FISIP Care, Dari FISIP Untuk Mahasiswa Rantau Terdampak Covid-19

Selasa, 28 April 2020 16:13 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tidak semua mahasiswa dari luar kota Malang memutuskan pulang kampung. Pasca kebijakan kampus mengubah perkuliahan menjadi sistem daring saat wabah covid-19 terjadi, ternyata ada pula sebagian mahasiswa yang masih bertahan di kos atau kontrakan di Malang. Salah satu mahasiswa luar kota yang masih bertahan di Malang adalah Asrul Lukman. Mahasiswa asal Luwuk – Banggai Sulawesi Tengah ini memutuskan untuk tetap tinggal di Malang karena ia khawatir menjadi carrier jika pulang ke Sulawesi Tengah. Di Malang, dari hasil tracking yang dilakukan oleh BEM FISIP dan tim FISIP Care fakultas, ada 81 mahasiswa yang masih bertahan di lingkungan sekitar kampus. Tim FISIP Care: Bahu-membahu bersinergi bersama FISIP Care dan UMM Peduli (foto: bayu BEM) Tim fakultas bersama BEM FISIP pun mengadakan FISIP Care. FISIP Care ini adalah sebuah respon cepat FISIP terhadap mahasiswa-mahasiswa luar kota yang terdampak dan masih bertahan di Malang. Tim FISIP Care menggalang donasi mandiri dari dosen dan mahasiswa untuk membantu teman-teman mereka.Selain donasi mandiri, fakultas juga mengalokasikan sejumlah dana untuk kegiatan FISIP Care ini. Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan paket sembako dan dibagikan kepada mahasiswa perantauan yang masih bertahan di Malang sesuai hasil tracking dari tim. Paket sembako yang diberikan terdiri dari beras, minyak goreng, telur, teh celup, gula, mie instant dan beberapa snack kecil. Hingga saat ini ada 25 paket bantuan yang sudah didistribusikan. “Saat ini yang sudah kami distribusikan ada 25 paket untuk 25 mahasiswa, sisanya nanti yang mengcover universitas melalui program UMM Peduli. Jadi kami bersinergi, target ada 81 mahasiswa yang akan mendapat bantuan berdasarkan hasil pendataan kami,” ungkap Bayu, salah satu koordinator lapangan Program FISIP Care. Salah satu dosen FISIP, Shannaz Mutiara, ikut turun langsung menyalurkan paket bantuan (foto: dok.pribadi) Baca: Upgrade Skill Riset, FISIP Adakan Pelatihan NVivo 12 Plus Wakil Dekan III, Zen Amiruddin, M.MedKom mengatakan program FISIP Care ini sudah dilakukan sejak dari awal pandemi (sebelum puasa, red). “Fakultas mengapresiasi positif inisiatif dari teman-teman BEM ini. Inilah saatnya antar pihak baik dosen dan mahasiswa saling bersinergi untuk peduli sehat dan peduli sesama, terutama bagi mahasiswa yang tidak bisa pulang karena daerahnyalockdown misalnya,”ungkap dosen prodi Ilmu Komunikasi itu. Menurut Zen, langkah FISIP Care ini sementara memang targetnya untuk mahasiswa rantau yang masih bertahan di Malang, berikutnya ia berharap program ini bisa dikembangkan untuk membantu masyarakat sekitar. “Insya Allah nanti yang tahap kedua bisa lebih maksimal ya,” sambungnya.(wnd)
Sidang Skripsi Ala FISIP Di Tengah Isu Covid-19

Rabu, 08 April 2020 10:58 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sidang skripsi identik dengan wajah tegang dan jantung yang berdebar kencang. Masuk ke ruang ujian, menatap wajah dosen penguji, keringat dingin terkadang mengalir tanpa disadari. Lalu bagaimana pelaksanaan ujian sidang skripsi ketika kampus memberlakukan Work From Home (WFH) untuk mayoritas civitas akademika? Dalam kondisi ini, FISIP punya solusi tersendiri meski para dosen harus melaksanakan WFH. Sejumlah prodi di FISIP melakukan ujian skripsi melalui metode daring. Seperti yang dilakukan oleh prodi Hubungan Internasional. Prodi termuda di FISIP ini adalah prodi pertama di FISIP yang mengadakan ujian skripsi online pada 23 Maret 2020 lalu. Syaprin Zahidi, MA, Kaprodi Hubungan Internasional mengatakan mekanisme untuk pelaksanaan ujian skripsi