Keren! Dosen FISIP Bikin Kelas Online Lewat Live Instagram

Sabtu, 21 Maret 2020 14:51 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik        Banyak jalan menuju Roma. Begitu pula yang dilakukan oleh para dosen di FISIP UMM dalam mensiasati agar kebijakan kuliah online selama masa Save From Corona tidak membosankan. Salah satu upaya kreatif itu adalah memilih platform live di Instagram untuk kuliah online. Dosen kreatif yang menerapkan strategi ini adalah Arum Martikasari, M.MedKom.Dia hari ini (21/3) mengadakan kuliah online melalui live IG untuk mata kuliah praktikum Public Relations 1.  Ia menjelaskan materi tentang “Transmedia Storytelling dan Omnichannel Strategy”. Hasil tangkapan layar situasi kuliah online melalui live IG           Dosen Prodi Ilmu Komunikasi ini mengaku bahwa ia baru pertama kali mengadakan kuliah online dengan metode live IG. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tidak bosan. “Biasanya kan kuliah online diadakan lewat LMS, Google ClassRoom, Google Meet, nah saya mencoba biar mahasiswa tidak bosan yaitu melalui live di Instragram @praktikumumm. Harapan saya sih, kelas materi tetap berlangsung lancar meski jarak jauh dan mahasiswa tetap bisa berinteraksi aktif melalui tools ask question,” ujarnya. Kuliah pun berjalan lancar meski tidak dilakukan secara tatap muka. Baca juga : Antisipasi Corona, Mahasiswa Asing Kembali ke Negara Asal            Uniknya, kuliah online yang disetting di mini studio lab Ikom ini tidak hanya diikuti oleh praktikan saja, namun juga oleh para alumni dan dosen lain. Sejumlah dosen yang aktif di sosial media terpantau mengikuti sharing session tersebut. Salah seorang follower, @nasvian, ikut mengajukan pertanyaan dalam sharing session tersebut. Ia menuliskan pertanyaan apakah harus menerapkan tujuh strategi untuk transmedia storytelling. Diketahui, @nasvian adalah Fuad Nasvian, M.Ikom, salah satu dosen di Prodi Ilmu Komunikasi. Selain @nasvian, sejumlah mahasiswa pun aktif mengajukan pertanyaan yang dijawab secara live oleh Arum.          Banyak platform yang digunakan dosen FISIP selama periode kuliah online ini. Shannaz Mutiara Deniar, M.A, dosen prodi Hubungan Internasional menggunakan platform Google Classroom. Baginya, memberikan kuliah online melalui Google Classroom bukan kali pertama. “Sebelumnya saya memang sudah terbiasa menggunakan metode blended learning dalam perkuliahan. Jika sesi kuliah online saya memakai Classroom (Google Classroom,red) ini. Jadi ketika ada kebijakan full online seperti sekarang saya siap saja,”ungkap dosen yang menyelesaikan studi S2 nya di Korea ini.            Di FISIP, berdasarkan survey, sebanyak 40%  dari 48 dosen yang mengisi angket survey kuliah daring menggunakan aplikasi Google Classroom. Sisanya menggunakan kombinasi platform media yang lain, seperti Google Meet, Edmodo dan LMS. (wnd)

