama. Ini sesuai dengan prinsip saya yaitu menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Anak muda jaman sekarang sebenarnya memiliki potensi, kapasitas kepemimpinan, kreativitas, solusi dan inovasi untuk permasalahan yang ada sangat besar sekali. Yang penting sebagai pemuda kita harus terbuka pikirannya dan mau terus belajar, memiliki sense of learning dan terus berproses dan berprogress,”jelasnya. Sebagai follow up kemenangannya di Bogor Leaders Talk 2021 dia berharap bisa mewujudkan gagasannya dengan mendirikan yayasan bidang kepemudaan yang ia impikan. Mahasiswa asal Bogor ini berharap melalui lomba tersebut, pemerintah khususnya Dispora bisa mensupport untuk mengembangkan gagasan tersebut agar kontribusi yang diberikan bisa lebih meluas. Dalam event Bogor Leaders Talk 2021 ini, gagasan Solahudin mampu menyisihkan 70 peserta dari berbagai kalangan. (wnd)
Suka Ikut Komunitas Game, Afham Sabet Gelar Terbaik di Wisuda FLSP

Kamis, 01 April 2021 10:11 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pemilik skor TAEP 439 ini bisa tersenyum lega. Afham Novardi, mahasiswa angkatan 2019 Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM baru-baru ini diganjar sebagai Best 1 FLSP Graduation yang digelar Sabtu 20 Maret lalu di Dome UMM. Afham berhasil menyisihkan puluhan kandidat terbaik yang mengikuti seleksi di Foreign Language for Specific Purposes (FLSP). Tak hanya itu, ia juga berhasil meraih juara 2 pada FLSP Graduation Day Writing Competition. Afham Novardi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi saat dinobatkan sebagai Best Graduate dalam FLSP Graduation Prestasi ganda ini tak didapat Afham dengan mudah. Meski ia mengaku tak ingat kapan mulai belajar Bahasa Inggris, namun Ia merasa terbantu dengan proses pembelajaran di FLSP. Selain itu di luar aktivitas kuliah, Ia rajin mengikuti komunitas hobi dan memiliki sejumlah kawan internasional. “Saya mengikuti komunitas Gunpla (gundam). Di komunitas itu saya memiliki beberapa kawan dari luar negeri yang membuat saya mau tak mau harus berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Selain itu saya juga membiasakan diri untuk membaca buku dan menonton film berbahasa Inggris,”ungkap Afham. Mahasiswa kelahiran Bogor ini mengatakan belajar Bahasa Inggris melalui FLSP ini memiliki tantangan tersendiri. “Pengalaman belajar FLSP ini cukup menantang. Bagi saya pribadi dari sisi materi dan tingkat kesulitannya mungkin tidak sulit. Namun dengan pelaksanaan tiga kali kelas dalam satu minggu, manajemen waktu menjadi salah satu tantangan menarik, ” imbuh Afham. Tantangan yang cukup besar ia rasakan ketika memasuki pandemi, dimana semua kegiatan pembelajaran bergeser ke sistem daring. Periode tersebut cukup menantang karena disamping penyesuaian metode pembelajaran, tugas yang diberikan melalui FLSP harus dikerjakan secara mandiri. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan speaking, padahal speaking paling menyenangkan jika dipraktekkan langsung dengan teman-teman. Afham berhasil menjadi lulusan terbaik dari seluruh kandidat se-Universitas, mengalahkan dua kandidat terbaik kedua dan ketiga yang diraih oleh mahasiswa FPP dan FKIP. Afham menuturkan bahwa awal mulanya, tim dari FLSP menyeleksi mahasiswa dari setiap prodi. Beberapa mahasiswa kemudian menjadi perwakilan dalam seleksi lanjutan tersebut. Dasar pemilihannya adalah gabungan nilai FLSP semester 1 dan semester 2. Setelah proses seleksi itu, para kandidat harus mengikuti Forum Grup Discussion (FGD) untuk menilai kemampuan speaking peserta. Nilai FGD ini dijadikan pertimbangan bersama dengan nilai gabungan FLSP dan juga skor TAEP untuk menentukan lulusan terbaik. Afham berpesan meski bagi sebagian mahasiswa Bahasa Inggris itu sulit. Namun Ia menyarankan agar pembelajaran FLSP tetap diikuti semaksimal mungkin. Awalnya mungkin terasa berat, akan tetapi menurut Afham, nanti akan terasa sendiri hasilnya. “Saya merasakan sendiri, banyak sekali pengetahuan dan referensi yang hanya ada secara lengkap dalam bahasa Inggris, apabila kita bisa memanfaatkan wawasan itu. Pengetahuan kita semakin luas dan mendalam. Sekarang mungkin masih berat, tapi nanti akan terasa betapa pentingnya bahasa inggris saat menghadapi tugas-tugas dan kelas-kelas mendatang. Sudah lebih dari sekali saya diselamatkan dengan materi-materi dan referensi yang hanya ada dalam bahasa inggris saat belajar di ilmu komunikasi,”tutur Afham. Selamat Afham, semoga semakin sukses (wnd)