daring sudah ditetapkan dalam SOP yang ditentukan prodi. “Pelaksanaan ujiannya melalui google meet. Prosesnya sih sama ya dengan ujian skripsi online, hanya saja mahasiswa harus menginvite dosen penguji dan pembimbing melalui link di google meet. Ketika sudah berkumpul, ya proses ujian sama dengan pelaksanaan ujian offline,”ungkap Syaprin. Hasil tangkapan layar pelaksanaan ujian skripsi dengan metode daring di Prodi Hubungan Internasional Prodi lain yang juga mengadakan ujian skripsi dengan metode daring adalah Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Ilmu Pemerintahan. Prodi Sosiologi juga berencana mengadakan ujian skripsi melalui daring pada pertengahan bulan April. Prodi Ilmu Komunikasi mengadakan sidang skripsi dengan metode online pada 31 Maret 2020. Sebelum melakukan ujian skripsi, para dosen prodi Ikom melakukan simulasi ujian skripsi online sehari sebelumnya. Simulasi ini untuk memastikan pelaksanaan skripsi online berjalan lancar sesuai pengaturan waktu yang telah ditentukan. Suasana ujian sidang skripsi online di Prodi Ilmu Pemerintahan Lalu, bagaimana rasanya ujian skripsi dengan metode daring seperti ini? Khaidar Azar Luthfi, salah satu peserta ujian skripsi dari Prodi Ikom mengaku meski online dia tetap merasa nervous. “Meski online, tetap nervous sih. Khawatir kalau misal tiba-tiba sinyal tidak support, khawatir salah menjawab atau kendala-kendala non teknis lain. Namun Alhamdulillah kemarin lancar meski deg-deg an,”ujar Al, panggilan Khaidar yang mengikuti ujian sidang pada 31 Maret lalu. Baca : Rapat Offline, FISIP Desain Selasar Jadi Ruang Rapat yang Aman Sedikit berbeda dengan prodi lainnya, prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) berencana menerapkan dua metode untuk sidang skripsi. Kaprodi IKS, Dr. Oman Sukmana, M.Si mengatakan prodinya akan membebaskan para dosen penguji untuk memilih metode, bisa melalui online atau offline. “Nanti tanggal 13-14 April kami akan menggunakan zoom untuk ujian skripsi online. Namun kami juga mempersilakan jika ada dosen yang ingin ujian offline, dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai standar WHO,”ungkap Oman. (wnd)
32 Tahun Mengabdi, Sarno Pensiun ‘Husnul Khotimah’

Selasa, 07 April 2020 15:27 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pria berusia 56 tahun ini kini bisa tersenyum lega. Pengabdiannya di kampus putih selama tak kurang dari 32 tahun 7 bulan berakhir indah. Ia menyebutnya sebagai pensiun ‘husnul khotimah’, pensiun dengan akhir yang baik. Karyawan yang memungkasi pengabdiannya sebagai staf administrasi di FISIP ini hari ini (7/4) resmi dilepas oleh jajaran dekanat dan civitas akademika FISIP UMM. Sarno menerima potongan tumpeng tanda pelepasan dari Dekan FISIP (foto: sulismadi) Mengabdi selama lebih dari 32 tahun bukan angka yang sebentar. Bagi ayah dua anak asli Magetan ini, UMM adalah pilihan yang tak pernah ia sesali. Meski awal mengabdi hanya bergaji 18 ribu rupiah, tetapi Sarno mengaku apa yang ia peroleh di UMM tak sekedar bilangan rupiah semata. “UMM itu lembaga yang penuh berkah. Tak hanya gaji, tapi juga kemudahan berupa anak-anak saya yang bisa sekolah sampai sarjana. Teman-teman serta lingkungan kerja yang baik adalah barokah juga menurut saya,”ungkapnya. Baca : Rapat Offline Di Tengah Isu Covid-19, FISIP Desain Selasar Jadi Ruang Rapat yang Aman Memulai karir pertama di tahun 1987 sebagai satpam di kampus 1 Jalan Bandung, Sarno sudah ‘malang-melintang’ di beberapa unit di kampus. Ia berkisah, dulu saat pertama mengabdi sebagai satpam, Jalan Bandung adalah area yang sangat sepi, jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Setelah enam tahun mengabdi sebagai satpam, Sarno beralih menjadi staf rumah tangga (perlengkapan) selama