Antisipasi Corona, Mahasiswa Asing Kembali Ke Negara Asal

Rabu, 18 Maret 2020 10:12 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik         Sebagai langkah antisipasi terhadap persebaran virus Corona, sebanyak 18 mahasiswa asal Thailand yang belajar di FISIP UMM besok akan kembali ke negara asal. Pemulangan mahasiswa asing ini menurut Kaprodi Ilmu Pemerintahan, M.Kamil, M.A, selaku penanggungjawab program, tidak hanya sebagai langkah antisipasi Corona. “Sebenarnya program mereka sudah hampir selesai. Sesuai kontrak, program mereka berakhir 26 Maret 2020. Ini kami percepat seminggu sekaligus sebagai langkah antisipasi,” ungkapnya saat menghadiri seremoni pelepasan mahasiswa asing di Ruang Sidang 611 FISIP UMM hari ini 18/3. Pelepasan mahasiswa asing ini dihadiri oleh Dekan FISIP, Wakil Dekan 1, sejumlah dosen dan mahasiswa pendamping (buddy). Penanggung jawab program, M.Kamil, M.A (baju kotak-kotak, red) saat mendampingi pelepasan mahasiswa asing       Pihak kampus asal, Khong Kaen University juga berharap mahasiswa asing segera kembali ke Thailand. Sebab fenomena lockdown di beberapa negara yang sudah terjadi saat ini dikhawatirkan akan mempersulit proses pemulangan mahasiswa asing. Seperti kita ketahui, saat ini sejumlah  negara sudah memberlakukan lockdown seperti Malaysia, Filipina, Austria dan Italia. Pemerintah Australia juga telah meminta seluruh Australian students yang belajar di luar Australia untuk kembali. Langkah antisipatif ini menurut Kamil adalah langkah yang tepat karena dikhawatirkan jika proses lockdown merembet ke negara lain hal itu justru akan menyulitkan kepulangan mereka. Suasana seremoni pelepasan mahasiswa asing asal Thailand di R.Sidang 611         Meskipun pulang lebih cepat, namun para mahasiswa asing ini tetap memiliki PR atau pekerjaan rumah. “Masih ada satu tugas berupa presentasi hasil riset mereka. Untuk presentasi ini kita akan memanfaatkan teknologi daring, jadi mereka bisa presentasi melalui sistem online,” ujar Kamil. Kedelapan belas mahasiswa asing ini telah menyelesaikan enam proyek riset di sejumlah desa wisata, seperti di desa wisata Pujon, Bumiaji dan kampung warna-warni Jodipan. Baca juga : Sikapi Corona, FISIP Intensifkan Kuliah Daring Phattheera Keathan, salah satu mahasiswa Thailand mengatakan dirinya sebenarnya sedih karena harus pulang lebih cepat ke Thailand. “Di satu sisi saya sedih, karena ini mendadak sekali padahal saya masih punya banyak rencana disini. Tapi saya juga senang karena bisa segera bertemu keluarga. Konsekuensinya saya dan teman-teman harus mengatur ulang tiket pesawat yang sudah kami beli sebelumnya,” ujarnya dalam Bahasa Inggris yang fasih. Ploy, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa selama belajar di FISIP UMM ia dan timnya telah menyelesaikan riset yang berjudul Strategic Management To Increase The Number Of Tourist in Jodipan. (wnd)

Sikapi Corona, FISIP Intensifkan Kuliah Daring

Senin, 16 Maret 2020 09:28 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Untuk menyikapi fenomena virus Corona yang mewabah di sejumlah kota besar di Indonesia, FISIP UMM melakukan upaya antisipatif demi mendukung kebijakan pemerintah. Mulai Senin (16/3) FISIP mengintensifkan pembelajaran daring untuk mahasiswa. Layanan akademik berupa bimbingan skripsi dan konsultasi juga disarankan untuk dilakukan secara online. Tetap Ada Layanan, Staf TU Layani Sivitas FISIP UMM        Kebijakan yang dilakukan FISIP ini adalah upaya dukungan terhadap surat edaran Rektor UMM yang menghimbau sivitas akademika UMM untuk melakukan tindakan preventif penyebaran virus Corona. “Pertama, untuk sementara pelayanan kepada mahasiswa kita akan mengoptimalkan sistem online untuk pengajaran dan bimbingan sehingga kita harapkan kegiatan akademik tetap berjalan lancar,”ungkap Dekan FISIP, Dr. Rinikso Kartono, M.Si. Dekan juga menghimbau agar semua mahasiswa FISIP benar-benar memanfaatkan kuliah online ini dengan belajar di rumah, tidak pulang kampung dan tidak mendatangi keramaian. “Kami minta semua sivitas tetap tenang, tidak panik. Diam saja di kost atau rumah sambil belajar online. Tidak perlu pergi ke luar kota atau malah liburan,”imbuhnya. Relatif lengang, situasi GKB 1 lantai 6 FISIP UMM          Terkait batasan waktu, dekan menyampaikan bahwa upaya antisipatif ini akan berjalan sekitar satu minggu. Dekan berharap kegiatan akan normal kembali minggu depan, tepatnya hari Senin, 23 Maret 2020. Menurutnya, upaya antisipatif dengan mengintensifkan kuliah daring bukan tanpa resiko. Resikonya adalah jika mahasiswa tidak punya akses internet, biasanya mereka akan mencari kafe atau tempat wifi yang tentu identik dengan kerumunan. Kebijakan meminta mahasiswa untuk belajar di rumah ini sebenarnya dilematis karena tidak ada yang bisa menjamin apakah mahasiswa tidak bermobilisasi kemana-mana. “Untuk itu, mungkin Senin sudah kembali ke kampus, FISIP sudah menyediakan akses internet dengan provider Indihome yang memadai. Sehingga kami pastikan mahasiswa tidak perlu pergi kemana-mana,”jelas Rinikso. (wnd)