Seru, Cara Baru Opening Student Day di UMM

Senin, 15 Maret 2021 11:11 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ada yang baru dalam opening student day UMM tahun ini. Meski masih dilakukan secara blended system, gabungan luring dan daring, namun antusiasme maba yang mengikuti kegiatan sangat tinggi. Selain merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa baru, student day tahun ini mengundang Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian, pakar ESQ, sebagai pembicara pada kuliah tamu di UMM. Antusiasme juga tampak dari keikutsertaan mahasiswa baru FISIP UMM. Sebanyak 500 mahasiswa baru FISIP angkatan 2020 mengikuti pembukaan student day UMM melalui platform zoom pada hari Minggu, 14 Maret 2021. Tidak hanya itu sebanyak 10 orang mahasiswa FISIP lainnya juga mengikuti opening student day secara luring di hall dome UMM. Sisanya mengikuti pembukaan student day melalui livestreaming melalui Youtube UMM Campus. Kegiatan opening student day kali ini juga menghadirkan Menko PMK, Prof. Muhadjir Effendy, M.AP dan pemateri utama Dr. Ari Ginanjar Agustian, Direktur ESQ Leadership Center. Dr. Ary Ginanjar Agustian, pakar ESQ, saat memberikan materi secara virtual untuk ribuan mahasiswa baru UMM di event Opening Student Day Salah satu mahasiswa FISIP, Wulan Ayu mengatakan opening student day kali ini seru karena mereka tidak sekedar mengikuti kuliah umum saja, namun juga sekaligus mendapatkan insight dari coaching yang dilakukan oleh tim ESQ Ary Ginanjar. “Student day UMM sangat bermanfaat. Ada pengenalan lebih dalam bagaimana UMM memaksimalkan pelayanan bagi para mahasiswanya, pemberian informasi dan motivasi. Di student day ini saya juga paham bagaimana memaksimalkan peran menjadi mahasiswa yang berprestasi dalam segala bidang dengan memanfaatkan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki, ada pelatihannya, bagus juga,”ujar Wulan. Sania Sakinata dan Romauli Dwi, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP juga memberikan testimoi serupa. Menurut mereka kegiatan opening student day kali ini menarik sekali karena meski ia harus menyimak melalui livestreaming tetap bisa interaktif melalui kuis dan permainan yang diadakan oleh pemateri. “Seru ya, tetap bisa interaktif, materinya gampang banget ditangkep,mudah dipahami,jadinya lumayan tercerahkan tentang tujuan masa depan,”ungkap Romauli. Penampilan tim Gitasurya UMM dalam lagu Sang Surya berbahasa Mandarin Melalui tema Student Day kali ini yang bertajuk Menyiapkan Kepribadian Tangguh dalam Menghadapi Tantangan dan Ketidakpastian Global, Ary Ginanjar dan tim dari ESQ Leadership Center memotivasi mahasiswa agar menemukan grand why dalam memulai pencapaian hidup. “Sebagian besar masyarakat Indonesia umumnya bekerja untuk mencari kepastian, baru tantangan, eksistensi diri, cinta dan relasi, perkembangan, kontribusi baru mencari meaning dan purposes dari pekerjaan itu. Padahal sebaiknya menemukan grand why diawali dari meaning dan purposes baru kemudian yang terakhir adalah kepastian. Kalau kita ingin memenuhi harapan UMM Muhammadiyah untuk bangsa maka seharusnya berawal dari meaning and purpose,”jelas Ary Ginanjar. Acara berdurasi empat jam ini berlangsung meriah dengan kehadiran tim coaching Ary Ginanjar melalui kuis-kuis interaktifnya. Para peserta juga terhibur dengan penampilan tim paduan suara UMM yang menampilkan lagu Sang Surya dalam bahasa Mandarin. (wnd)