tiga tahun. Posisi terlamanya adalah menjadi Kaur Kendaraan selama 14 tahun. Mengaku jenuh menjadi Kaur Kendaraan, Sarno mengajukan pindah posisi ke staf administrasi. “Namun permintaan saya kepada pimpinan saat itu untuk menjadi staf tidak di acc, saya akhirnya diminta untuk jadi Kaur Dosen, mengurusi berkas-berkas dosen. Itu saya jalani selama sepuluh tahun,”ujarnya sambil tertawa. Keinginannya untuk menjadi staf administrasi ternyata tidak surut. Sarno mengaku punya alasan tersendiri mengapa ia minta ‘diturunkan’ menjadi staf. Baru sekitar 3,5 tahun yang lalu akhirnya ia dimutasi sebagai staf administrasi di FISIP. Sarno (baju kotak-kotak) bersama kolega TU FISIP (foto by: siti) Ketika ditanya apa yang akan dilakukan pasca pensiun, Sarno mengaku belum memiliki rencana apa-apa. Namun ia bersedia jika misal UMM masih mengkaryakan dirinya. “Kalau tidak bekerja rasanya tidak enak. Kalau bekerja saya senang bisa berinteraksi dengan teman-teman. Istri saya juga bekerja, anak-anak saya sudah besar semua,” ujar suami dari Susilowati ini. Di balik sosoknya yang pendiam, Sarno adalah profil seorang pekerja keras. Sebab, Sarno ternyata bukan ‘karyawan biasa’. Di tengah kesibukannya mengabdi sebagai pegawai di UMM, ia juga mengelola kos-kosan 12 kamar miliknya. Menurut Sarno, ada tips yang bisa dilakukan agar bisa purna tugas dengan baik. Kuncinya adalah lakukan pekerjaan sebaik-baiknya, jangan menunda tugas dan jangan mengeluh. “Untuk semua pimpinan dan kolega, saya mengucapkan terima kasih atas arahannya selama ini. Mohon maaf jika saya ada salah. Semoga UMM, khususnya FISIP, semakin maju dan mahasiswanya tetap banyak,”ujarnya. (wnd)
Rapat Offline, FISIP Desain Selasar Jadi Ruang Rapat yang Aman

Selasa, 07 April 2020 14:00 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jika anda berkunjung ke GKB 1 lantai 6, anda mungkin akan sedikit terkejut melihat penampilan baru di selasar tengah GKB 1. Ya, FISIP baru saja mendesain ulang selasar menjadi tempat yang lebih nyaman untuk dipandang. Tak hanya terlihat lebih modern, selasar tengah yang memisahkan area FISIP dan FKIP ‘disulap’ dengan sejumlah tampilan spot light dan layar LED. Selasar tengah ini nantinya bisa digunakan untuk berbagai hal. Bisa untuk belajar melalui LED screen yang disediakan, juga bisa digunakan sebagai ruang rapat outdoor. Suasana rapat di tengah isu covid-19 (foto by Kamil) Seperti yang terlihat pada hari ini. Rapat dosen yang biasanya digelar di ruangan tertutup di 611, hari ini diadakan di selasar tengah GKB 1 lantai 6. Dengan memanfaatkan kursi dan meja tunggu yang baru dibeli beberapa waktu lalu, para dosen tampak nyaman mengikuti rapat dengan tetap memperhatikan keamanan kesehatan, physical distancing. Hari ini agenda rapat yang dihadiri dekanat dan para struktural FISIP ini membahas beberapa agenda terkait akreditasi, praktikum mahasiswa dan pembimbingan skripsi untuk angkatan 2013-2014. Jaga jarak, biar aman. Suasana rapat di selasar GKB 1 lantai 6 (foto by Tutik) Baca: Keren! Dosen FISIP Bikin Kelas Online Lewat Live Instagram Selain dilengkapi dengan fasilitas berupa LED screen, area di FISIP juga akan diperkuat dengan kemudahan akses internet yang lebih cepat. “Kami sudah memasang jaringan internet menggunakan provider swasta dengan kecepatan 100 Mbps. Dengan adanya fasilitas tambahan ini kami berharap semua civitas bisa belajar lebih nyaman, bisa mengakses ilmu dengan lebih cepat. Harapan kami tidak hanya saat masa Covid-19 ini saja, tapi hingga nanti usai kondisi kembali normal, seluruh civitas khususnya warga FISIP bisa mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas ini,”ungkap dekan FISIP, Dr. Rinikso Kartono, M.Si. (wnd)
Keren! Dosen FISIP Bikin Kelas Online Lewat Live Instagram