FISIP Harus Luluskan Sarjana Bisa Apa

Jum’at, 06 Maret 2020 17:15 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik             FISIP UMM hari ini (6/3) mendapat kunjungan khusus dari Ananto Kusuma Seta, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud. Dalam kunjungannya di ruang sidang 611 FISIP GKB 1, pria asal Jombang ini mengajak para dosen FISIP untuk melakukan refleksi terkait future higher education. Khususnya tentang langkah apa saja yang harus dilakukan menghadapi tantangan di masa depan. Menurut Ananto, FISIP harus mampu menciptakan lulusan yang tidak sekedar tahu apa, namun lulusan yang bisa apa.       Seorang dosen, seorang guru, akan memiliki kebermanfaatan dalam profesi jika bisa menjadikan anak didik juga bermanfaat bagi lingkungannya. “Guru adalah profesi mulia, namun di balik kemuliaan itu akan ada ‘kutukan’ atau hujatan jika tidak berhasil mengantarkan anak didiknya ke gerbang kebaikan,”ungkap Ananto. Dosen atau guru harus bisa mendidik anak sesuai fitrah, menemu-kenali potensi Ilahiah sehingga mahasiswa bisa memaksimalkan kemanfaatan untuk orang lain. Hal ini perlu diperhatikan sebab di masa mendatang, teknologi akan selalu menjadi disruptive force karena teknologi akan menjadi lifestyle, teknologi untuk belajar (for learning) dan teknologi untuk bekerja (for works).        Persoalan sosial di masa depan juga akan sangat kompleks. Diprediksi tahun 2025, di 35 smart cities, 60% penduduknya akan tinggal atau berubah menjadi masyarakat urban. Tentu permasalahan yang akan dihadapi masyarakat urban akan lebih kompleks.             Ananto dalam diskusi refleksi ini memantik pertanyaan unik, lalu untuk apa kuliah? mengapa harus belajar di universitas? Padahal Elon Musk, owner Tesla, justru malah merekrut lulusan SMA yang terampil. Ukuran baru masa depan, generasi Z memiliki pandangan yang berbeda tentang uang. Gross Domestic Product (GDP) tidak lagi sekedar mengukur tentang pendapatan namun juga menunjukkan data indeks kebahagiaan. Sehingga bagaimana cara mendidik anak-anak kita menghadapi perubahan sosial seperti itu? Kita tidak menyiapkan anak pada lulusan title job namun skilled job.      Kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, active learning, critical thinking, adalah sejumlah kemampuan yang mutlak dimiliki generasi Z pada 2022. “Tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia bukan merobotkan manusia sehingga kebutuhan social skil juga meningkat. Ini adalah harapan dan potensi besar untuk FISIP karena FISIP akan menjadi sumber bagi fakultas-fakultas lain,”ungkap Ananto. Untuk itu ia berharap FISIP bisa menangkap peluang tersebut sebaik-baiknya. Paradigma mendatang, desain kurikulum bukan kita yang mendesain, namun tergantung pada kebutuhan dunia kerja. Kognisi pendidikan juga tidak lagi berkutat pada know what (higher education-lead) namun berubah menjadi know how dan know why (industry-lead). (wnd)