FISIP Siap Implementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Selasa, 23 Februari 2021 17:36 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dalam rangka penjaminan mutu di level fakultas, hari ini (23/2) FISIP UMM mengadakan workshop pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Workshop yang diadakan mulai pagi hingga jelang sore hari ini, diadakan di Outdoor Meeting Room Rayz Hotel UMM. Diikuti oleh para pejabat struktural di lingkungan FISIP UMM, workshop SPMI kali ini mengundang Dr. Ir. Wahono, M.T, tim BPMI UMM sebagai pemateri sekaligus pendamping workshop. Suasana Workshop Pelaksanaan SPMI di Rayz Hotel (25/2) (foto: humas) Dekan FISIP UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa penjaminan mutu menjadi salah satu hal yang sangat krusial bagi peningkatan mutu layanan di lingkup fakultas, tak terkecuali di FISIP UMM. Melalui workshop ini FISIP berkomitmen untuk melaksanakan system penjaminan mutu internal secara optimal. “Oleh sebab itu, hari ini kami menghadirkan tim BPMI agar bisa membimbing secara teknis terkait pengisian web SPMI dan pelaporannya. Kami undang juga seluruh kaprodi, sekprodi, kepala lab, sekretaris lab, yang menjadi pelaksana mutu di lingkup prodi di bawah fakultas,”ujar Rinikso. Dr. Ir. Wahono, M.T, tim BPMI memberikan materi pendampingan pelaksanaan SPMI (foto : humas) Guna mewujudkan budaya mutu, melalui workshop SPMI diharapkan pelaksana mutu bisa meningkatkan mutu layanan baik di tingkat UPPS/Fakultas dan prodi. “Melalui sistem penjaminan mutu ini setiap program kerja yang berbasis pada rencana induk pengembangan (RIP), rencana strategis (Renstra) dan rencana operasional (Renop) akan lebih mudah dipantau pelaksanaannya dan dievaluasi secara internal maupun eksternal demi peningkatan mutu layanan akademik maupun non-akademik,” ujar Dr. Dyah Estu Kurniawati, M.Si, Wakil Dekan 1 yang membawahi bidang akademik. Universitas melalui Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) memang telah memiliki SIM SPMI yang telah disesuaikan dengan standar Kemenristekdikti beserta pelampauan-pelampauannya. SIM SPMI ini menjadi acuan bagi pelaksana mutu untuk menjalankan program kerjanya dan menjadi sarana bagi auditor mutu untuk mengevaluasi pelaksanaan mutu di lingkup PT/Universitas, UPPS/Fakultas, dan PS/Program Studi. SPMI menjadi poin penting dalam penilaian akreditasi yang merupakan system penjaminan mutu eksternal (SPME) (wnd).
Gelar Yudisium Online, FISIP Luluskan 121 Wisudawan

Rabu, 17 Februari 2021 10:57 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMM hari ini (17/2) menyelenggarakan yudisium periode 1 tahun 2021. Karena masih di tengah pandemi, pelaksanaan yudisium digelar secara online. Para peserta didampingi kedua orang tua mengikuti pelaksanaan prosesi yudisium melalui platform zoom. Sedangkan civitas akademika lainnya bisa menyimak melalui live streaming di official account YouTube FISIP UMM. Pada gelaran yudisium hari ini, sebanyak 121 calon wisudawan dan wisudawati dikukuhkan dengan gelar S.Ikom untuk Prodi Ilmu Komunikasi, S.Sos untuk Prodi Sosiologi dan Kesejahteraan Sosial, dan S.IP untuk lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan dan Prodi Hubungan Internasional. Pelaksanaan yudisium secara online yang bisa disimak secara live melalui akun Youtube FISIP UMM Dalam sambutannya, dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si mengatakan tidak semua orang punya kesempatan mampu menyelesaikan pendidikan hingga di titik ini. Terlebih, pandemi covid-19 masih menjadi beban yang mempengaruhi banyak aspek. “Namun kita harus pandai mengambil hikmah dalam peristiwa ini. Allah telah memerintahkan untuk iqro, yaitu membaca ayat-ayat kauniyah, karena kejadian di muka bumi adalah ayat-ayat kauniyah itu. Semoga gelar sarjana yang disandang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para sarjana dan keluarga,”ungkapnya. Ia menambahkan sejatinya di balik perisitiwa pandemi ini ada yang perlu disyukuri. Covid-19 mengembalikan kedekatan keluarga. Melalui covid-19 ini sebenarnya interaksi anak dan keluarga dikembalikan lagi dalam