Sabtu, 21 Maret 2020 14:51 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Banyak jalan menuju Roma. Begitu pula yang dilakukan oleh para dosen di FISIP UMM dalam mensiasati agar kebijakan kuliah online selama masa Save From Corona tidak membosankan. Salah satu upaya kreatif itu adalah memilih platform live di Instagram untuk kuliah online. Dosen kreatif yang menerapkan strategi ini adalah Arum Martikasari, M.MedKom.Dia hari ini (21/3) mengadakan kuliah online melalui live IG untuk mata kuliah praktikum Public Relations 1. Ia menjelaskan materi tentang “Transmedia Storytelling dan Omnichannel Strategy”. Hasil tangkapan layar situasi kuliah online melalui live IG Dosen Prodi Ilmu Komunikasi ini mengaku bahwa ia baru pertama kali mengadakan kuliah online dengan metode live IG. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tidak bosan. “Biasanya kan kuliah online diadakan lewat LMS, Google ClassRoom, Google Meet, nah saya mencoba biar mahasiswa tidak bosan yaitu melalui live di Instragram @praktikumumm. Harapan saya sih, kelas materi tetap berlangsung lancar meski jarak jauh dan mahasiswa tetap bisa berinteraksi aktif melalui tools ask question,” ujarnya. Kuliah pun berjalan lancar meski tidak dilakukan secara tatap muka. Baca juga : Antisipasi Corona, Mahasiswa Asing Kembali ke Negara Asal Uniknya, kuliah online yang disetting di mini studio lab Ikom ini tidak hanya diikuti oleh praktikan saja, namun juga oleh para alumni dan dosen lain. Sejumlah dosen yang aktif di sosial media terpantau mengikuti sharing session tersebut. Salah seorang follower, @nasvian, ikut mengajukan pertanyaan dalam sharing session tersebut. Ia menuliskan pertanyaan apakah harus menerapkan tujuh strategi untuk transmedia storytelling. Diketahui, @nasvian adalah Fuad Nasvian, M.Ikom, salah satu dosen di Prodi Ilmu Komunikasi. Selain @nasvian, sejumlah mahasiswa pun aktif mengajukan pertanyaan yang dijawab secara live oleh Arum. Banyak platform yang digunakan dosen FISIP selama periode kuliah online ini. Shannaz Mutiara Deniar, M.A, dosen prodi Hubungan Internasional menggunakan platform Google Classroom. Baginya, memberikan kuliah online melalui Google Classroom bukan kali pertama. “Sebelumnya saya memang sudah terbiasa menggunakan metode blended learning dalam perkuliahan. Jika sesi kuliah online saya memakai Classroom (Google Classroom,red) ini. Jadi ketika ada kebijakan full online seperti sekarang saya siap saja,”ungkap dosen yang menyelesaikan studi S2 nya di Korea ini. Di FISIP, berdasarkan survey, sebanyak 40% dari 48 dosen yang mengisi angket survey kuliah daring menggunakan aplikasi Google Classroom. Sisanya menggunakan kombinasi platform media yang lain, seperti Google Meet, Edmodo dan LMS. (wnd)
Antisipasi Corona, Mahasiswa Asing Kembali Ke Negara Asal

Rabu, 18 Maret 2020 10:12 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sebagai langkah antisipasi terhadap persebaran virus Corona, sebanyak 18 mahasiswa asal Thailand yang belajar di FISIP UMM besok akan kembali ke negara asal. Pemulangan mahasiswa asing ini menurut Kaprodi Ilmu Pemerintahan, M.Kamil, M.A, selaku penanggungjawab program, tidak hanya sebagai langkah antisipasi Corona. “Sebenarnya program mereka sudah hampir selesai. Sesuai kontrak, program mereka berakhir 26 Maret 2020. Ini kami percepat seminggu sekaligus sebagai langkah antisipasi,” ungkapnya saat menghadiri seremoni pelepasan mahasiswa asing di Ruang Sidang 611 FISIP UMM hari ini 18/3. Pelepasan mahasiswa asing ini dihadiri oleh Dekan FISIP, Wakil Dekan 1, sejumlah dosen dan mahasiswa pendamping (buddy). Penanggung jawab program, M.Kamil, M.A (baju kotak-kotak, red) saat mendampingi pelepasan mahasiswa asing Pihak kampus asal, Khong