FISIP Siapkan Strategi Sambut Camaba

Rabu, 04 Maret 2020 10:27 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik              Meningkatkan jumlah minat calon mahasiswa baru (camaba) tidak hanya dilakukan dengan menggunakan strategi konvensional saja (promosi door to door). Namun image building menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh FISIP untuk meningkatkan minat camaba pada FISIP UMM. Selain itu juga harus ada koordinasi sinergis antara bidang kehumasan dan bidang penerimaan mahasiswa baru demi meningkatkan preferensi camaba pada FISIP. Untuk itu, demi menguatkan sinergi, hari ini Dekanat, Humas UMM, Humas FISIP dan perwakilan prodi melakukan koordinasi terkait kehumasan dan penerimaan camaba. Koordinasi dilakukan di Ruang Sidang 611 pada 4 Maret 2020.        Menurut Kettler, pakar manajemen pemasaran, kualitas produk yang konsisten dengan kemasan kesan yang baik akan efektif untuk meningkatkan jumlah “konsumen” dalam hal ini adalah camaba. Pelayanan prima untuk mahasiswa adalah salah satu bentuk strategi yang dilakukan FISIP UMM untuk meningkatkan animo calon mahasiswa baru di FISIP UMM. Sejumlah kegiatan telah dilakukan FISIP UMM.  Diantaranya adalah memperbaiki kualitas pelayanan kepada mahasiswa dengan mengikut sertakan dosen dan staf pada kegiatan SUPER UMM. Dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si mengatakan strategi yang dilakukan FISIP tidak hanya promosi konvensional namun juga menggunakan strategi komprehensif lainnya. ” Kita menggunakan strategi menjadikan alumni sebagai mitra strategis fakultas. Selain itu juga berupaya memperbaiki sistem administrasi melalui peningkatan pelayanan personal kepada mahasiswa. Dekanat juga berupaya untuk standby di fakultas untuk mempermudah layanan pada mahasiswa,” ungkap Rinikso.           Selain pelayanan prima untuk mahasiswa, FISIP juga aktif membuat counterpart dengan mass media dan institusi luar negeri. Kerjasama alumni dan pelayanan personal juga menjadi fokus FISIP. Sebab faktanya, sebanyak 80% camaba FISIP dari tahun-tahun sebelumnya mendapat informasi tentang FISIP dan tertarik untuk masuk FISIP dari alumni FISIP UMM. Berdasarkan data tersebut, peran alumni tentu sangat besar bagi penerimaan mahasiswa baru di FISIP. Untuk mengoptimalkan relasi tersebut, alumni dilibatkan dalam sejumlah program kerjasama di fakultas.            Dalam bidang kehumasan, Humas UMM yang juga dosen Ilmu Komunikasi. Sugeng Winarno, M.A mengatakan bahwa perlu strategi yang peka terhadap selera pasar atau calon “konsumen” akademik. Sebab yang menjadi target pasar dari UMM adalah kaum milenial, alias camaba yang secara rentang usia masuk generasi milineal yang memiliki karakteristik berbeda. Untuk itu dalam menyusun kemasan pesan untuk menarik minat camaba harus menyesuaikan dengan kegemaran dari generasi milenial ini. “Kita harus peka pada perkembangan jaman serba digital ini. Strategi konvensional tetap penting namun strategi digital juga penting sekali,” jelas alumni Curtin University ini. (wnd)

Kursi Baru FISIP

Jum’at, 28 Februari 2020 10:07 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik            Ada yang baru di FISIP. Mahasiswa di FISIP kini makin ‘dimanjakan’ dengan fasilitas baru yang disediakan. Ya, FISIP kini punya kursi-kursi baru. Kursi ini bukan sembarang kursi, namun kursi multifungsi yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Ada 36 meja dan 72 kursi yang ditata rapi di seluruh lorong lantai 6 area FISIP. Sejumlah mahasiswa mengaku senang dengan fasilitas ini. Nadya, salah satu mahasiswi Ikom angkatan 2018 mengatakan kursi ini sangat bermanfaat untuk dia dan teman-temannya saat mengakses kebutuhan administrasi di lantai 6. “Ya lumayan kalau nunggu dosen atau nunggu jeda kelas berikutnya di lantai 6 tidak perlu gelesotan di lantai atau rebutan kursi tunggu di depan prodi, hehe. Alhamdulillah bisa duduk dan buka laptop disini,” ungkap Nadya.          Sejumlah dosen juga tampak memanfaatkan fasilitas meja kursi ini untuk memberikan layanan bimbingan skripsi. Dekan FISIP UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si mengatakan fasilitas ini memang sengaja didesain untuk memberi kenyamanan pada civitas akademika FISIP. “Tujuannya ya memang agar nyaman ya, tidak usah duduk-duduk di lantai. Selain lebih nyaman, pagar pembatas juga tetap bersih karena tidak ada cap-cap sepatu yang menempel,” ungkap dekan. (wnd)