relasi yang mendekatkan. Rinikso juga mengatakan, hikmah pandemi lainnya adalah di antara kesulitan ekonomi, telah membuat banyak orang mengasah krativitasnya dalam sisi yang positif. “Banyak sekali sumber dan cara untuk belajar. Keberhasilan dalam proses pendidikan adalah terjadi proses pembebasan diri. Saudara hari ini jadi sarjana, jangan menunggu, lakukan apapun selama itu baik dan untuk kebaikan. Anak-anakku harus bisa membaca tanda-tanda zaman. Hari ini anda dilantik menjadi sarjana, besok jangan berpangku tangan. Jangan membatasi diri hanya menunggu kesempatan, namun berkreasilah untuk mengisi dengan kebaikan-kebaikan,”jelasnya. Para peserta didampingi kedua orang tua saat prosesi yudisium Dalam yudisium kali ini, dosen muda FISIP Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW, juga menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul ‘Imigran Indonesia dalam Pusaran Pembangunan Malaysia-Indonesia’. Eko yang menyelesaikan studi dalam bidang social work di Universiti Sains Malaysia ini memaparkan Malaysia masih menjadi salah satu tujuan negara migran favorit karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena faktor geografis dan kesamaan bahasa Melayu. Banyaknya pekerja migran asal Indonesia ini tentu berpengaruh pada pembangunan negara Malaysia, khususnya dalam bidang ekonomi. Daya beli masyarakat di Malaysia juga meningkat berkat para pekerja migran ini. Namun sayangnya selama ini image bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) cenderung negatif. “PMI cenderung dipersepsi sebagai pekerja yang unskill, tapi sebenarnya banyak juga yang bekerja sebagai pensyarah, atau dosen dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Jika ditanya apakah PMI punya peran bagi Indonesia? Jawabannya tentu saja iya. Remitensi adalah salah satu buktinya. Jumlah remitensi tercatat 10 milyar US Dollar atau lebih dari 153 Triliyun rupiah yang masuk ke negara. Melalui orasi ilmiah ini, saya berharap persepsi negatif terhadap PMI yang unskill itu bisa dikikis. Peran PMI bagi perkembangan ekonomi Indonesia sejatinya cukup besar,”ungkapnya. Sandy Putra Ghozali, peraih predikat terbaik 1 fakultas, saat menerima ucapan selamat dari Dekan FISIP (foto: rhd) Yudisium kali ini selain meluluskan 121 wisudawan juga mengukuhkan Sandy Putra Ghozali, Ardika Rizkian Nurrahmat dan Imam Yusuf Abdullah, sebagai lulusan terbaik pertama, kedua, dan ketiga tingkat fakultas. Sandy Putra, peserta yudisium dari Prodi Ilmu Pemerintahan ini berhasil memperoleh IPK 3, 88. Putra dari Djali Karim dan Yuli Astutik itu berhasil menyelesaikan prestasinya dengan indeks prestasi terbaik dan lulus lebih cepat, hanya 7 semester saja. (wnd)
FISIP Punya Gubma, Ketua Sefa dan Ketua Himaprodi Baru

Jum’at, 05 Februari 2021 15:50 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Hari ini (5/2) FISIP UMM melantik jajaran fungsionaris lembaga intra di lingkungan FISIP. Sebanyak 16 fungsionaris yang terdiri dari gubernur mahasiswa, wakil gubenur mahasiswa, ketua dan anggota senat mahasiswa fakultas dan ketua himaprodi dari kelima prodi mengikuti pelantikan yang digelar dengan protokol kesehatan ketat di ruang sidang 611. Jajaran dekanat, kaprodi dan sekprodi juga tampak hadir dan ikut menyaksikan jalannya pelantikan. Suasana pelantikan fungsionaris lembaga intra FISIP UMM di ruang 611 (photo by: radityo) Acara yang dimulai dengan pembacaan SK pelantikan fungsionaris lembaga intra tersebut berjalan singkat dan hikmat. Di tengah pandemi, FISIP UMM berupaya tetap menjaga diri dengan standar protokol kesehatan yang ketat selama sesi berlangsung. Meski berlangsung singkat namun hal itu tidak mengurangi semangat dan optimisme para fungsionaris baru. Dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si dalam sambutannya mengatakan menjadi seorang pemimpin adalah sebuah tantangan sekaligus keberuntungan. “Pesan saya jangan sampai terlena, jangan jadikan banyaknya aktivitas sebagai defend mechanism. Menjadi pemimpin adalah tantangan sekaligus