Kaen University juga berharap mahasiswa asing segera kembali ke Thailand. Sebab fenomena lockdown di beberapa negara yang sudah terjadi saat ini dikhawatirkan akan mempersulit proses pemulangan mahasiswa asing. Seperti kita ketahui, saat ini sejumlah negara sudah memberlakukan lockdown seperti Malaysia, Filipina, Austria dan Italia. Pemerintah Australia juga telah meminta seluruh Australian students yang belajar di luar Australia untuk kembali. Langkah antisipatif ini menurut Kamil adalah langkah yang tepat karena dikhawatirkan jika proses lockdown merembet ke negara lain hal itu justru akan menyulitkan kepulangan mereka. Suasana seremoni pelepasan mahasiswa asing asal Thailand di R.Sidang 611 Meskipun pulang lebih cepat, namun para mahasiswa asing ini tetap memiliki PR atau pekerjaan rumah. “Masih ada satu tugas berupa presentasi hasil riset mereka. Untuk presentasi ini kita akan memanfaatkan teknologi daring, jadi mereka bisa presentasi melalui sistem online,” ujar Kamil. Kedelapan belas mahasiswa asing ini telah menyelesaikan enam proyek riset di sejumlah desa wisata, seperti di desa wisata Pujon, Bumiaji dan kampung warna-warni Jodipan. Baca juga : Sikapi Corona, FISIP Intensifkan Kuliah Daring Phattheera Keathan, salah satu mahasiswa Thailand mengatakan dirinya sebenarnya sedih karena harus pulang lebih cepat ke Thailand. “Di satu sisi saya sedih, karena ini mendadak sekali padahal saya masih punya banyak rencana disini. Tapi saya juga senang karena bisa segera bertemu keluarga. Konsekuensinya saya dan teman-teman harus mengatur ulang tiket pesawat yang sudah kami beli sebelumnya,” ujarnya dalam Bahasa Inggris yang fasih. Ploy, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa selama belajar di FISIP UMM ia dan timnya telah menyelesaikan riset yang berjudul Strategic Management To Increase The Number Of Tourist in Jodipan. (wnd)
Sikapi Corona, FISIP Intensifkan Kuliah Daring

Senin, 16 Maret 2020 09:28 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untuk menyikapi fenomena virus Corona yang mewabah di sejumlah kota besar di Indonesia, FISIP UMM melakukan upaya antisipatif demi mendukung kebijakan pemerintah. Mulai Senin (16/3) FISIP mengintensifkan pembelajaran daring untuk mahasiswa. Layanan akademik berupa bimbingan skripsi dan konsultasi juga disarankan untuk dilakukan secara online. Tetap Ada Layanan, Staf TU Layani Sivitas FISIP UMM Kebijakan yang dilakukan FISIP ini adalah upaya dukungan terhadap surat edaran Rektor UMM yang menghimbau sivitas akademika UMM untuk melakukan tindakan preventif penyebaran virus Corona. “Pertama, untuk sementara pelayanan kepada mahasiswa kita akan mengoptimalkan sistem online untuk pengajaran dan bimbingan sehingga kita harapkan kegiatan akademik tetap berjalan lancar,”ungkap Dekan FISIP, Dr. Rinikso Kartono, M.Si. Dekan juga menghimbau agar semua mahasiswa FISIP benar-benar memanfaatkan kuliah online ini dengan belajar di rumah, tidak pulang kampung dan tidak mendatangi keramaian. “Kami minta semua sivitas tetap tenang, tidak panik. Diam saja di kost atau rumah sambil belajar online. Tidak perlu pergi ke luar kota atau malah liburan,”imbuhnya. Relatif lengang, situasi GKB 1 lantai 6 FISIP UMM Terkait batasan waktu, dekan menyampaikan bahwa upaya antisipatif ini akan berjalan sekitar satu minggu. Dekan berharap kegiatan akan normal kembali minggu depan, tepatnya hari Senin, 23 Maret 2020. Menurutnya, upaya antisipatif dengan mengintensifkan kuliah daring bukan tanpa resiko. Resikonya adalah jika mahasiswa tidak punya akses internet, biasanya mereka akan mencari kafe atau tempat wifi yang tentu identik dengan kerumunan. Kebijakan meminta mahasiswa untuk belajar di rumah ini sebenarnya dilematis karena tidak ada yang bisa menjamin apakah mahasiswa tidak bermobilisasi kemana-mana. “Untuk itu, mungkin Senin sudah kembali ke kampus, FISIP sudah menyediakan akses internet dengan provider Indihome yang memadai. Sehingga kami pastikan mahasiswa tidak perlu pergi kemana-mana,”jelas Rinikso. (wnd)