FISIP adalah Fakultas Tanpa Diskriminasi

Selasa, 25 Februari 2020 10:07 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik           Kesan berbeda terjadi dalam gelaran yudisium FISIP untuk wisuda periode I tahun 2020. Sejumlah dosen tampak menahan haru saat dekan memanggil sejumlah calon wisudawan non muslim untuk memberikan testimoni. Ya, peraih gelar terbaik III FISIP UMM, Theresia Yula, sarjana lulusan Prodi Kesos adalah seorang non muslim. Theresia mengatakan berkuliah di FISIP, meskipun ia non muslim, namun ia diperlakukan sangat baik.  “ Saya meskipun non muslim, namun sangat senang kuliah di FISIP. Tidak ada perbedaan yang saya rasakan, bahkan saya merasa cukup diistiewakan. Pernah ada adek tingkat di sekolah menengah yang tanya ke saya apakah UMM hanya untuk Islam saja. Saya katakan UMM untuk semua agama. Terimakasih FISIP,” tutur Theresia. Theresia dan Yosua memberikan testimoni kuliah di FISIP di depan ratusan peserta yudisium (foto: wnd)           Selain Theresia, Yosua Lase, sarjana dari Prodi Ilmu Komunikasi juga diminta untuk bertestimoni. Yosua yang berasal dari Kupang ini mengatakan ia sangat terkesan kuliah di FISIP. Ia juga sepakat jika di FISIP tidak ada diskriminasi. “Saya diperlakukan sama saja dengan yang muslim. Tidak ada perbedaan perlakuan baik dari teman mahasiswa atau dosen. Ini membuat saya lebih percaya diri dan senang kuliah disini. Untuk siapapun, atau agama apapun, kuliah di UMM adalah pilihan terbaik,”tambah Yosua.       Sebenarnya bukanlah hal yang asing ketika ada banyak mahasiswa non muslim yang berkuliah di UMM. UMM adalah kampus yang ramah terhadap semua agama, tak terkecuali di FISIP. Tak hanya untuk semua agama, FISIP UMM juga menerima berbagai suku bangsa bahkan kewarganegaraan. “Di FISIP kami mengedapankan toleransi dalam pembelajaran. Semua boleh belajar disini, karena ilmu itu untuk semua.Mau yang berbeda agama, ataupun berbeda suku silakan saja. Kami terbuka kepada perbedaan. Karena perbedaan itu adalah resonansi dari sikap peduli kami pada keberagaman,” ungkap Dekan FISIP.      Semangat ini sejalan dengan tauladan yang diberikan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Dahlan sejak awal berdakwah, bersedia memberikan ilmu tanpa melihat latar belakang penerimanya. Dahlan menggunakan serambi masjid agung untuk memberi pelajaran kepada orang-orang yang tidak dapat belajar di surau-surau tempat pengajian yang berjadwal tetap. Ahmad Dahlan juga membangun asrama untuk menerima murid-murid dari luar kota dan luar daerah. Juga membangun surau untuk menambah kemakmuran kampung Kauman dalam bidang pengajian dan pendidikan pada masa itu. Peran dalam pendidikan berbasis kesetaraan gender juga diwujudkan dalam pendirian sekolah dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hooge School Muhammadiyah dan selanjutnya berganti nama menjadi Kweek School Muhammadiyah (sekarang dikenal dengan Madrasah Mu’allimin (khusus laki-laki), yang bertempat di Patang puluhan kecamatan Wirobrajan dan Mu’allimaat Muhammadiyah (khusus Perempuan), di Suronatan Yogyakarta. (wnd)