keberuntungan, apalagi di masa pandemi seperti ini. Dunia berubah, tantangan kita yang terbesar adalah menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang disebabkan oleh covid ini,”ujar dekan. Tantangan yang dihadapi mahasiswa bukan hanya bagaimana tantangan sebagai aktivis mahasiswa yang bergelut dengan aktivitas akademik dan organisasi saja namun juga harus cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan. “Semoga pelantikan hari ini menjadi bagian catatan perjalanan anda agar semakin bermanfaat bagi sesama. Selamat untuk yang telah dilantik, dan terimakasih serta penghargaan kami untuk para pengurus periode sebelumnya yang telah menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya,”ungkap Rinikso. Fungsionaris baru lembaga intra berfoto bersama dekanat dan para kaprodi sekprodi (photo by: radityo) Dekan juga mengedepankan pentingnya kredibiltas bagi seorang aktivis mahasiswa. Kredibilitas menjadi bagian dari bukti kualitas diri. Ciri seseorang yang memiliki kredibilitas tinggi adalah seseorang yang mampu memenuhi standard good performance, credibility of moral dan credibility of intellectual. Untuk kepengurusan periode 2021 ini, Fathum Mubin dan Wiebi Winarto dilantik sebagai Gubernur Mahasiswa (Gubma) dan Wakil Gubma FISIP UMM. Sedangkan Laily Ainur Rahmah dilantik sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas (Sefa) FISIP UMM periode 2021. Dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua Sefa, Laily akan didampingi oleh para anggota diantaranya adalah Muhammad Syahrul Gunawan, Gusti Rifky Pangeran Alamsyah, Muhammad Levia Dava Rezeki Effendi, Fahrur Rosyidi, Muhammad Amien, Rania Azzahra, Zendita Alvion dan Hilfa Zahratul Firdausyi. Sejumlah ketua himaprodi juga dilantik dalam pelantikan kali ini. M Alfian Syabani sebagai Kahima Prodi Ilmu Komunikasi (HIMAKOM), Avanda Putri Prameswari sebagai Kahima Prodi Kesejahteraan Sosial (HIMAKS), Rizky Juda Putra Hidayat sebagai Kahima Prodi Ilmu Pemerintahan (HIMAP), Kezianara Varayshalwa sebagai Kahima Prodi Sosiolosi (HIMASOS) dan Humaa Siyan Indie sebagai Kahima Prodi Hubungan Internasional (HIMAHI). Selamat untuk para fungionaris lembaga intra yang baru. Semoga mampu menjadi agent of change yang bisa membawa FISIP semakin berkemajuan. (wnd)
Dubes untuk Kolombia Sebut Indonesia Punya Peluang Besar

Kamis, 28 Januari 2021 16:37 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Kolombia merangkap Antigua, Barbuda serta Saint Christoper dan Nevis, Drs. Priyo Iswanto, M.H, hari ini memberikan kuliah tamu pada Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM. Kuliah tamu bertema “Tantangan dan Peluang Diplomasi Indonesia di Kawasan Amerika Latin” mengulas tuntas tentang bagaimana peluang dan tantangan Indonesia di kawasan Amerika Latin. Priyo menyebut, meski memiliki sejumlah tantangan yang menarik, Indonesia juga punya potensi besar di Kolombia. Ia juga menyebut bahwa alumni FISIP memiliki potensi untuk menjawab tantangan dan peluang tersebut. Duta Besar LBPP RI untuk Kolombia, Drs. Priyo Iswanto, M.H saat memberikan kuliah tamu di FISIP UMM Menurut duta besar, pada dasarnya setiap negara memiliki kepentingan nasional masing-masing ketika berbicara dalam konteks hubungan antar negara. “Penekanan hubungan luar negeri adalah perekonomian, untuk mensejahterakan rakyat. Hubungan politik yang bagus, tidak ada buahnya jika tidak berujung pada perdagangan. Jadi sebenarnya dubes itu salesman komoditi. Dan komoditi Indonesia cukup kompetitif di Kolombia,”jelasnya. Meskipun demikian, ia mengakui, ada sejumlah tantangan yang harus diatasi. Salah satu tantangan terbesar adalah faktor jarak. Jarak memiliki konsekuensi pada lama pengiriman barang, waktu dan biaya. “Orang yang ingin melakukan transaksi dagang, pasti memilih yang jaraknya lebih dekat dan biaya lebih murah. Misal antara Indonesia dan Vietnam, cenderung akan memilh Vietnam yang lebih dekat dan bisa lebih cepat,”imbuhnya. Perlu diketahui, distribusi komoditi dari Indonesia