FISIP Harus Luluskan Sarjana Bisa Apa

Jum’at, 06 Maret 2020 17:15 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMM hari ini (6/3) mendapat kunjungan khusus dari Ananto Kusuma Seta, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud. Dalam kunjungannya di ruang sidang 611 FISIP GKB 1, pria asal Jombang ini mengajak para dosen FISIP untuk melakukan refleksi terkait future higher education. Khususnya tentang langkah apa saja yang harus dilakukan menghadapi tantangan di masa depan. Menurut Ananto, FISIP harus mampu menciptakan lulusan yang tidak sekedar tahu apa, namun lulusan yang bisa apa. Seorang dosen, seorang guru, akan memiliki kebermanfaatan dalam profesi jika bisa menjadikan anak didik juga bermanfaat bagi lingkungannya. “Guru adalah profesi mulia, namun di balik kemuliaan itu akan ada ‘kutukan’ atau hujatan jika tidak berhasil mengantarkan anak didiknya ke gerbang kebaikan,”ungkap Ananto. Dosen atau guru harus bisa mendidik anak sesuai fitrah, menemu-kenali potensi Ilahiah sehingga mahasiswa bisa memaksimalkan kemanfaatan untuk orang lain. Hal ini perlu diperhatikan sebab di masa mendatang, teknologi akan selalu menjadi disruptive force karena teknologi akan menjadi lifestyle, teknologi untuk belajar (for learning) dan teknologi untuk bekerja (for works). Persoalan sosial di masa depan juga akan sangat kompleks. Diprediksi tahun 2025, di 35 smart cities, 60% penduduknya akan tinggal atau berubah menjadi masyarakat urban. Tentu permasalahan yang akan dihadapi masyarakat urban akan lebih kompleks. Ananto dalam diskusi refleksi ini memantik pertanyaan unik, lalu untuk apa kuliah? mengapa harus belajar di universitas? Padahal Elon Musk, owner Tesla, justru malah merekrut lulusan SMA yang terampil. Ukuran baru masa depan, generasi Z memiliki pandangan yang berbeda tentang uang. Gross Domestic Product (GDP) tidak lagi sekedar mengukur tentang pendapatan namun juga menunjukkan data indeks kebahagiaan. Sehingga bagaimana cara mendidik anak-anak kita menghadapi perubahan sosial seperti itu? Kita tidak menyiapkan anak pada lulusan title job namun skilled job. Kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, active learning, critical thinking, adalah sejumlah kemampuan yang mutlak dimiliki generasi Z pada 2022. “Tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia bukan merobotkan manusia sehingga kebutuhan social skil juga meningkat. Ini adalah harapan dan potensi besar untuk FISIP karena FISIP akan menjadi sumber bagi fakultas-fakultas lain,”ungkap Ananto. Untuk itu ia berharap FISIP bisa menangkap peluang tersebut sebaik-baiknya. Paradigma mendatang, desain kurikulum bukan kita yang mendesain, namun tergantung pada kebutuhan dunia kerja. Kognisi pendidikan juga tidak lagi berkutat pada know what (higher education-lead) namun berubah menjadi know how dan know why (industry-lead). (wnd)
FISIP Siapkan Strategi Sambut Camaba