Masa Studi Jadi Penentu Gelar Lulusan Terbaik Yudisium Periode I/2020

Selasa, 25 Februari 2020 09:51 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik              Momen yudisium adalah momen rutin yang diselenggarakan oleh seluruh fakultas di UMM untuk menandai kelulusan sarjana. Begitu pula yudisium FISIP sebagai seremoni kelulusan sarjana dari seluruh prodi FISIP secara resmi. Yudisium untuk wisuda periode I 2020 diadakan pada hari ini Selasa, 25 Februari 2020 di Aula BAU UMM. Sejumlah 120 calon wisudawan dan wisudawati dari seluruh prodi di FISIP mengikuti prosesi yudisium. Berfoto bersama ketiga lulusan terbaik (ki-ka : Theresia, Dekan FISIP, Ahmad Bagus, Dania)         Gelar terbaik fakultas adalah gelar yang cukup bergengsi di kalangan mahasiswa. Jika biasanya pada sejumlah prosesi sebelumnya sejumlah prodi mengisi posisi dalam gelar bergengsi tersebut, namun kali ini perolehan gelar terbaik diborong oleh Prodi Kesos. Terbaik ketiga disandang oleh Theresia Yula Virginawati, angkatan 2016 dengan perolehan IPK 3,73. Terbaik kedua diperoleh oleh Ahmad Bagus Arjuna dengan IPK 3,85 dan terbaik pertama diraih oleh Dania Putri Arifiana dengan IPK 3,88. Ketiga terbaik tingkat prodi IKS ini sekaligus menjadi peroleh seluruh gelar terbaik fakultas karena memiliki indeks yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandidat lain. Indeks tinggi ini selain dipengaruhi oleh jumlah IPK juga dipengaruhi oleh lama masa studi. Ketiga lulusan terbaik tersebut merupakan mahasiswa angkatan 2016, yang artinya memiliki masa studi tercepat, tidak sampai empat tahun. Masa studi kali ini menjadi faktor yang cukup signifikan bagi penentuan gelar terbaik.         Dr.Rinikso Kartono, M.Si, dekan FISIP UMM dalam sambutannya mengingatkan calon wisudawan akan jasa orang tua khususnya ibu dalam perjalanan hidup calon wisudawan. “Keberhasilan anda hingga titik ini, separoh di dalamnya adalah berkat doa ibu anda. Jangan pernah khianati ibu anda, jadilah yang terbaik versi anda. Kebanggaan kami adalah apabila semua anak-anak kami ini bisa sukses, bisa bekerja sesuai passionnya dengan baik dan tentunya berbakti pada orang tua,”ungkap dekan FISIP.       Dalam yudisium kali ini, kandidat doktor ilmu sosial UMM, Sulismadi, M.Si menyampaikan sebuah orasi menarik berkaitan dengan paradigm smart city. Sulismadi mengatakan Indonesia memiliki karakteristik wilayah yang berbeda baik dari segi budaya maupun ketersediaan infrastruktur. Maka dalam perencanaan smart city harus berpedoman pada kebutuhan, kondisi, dan visi misi daerah. Oleh karena itu perencanaan smart city harus dimulai dari desa. (wnd)

Sambut Tantangan Kampus Merdeka, FISIP Adakan Workshop Akreditasi

 Rabu, 05 Februari 2020 11:12 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik      Dalam rangka meningkatkan kesiapan prodi dan fakultas, FISIP UMM mengadakan workshop persiapan akreditasi program studi 4.0. Asesor BAN-PT yang juga Kepala BPM UMY, Dr.Suranto, M.Pol menjadi pemateri untuk workshop ini. Workshop diikuti oleh seluruh dosen FISIP di Aula GKB 4 lantai 4 pada 4 Februari 2020. Workshop diadakan selama sehari, dari pagi hingga sore hari. (ki-ka): Wakil Rektor 1, Dekan FISIP, dan pemateri pada sesi workshop akreditasi prodi         Wakil Rektor 1 UMM, Prof. Dr Syamsul Arifin, M.Si mengatakan saat ini, seiring dengan kebijakan menteri baru, akreditasi 4.0 harus disiapkan dengan matang. Kebijakan Belajar Merdeka yang disampaikan oleh Menteri Nadiem Makariem menghasilkan sejumlah konsekuensi yang harus diantisipasi oleh UMM, tak terkecuali oleh FISIP UMM sebagai bagian dari kampus putih. Untuk menjawab tantangan atau konsekuensi kebijakan tersebut harus ada kolaborasi antara universitas dengan berbagai pihak di luar kampus untuk menciptakan prodi-prodi baru.            Melalui kebijakan ini, kesempatan bagi perguruan tinggi yang memiliki akreditasi A dan B untuk bekerja sama dengan organisasi dan/atau QS top 100 World Universities lebih terbuka. “Tantangannya makin berat, khususnya untuk kampus swasta. Dalam hal akreditasi, ini juga harus diantisipasi oleh karena itu kita harus mempersiapkan akreditasi 4.0 dengan lebih maksimal,”ungkap guru besar asli Madura ini.             Dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si juga mengatakan workshop ini penting untuk supporting prodi. “Semua dosen harus tahu bagaimana mengerjakan sembilan standard untuk akreditasi prodi karena akreditasi adalah tanggung jawab semuanya, bukan hanya tanggung jawab kaprodi dan sekprodi,” tutur Rinikso.        Pemateri Dr Suranto dalam pemaparannya menyampaikan apa saja tantangan yang akan dihadapi prodi pasca kebijakan kampus merdeka. Kampus merdea membuka peluang bagi prodi untuk membuat prodi baru, ini akan memberi dampak pada kampus kecil yang akan kehilangan jumlah mahasiswa. Selain itu ia juga menyebut perlu ada inovasi dalam proses rekrutmen mahasiswa dan peningkatan mutu internal sebab kebaijakan saat ini akan mempermudah PTN untuk leluasa mmengembangkan, merekrut, mengelola finansial sendiri. Selain itu bagi prodi S1 juga harus ada konversi 40 sks dengan kegiatan diluar kampus. “Kebijakan ini cukup menantang yang artinya kita harus menyiapkan mahasiswa untuk meningkatkan skill dan mengambil mata kuliah lintas prodi. Namun hal ini perlu diwaspadai karena dikhawatirkan dunia kampus hanya akan memproduksi kelas pekerja yang menghamba pd kelas kapitalis,” jelas Suranto. Dalam workshop tersebut, Dr.Suranto menyarankan agar kampus segera membuat kebijakan kurikulum lintas prodi dan meningkatkan kerjasama lembaga lain terkait prodi yang ada. (wnd)