ke Kolombia, bisa memakan waktu hingga lima hari termasuk waktu transit. Hasil tangkapan layar kuliah tamu yang bisa disimak melalui channel Youtube UMM Untuk mengantisipasi permasalahan jarak yang berimplikasi pada biaya, Priyo mengungkapkan ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk menaikkan daya kompetitif. Misal dengan tarif bea masuk yang rendah atau di nolkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukaan free trade agreement sehingga dengan strategi ini tarif bisa berkurang dan harga barang lebih terjangkau. Saat ini dengan Chille sudah berhasil, dengan Kolombia dan Peru sedang dimulai. Saat ini yang perlu didorong adalah free trade agreement dengan Meksiko. Tantangan lainnya adalah faktor bahasa. Menurut Priyo, masih sedikit masyarakat Indonesia yang menguasai Bahasa Spanyol, padahal di Kolombia bahasa yang dikuasai adalah bahasa Spanyol, masih jarang yang bisa berbahasa asing sehingga hal ini harus dijembatani. Duta besar juga sempat menyinggung tentang kontribusi perguruan tinggi terhadap potensi yang dimiliki Indonesia ini. Perkembangan organisasi kawasan di Amerika Latin saat ini tengah menjadi perhatian sehingga perlu kontribusi dari perguruan tinggi untuk meningkatkan people to people context. “Lulusan FISIP itu jika menguasai komunikasi dengan baik, pasti sukses. Khususnya dalam hal branding produk. Branding itu penting, harus bisa membawa nama baik Indonesia dimana pun. Saat ini image Indonesia di negara kawasan Amerika Latin sedang bagus. Secara politis negara kita damai, secara ekonomi sedang tumbuh, Indonesia diapresiasi sebagai negara di kalangan G 20 yang perkembangan ekonominya relatif baik,”ungkap duta besar yang diambil sumpah jabatannya sebagai dubes oleh Presiden Jokowi pada Maret 2017 lalu ini. Ia juga terbuka pada masukan dan kreativitas dari institusi pendidikan terkait hal apa saja yang bisa dikontribusikan untuk mengembangkan soft diplomacy dengan negara-negara kawasan di Amerika Latin. (wnd)
Produktif di Masa Pandemi, Mikli Audin Bawa Pulang Tiga Penghargaan

Minggu, 17 Januari 2021 12:50 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pandemi tidak menghalangi semangat berprestasi. Setidaknya hal ini yang dibuktikan oleh salah satu mahasiswa FISIP Prodi Ilmu Komunikasi, Mikli Audin. Sejumlah prestasi membanggakan berhasil ia raih di masa pandemi ini. Menariknya, Mikli tercatat sebagai maba, alias mahasiswa baru angkatan 2020 di Prodi Ilmu Komunikasi. Meski masih duduk di semester satu, namun semangat Mikli untuk mengharumkan nama kampus tak pupus. Mikli Audin (kanan) saat pengumuman pemenang Commfest UNIDA Gontor (foto: ist) Pemilik nama lengkap Mikli Audin ini baru-baru ini berhasil meraih juara pertama cabang lomba videografi pada gelaran Communication Festival (Commfest) Universitas Darussalam Gontor 2020, akhir Desember lalu. Dia berhasil menyisihkan ratusan peserta dalam gelaran yang bertajuk “Rise Together, Act Together” tersebut melalui video tentang sosok ibu. Video berjudul Love e Emak ini berhasil merebut hati ketiga juri. Para juri yang terlibat diantaranya Moddie Alvianto Wicaksono, M.A (Penulis Pojok), Irfan Gafir (Creative Content Creator) dan Mamuk Ismuntoro (Pendiri Komunitas Matanesia dan Visual Storyteller). Diakui Mikli, ia cukup terkesan ketika Irfan Gafir salah satu juri mengomentari karyanya. “Dia bilang karya saya bagus, meski sebenarnya lebih cocok diputar di Hari Ibu karena temanya tentang sosok ibu. Tantangan dalam membuat karya ini adalah karena saya adalah one man army yang artinya mempersiapkan segalanya sendiri. Jadi dari membuat scriptnya, menyutradarai, menshoot, sampai mengedit videonya saya lakukan sendiri,”kisahnya. Poster video Love e Emak, karya yang dibuat oleh Mikli Audin dan berhasil membawa pulang gelar juara (foto: ist) Namun bimbingan dari dosennya, M.Fuad Nasvian, M.Ikom, dia akui sangat membantu dalam menyiapkan presentasi. “Ketika mendapat pengumuman finalis dan finalis dituntut untuk presentasi, saya langsung