Rabu, 04 Maret 2020 10:27 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Meningkatkan jumlah minat calon mahasiswa baru (camaba) tidak hanya dilakukan dengan menggunakan strategi konvensional saja (promosi door to door). Namun image building menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh FISIP untuk meningkatkan minat camaba pada FISIP UMM. Selain itu juga harus ada koordinasi sinergis antara bidang kehumasan dan bidang penerimaan mahasiswa baru demi meningkatkan preferensi camaba pada FISIP. Untuk itu, demi menguatkan sinergi, hari ini Dekanat, Humas UMM, Humas FISIP dan perwakilan prodi melakukan koordinasi terkait kehumasan dan penerimaan camaba. Koordinasi dilakukan di Ruang Sidang 611 pada 4 Maret 2020. Menurut Kettler, pakar manajemen pemasaran, kualitas produk yang konsisten dengan kemasan kesan yang baik akan efektif untuk meningkatkan jumlah “konsumen” dalam hal ini adalah camaba. Pelayanan prima untuk mahasiswa adalah salah satu bentuk strategi yang dilakukan FISIP UMM untuk meningkatkan animo calon mahasiswa baru di FISIP UMM. Sejumlah kegiatan telah dilakukan FISIP UMM. Diantaranya adalah memperbaiki kualitas pelayanan kepada mahasiswa dengan mengikut sertakan dosen dan staf pada kegiatan SUPER UMM. Dekan FISIP UMM, Dr.Rinikso Kartono, M.Si mengatakan strategi yang dilakukan FISIP tidak hanya promosi konvensional namun juga menggunakan strategi komprehensif lainnya. ” Kita menggunakan strategi menjadikan alumni sebagai mitra strategis fakultas. Selain itu juga berupaya memperbaiki sistem administrasi melalui peningkatan pelayanan personal kepada mahasiswa. Dekanat juga berupaya untuk standby di fakultas untuk mempermudah layanan pada mahasiswa,” ungkap Rinikso. Selain pelayanan prima untuk mahasiswa, FISIP juga aktif membuat counterpart dengan mass media dan institusi luar negeri. Kerjasama alumni dan pelayanan personal juga menjadi fokus FISIP. Sebab faktanya, sebanyak 80% camaba FISIP dari tahun-tahun sebelumnya mendapat informasi tentang FISIP dan tertarik untuk masuk FISIP dari alumni FISIP UMM. Berdasarkan data tersebut, peran alumni tentu sangat besar bagi penerimaan mahasiswa baru di FISIP. Untuk mengoptimalkan relasi tersebut, alumni dilibatkan dalam sejumlah program kerjasama di fakultas. Dalam bidang kehumasan, Humas UMM yang juga dosen Ilmu Komunikasi. Sugeng Winarno, M.A mengatakan bahwa perlu strategi yang peka terhadap selera pasar atau calon “konsumen” akademik. Sebab yang menjadi target pasar dari UMM adalah kaum milenial, alias camaba yang secara rentang usia masuk generasi milineal yang memiliki karakteristik berbeda. Untuk itu dalam menyusun kemasan pesan untuk menarik minat camaba harus menyesuaikan dengan kegemaran dari generasi milenial ini. “Kita harus peka pada perkembangan jaman serba digital ini. Strategi konvensional tetap penting namun strategi digital juga penting sekali,” jelas alumni Curtin University ini. (wnd)
Kursi Baru FISIP

Jum’at, 28 Februari 2020 10:07 WIB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ada yang baru di FISIP. Mahasiswa di FISIP kini makin ‘dimanjakan’ dengan fasilitas baru yang disediakan. Ya, FISIP kini punya kursi-kursi baru. Kursi ini bukan sembarang kursi, namun kursi multifungsi yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Ada 36 meja dan 72 kursi yang ditata rapi di seluruh lorong lantai 6 area FISIP. Sejumlah mahasiswa mengaku senang dengan fasilitas ini. Nadya, salah satu mahasiswi Ikom angkatan 2018 mengatakan kursi ini sangat bermanfaat untuk dia dan teman-temannya saat mengakses kebutuhan administrasi di lantai 6. “Ya lumayan kalau nunggu dosen atau nunggu jeda kelas berikutnya di lantai 6 tidak perlu gelesotan di lantai atau rebutan kursi tunggu di depan prodi, hehe. Alhamdulillah bisa duduk dan buka laptop disini,” ungkap Nadya. Sejumlah dosen juga tampak memanfaatkan fasilitas meja kursi ini untuk memberikan layanan bimbingan skripsi. Dekan FISIP UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si mengatakan fasilitas ini memang sengaja didesain untuk memberi kenyamanan pada civitas akademika FISIP. “Tujuannya ya memang agar nyaman ya, tidak usah duduk-duduk di lantai. Selain lebih nyaman, pagar pembatas juga tetap bersih karena tidak ada cap-cap sepatu yang menempel,” ungkap dekan. (wnd)