Koordinasi Awal Semester Tingkatkan Semangat Dosen

Sabtu, 01 Februari 2020 09:49 WIB    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik             Dalam rangka meningkatkan sinergi dalam memberikan layanan akademik terbaik untuk mahasiswa, hari ini (2/1) FISIP UMM mengadakan koordinasi persiapan perkuliahan. Koordinasi ini diadakan di Ruang Sidang FISIP dan mengundang 100 dosen FISIP baik dari unsur dosen tetap yayasan, dosen perjanjian khusus (DPK) dan dosen luar biasa (LB). Pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah dosen-dosen baru FISIP dari unsur praktisi yang akan memperkuat human resources akademik FISIP UMM. Koordinasi ini bertujuan selain meningkatkan sinergi juga menjadi upaya responsif terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan yang baru. Perkuliahan di FISIP UMM akan dimulai pada 10 Februari 2020 sampai 13 Juni 2020. Koordinasi Awal Semester FISIP UMM di R.611         Wakil Dekan 1 FISIP UMM, Dr. Dyah Estu Kurniawati, M.Si mengatakan bahwa kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim terkait konsep Merdeka Belajar harus disikapi secara apresiatif oleh insan akademika UMM, khususnya FISIP UMM. Dyah mengatakan untuk mewujudkan konsep merdeka belajar ini dosen diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi semua. Dosen juga harus memperkuat target pembelajaran dengan fokus pada prinsip 4 C yaitu critical thinking, creative, collaborative dan communicative. “Peningkatan kualitas dosen juga perlu sekali dilakukan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan baik di level fakultas, universitas atau pelatihan mandiri,” ungkap doktor alumni UGM ini.             Wakil Dekan II, Dr. Tutik Sulistyowati, M.Si, peningkatan kualitas dosen juga berkaitan dengan jabatan fungsional. Wadek II mendorong dosen-dosen yang belum memiliki kepangkatan untuk segera mengurus kepangkatan dan peningkatan jabatan fungsionalnya. “Fakultas akan memfasilitasi dosen-dosen yang belum memiliki kepangkatan dengan akan mengadakan Jafung Camp, insya Allah Maret nanti ya. Sebab nanti pembimbing skripsi minimal harus memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli atau AA,” jelasnya.         Satu catatan penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perkuliahan untuk semester ke depan adalah layanan. Mengajar tidak sekedar memberikan ceramah akademik namun juga memberikan layanan berupa keteladanan dalam mengajar. Dosen harus berkomitmen dengan jadwal kuliah yang sudah diamanahkan, sekaligus konsisten dengan RPS yang sudah dibuat. “Mengajar itu intinya adalah mendiseminasikan pengalaman kepada mahasiswa, bukan hanya presentasi materi dosen di depan kelas,” pungkas Dekan FISIP, Dr.Rinikso Kartono, M.Si.               Pertemuan koordinasi perkuliahan ini diakhiri dengan pertemuan khusus dengan dosen-dosen muda FISIP. Dosen-dosen muda adalah “keberlanjutan energi” FISIP UMM di masa mendatang. Oleh karena itu dosen muda diharapkan harus lebih proaktif memaksimalkan energi mudanya untuk memperbanyak karya khususnya karya akademik. (wnd)