calling Pak Fuad dan Pak Fuad langsung mengajak diskusi dan memberikan arahan bagaimana cara presentasi, apa saja yang perlu disampaikan dan mungkin kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat presentasi. Itu sangat membantu saya,”imbuhnya. Selain menang di Commfest Unida Gontor, sebelumnya mahasiswa asli Malang ini juga mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Selama menjadi mahasiswa baru, Mikli berhasil memperoleh gelar juara 3 lomba videografi “Tetap Kreatif dari Rumah” yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Samarinda. Sebulan setelah diterima sebagai mahasiswa baru UMM, Mikli juga berhasil menjuarai event HEPHOSPOR Competition Poltekes Kemenkes Semarang 2020. Di event tersebut dia berhasil meraih juara 1 lomba video kreatif. “Saya memang senang ikut lomba, selain dapat pengalaman, juga lumayan bisa melatih kemampuan saya dalam bidang videografi. Hadiah yang didapat sih bonus ya,”ungkapnya sambil tersenyum. Congratulation, Mikli! (wnd)
Dorong Pengesahan RUU PPRT, Sosiologi UMM Gelar Talkshow Kolaborasi dengan Institut KAPAL Perempuan

Jum’at, 18 Desember 2020 12:14 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang bekerjasama dengan Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan mengadakan Talkshow secara Virtual pada hari Kamis, 17 Desember 2020 mulai pukul 13:00 – 15:30 WIB. Talkshow ini terinspirasi dari realitas pekerja rumah tangga yang belum mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja, terutama dalam hal perlindungan tenaga kerja. Talkshow kolaborasi dengan Institut KAPAL perempuan, dihadiri 171 participant Bekerja selama ini identik dengan kegiatan yang dilakukan di luar rumah dengan tujuan mendapatkan penghasilan, umumnya lokasi bekerja atau suatu pekerjaan adalah kantor atau perusahaan. Hal tersebut membuat kegiatan-kegiatan di luar rumah membuat urusan domestik/rumah tangga kurang mendapatkan perhatian, padahal ranah domestik juga tidak kalah pentingnya untuk mendapatkan perhatian. Kondisi demikian membuat kebutuhan sumber daya untuk menangani urusan domestik semakin tinggi, sehingga mulai banyak pihak yang meminta bantuan pihak lain untuk menangani urusan domestik mereka. Di Indonesia, pihak yang diminta menangani urusan domestik orang lain biasa disebut dengan nama pembantu rumah tangga atau asisten rumah tangga. Karena faktor penyebutan tersebut, kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang membantu urusan domestik orang lain belum dianggap sebagai sebuah pekerjaan sehingga tidak ada indikator pasti terkait dengan upah, jam kerja dan jaminan keselamatan kerja bagi mereka. Hal ini berdampak sangat besar, sehingga pengakuan kegiatan tersebut sebagai sebuah pekerjaan perlu dilegitimasi dengan regulasi dari pemerintah karena berkaitan dengan hak, kewajiban dan perlindungan terhadap mereka layaknya jenis pekerjaan lainnya melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Talkshow ini diharapkan mampu membuka kesadaran terkait urgensi dari RUU PRT. Pengesahan RUU PRT ini penting karena melalui UU tersebut akan membantu menghilangkan diskriminasi yang selama ini dialami oleh pekerja. Sedangkaan manfaat dari talkshow ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada khalayak umum terkait RUU PRT baik secara undang-undangnya dan bagaimana tahapan selanjutnya, karena sejatinya RUU ini sudah diajukan pada tahun 2004. Agar tujuan dan manfaat talkshow bisa tercapai dengan maksimal, maka perlu difokuskan topik bahasannya, yaitu tentang peluang disahkannya RUU PPRT, pentingnya dukungan publik untuk mendesak pemerintah mengesahkan RUU PPRT, mengapa RUU PPRT penting untuk segera disahkan dan strategi-strategi yang diperlukan agar pengesahan RUU PPRT bisa segera terealisasi. “UU PPRT ini penting agar khalayak umum mengetahui terutama para pekerja akan lebih memahami RUU perlindungan pekerja tersebut. Bukan hanya memahami tetapi juga diharapkan bisa memberikan masukan kepada pihak terkait untuk benar-benar melaksanakannya,”ujar Theresia Sri Endras Iswarini, komisioner Komnas Perempuan, yang hari ini mengulas tentang Strategi Komnas Perempuan dalam mendesakkan Pengesahan RUU PPRT. Lita Anggraini, pembicara berikutya, menyoroti pentingnya dukungan publik untuk mendesakkan RUU PPRT. Dukungan publik ini menurutnya sangat krusial agar pihak pemangku kebijakan segera mengambil sikap terhadap pengesahan RUU PPRT ini. Selain kedua pembicara tersebut, ada empat pembicara lain yang mengusung tema-tema menarik terkait urgensi RUU ini. Nur Khasanah menyoroti mengapa RUU PPRT penting untuk segera disahkan, anggota Baleg DPR RI Willy Aditya mengkaji bagaimana peluang disahkannya RUU PPRT dan YP Puspita tentang peran disnakertrans terkait RUU PPRT. Sedangkan pembicara dari Sosiologi FISIP, pakar sosiologi gender, Dr. Tutik Sulistyowati, M.Si mengulas tentang perlindungan PRT di luar negeri. “Jaminan perlindungan pekerja rumah tangga (PRT) sudah tidak bisa ditunda lagi karena konstitusi memerintahkan negara memberikan perlindungan terhadap seluruh rakyat, termasuk PRT. Sebab yang dihadapi PRT di luar negeri sebenarnya bukan hanya masalah ketenagakerjaan, namun juga kemanusiaan. Oleh karena itu negara harus hadir dalam hal ini,”tutur doktor yang juga Wakil Dekan 2 FISIP UMM itu.(aan/wnd)
Alumni Kesos Borong Seluruh Penghargaan Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Jatim 2020

Senin, 14 Desember 2020 12:21 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kabar membanggakan hadir dari para alumni Prodi Kesejahteraan Sosial. Tiga alumni Prodi Kesos FISIP UMM berhasil meraih Juara 1, 2 dan 3, sebagai Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Jatim tahun 2020. Mereka adalah Bintaryana Anugeraheni, S.Sos, M.Si. (Angkatan 2001), Nikma Fauzia, S.Sos. (Angkatan 2002), Dedy Tri Kuncoro, S.Sos (Angkatan 2003). Prestasi ini diraih alumni kesos atas komitmen mereka dalam pendampingan terhadap anak-anak dan masalah sosial lainnya. Suasana penyerahan penghargaan yang diperoleh oleh alumni Kesos (foto: ist) Dalam gelaran puncak acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 yang diadakan di Gedung DBL Arena Surabaya, ketiga nama alumni Kesos ini mendapat predikat urut. Dari sisi angkatan juga urut, Bintaryana angkatan 2001, Nikma angkatan 2002 dan Dedy angkatan 2003. Bintaryana Anugraheni adalah Satuan Bhakti Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Kediri, Nikma Fauziah adalah Sakti Peksos Kabupaten Ponorogo dan Dedy Tri Kuncoro adalah Sakti Peksos Kota Pasuruan. Ketiga pemenang memperoleh penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp 15 juta yang diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa timur serta Pangdam V Brawijaya. Penghargaan Sakti Peksos Berprestasi Tahun 2020 telah melewati serangkaian tahapan seleksi yang dilaksanakan selama beberapa bulan, sejak Oktober 2020 lalu. Seleksi meliputi penulisan karya ilmiah terkait best practices Sakti Peksos, dan uji kompetensi. Masing-masing alumni Kesos yang berhasil menjadi juara ini telah berjasa melakukan penanganan kasus terhadap berbagai masalah sosial anak sebagai tugas utama mereka. Sebagai contoh, Bintaryana Nugraheni, berhasil menangani 110 kasus anak, Nikma telah menangani 72 kasus anak dan Dedy sebanyak 34 kasus anak. “Prestasi para alumni ini tentu menjadi hal yang membanggakan bagi kami, karena terbukti keilmuan yang mereka pelajari selama di Kesos FISIP UMM dapat diimplementasikan dengan baik. Hal ini juga patut diapresiasi, karena penanganan kasus anak di masa Pandemi Covid-19 seperti ini juga tidak mudah ya,”ungkap Kaprodi Kesos, Dr.Oman Sukmana, M.Si Bintaryana, peraih juara pertama Sakti Peksos Berprestasi mengatakan bahwa dirinya merasa haru dan bangga atas penghargaan yang telah diperolehnya saat ini. “Saya merasa bangga sekali dan akan terus bersemangat terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak. Terimakasih juga untuk almamater saya yang sudah menjadi tempat saya menimba ilmu kesejahteraan sosial ”, tuturnya. (wnd)